
Pangeran Arnold memiliki ciri fisik yang sangat berbeda. Rambut pirang nya dipotong pendek dan rapi. Maharta emas melingkar di atas kepalanya. Bersinar di bawah cahaya matahari pagi. Mata birunya yang indah. Sangat menarik. Apalagi dengan binar cerah yang ceria. Terlihat mudah untuk didekati. Kulitnya putih pucat dengan sedikit kemerahan di pipinya karena terkena sinar matahari. Hidungnya mancung dengan bibir seksi berwarna merah. Kombinasi wajahnya terlihat sangat tampan. Tampan yang berbeda dari yang biasa orang lihat.
Saat dia turun dari kereta di depan gerbang hutan Donghan, ia sudah menjadi pusat perhatian. Sampai saat ini orang-orang di sekitar masih tidak bisa memalingkan wajahnya darinya. Mereka akan selalu mencuri pandang padanya.
"Hai Aruna. Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali kamu tidak mengunjungiku. Apa kamu tidak merindukanku?" Wajah tampan yang cerah itu semakin terlihat cerah. Dia jelas sangat antusias ketika dia berjalan dua langkah di depan Han Aruna.
"Pergi! Jangan buat keributan." Wajah cerah serah matahari pagi ini langsung berubah menjadi terlihat mendung menyedihkan saat ia mendengar pengusiran Han Aruna padanya.
"Baiklah." Arnold menundukkan kepalanya dengan sedih. Tampilan itu akan mengingatkan semua orang pada anak anjing kecil yang ditinggalkan oleh majikannya. Jadi meskipun mereka tidak mengerti apa yang diucapkan kedua orang yang menggunakan bahasa asing itu, mereka dapat mengerti intinya. Yaitu, sang pangeran tampan yang diabaikan oleh Nona Han.
"Nona Han, aku harus merepotkan Nona Han untuk menjaga Pangeran Arnold sementara waktu. Pihak Istana masih belum memiliki orang untuk membantu komunikasi kami. Tim penerjemah ada di istana. Butuh waktu untuk menjemputnya datang kemari. Aku harap Nona Han tidak keberatan." Kaisar Shen Holling berkata dengan penuh harap. Di sampingnya Arnold tersenyum dengan begitu cerah.
Melihat senyum yang menjengkelkan itu membuat Han Aruna ingin sekali memukulnya. Bukannya Arnold sangat mahir bahasa mereka?
Arnold, yang mahir bahasa mereka hanya diam dan berpura-pura memalingkan wajahnya saat tatapan mata menyelidiki datang ke arahnya. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Han Aruna. Gadis yang ia rindukan siang dan malam. Jadi saat dia disalahpahami oleh Kaisar Shen Holling, dia tidak repot-repot menjelaskan.
Hanya Aruna menghela napas. Lagipula dia sudah tahu betul sifat Arnold yang suka bermain-main. "Baiklah Yang Mulia. Yang Mulia bisa tenang."
"Terima kasih Nona Han. Setelah ini acara akan segera dimulai. Lebih baik kita segera pergi ke lapangan untuk acara peresmian pembukaannya."
"Baik Yang Mulia." Mendengarnya menyerah, Arnold segera menyunggingkan senyumnya saat ia berjalan ke samping Han Aruna.
"Puas?" Han Aruna melirik dengan wajah kesalnya.
"Tentu saja." Han Aruna mengabaikannya. "Aruna ayolah. Jangan marah padaku oke?" Arnold stengah berlari dan berhenti di depan Han Aruna. Menatapnya dengan permintaan maaf yang tulus. Tolong jangan salahkan dia yang terlalu rindu!
"Hah sudahlah. Aku akan bermain denganmu kali ini. Lagipula aku membutuhkan bantuanmu." Han Aruna menyerah. Arnold segera senang. Ia pun dengan semangat kembali berjalan di samping Aruna. Wajahnya
Penonton di samping mengawasi mereka. Yang terlihat sangat mesra di mata mereka. Meskipun mereka iri, mereka tidak memiliki masalah apapun karena di mata mereka, pasangan di depan mereka terlihat sangat serasi.
Tapi hampir tidak ada yang menyadari bahwa Seseorang sedang terbakar.
Shen Su Huan datang setelah anak buahnya mengabarkan padanya bahwa pangeran yang dimaksud oleh Han Aruna telah tiba di gerbang. Kebetulan ia juga sudah akan pergi menemui ayahnya di tendanya.
