
Karena dalam waktu sepuluh tahun sebelumnya banyak hal terjadi yang menjadikan Han Aruna menjadi kuat, Author akan menjelaskan sedikit demi sedikit di saat diperlukan agar pembaca menjadi jelas dan tidak bertanya-tanya dari mana asalnya dan bagaimana bisa terjadi. Terima kasih ~^,^~
Happy Reading😊
Ruang dimensi Mandala adalah ruang dimensi spesial yang tidak sengaja ditemukan oleh Han Aruna saat ia mencari tumbuhan langka di atas gunung Putih. Tepatnya tiga tahun yang lalu saat Serikat dagang Anggrek Bulan menerima pesanan untuk mencari bunga Lotus Salju yang hanya tumbuh di puncak gunung yang beku sepanjang tahun. Mencari Lotus salju juga tidak semudah yang dibayangkan karena tumbuhnya Lotus salju adalah berada tiga meter di bawah tanah. Harus memiliki penciuman yang peka untuk mendeteksi keberadaannya.
Han Aruna pergi bersama Jei saat itu. Mereka membawa anjing spiritual tingkat tinggi untuk membantu mereka menemukan dimana Lotus salju tumbuh. Meskipun begitu mereka membutuhkan waktu berhari-hari hingga akhirnya menemukan satu bunga Lotus salju yang baru saja mekar di atas sebuah tebing.
Han Aruna dan Jei memanjat menggunakan tali untuk sampai di atas tebing. Lalu mulai menggali jauh ke dalam tanah. Tetapi tanpa diduga, tanah yang dipijaki Han Aruna tiba-tiba ambles dan menelan Han Aruna ke dalamnya setelah bunga Lotus Salju berhasil di dapatkan. Â
Tempat dimana Han Aruna jatuh ternyata adalah sebuah formasi. Yang langsung menutup begitu Han Aruna masuk. Jei yang melihat nonanya hilang ditelan ke dalam tanah segera berusaha menggali tetapi tidak peduli sebanyak apapun tanah dan salju yang dikeluarkan dari sana, Jei masih tidak dapat menemukan Han Aruna.
Han Aruna di sisi lain, ia jatuh di atas tanah berumput yang lembut. Itu adalah sebuah gua.Gua itu cukup besar hingga ada sebiah kolam yang sangat jernih berada di dalamnya. Air kolam itu sejernih kristal hingga kerikil di dasarnya dapat terlihat dari permukaan. Anehnya, di tempat seperti gua yang berada di dalam tanah kenyataannya saat ini terang seperti di siang hari.
Aura di dalam gua sangat kental hingga Qi Yang Mendalam  tiba-tiba melonjak masuk ke dalam tubuh Han Aruna begitu saja tanpa harus berusaha. Han Aruna yang memang sudah hampir menerobos saat ia pergi ke gunung putih merasakan bahwa dirinya akan segera menerobos. Dengan anugerah ia duduk menyilangkan kakinya di atas rumput yang lembut itu untuk bersiap menerobos.
Tidak seperti sebelumnya yang membutuhkan usaha yang gigih untuk dapat menerobos, kali ini Han Aruna menerobos seperti hanya melewati lapisan kain membran yang sangat rapuh. Hanya butuh waktu lima menit saja sebelum dia berhasil menerobos.
Meskipun tinggal di tempat itu sangat menguntungkan kultivasinya, ia harus segera menemukan cara untuk dapat segera keluar. Dia datang bersama Jei yang pasti akan sangat mengkhawatirkan keadaannya. Setelah mengembangkan Qi yang mendalam di dalam tubuhnya, Han Aruna segera membuka matanya dan meneliti keadaan yang ada di sekitarnya.
Saat itulah ia melihat sebuah pedang cantik yang tertancap di sebuah batu besar di tengah kolam. Pedang itu berwarna ungu dan memiliki ukiran unik di gagangnya. Penasaran, Han Aruna berjalan menghampirinya setelah memastikan bahwa tidak ada orang lain di sana.
Han Aruna masuk ke dalam kolam menyeberang untuk dapat melihat pedang dari dekat. Saat kakinya mulai menyentuh air, kekuatan yang sangat segar terasa masuk ke dalam seluruh dantiannya. Membuat semua rasa lelah dan goresan di tangannya yang ia dapat saat ia memanjat tebing hilang tanpa bekas. Han Aruna merasa tubuhnya penuh diisi dengan energi.
"Air suci surgawi? Bukankah itu artinya tempat ini adalah surga? Aku sebenarnya telah menemukan surga?"
Melihat dari dekat, Pedang itu ternyata jauh lebih indah membuat Han Aruna tidak dapat menahan keinginannya untuk memegang dan bahkan dengan ringan menarik pedang itu dari dalam batu besar.
"Sriiingg..." cahaya ungu menyebar menyilaukan di seluruh gua yang berasal dari bilah pedang yang erlihat sangat tajam. Namun anehnya, Han Aruna yang berada tepat di depan pedang tidak merasakan silau di matanya saat mata orang biasa mungkin akan langsung buta karena terlalu banyak cahaya terang yang tiba-tiba masuk.
