
Han Aruna memandang seorang wanita yang terbaring di dalam peti es abadi yang tampak pucat. Hampir tidak ada tanda kehidupan dari dirinya selain napasnya yang sangat lemah. Shen Su Huan membawa Han Aruna ke tempat ini setelah gadisnya tiba-tiba saja menemuinya dengan membawa air suci surgawi dari dalam ruang dimensi mandala miliknya.
Meskipun ia memang berniat unrui segera memlertemukan mereka, tetapi jika Han Aruna sendiri yang memiliki inisiatif akan lebih baik. Yang itu berarti jika Han Aruna sudah memiliki kepercayaan diri padanya meskipun ia masih belum memberitahukan mengenai keberadaan ruang dimensi mandala yang juga ia ketahui dari kehidupan masa lalu mereka.
Wanita di dalam peti es abadi memiliki wajah yang cantik seperti gadis di akhir usia dua puluhan. Kulitnya yang putih pucat tampak halus tanpa keriput. Menandakan kulit itu mendapatkan perawatan yang bagus.
"Wanita ini adalah ibuku, Permaisuri Li Yue. Semua orang menganggapnya mati sejak dua puluh tahun yang lalu akibat kebakaran. Tetapi tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya dia diselamatkan oleh gurunya. Namun sayang, ibu terkena racun ganas yang belum memiliki penawar saat itu dan kakek guru hanya bisa menekan racun dengan melukai seluruh tubuhnya."
Han Aruna sangat terkejut mendengar penjelasan Shen Su Huan. Pantas saja wanita ini memiliki bentuk bibir dan hidung yang sama dengan Shen Su Huan, sebelumnya Han Aruna mengira dia adalah kakaknya. Tetapi setelah mengingat Bahwa Shen Su Huan adalah anak satu-satunya dari mendiang Permaisuri, ia mengabaikan pendapatnya. Tetapi ternyata wanita ini adalah ibunya!
Han Aruna memang pernah mendengar teknik pembekuan tubuh untuk menekan racun sampai mendapatkan penawaran racun. Tetapi kelemahannya adalah bahwa tubuh orang yang terkena racun akan menjadi seperti orang mati dan setelah beberapa waktu, jika penawar racun belum juga didapatkan atau teknik pembekuan tubuh mengalami penurunan, nyawa orang itu berada dalam bahaya.
Pantas saja wanita ini memiliki wajah yang terlihat muda. Itu karena teknik pembekuan tubuh juga akan menghentikan proses penuaan. Jadi wajahnya akan tetap sama seperti saat dia dibekukan terakhir kali.
"Dan air suci surgawi ini lah yang menjadi bahan utama penawaran racun itu?" Han Aruna sekarang faham kenapa Shen Su Huan begitu keras dalam mencari air ini sehingga ia akan bertanya padanya beberapa kali sejak ia memintanya mencari informasi.
"Benar."
"Kalau memang air suci surgawi ini saat penting kenapa tidak memintanya langsung padaku. Aku pasti akan memberikannya langsung. Lagipula Bukankah Yang Mulia bisa memasuki ruang dimensiku dan menakuti semua orangku? Kenapa tidak mengambil air itu sekalian?"
Beberapa hari yang lalu ia mendapati Xiao Huang Dan Xiao Qiu menggigil ketakutan di sudut ruangan dimensi. Sedangkan dua anak harimau putih itu juga sedang bersembunyi di balik tanaman herbal yang tumbuh subur saat ia masuk ke dalam ruang dimensi dan terkejut. Lalu saat ia menanyakan alasannya pada mereka, mereka malah tidak mau menjawab dan memintanya untuk tidak bertanya. Beberapa hari ini ia tidak mengetahui apa yang terjadi, tetapi entah kenapa saat ini ia memikirkan hal ini dan menebak bahwa semua itu adalah ulah Shen Su Huan yang menyusup entah kapan dan bagaimana.
"Hahahaha. Aku tidak bermaksud menakuti mereka. Aku hanya kesal karena mereka selalu melarangmu untuk dekat denganku. Lagipula, air suci surgawi adalah milikmu. Jika kamu sendiri yang memberikannya, itu akan semakin baik. Dengan begitu aku juga mengetahui bahwa kamu sudah mulai memberikan kepercayaan padaku." Senyum Shen Su Huan lebar saat ia menarik pinggang Han Aruna ke arahnya.
"Lalu bagaimana jika hari ini aku tidak memberikannya? Bukankah nyawa Permaisuri Li Yue sedang berada di ujung tanduk? Dari yang aku lihat, nyawanya tidak akan bertahan setelah dua bulan." Han Aruna memicingkan matanya.
"Karena aku percaya kamu akan segera memberikannya padaku. Dan aku benar."
