
"Apa itu tuan."
Ketika Rokie berusaha untuk menangkap maksud dari perkataanku.
Aku menjelaskannya tentang sebuah bangunan besar yang di bangun pada bagian tengah-tengah kota, dan itu adalah bangunan yang cukup tinggi.
"Maksudmu adalah ... Tuan ingin membangun sebuah kastil megah menggantikan rumah kecil itu?" (Rokie)
Aku menggangukan kepala.
"Aku mungkin masih harus mencari uang, sekitar tiga ratus ribu kurasa untuk bisa membangunnya."
Dan, ketika aku mengatakan itu sambil memegangi daguku.
[Misi: Membentuk Pasukan.] | [Hadiah: 300.000 Emas]
Tunggu, apa?!
"Ada apa, Tuanku?" Ketika aku terkejut melihat sistem yang tiba-tiba mengirim pemberitahuan.
Aku mengabaikan pertanyaanya dan kepalaku dengan cepat kemudian berkomunikasi dengan sistem itu.
[Anda ingin melakukan pemanggilan?]
"Ya, lakukan itu sekarang!"
[Memproses ...]
Setelah perbincangan itu, muncul pemberitahuan lain seperti [-1000 Medali] yang membuatku kehilangan banyak benda itu, bersamaan dengan kemunculan seseorang.
"Namaku adalah Ellen, Tuanku. Biarkan saya mengabdi seumur hidup di bawah perintah anda." Seorang gadis menunduk hormat dan berlutut setelah dia keluar dari lingkaran sihir.
"Terimakasih ..." Aku baru menyadari, setelah sekian lama melakukan pemanggilan, akhirnya aku mendapatkan perempuan.
Ah, tidak! Bukan seperti yang kamu pikirkan!
Aku tidak berniat membangun harem atau hal yang menyerupai itu!
Ngomong-ngomong, kembali ke topik.
Kali ini, aku aku menemukan sesuatu yang berbeda dari gadis itu.
Di bagian telinganya, itu cukup tidak biasa dan runcing.
Lalu, tubuhnya juga sangat-sangat menonjol terutama di bagian lekukan. Meskipun, aku melihat di bagian tertentu tidak sebesar yang dimiliki oleh Aisha.
Tapi dia masih tetap cantik menurut penampilan dan ramping.
Lalu, memiliki kulit putih bersih, dengan rambut pirang serta wajah manis meskipun ekspresinya terlihat serius dan pendiam.
Nama: Ellen
Ras: Elf
Usia: 21 Tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Intelijen
Level: 1
Status:
HP [F] | MP [F] | Pertahanan Fisik [F] | Daya Tahan Sihir [F] | Kecepatan [F] | Kelincahan [S] | Serangan Fisik [F] | Serangan Sihir [F]
Skill:
● Bersembunyi: Menghilangkan hawa keberadaan sebanyak 80%
● Mata-Mata: Kemampuan mencari dan menggali informasi hanya dengan perkataan
● Pedang Ganda: Membuat kerusakan pada serangan bertambah 10%
---
"Jadi, dia cocok untuk bagian itu, ya?" Aku kemudian mempertimbangkan untuk membentuk yang namanya unit intelijen sendiri.
Maksudku, ini akan menjadi sebuah misi besar dan rahasia yang hanya akan diketahui olehku.
"Tunggu, mungkin ini akan berfungsi untuk memata-matai kerajaan."
Ya ... Aku ingin pernikahan Ranee diawasi, dan mengumpulkan informasi yang ada pada ibu kota juga.
Untuk itulah kelompok intelijen dibuat.
"Aku sudah memutuskan, kau akan mulai mengawasi seseorang di Kerajaan."
Aku kemudian meenjelaskan tentang Ranee, siapa yang harus diwaspadai, lalu langkah yang harus diambil oleh Ellen ketika situasi buruk terjadi.
"Saya dengan senang hati menerima itu, lalu ... Izinkan saya melakukan sesuatu sebentar, seperti membeli perlengkapan." (Ellen)
Oh, iya. Sepertinya aku perlu membiayai misi ini.
Aku kemudian memberikan dia sekitar [-25.000] emas dan menyuruhnya menggunakan itu untuk keperluan misi.