Sepanjang jalan dia sudah mendengar pembicaraan orang-orang mengenai pangeran Arnold ini. Poin yang paling banyak dibahas adalah bahwa dia adalah pria tampan yang bisa dibandingkan dengan pangeran putra mahkota mereka. Shen Su Huan.
Seketika, Shen Su Huan memasang alarm tanda bahaya di otaknya yang hampa, ia harus segera bergegas dan melihat bagian mana dari saingan cinta yang lebih baik darinya!
Seperti yang dikatakan orang-orang di sepanjang jalan, pria itu memang cukup tampan. Hais!
"Tenang saja Yang Mulia. Menurutku Yang Mulia jauh lebih tampan dari pangeran asing dengan rambut terbakar itu." Shen Bi Yun yang baru saja sampai melihat kakaknya yang kesal. Ia tidak bisa menahan senyumnya saat ia mendekat dan mencoba menghibur.
Kalau dipikir-pikir nasib kakaknya dalam hal percintaan sungguh apes. Kakaknya ini baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Tetapi saingan cinta yang datang tampaknya tidak bisa dianggap remeh. Dirinya sebagai laki-laki saja cukup terpesona melihat penampilan tampan pengeran Arnold itu. Orang-orang itu memang tidak melebih-lebihkan. Tapi dia tidak mungkin mengatakan hal ini pada kakaknya atau dia akan dikirim ke perbatasan dan harus berpisah dengan kecantikan di kediamannya. Jadi lebih baik dia bersikap pintar dan menghindar dari kemalangan.
"Dia tidak sebanding denganku." Shen Su Huan mendengus melirik adiknya.
"Benar Yang Mulia. Nona Han juga tidak akan buta dengan lebih memilihnya."
Keduanya kembali memperhatikan Han Aruna dan Arnold pergi sambil berbincang-bincang. Tidak ada yang menyela di antara mereka. Para pelayan dia pengawal yang mengikuti mereka berdua sepertinya sudah hafal satu sama lain. Mereka bahkan tidak menunjukkan sikap canggung dia terkejut. Sepertinya hubungan keduanya memang dekat.
Han Aruna dan Arnold sebenarnya sedang berdebat. Tidak seperti yang dibayangkan dan dipikirkan oleh orang lain. Mereka menggunakan bahasa asing saat berbicara. Jadi tidak ada yang mengerti selain mereka sendiri. Para pelayan dan pengawal yang mengikuti Han Aruna juga tidak mengerti bahasa yang digunakan. Sedangkan orang-orang Arnold hanya diam mendengarkan. Merawat sudah hafal perdebatan antara kedua orang dengan wajah yang rupawan itu.
"Aku sudah sampai di sini. Biarkan aku melamarmu oke?" Arnold masih berusaha.
"Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia? Aku bilang tidak ya tidak." Aruna kesal. Ia mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa? Kamu sudah tahu kalau aku sudah lama mencintaimu kan?"
"Arnold, jika kamu terus membahas ini lebih baik kamu segera kebalik saja ke negaramu. Aku bisa mengatasi semuanya sendiri." Han Aruna berhenti dengan tiba-tiba. Ia frustasi menghadapi pria tampan ini.
"Tidak-Tidak. Aku akan diam. Aku akan diam." Arnold segera panik saat Han Aruna mencoba mengusirnya. Lagipula dia sudah hafal sikapnya padanya. Tapi meskipun ia tahu bahwa pada akhirnya ia masih akan ditolak lagi dan lagi, ia masih akan terus berusaha mendapatkan Han Aruna untuk dirinya sendiri.
Pelayan dan pengawal yang dibawa Arnold semuanya juga tahu bahwa sejak awal cinta pangeran mereka sudah bertepuk sebelah tangan. Sudah beberapa tahun ini pangeran mereka terus mengejar wanita cantik yang bersalah dari luar negara mereka. Bahkan Ras mereka juga berbeda dilihat dari ciri fisik mereka. Tapi sekali lagi, mereka ikut berduka untuk pangeran tampan mereka.
Arnold diam sepanjang jalan pada akhirnya. Mereka sampai di lapangan berburu. Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian karena selain penampilan mereka yang menonjol, mereka juga datang bersama dengan Kaisar Shen Holling.
...~♡♡♡~...
...~☆The Story Oh Han Aruna_26☆~...
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share