"Mengenai Permaisuri Lu Yue di sini apa Kaisar mengetahuinya?"
"Tidak. Dengan besarnya rasa cinta ayah pada ibu, jika ayah mengetahuinya ia pasti akan membuat keributan. Orang itu masih berkeliaran di istana. Jika dia mengetahui bahwa ibuku masih hidup, aku yakin dia akan mencari cara untuk melenyapkan ibuku lagi. Padahal saat itu aku masih belum memiliki kekuatan untuk melindungi ibu."
"Orang itu?"
"Ya. Tapi saat ini kamu tidak perlu tahu. Ia tidak akan berani berulah sekarang."
"Lalu kenapa Yang Mulia memberitahuku sekarang?"
"Tentu saja karena ku percaya padamu. Sekarang lebih baik segera berikan air suci surgawi pada kakek guru agar ia bisa segera membuat obat penawarnya. Aku rasa dia sudah keluar dari pelatihan tertutupnya.
***
Tetapi kabar yang beredar baru-baru ini membatalkan ibukota gempar. Han Aruna telah berani berselingkuh.
Jang Hao Shan memang tampan. Juga memiliki status dan karisma yang kuat. Tetapi dia dengan berani melirik gadis yang menaksir tunangan putra mahkota sungguh tidak dapat menduga bahwa dia memiliki keberanian yang didapatkan setelah menelan hati beruang dan jantung singa di saat penampilannya yang agung seperti tak tersentuh.
Tentu saja yang menyebarkan berita ini adalah selir Ye dan kedua putrinya dengan membayar beberapa orang untuk menyebarkannya. Untuk meyakinkan mereka, mereka juga bersumpah bahwa mereka melihatnya sendiri dengan ntar kepala mereka. Kabar ini Membuat semau orang marah.
Yang Se Se yang mendengar berita ini saat ia sedang berbelanja di pasar bersama dengan para pelayan panik dan dengan cepat melaporkannya pada Han Mora dan Han Aruna.
"Ini semua salahku nona, aku yang tidak bisa menjaga keamanan nona." Han Aruna membawa Yang Se Se saat ia bertemu dengan Jang Hao Shan di restoran. Tetapi pelayan setianya ini tidak ikut masuk dan tidak mengetahui pembicaraan antara keduanya. Selain Han Mora dan Han Aruna, tidak ada yang mengetahui bahwa Han Aruna adalah putri pertama Jenderal Jang yang diusir sepuluh tahun yang lalu. Semua orang mengira bahwa Han Aruna diadopsi oleh han Mora dari kerajaan yang jauh.
"Tidak apa-apa Se Se. Ini bukan salahmu. Kami mengerti. Pergilah melanjutkan kegiatanmu." Han Aruna tersenyum saat ia melambaikan tangannya.
"Tapi nona..." Yang Se Se masih ragu.
"Percayalah padaku. Aku memang sudah mengetahui bahwa berita ini akan segera menyebar. Tetapi kamu tenang dalam aku sudah memiliki rencana."
"Baiklah nona. Kalau begitu saya akan kembali ke dapur."
"Benar. Buatkan aku kue bulan dengan tambahan daun mint seperti terakhir kali." Ucap Han Aruna masih dengan senyum.
"Baik nona." Yang Se Se sudah kembali memiliki senyum di bibirnya saat ia pergi dengan melenggang.
Sementara senyum Han Aruna saat ini tenggelam. Ia menatap Han Mora dengan rasa bersalah. "Maafkan aku ibu. Aku menemui kakak tanpa sepengetahuan ibu."
"Untuk apa meminta maaf? Justru ibu merasa ikut senang. Bagaimanapun kakakmu itu berbeda dengan orang-orang di kediaman Jang lainnya. Tidak adil baginya jika kamu menjauh darinya." Han Mora menepuk punggung tangan Han Aruna. Senyumnya tulus seperti saat mereka bertemu.
"Sejak awal ibu tidak pernah memiliki niat untuk mengekangmu mengenai keluarga kandungmu. Tetapi karena selama ini ibu melihatmu yang ingin mengubur masa lalu itu, ibu juga tidak memiliki pendapat. Tetapi jika kamu seorang berubah pikiran dan menunjukkan identitas aslimu, ibu akan tetap mendukungmu."
"Terima kasih atas pengertian ibu. Dulu aku memang tidak berniat membalas dendam pada mereka. Tapi setelah aku melihat perilaku mereka yang sombong, aku berubah pikiran. Karena mereka menyombongkan kekuatan dan kekuasaan mereka yang tidak seberapa itu. Aku akan menunjukkan pada mereka apa itu kekuatan dan kekuasaan yang sesunghuhnya."
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_72☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share