
[1 Restoran] | [Selesai]
[1 Menara] | [Selesai ]
[1 Barak] | [Selsai]
Aku melihat perlahan ada beberapa bangunan yang sudah berdiri memenuhi tempat yang kosong.
Di satu tempat, ada yang namanya menara untuk mengawasi dan mereka dijaga oleh seseorang.
Sementara, pada pinggiran jalan, ada yang namanya restoran dan barak.
Aku memang sengaja membuat mereka berdekatan untuk memudahkan prajuritku ketika membeli sesuatu untuk dimakan.
Aku pikir, 1 gedung untuk tempat tinggal tentara tidak akan cukup. Jadi, aku masih berniat menambahnya lagi.
Sementara, yup! Inti dari semua ini akan segera dimulai.
"Sudah selesai tuanku. Anda sudah bisa melihat itu berdiri di paling tengah kota." Rokie menunjuk ke satu arah sambil mengelap keringat di kepalanya.
Aku menoleh itu tidak percaya. Itu adalah sesuatu yang akan menjadi kebanggaan di kota ini.
Bisa dibilang, aku menghabiskan sebanyak [-5.000.000] untuk membangunnya.
"Kastil pertamaku." Memang, itu adalah kasil dan kastil! Dan, dibangun cukup tinggi juga.
Aku sengaja menyuruh Rokie untuk memilih tempat pada lokasi yang berada di atas bukit.
Maksudku, akan menjadi ciri khas kota ini yang memiliki kastil di tempat yang mudah dilihat.
Lalu, untuk ukuran.
Dia bisa dibilang termasuk kastil yang besar dengan warna putih di kebanyakan tembok.
"Tuanku ... Bagaimana dengan memasukinya?" Aku menggangukan kepala.
Pintu kastil tiba-tiba terbuka, dan memperlihatkan ada ratusan kamar yang kosong.
Yah, itu belum ditambahkan sesuatu dan sunyi.
Aku kemudian mempertimbangkan untuk menyewa beberapa orang atau lebih untuk mengurusinya.
"Nah, untuk itulah aku akan mengandalkan Lucfier pada bagian itu."
Lanjut, ke bagian lain.
"Sepertinya aku harus memilih kamarku?" Ah, aku baru saja membangun rumah ketika memiliki satu rumah lagi.
Maksudku, rumah kecil sebelumnya tidak akan terpakai jika kastil yang menjadi tempat tinggalku sekarang.
Tapi, ummm ... Karena ini masih kosong, mungkin aku akan mulai pindah besok.
Ya, itu bisa saja terjadi. Akan membutuhkan waktu untuk mengisi semuanya menjadi dipenuhi perabotan.
"Bisakah aku pergi sekarang, Tuanku?" Rokie yang terlihat meneteskan banyak keringat memohon itu kepadaku.
"Ah, tentu. Kau pasti menghabiskan banyak MP untuk menggunakan skill [Arsitek] itu bukan?" Rokie segera berlari untuk keluar dari kastil setelah aku mengizinkannya pergi.
Sekarang, hanya aku sendiri di ruangan besar ini. Tapi itu tidak akan lama setelah sesuatu menyelinap mendekat.
"Tuan, aku memiliki kabar yang baik." (Lucfier)
"Hmm? Apa itu?"
"Setelah kita menyelesaikan banyak hal untuk dibangun. Sepertinya ini adalah waktunya kita mendeklarasikan berdirinya sebuah negara."
Wow, rencana yang mengejutkan, tapi aku menyukai itu.
Jadi, dengan berjalan kaki aku diarahkan oleh Lucfier untuk keluar dari dalam istana dan berjalan menemui ratusan wargaku yang menunggu diluar.
"Para pengikut Tuanku, ya! Kalian. Sebelumnya kita hanya mengenal tempat ini sebagai hutan, bukan?"
Para hadirin menggangukan kepala, tidak ada yang membantah itu.
"Sekarang, itu sudah menjadi desa dan sebuah kota!"
Ada tepuk tangan yang meriah setelahnya, aku kemudian menemukan Lucfier memintaku untuk menggantikannya.
"Silahkan pidato anda, Tuanku."
Eh? Aku?
"Ah ... Emmm ..." Jika disuruh berpidato, aku memang tidak ahli dalam hal menyemangati audiens dengan kata-kata.
Tapi, sepertinya itu harus, bukan?
Seorang pangeran sepertiku mungkin harus meninggalkan kesan yang baik kepada wargaku.
"Ya, begitulah! Semuanya! Kita akan mulai membangun dan menghancurkan sesuatu!"
Kali ini, kebanyakan para hadirin terlihat bingung dan saling memperhatikan.