Yah, aku mengganggap jumlah itu lumayan.
Tapi, jika bisa, aku ingin menambah lebih banyak lagi.
"Terimakasih, Tuanku. Bisakah saya pergi sekarang?" Ellen segera mendapatkan jawabannya dan menghilang dihadapanku setelah aku menggangukan kepala.
"Ternyata aku mendapatkan satu Elf sebagai bagian dari bawahanku." Bertanya-tanya, apakah itu mengejutkan?
Tentu, ini adalah pertama kalinya aku memiliki kesempatan bertemu dengan makhluk itu dengan mata kepala sendiri!
Maksudku, jika sebelumnya aku hanya bisa melihatnya pada game, kali ini aku sudah bisa bicara dengannya.
"Horee!"
"Ada apa, Tuan?" Ups, aku lupa bahwa masih ada seseorang disampingku yang kemudian menatapku heran.
"Ah, bukan." Aku menggelengkan kepala dan dengan canggung memberikan Dwarf itu tanda untuk segera melupakan tingkah laku ku yang itu.
Lalu, dan, yah. Sepertinya misi tentang membentuk sebuah pasukan belum selesai.
"Apakah kau ada ide untuk merekrut beberapa bandit untuk dijadikan tentara?" Ahaha ... Itu akan menjadi sesuatu hal yang tidak biasa menurutku.
Tapi, mempertimbangkan tentang mereka yang sebelumnya pandai dalam bertarung, kupikir tidak ada salahnya untuk mencoba.
"Tuan-Tuan! Aku ingin bergabung menjadi prajurit!"
"Aku juga, Tuan! Izinkan aku yang menjadi komandannya!"
"Hei! Tugas itu hanya cocok untukku, kau tidak pantas!"
"Apa?! Oh, iya! Bukankah aku yang terbaik diantara kita?! Maksudku, lihat! Sudah berapa kali kau kalah ketika bertarung denganku!"
Eh ... Emmm ... . "Permisi?"
Aku melihat kemunculan tiba-tiba Otto, Van, Dan Jefrey.
Mereka mendatangiku dengan tujuan yang sama, yaitu menjadi prajurit.
"Pokoknya Tuan Lein! Kami ingin menjadi pasukan yang melindungi desa ini!"
"Ya, aku tidak akan membiarkan monster itu merusak lagi dan akan menjadi pahlawan yang melindungi warga!"
Oh, impian anak-anak. Aku menyukai ide tentang membentuk pasukan untuk melindungi desa.
Tapi, tetap saja. Apakah tidak masalah jika membentuk pasukan yang terdiri dari anak-anak?
Ketika aku mengatakan, "Ya! Kau sekarang sudah resmi menjadi pasukanku." Dan, memberikan mereka semacam pelindung yang terbuat dari kulit menyerupai zirah prajurit kerajaan.
[Misi selesai: Membentuk pasukan] | [Hadiah: +300.000 Emas]
Eh, tunggu?! Apa, yang benar saja?
Itu kemudian berubah menjadi berhasil?
Maksudku, apakah bisa seperti ini? Kau tahu, aku hanya bercanda untuk mengirim anak-anak ke dunia yang berbahaya, dan bermaksud untuk membuat mereka seolah-olah bagian dari militer.
Bisa dibilang calon prajurit masa depan, dan bukan menjadikan pasukan yang sebenarnya. Hei, hentikan itu!
Ah, ketika aku memikirkannya. "Bukankah ini bagus?"
Ya, aku memang tidak perlu membentuk pasukan lagi untuk bisa menyelsaikan misi.
Tapi, tetap saja aku masih perlu melakukan sesuatu untuk prihal pertahanan.
"Rokie, aku ingin kau menyiapkan baju zirah dan beberapa senjata ringan untuk mereka."
"Segera, tuanku." Rokie menunduk hormat sebelum pergi ke bengkelnya.
Anak-anak yang mendengar pembicaraanku dengan dwarf itu menjadi antusias.
"Yeayy! Dapat pakaian tentara!"
Ahahaha ... Melihat ini aku hanya tertawa, sungguh bocah-bocah yang menggemaskan.