The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya



Akhirnya bisa Update juga setelah sekian lama. Mohon maaf untuk para reader dan terima kasih telah setia menanti karya author receh ini...


Happy Reading Gaes...😊


Shen Su Huan mengikuti kemana Han Aruna pergi. Han Aruna pun membiarkannya karena memang tidak ada hal yang perlu dirahasiakan dari Shen Su Huan. Lagipula dengan adanya Shen Su Huan, pekerjaannya akan selesai dengan cepat dan tidak perlu terlibat secara langsung. Selama ini ia hanya bertindak karena ikut memiliki rasa tanggung jawab terhadap keamanan Kekaisaran Bei. Jadi jika ada orang yang lebih bersangkutan, ia akan dengan senang hati melepaskan tangannya dan hanya melihat pertunjukan dari jauh.


"Nona." Para penjaga memberi salam begitu mereka melihat Han Aruna kembali. Tetapi pandangan mereka akhirnya tertuju pada sosok lain yang mereka kenali. Mereka segera menyambut dan memberi hormat.


"Salam putra Mahkota."


"Hm." Kedua orang itu menjawab hampir bersamaan dan menjawab dengan cara dan nada yang sama. Semua orang saling melirik heran.


Han Aruna bahkan tidak memperhatikannya dan berjalan masuk ke dalam ruang kerja yang sebelumnya dimiliki oleh kepala pengurus Serikat dagang Anggrek Bulan di daerah itu. Xie Qiu


"Silahkan duduk Yang Mulia." Han Aruna eeprsilahkan Shen Su Huan duduk terlebih dahulu sebelum dirinya juga duduk di kursi utama. Tempat ini miliknya. Jadi setinggi apapun status Shen Su Huan, dia tidak bisa duduk di tempat utama.


Shen Su Huan duduk dan memperhatikan sekitar. Tempat ini sangat rajin dan tertata rapi. Sebuah rak besar berdiri di sisi kanan. Di dalam rak terdapat banyak buku-buku tebal. Dari ukurannya sepertinya itu adalah buku kas. Sebuah lukisan klasik yang indah dipasang di salah satu dinding. Hampir memenuhi dinding itu namun tidak terlihat berlebihan dan malah terlihat sangat sesuai.


Han Aruna menuangkan teh dan memberikanya pada Shen Su Huan. "Saya harap Yang Mulia tidak keberatan dengan teh kami yang sederhana." Ucap Han Aruna saat dia juga menuangkan teh panas ke dalam cangkirnya sendiri.


"Lumayan. Bukankah ini adalah teh Snow Sun? Aku sangat beruntung bisa merasakannya di sini. Rasa teh ini sangat lembut dan tidak pekat. Sangat sesuai bagi orang yang tidak menyukai rasa teh yang kuat." Shen Su Huan mengangguk setelah berbicara. Lalu menyerap ternyata sekali lagi.


"Baiklah Yang Mulia, saya tidak akan membuang waktu lagi. Saya rasa Yang Mulia sudah mendengar sendiri apa yang dilakukan pangeran ke Lima tadi. Jadi saya harap Yang Mulia bisa bertindak cepat. Aku sudah melakukan 'perbaikan' pada beberapa situasi. Tetapi masih ada lagi yang masih utuh."


"Aku mengerti. Aku juga memahami bahwa kamu tidak akan nyaman untuk ikut campur masalah ini terlalu dalam. Jadi aku akan mengambil alih sisanya dari sini."


"Yang Mulia adalah orang yang bijak. Kalau begitu saya akan menyerahkan semua yang saya dapatkan selama ini. Mohon pergunakan semua ini dengan baik." Han Aruna mengeluarkan kertas yang diambilnya dari ruang dimensi. Juga beberapa barang yang berkaitan dengan kasus tersebut.


"Oh masih ada lagi. Meskipun saat ini dia tidak begitu berguna, ada cara yang bisa dilakukan." Han Aruna mengingat pemuda yang baru saja dia interogasi. "Xie Qiu bawa kemari pemuda itu."  Xie Qiu yang sejak awal berdiri di luar ruangan menunggu perintah dari Han Aruna segera menjawab dan mengakui pesanannya.


Sementara Xie Qiu pergi untuk membawa pemuda tawanan mereka, Shen Su Huan membaca setiap berkas yang diberikan padanya oleh Han Aruna.


"Aruna, jika hal ini kamu serahkan sendiri anda kekaisaran, kamu akan mendapatkan hadiah yang menarik." Shen Su Huan meletakkan berkas itu ke atas meja. Semua yang didapatkan oleh Han Aruna adalah bukti yang paling penting. Tidak akan ada yang bisa mengelak dengan semua bukti tersebut.


"Tidak. Harta apa lagi yang belum pernah aku lihat sebelumnya? Dibandingkan ikut campur dalam urusan politik yang menyebalkan itu, lebih baik aku pergi mengurus Serikat dagang Anggrek Bulanku dan mendapatkan banyak uang dari sana."


"Tetapi, dengan kontribusi yang begitu besar, kamu bisa meminta apapun dari Kaisar. Apa tidak ada yang gak ingin kamu minta?"


"Tidak." Jawab Han Aruna pasti.


"Bagaimana dengan meminta untuk menikah dengan ku dan menjadi ratu?"


"Huk! Apa anda bercanda?"


