
Shen Su Huan masih bersikap santai seperti sebelumnya. Ia duduk dengan bangga di kursi yang ada di depan meja Kaisar. Han Aruna mengikutinya meskipun memiliki keraguan di dalamnya hatinya. Sepertinya firasatnya buruk kali ini.
"Zhen sangat senang bertemu dengan nona Han. Memang layak menjadi jadi putri nyonya Han yang dibesarkan olehnya. Nyonya Han adalah wanita tangguh yang membawa Serikat dagang Anggrek Bulan menjadi seperti ini. Sebagai putrinya tentu saja nona Han juga memiliki kualifikasi yang tidak jauh berbeda dari nyonya Han."
"Yang Mulia memang benar. Ibu adalah wanita paling tangguh. Tetapi akan sangat berlebihan jika membicarakan saya."
"Hahahaha. Persis. Ibumu juga dulu seperti itu." Kaisar Shen Holling menghela napas. Wajahnya yang ceria menjadi suram. Ia sudah mengagumi Han Mora sejak muda. Sebagai seorang putri dari seorang bangsawan, Han Mora sering berkunjung ke istana menemani ayahnya. Setiap kali Han Mora datang, ayah Kaisar Shen Holling selalu memintanya untuk menemaninya berkeliling di istana.
Hubungan mereka cukup baik sehingga muncul banyak gosip yang menyebutkan bahwa keduanya memiliki hubungan dan kemungkinan besar Han Mora akan masuk ke dalam istana sebagai calon ratu mengingat status keluarga Han yang dulunya adalah keluarga politik. Han An Ming dulunya adalah seorang perdana menteri kepercayaan Kaisar Shen Changyi. Mungkin memang seperti itulah yang diharapkan oleh Shen Changyi dan Han An Ming. Menjadikan keduanya pasangan melihat karakter keduanya yang sangat cocok dan berbudi luhur.
Tetapi hal baik tidak selamanya berjalan lancar. Tahun berikutnya, Han An Ming disergap saat melakukan perjalanan ke luar kota dan meninggal. Semua serangan dilakukan oleh musuhnya di istana yang tidak senang dengan kemajuan karir dan bahkan Han Mora yang selalu dipastikan serasi dengan Shen Holling. Menimbulkan kecemburuan orang lain dan berusaha untuk merebutnya.
Han Mora adalah satu-satunya garis keturunan dari keluarga inti. Jadi semua beban harus ditanggungnya bersama dengan ibunya. Han Mora mulai memasuki dunia bisnis meskipun mendapat tentangan dari para Penatua karena dia adalah seorang perempuan. Namun Han Mora membungkam semua orang dengan prestasinya. Di bawah kepemimpinannya, Serikat dagang Anggrek Bulan menjadi Serikat dagang nomor satu di kekaisaran Shao bahkan berhasil mendirikan cabang di beberapa kerajaan tetangga.
Sejak kematian Han An Ming, Han Mora mulai menjauh dari dunia politik dan jarang pergi ke istana. Ia hanya fokus menjalankan bisnis keluarganya.
Sampai tahun ketiga setelah itu, Shen Holling memilih pasangan saat dia dinobatkan menjadi pangeran mahkota. Shen Holling mendatangi Han Aruna secara pribadi untuk memintanya menjadi pasangannya. Tetapi Han Mora menolak. Ia berkata bahwa ia masih harus mengurus keluarganya dan tidak tertarik memasuki istana.
Shen Holling mencintai Han Mora dan tidak menerima begitu saja penolakannya. Ia sampai mengguncang ibukota dengan keterusterangannya dalam mengejar Han Mora. Membuat gosip semakin panas.
Untuk meredakan gosip dan menghentikan Shen Holling mengejarnya, akhirnya Han Mora menerima lamaran yang datang padanya dan segera menikah. Dengan begitu Shen Holling pun menyerah dan berhenti mengejar Han Mora.
Shen Holling akhirnya bersedia membuka pemilihan putri mahkota dan selir untuknya. Kisah cinta mereka pun berakhir.