Cahaya yang terang menyilaukan perlahan-lahan redup dan akhirnya menghilang entah kemana seperti tidak pernah ada cahaya yang terang itu sebelumnya.
"Hahahaha. Akhirnya penantianku selama seribu tahun lamanya telah berakhir." Sebuah suara tawa laki-laki tua tiba-tiba terdengar bergema di dalam gua.
"Siapa di sana?" Han Aruna mengangkat pedang di tangannya dan bersiap menyerang.
"Aku adalah roh penunggu ruang rahasia ini. Dengan datangnya pemilik ruang dimensi mandala yang sesungguhnya, tugasku selesai." Saat suara itu berhenti terdengar, segumpal asap tiba-tiba muncul keluar dari lubang dimana pedang itu dicabut sebelumnya. Asap itu perlahan-lahan membentuk sesosok laki-laki tua dengan janggut putih yang panjang terbang mengelilingi gua dengan bahagia sebum akhirnya terbang di depan Han Aruna membentuk sosok transparan.
"Selamat nona cantik, kamu telah terpilih menjadi pemilik ruang dimensi Mandala ini. Ruang dimensi Mandala adalah harta spiritual langka yang tidak ada duanya di dunia ini. Ruang dimensi Mandala akan selalu berubah seiring dengan meningkatnya kekuatan yang dimiliki pemiliknya. Saat ini ruang dimensi Mandala memang hanya sebuah gua kecil dengan luas beberapa meter saja. Tetapi nanti ruang ini akan berkembang sesuai dengan berkembangnya kekuatan nona cantik sebagai pemiliknya."
"Kenapa anda begitu yakin bahwa aku adalah pemiliknya?"
"Bagaimana kalau aku tidak mau? Meskipun ruangan ini sangat kaya akan Qi yang mendalam, tetapi inipun tetap tidak ada gunanya jika aku tidak bisa keluar dari sini."
"Hahahaha ini adalah ruangan dimensi, jadi tentu saja ini hanyalah tempat sementara. Sama seperti ruang dimensi lain yang berada di dalam sebuah senjata penempa tingkat tinggi, ruang ini juga berada di dalam sebuah cincin." Saat orang tua itu selesai berbicara, sebuah cincin dengan permata ungu muncul di tangannya yang transparan.
"Semua ruangan ini berada di dalam cincin Mandala. Nona bisa masuk dan keluar dengan hanya memikirkannya saja. Karena ruangan ini sangat spesial seperti yang saya katakan, ruangan ini dapat menampung makhluk hidup spiritual di dalamnya bahkan seseorang dengan kemampuan kultivasi pada tingkat budidaya dapat masuk jika Nona inginkan." Han Aruna menerima cincin yang diberikan orang tua itu kepadanya dan memperhatikan bahwa cincin itu terlihat indah.
"Nona hanya perlu memakai cincin ini dan semua yang ada di dalam ruangan ini adalah milik Nona, termasuk pedang kilat abadi dan kolam air suci ini." Han Aruna melihat kolam selebar lima meter di tengah gua. Air suci Surgawi adalah harta berharga yang sangat langka. Harga setiap tetesnya bernilai sangat tinggi. Jika semua orang mengetahui bahwa ia menyimpan satu kolam penuh dengan air suci surgawi, orang-orang akan mati karena terkejut!
"Keistimewaan lain dari ruang dimensi ini adalah ruangan ini dapat menumbuhkan apapun yang anda yang di sini. Jika tumbuhan herbal biasa ditanam di sini, itu akan berubah menjadi tanaman spiritualitas Setelah beberapa waktu." Lanjut orang tua itu saat melihat Han Aruna masih enggan memakai cincin di jarinya.
"Apakah jika aku menanam uang di sini, uang itu juga akan berubah menjadi emas?" Penjelasan panjang lebar pria itu sepertinya gagal total.
"Nona, ini adalah ruang spiritual. Uang tentu saja tidak bisa ditanam. Tetapi jika nona sangat menyukai harta, ada satu ruangan penuh dengan harta jika anda berhasil mengembangkan ruangan ini sampai pada tahap ke tujuh."
"Benarkah?"
"Tentu saja. Pemilik sebelumnya dari ruang dimensi Mandala ini adalah seseorang yang sangat kaya yang memiliki kekayaan lebih besar dari sebuah negara. Â Jadi apakah nona bersedia sekarang?"
"Ya. Aku bersedia."
"...." pria itu meringkuk. Jika dia tahu bahwa dengan menyebutkan harta berharga akan membuatnya membujuk gadis ini dengan mudah, dia tidak akan repot-repot memberinya penjelasan panjang lebar.
"Karena nona sudah bersedia, nona bisa memakai cincin itu dan semua yang ada itu sini adalah milik anda."
"Hem." Han Aruna mengangguk sambil memakai cincin yang pas dipakai di jari manisnya.
"Tugas saya selesai sampai di sini. Selamat tinggal nona." Pria tua itu menghilang begitu saja seperti saat ia pertama kali muncul.
Setelah itu, ruang Dimensi Mandala memiliki pemiliknya. Dan sampai saat ini ruang dimensi sudah berkembang di tingkat ke lima. Pada tahap ketiga, Han Aruan menemukan Xiao Huang yang masih berwujud telur pada saat itu.
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_48☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share