"Tidak. Aku begitu tampan dan juga kuat. Aku tidak percaya kamu bisa menolak semua pesonaku."Ucap Shen Su Huan dengan percaya diri.


"Anda seorang pangeran yang narsistik. Tapi anda pasti lupa bahwa saya adalah seorang pelaut. Dimana saya berlayar di luasnya lautan dan berlabuh di banyak tempat di seluruh dunia. Ada banyak pria tampan yang lebih tampan dan kuat dari anda di luar sana. Jadi untuk apa saya terpesona pada anda?"


"Oh ayolah. Tidak bisakah kamu menyenangkanku sebentar saja?"


"Tidak."


"Tapi aku tidak mudah menyerah. Karena aku sudah memilihmu menjadi ratuku . Aku akan meminta untuk menjadikanmu sebagian istriku sebagai hadiah nanti kalau begitu. Bagaimana dengan itu?"


"Benarkah? Apa kamu berani mengizinkanku mencobanya?"


"Silahkan." Han Aruna menyilangkan kakinya di bawah meja dengan santai.


"Kamu yang bilang. Jangan salahkan aku." Shen Su Huan tiba-tiba melesat dan mengangkat Han Aruna. Membawanya terbang dan membuka ruang rahasia di dalam ruangan itu. Setelah bunyi klik terdengar suara krek ikut terdengar saat rak buku besar tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan ruangan di dalamnya.


Han Aruna masih terkejut dengan keadaan yang terjadi. Saat Shen Su Huan tiba-tiba menerjang ke arahnya sebenarnya ia sudah mengelak. Tetapi kecepatannya masih tertinggal dari kecepatan Shen Su Huan sehingga dia dengan sukses diangkat dari kursinya dan dibawa terbang.


Yang lebih membuatnya tercengang adalah bahwa Shen Su Huan tahu bahwa ada ruang rahasia di dalam ruang kerja ini dalam sekali lihat. Bahkan tahu dimana tombol untuk membuka ruang rahasia yang bahkan tidak ada yang tahu tentang ruang rahasia itu selain dia sendiri dan kepala pengurus.


Pintu ruang rahasia tertutup begitu mereka berdua masuk. Ruangan di luar kembali tenang. Seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


Masih dalam keterkejutan, Han Aruna direbahkan di atas ranjang.  Shen Su Huan menekannya di atasnya. Wajah mereka sangat dekat hingga napas masing-masing dapat terasa hangat menyapu wajah.


"Yang Mulia. Apa yang anda lakukan? Cepat lepaskan saya. Ini benar-benar tidak sopan!" Han Aruna menatap tajam Shen Su Huan yang dengan santai menekan dirinya. Kedua tanganya dikunci di atas kepala. Kedua kakinya dikunci dengan kaki yang panjang dan berotot. Lagipula dia tidak berani bergerak lebih banyak dengan kondisi seperti itu.


Namun  Shen Su Huan seperti tidak mendengarkan perkataan Han Aruna dan malah tersenyum miring. Terlihat sangat bangga bahwa dia bisa membuktikan perkataannya.


Melihat Shen Su Huan yang terlihat tidak memiliki niat untuk melepaskannya dengan mudah, diam-diam dia memanggil Xiao Huang dan Xiao Qiu. Berharap kedua binatang Mitologi itu membantunya. Tetapi, dia bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Ruang dimensi saat ini seperti tertutup oleh sekat yang kuat.


"Sekarang, apakah kamu mengakui bahwa ada yang bisa mengikatmu? Itu aku."


Han Aruna memalingkan wajahnya dengan marah. "Jangan berani macam-macam Yang Mulia. Atau aku tidak akan pernah memaafkanmu."


"Tidak tidak. Aku hanya ingin satu pengakuan darimu saja. Aku akui semua aturan di kekaisaran ini tidak ada yang berguna untuk mengikatmu bagaimanapun caranya. Tetapi aku, aku secara pribadi yang akan dengan senang hati mengikatmu dimanapun kamu berada."


"Huh! Apakah anda masih Putra Mahkota yang dingin dan tak tersentuh itu? Kenapa yang ada di depanku ini sepertinya adalah Putra Mahkota yang tak tahu malu?" Han Aruna menatap mata Shen Su Huan dengan menuduh. Ia masih berusaha menggerakkan tangannya untuk melepasnya.


"Aku tidak keberatan menjadi apapun di depanmu."


"Terserah. Sekarang lepaskan aku."


"Tidak akan sebelum kamu mengakuinya."


"Kenapa anda sangat kekanakan? Aku menyesal membantumu sekarang. Kembalikan semuanya padaku sekarang. Aku yang akan meminta pada Kaisar untuk memastikan bahwa kamu akan menjauh dariku dalam jarak satu kilometer."


"Tidak tidak. Kamu tidak bisa mengambil apa yang sudah diberikan."Shen Su Huan sudah memasukkan semua benda ke dalam ruang dimensinya sebelum membawa Han Aruna terbang.


Di saat kedua orang di dalam ruang rahasia masih berdebat, Xie Qiu masuk dengan membawa pemuda di tangannya dan mendapati ruangan yang kosong. Lalu ia melihat bahwa seseorang baru saja menekan tombol ruang rahasia.


"Apakah nona membawa Yang Mulia masuk?"


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_41☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share