The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
79. Kejujuran Jang Dong He



Jang Fang Lin saat ini juga menatap Jang Dong He untuk mendorong putri angkatnya itu untuk segera berbicara. Namun yang didapatinya adalah bahwa Jang Dong He menggelengkan kepalanya dengan keras.


"He'er cepat katakan yang sebenarnya terjadi hari itu agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi." Jang Fang Lin memegang lengan Jang Dong He dengan erat. "Cepat katakan. Jangan biarkan Yang Mulia menunggu terlalu lama."


"Ayah..."


"Tunggu apa lagi nona keempat Jang? Kaisar sudah menunggumu terlalu lama. Apa ini pelajaran yang kamu dapatkan? Tapi memang pilihan dari seorang selir. Jadi aku juga tidak bisa terlalu mengalahkannya. Tetapi seharusnya masih bisa sedikit lebih sopan kan?" Shen Yu Nan tidak menahan kata-katanya dan mengatakannya secara langsung tanpa memikirkan perasaan orang lain. Ye Shi.


Ye Shi yang selalu merasa kesal saat ia mengingat statusnya yang masih hanya seorang selir sekali lagi bagaikan disiram oleh air garam. Ia segera melirik Jang Dong He untuk ikut mendorongnya.


"He'er katakan saja apa yang terjadi sebenarnya saat itu."


Jang Dong He memikirkan bahwa ia sudah dianggap cukup lama dan memperkirakan jika efek obat itu pasti sudah hilang. Biasanya pil kejujuran hanya bertahan paling lama satu jam. Dan sepertinya dari saat ia pertama kali menyadari hingga saat ini ia sudah berhasil mengukur waktu begitu lama. Jang Dong He mulai merasa tenang. Ia pun mengambil napas sebelum berbicara dengan tenang.


"Aku melihat ibu menabrakkan perutnya ke batu saat ia jatuh." Jang Dong He menutup mulutnya dengan tangannya tetapi saat itu sudah terlambat. Mulutnya sepertinya terbuka secara otomatis tanpa dapat ia kendalikan.


Semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan Jang Dong He dengan lantang. Termasuk Ye Shi dan Jang Mue Lan yang membulatkan mata mereka tak percaya. Mereka berdua menatap Jang Dong He tak percaya. Jang Dong He menggelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa itu bukan keinginannya.


"He'er. Bicara yang benar. Jangan takut. Yang Mulia Kaisar ada di sini. Tidak ada yang akan berani melukaimu di sini. Katakan siapa yang mengancammu? Pasti kamu dipaksa untuk mengatakan itu semua kan?" Saat mengatakannya, Jang Mue Lan tidak lupa untuk melirik Han Aruna yang masih bberada di dalam pelukan Shen Su Huan dengan benci.


"Aku melihat semuanya. Aku melihat ibu dengan sengaja menabrakkan perutnya ke atas batu saat ia terjatuh lalu mengatakan bahwa Jang Xia Lu lah yang mendorongnya dan meminta semua orang yang melihatnya juga mengatakan hal yang sama. Aku tahu kakak juga masih mengingatnya. Tidak mungkin kakak sudah melupakannya kan?" Jang dong He berkata tanpa henti meskipun ia berusaha. Ia menatap semua orang dengan panik. Ia tidak menyangka jika obat kejujuran yang masuk ke drama tubuhnya ternyata tidak hilang bahkan setelah lebih dari satu jam. Bahkan sepertinya ia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Lalu kenapa dulu nona ke empat Jang tidak mengatakan hal ini sebelumnya di dean tuan Jang dan malah mengatakan bahwa kamu telah melihatku yang mendorong ibumu hingga keguguran?" Han Aruna tahu obatnya mulai bekerja dengan optimal. Sekarang dirinya hanya perlu memasang umpan dan ikan akan segera tertangkap dengan mudah.


"Itu karena ibu menyuruhku mengatakan seperti itu." Jawab Jang Dong He tanpa jeda yang menutup mulutnya dengan tangan sambil menggeleng dengan keras.


"Oh.... lalu apa lagi yang kamu ketahui saat itu?"


"Ibu memberi uang pada pelayan untuk mengatakan bahwa mereka juga melihatmu lah yang mendorong ibu."


Plaak...


"He'er apa kamu gila? Apa yang kamu katakan hah?" Ye Shi panik dibenarkan terungkap dan menampar Jang Dong He keras berharap putrinya ini segera menjadi bisu dan tidak mengatakan apapun lebih jauh lagi.


"Aku... maafkan ibu He'er. Ibu benar-benar tidak sengaja." Ye Shi segera mengelus pipi Jang dong He yang terlihat sangat merah. Dengan kekuatan yang digunakan Ye Shi untuk membuat Jang Dong He hampir kehilangan giginya.


"Sungguh pertunjukan yang menarik. Jenderal Jang, aku tidak menyangka kediamannya ternyata sangat luar biasa. Selir sendiri menggugurkan bayinya dan memfitnah satu-satunya putri sah. Tetapi yang menjadi gelisah adalah bahwa ternyata selama ini anda telah ditipu. Menurutku sebaiknya jenderal Jang meneliti sekali lagi tata tertib kediaman anda. Jangan sampai anda menderita kerugian lebih banyak lagi." Salah satu menteri sayap kanan yang sering memiliki perbedaan pendapat dengannya membangunkan Jang Fang Lin dari lamunannya.


"He'er apa kamu mengatakan yang sebenarnya kali ini?" Jang Fang Lin menatap Jang Dong He dengan ragu.


"Itu benar. Aku bersumpah melihat ibu melakukannya." Jang Dong He benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Ye Shi apa itu benar?" Setelah mendengar jawaban Jang Dong He, Jang Fang Lin menatap Ye Shi dengan mata memerah karena amarah.  


Wanita ini benar-benar bermain melenyapkan putranya yang masih berada dalam kandungan demi memfitnah putrinya agar ia memiliki alasan untuk mengeluarkan putrinya dari kediaman. Apalagi karena kejadian keguguran itu kandungan Ye Shi bermasalah dan tidak mungkin dapat mengandung lagi.


"Tuan...tidak seperti itu tuan. Tuan juga sudah menyelidiki semuanya kan? Aku tidak berbohong." Ye Shi berlutut di bawah Jang Fang Lin dan memeluk kakinya dengan erat.


"Aku tidak percaya padamu. Semua pelayan yang bersaksi adalah pelayanmu. Mereka pasti sudah jamu suruh untuk berbohong."


"Tidak tuan. Tolong percaya padaku. Aku tidak akan tega menyakiti putraku sendiri.  Tolong berilah keadilan."


"Kamu meminta keadilan? Baik. Aku akan memberikannya padamu. Mulai hari ini kamu akan tinggal di paviliun Zhong."


"Tidak tuan. Ampuni aku."


"Jika ada yang ingin membela wanita jahat ini, silahkan mengikutinya tinggal tinggalin paviliun Zhong." Lanjut JANG Fang Lin saat ini melihat Jang Mue Lan dan Jang Dong He yang akan membantu ibu mereka. Tetapi saat mereka mendengar ancaman Jang Fang Lin, keduanya segera mundur.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_79☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lalunya upa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share