
Aku tidak mempedulikan mereka, dan mengambil salah-satu quest dari papan.
Itu hanya tentang mengalahkan beberapa ekor serigala di hutan.
Jadi, aku membiarkan Aisha untuk mencoba menangani mereka sendiri dan melihat seberapa besar potensi gadis ini untuk berkembang.
Pada awalnya, Aisha melakukannya dengan baik. Tapi, tetap saja dia memiliki batas untuk itu.
Aku menemukan bahu gadis itu naik turun ketika selesai dengan pekerjaannya.
[+100 Emas] | [+2 Medali]
[+100 Emas] | [+2 Medali]
[+100 Emas] | [+2 Medali]
"Tuanku, bagaimana?" Aku menggangukan kepala, cukup puas dengan kerja gadis ini.
Dan sepertinya hadiah itu tidak langsung menjadi miliknya, melainkan itu langsung dirikim oleh sistem untukku.
Jika ini memang bekerja, bukankah aku hanya harus mengumpulkan banyak bawahan dan menyuruh mereka berpencar untuk mencari banyak uang?
Nah, itu akan berhasil jika aku bisa menggunakan banyak pemanggilan lagi.
Nama: Aisha
Ras: Manusia
Usia: 16 tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Ksatria Pedang
Level: 2
Status:
HP [F] | MP [F] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [F] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Peningkatan Level: Membuat siapapun yang bersetubuh dengannya naik level satu tingkat.
---
Itu masih sama saja, hanya di bagian level yang meningkat.
Jadi aku bisa mengatakan itu berhasil untuk meningkatkan level gadis ini.
Mungkin membutuhkan waktu untuk kami bisa mencapai 100, tapi aku akan segera mengatasinya ketika kami berhasil mendapat peringkat E dan mulai mendapatkan pencarian untuk berburu monster lebih ganas.
Setelah kami selesai dengan misi pertama.
Aku menyerahkan kartu guildku pada serikat untuk mendapatkan semacam stempel yang membuktikan misi berhasil.
"Punya waktu sebentar, sobat?"
Aku menoleh ke samping untuk menemukan sesorang menghadang jalanku tepat ketika aku berniat menjalankan quest lagi.
Aku kemudian menemukan wajah seseorang yang aku kenali.
Mereka adalah petualang yang sama yang mengajak Aisha bergabung dalam party mereka sebelumnya.
"Bukankah aku sudah bilang, kami tidak tertarik bergabung dengan kalian?" Astaga, aku memiliki firasat buruk tentang ini.
"Sudah aku bilang, aku tidak peduli kau ikut. Hanya saja kami menginginkan wanita ini!" Aku menoleh ke samping.
Aisha jelas mulai waspada dengan itu.
Para bajingan ini sudah jelas dari awal mengincar Aisha, hanya saja mereka tidak puas ketika mendapatkan penolakan tersebut.
Aku kemudian berada di depan Aisha untuk menghentikan para penggangu tersebut yang berusaha mendekati Aisha.
"Oi, minggir!" Aku menggelengkan kepala. "Aku bilang minggir-"
Aku memberikan salah-satunya pukulan di bagian pipi dan pria itu langsung jatuh tersungkur di tanah.
Rekannya yang lain tentu tidak bisa menerima itu dan justru mengangkat kepalan tangan untuk mengincar bagian kepalaku.
Tapi aku menangkis semuanya dengan beberapa gerakan sederhana.
"Kalian tahu bahwa kalian sudah salah memilih lawan?"
[Petualang] | [Level: 25]
[Petualang] | [Level: 20]
Hanya level segitu berani menyerangku yang level 36?
Aku pikir ini adalah semacam lelucon. Mereka pasti mengira aku masih pemula karena peringkatku bukan?
Yah, aku bisa menebaknya dari cara mereka melakukannya.
"Matilah kau!" Seseorang memberikan serangannya untuk mengenai bagian punggungku. Aku tidak menghindar dan menerima serangan itu. "A-Apa yang terjadi?"
"Aku rasa itu berhasil." Untuk Skill [Ketahanan Binatang Buas] ku, dia memang bisa membuat tubuhku kebal selama beberapa waktu.
Lalu, dengan [Menebas] aku melukai pipi pria yang memukulku tadi, kali ini dengan memakai senjata.
"Kau mengatakan apa, tadi?" Aku menanyakan itu ketika dia dan petualang lainnya menunjukan ekspresi terkejut.
Semuanya sudah lumpuh sekarang setelah aku menghajar mereka.
Ternyata orang-orang ini tidak memiliki skill yang khusus bahkan gerakan serangan dia terlihat sembarangan.
Mereka tidak berdaya ketika aku melakukan perlawanan balik dan jatuh dalam kondisi berlutut setelahnya.
"Biarkan kami pergi, oke? Aku akan menggangap ini selesai."
"Dan membiarkanmu menyiapkan rencana lain lagi untuk menggangu kami?" Aku tidak percaya dengan mulut yang penuh dengan kebohongan itu.
Sungguh, jika memang itu yang aku lakukan, yaitu membiarkan mereka pergi, sama saja membuat semuanya menjadi lebih sulit.
"Aku rasa kalian mengatakan diri kalian sebagai petualang peringkat E bukan?" Keduanya menggangukan kepala ketika aku menanyakan itu. "Aku menginginkan kalian melakukan sesuatu untuk itu."
***
"Apakah begini boleh?" Aku menerima satu lembar kertas quest dari guild yang dibawa oleh pria itu.
"Ini akan membantuku menemukan lokasi beberapa monster. Kau tahu, aku lebih mementingkan level daripada peringkat."
"Itu agak aneh." Aku melebarkan mata, pria yang mengatakan itu menunduk kemudian dan jelas tahu bahwa dia sudah salah mengatakan sesuatu.
"Jadi, tentang hadiah setelah misi ini selesai ... Aku akan menunggu kalian membawakannya untuk kami." Sementara untuk mendapatkan stempel, sepertinya itu mustahil.
Aku hanya bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan monster dan hadiah menyelesaikan misi tingkat E dari pria ini yang merupakan petualang di peringat tersebut.
Sederhana saja, aku meminta dia mengambilkan quest yang sebenarnya hanya bisa diambil oleh petualang peringkat E untukku tanpa sepengetahuan guild.
Aku juga selalu siap untuk kemungkinan mereka berkhianat, jadi aku tidak bisa terlalu berlama-lama mengandalkan bajingan ini.
"Besok aku menginginkan kalian mencuri lembaran quest peringkat B."
"Tunggu, kami bisa diberhentikan oleh guild jika kau memintaku melakukannya."
"Memangnya aku peduli dengan itu?" Seolah-olah bungkam dan tidak bisa menjawab perkataanku yang ini, mereka hanya pasrah dan pasrah menerima itu semua.
Habis kalian.
Sebenarnya, aku tidak ada niat untuk menjadi petualang tetap.
Setelah ini aku berencana untuk meninggalkan kota dan membuang pekerjaan petualangku setelah level 50 dan menemukan monster yang sangat kuat, seperti naga contohnya.
Aku tahu itu, di dunia fantasi dan dalam game mereka dikenal sebagai makhluk yang berbahaya dan diburu.
Setiap bagian tubuhnya bisa dijual juga, itu yang menyebabkan mereka istimewa karena bisa dimanfaatkan untuk membuat senjata.
Aku berharap mereka segera melakukan seperti yang aku suruh dan kembali dengan hasil.