Saat ini, melihat keduanya duduk di hadapannya, ia merasakan sedikit nostalgia. Tetapi mengingat penolakan yang diberikan ibunya di masa lalu, ia khawatir bahwa putranya juga akan menerima penolakan. Zamannya sudah berubah. Dan sekarang giliran generasi muda yang memulai kisah mereka. Apa jadinya masa depan itu tergantung mereka. Di sini dia hanya bisa memberi jalan dan memberikan pengharapan. Sisanya serahkan pada nasib yang mempersatukan atau tidak.
"Uhuk. Sebenarnya Zhen meminta Nona Han kemari adalah untuk menyampaikan terima kasih mewakili kekaisaran Bei atas bantuan Nona selama ini."
"Saya hanyalah menjalankan tugas sebagai rakyat pada umumnya."
"Ya. Dan hal itu membuat Zhen merasa sangat bangga. Tetapi, Zhen tidak bisa membiarkan hal itu lewat begitu saja. Zhen akan memberikan hadiah kepada Nona Han atas bantuannya."
"Mohon maaf Yang Mulia. Kalau boleh saya hanya meminta satu hal."
Han Aruna tersenyum licik melirik Shen Su Huan. Membuat perasaan Shen Su Huan memiliki firasat buruk. 'Apakah gadis ini benar-benar akan meminta hal itu pada Kaisar?
"Saya dan pangeran putra Mahkota Shen Su Huan..."
"Kami ingin menikah." Han Aruna memelototkan matanya yang bulat. Memandang tidak percaya pria di sampingnya.
"Tidak tidak Yang Mulia! Saya ingin..." mulut Han Aruna dibungkam. Dengan itu seluruh tubuhnya jatuh dalam pelukan seseorang. Yang kini memiliki senyum terbit di bibirnya yang seksi.
"Ayah Kaisar mohon restuilah kami." Shen Su Huan tidak akan membiarkan kucing kecilnya ini mendapatkan apa yang ia inginkan. Bagaimana dia bisa membiarkannya membuatnya menjauh? Tidak! Tidak! Tidak!
"Hem Hem Hem." Han Aruna masih berusaha memberontak. Ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Shen Su Huan yang mendominasi.
Kaisar juga menatap tidak percaya tindakan putranya yang sangat tidak terduga. Selama ini putranya selalu menghadapi wanita dengan sikap dingin seperti melihat tembok atau apalah tapi saat ini putranya bahkan berinisiatif memeluk dan meminta restu untuk menikahi seorang gadis. Yang saat ini ada di dalam pelukannya! Ini sempurna!
"Hahahaha. Jadi sejak kapan kalian bersama?" Kaisar Shen Holling bertanya dengan antusias.
"Kami kami tidak! Hep." Shen Su Huan kembali membungkam mulut Han Aruna. Lalu Shen Su Huan mulai merasa bahwa Han Aruna terlalu berisik hari ini. Jadi dia menotok titik bisu Han Aruna. Tentu saja itu tanpa diketahui Shen Holling yang sudah terlalu bahagia.
"Sudah cukup lama." Shen Su Huan menatap gadis yang melotot di dekapannya yang matanya penuh dengan amarah atas tindakannya yang membuatnya tidak bisa bicara. Namun Shen Su Huan melihatnya cukup lucu dan menggemaskan. Ia sudah tidak sabar naik membawanya pergi dan memakannya di atas ranjangnya. Tetapi itu yaitu saja tidak akan ia lakukan saat ini. Ia harus membawanya dengan bangga dengan pakaian merah dan iring-iringan pengantin yang megah. Membayangkannya saja membuatnya sangat bahagia. Ia mengeratkan pelukannya di pinggang gadis natal itu. Dengan sedikit mencubitnya untuk memberinya sedikit pelajaran karena terus saja mendorongnya.
"Baiklah. Tetapi karena ini adalah hal yang serius. Zhen harus membicarakannya dengan nyonya Han untuk membahasnya. Kalian pergilah sekarang dan lakukan apa yang kalian lakukan."
"Kalau begitu kami pamit sekarang." Setelah mengatakan itu Shen Su Huan bahkan tidak menunggu tanggapan dari Shen Holling dan membawa Han Aruna keluar dengan tidak melakukannya dari pelukannya.
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_54☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share