Aku melihat hanya Lucfier yang tersenyum bangga mendengar itu.
"Aku tahu, kalian pasti merasa bingung dengan apa yang aku katakan, bukan? Bagaimana jika aku memulainya dari identitasku terlebih dahulu."
Sederhana saja, aku mengatakan diriku berasal dari keluarga kerajaan.
Dan, lihat.
Aku menemukan semuanya tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dari ceritaku.
Aku hanya mengatakan tentang rencana pemberontak yang berhasil menggulingkan pemerintahan.
Lalu, rencana raja sebelumnya, Orlez yang berniat membawa perdamaian yang kemudian dihancurkan oleh Raz yang menginginkan perang sehingga mengabaikan di bagian ekonomi negara yang semakin memburuk.
"Sungguh, saya memerlukan bantuan kalian untuk mengalahkan orang itu! Yang sudah menghancurkan hidup saya dengan menculik tunanganku dan membunuh raja!"
Ketika aku menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi, para warga memang mencapai ke tingkat keterkejutan yang lebih tinggi.
"Jadi kamu adalah pangeran?!"
"Wah, a-apa yang terjadi? Raja dibunuh oleh perdana menterinya sendiri? Lalu, mengusirmu dari istana?!"
"B-Betapa lancangnya dia!"
Aku tidak tahu, mengapa mereka bisa mengatakan itu dengan suara keras dan emosi.
Tapi satu hal yang aku temukan, mereka hanya mengetahui berita tentang raja yang digantikan.
"Ah, tuanku. Sebelumnya mereka dipenuhi dendam kepada pria yang menggantikan posisi ayahmu, ketika desa mereka yang diserang tidak kunjung mendapatkan bantuan."
"Aku masih tidak mengerti, tapi ... Bukankah ini bagus?"
Ya, begitulah.
Memanfaatkan ini aku kemudian menggunakannya sebagai senjata yang ampuh untuk menarik perhatian lebih banyak orang.
"Jadi, semuanya. Bisakah kalian meminjam kekuatan kalian? Untuk membantuku menyelamatkan tunanganku dan mengembalikan tahta ke tangan orang yang berhak memilikinya? Aku berjanji setelahnya, jika aku berhasil dalam rencana ini, aku akan melakukan hal yang terbaik untuk wargaku."
Aku tidak mengharapkan orang-orang menjerit bahagia dengan lantang atau semacamnya setelah ini, tapi.
"Saya akan menemani anda jika itu adalah demi keadilan!"
"Ya, aku akan membantumu karena merasa berhutang budi setelah mendapatkan rumah secara gratis."
"Kau tahu, sudah lama aku tidak merasakan ini, pangeran. Akhirnya, setelah sekian lama dikurung aku bisa kembali menggunakan tangan ini untuk lebih banyak pertarungan." Yah, ah? Apa?
Kalimat terakhir itu sepertinya dikatakan oleh seseorang yang merupakan mantan ketua bandit.
Masing-masing memberikan alasan mereka mendukungku.
Ada yang balas dendam sama sepertiku, ada yang tidak puas dengan sesuatu, dan ada yang merasa berhutang budi?
Jika terus begini, bukankah pidatoku berhasil?
"Selamat Tuanku, anda berhasil membujuk mereka untuk mengikutimu. Lalu, sebagai akhir. Bagaimana dengan menambahkan nama untuk kerajaan yang anda bangun?"
Sebuah nama, ya?
"Bagaimana dengan Reig!" (Lein)
"Dengar semuanya, Tuanku sudah memutuskan! Mulai dari sekarang, orang-orang akan mengenal kota kita dengan sebutan itu!" (Lucfier)
"Yaaaaa!" (Para Hadirin)
"Selamat atas berdirinya kerajaan baru!" (Para Hadirin)
Aku mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari semua orang.
Hanya begitu saja aku sudah bisa membuat mereka mendukungku?
Dengan begini, pada hari itu kerajaan Reig resmi berdiri.
Aku tidak menyangka akan secepat ini mengumumkannya. Tapi, setidaknya itu belum menyebar sampai ke wilayah lain.
Tentu, jika aku sampai mendeklarasikan berdirinya kota di tanah yang merupakan bagian dari Kerajaan Xercia, itu akan memancing permusuhan dan aku tidak ingin negara yang baru berdiri dan tidak memiliki cukup kekuatan diserang.
Oleh karena itulah, pembangunan masih berjalan.
Untuk saat ini, kota sudah memilki nama dia sendiri, Reig City.
Aku hanya bisa memikirkan itu di kepalaku.
Ya, itu mungkin akan menjadi ibu kota kerajaanku selanjutnya.