
Pelayan Mu yang merupakan pelayanan tua yang mengikuti He Lian Yue menyadari bahwa penawaran elang melampaui batas dengan gila-gilaan. Dan dia harus segera menghentikan tuan putrinya untuk membuang uang. Pil pengumpul Qi memang langka dan sulit di dapat. Tetapi dengan harga yang tiga kali lipat melebihi harga normal adalah sudah tidak tertahankan.
"Tuan Putri mohon maaf hamba harus menghentikan Tuan Putri. Harga sudah jauh melebihi standar." Pelayan Mu berkata dengan hati-hati. Sebagai bawahan meskipun ia sudah diberi mandat oleh Kaisar untuk mengawasi tuan putrinya, ia masih tidak boleh membuat hatinya tidak senang.
"Aku harus mendapatkan pil ini pelayan Mu. Kamu sendiri tahu aku sudah lebih dari setahun gagal menerobos. Nona muda Yuan hampir memyusulku. Jika aku tidak segera membuat terobosan ia akan segera menginjak kepalaku. Ini tidak bisa aku biarkan." He Lian Yue menerucutkan bibirnya.
"Hamba yang tua ini mengerti Tuan Putri. Tetapi hamba mendengar bahwa hari ini tidak hanya pil pengumpul Qi yang akan dilelang. Tetapi bahkan ada pembersih tulang. Dibandingkan dengan pil pengumpul Qi ini, pil pembersih tulang masih jauh lebih unggul."
"Benarkah?"
"Benar Tuan Putri. Hamba tidak mungkin membohongi Tuan Putri. Terlebih lagi, seorang kultivator yang mengkonsumsi pil pembersih tulang akan memiliki tulang yang seperti bayi yang baru dilahirkan. Dengan begitu bukan hanya kemacetan kultivasi bahkan kecepatan kulitivasi juga tidak akan lagi menjadi masalah. Jadi hamba mohon dari pada berjuang pada harga yang semangat untuk barang yang tidak begitu bermanfaat, lebih baik Tuan Putri menahan diri."
"Hem.... ternyata begitu. Hahahaha. Baiklah. Biarkan gadis tak tahu diri itu mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan."
He Lian Yue tersenyum sinis saat mendengar Dong Jun mengumumkan harga akhir yang harus dibayarkan Jang Mue Lan untuk sebuah Pil Pengumpul Qi itu. Itu mencapai seratus sembilan puluh ribu koin emas.
"Selamat kepada pelanggan di kamar VIP 5. Pil pengumpul Roh yang langka dan berharga ini telah menjadi milik anda. Setelah lelang ini berakhir silahkan mencari saya untuk melakukan transaksi." Ucap Dong Jun dengan jelas. Lalu meminta pelayan cantik untuk membawa masuk pil pengumpul roh.
Jang Mue Lan tersenyum bangga setelah ia memenangkan lelang untuk pil pengumpul Qi ini. Ia tidak akan sadar jika sebenarnya dia membeli barang dengan harga yang sangat-sangat melampaui batas sampai Dong Jun mendeskripsikan pil berikutnya yang akan dilelang. Saat ini Jang Mue lan masih dalam suka cita yang berbahagia.
"Meskipun pil itu berharga, harga yang kamu tawar terlalu mahal. Dengan harga yang kamu tawar saat ini bahkan biar membeli tiga botol pil pengumpul Qi bahkan masih memiliki sisa. Sekarang kamu telah membuang uang begitu banyak. Pil yang selanjutnya dijual bahkan memiliki manfaat yang lebih baik dari pil pengumpul Qi. Dan aku yakin harganya bukan tidak akan melampaui harga milikmu." Shen Hu Min yang sejak tadi diam melihat kebodohan rekan satu ruangannya berkata dengan santai saat ia mencibir senyum bahagia Jang Mue Lan.
"Para pelanggan yang terhormat. Tahun ini kami telah menemukan alkemist yang sangat berbakat. Selain etelah berhasil membuat pil pengumpul Qi yang berharga yang telah didapatkan oleh nona di kamar VIP lima, masih ada satu lagi jenis pipi yang hebat. Ini adalah pilihan pembersih tulang." Saat Dong Jun berkata, ia membuka penutup nampan dan memperlihatkan tiga butir pil berwarna putih tulang sebesar bijin kacang tanah yang berada di dalam sebuah botol kaca transparan.
"Untuk membuat pilihan pembersih tulang dibutuhkan seorang alkemist pada tingkat ke lima. Namun begitu tidak semua alkemist pada tingkat yang sama akan mampu menyempurnakan pil ini. Bahkan seorang alkemist tingkat enam terkadang masih gagal membuatnya sedangkan alkemist tingkat kelima memiliki kesempatan berhasil dua sampai tiga dalam sepuluh kali percobaan danpaling banyak hanya menghasilkan dua pil dengan kualitas baik. Namun sekarang kami akan melelang tiga butir pil ini secara langsung." Dong Jun memandang sebutir Pil dengan penuh kagum.
Pil Pembersih tulang seperti ini sangat jarang ditemui, jadi bagi kebanyakan orang pil Pembersih tulang adalah pilihan yang asing yang meskipun mereka pernah mendengarnya sebelumnya, kebanyakan mereka tidak mengetahui kualifikasi dari pil tingkat tinggi ini. Jadi setelah mereka mendengarkan penjelasan Dong Jun, banyak orang mulai tidak ribut.
"Baiklah. Untuk tiga butir pil ini akan dimulai dari tujuh puluh ribu koin emas dan setiap tingkatan akan memiliki seribu koin emas. Silahkan para pelanggan yang terhormat untuk memberikan harga."
Semua orang sudah mulai riuh dengan teriakan dan pekikan kagum pada setiap harga yang diberikan yang mencapai seratus lima puluh ribu koin emas untuk tiga butir pil pembersih tulang yang berharga. Harga yang memang pantas untuk pil tersebut. Mereka sudah melupakan harga yang fantastis dari sebotol pil pengumpul Qi yang mencapai harga hingga tiga kali lipat dan lebih mahal dari pil pembersih tulang itu.
Jang Mue Lan menggertakkan giginya. Saat ini ia merasa seperti baru saja ditipu oleh seorang penipu ulung. Uang yang seharusnya masih tersisa dan masih cukup banyak untuk membeli barang-barang kebutuhannya selama dua bulan atau tiga bulan mengalir begitu saja.
Di sisi lain Jang Dong He yang juga sudah kehabisan uang menggertakkan giginya. Ia hanya diberi uang sedikit dari kakaknya. Dan dia sudah menghabiskannya. Tetapi kakaknya yang bodoh itu bahkan membuang uang yang sangat banyak. Awas saja setelah ia sampai di kediaman ia akan menceritakan semuanya pada ibu mereka. Agar kakaknya yang sok cantik ini dihukum!
"Bukankah saudari tirimu akan muntah darah sekarang?" Shen Su Huan melirik Han Aruna yang tersenyum miring.
"Jangan menyebutnya sebagai saudari tiriku lagi. Lagipula aku tidak berniat membuka identitasku pada mereka. Aku memilih untuk tidak terjerat pada masa lalu. Aku akan melulajanmasa lalu kelam itu dan menganggap kejadian sepuluh tahun yang lalu hanyalah mimpi. Jadi Yang Mulia,aku mohon tolong jangan memgungkitnya lagi di masa depan." Han Aruna berkata dengan tegas.
"Baiklah. Aku juga tidak peduli masa lalumu. Yang terpenting adalah di masa depan, aku tidak akan pernah tidak ada dalam setiap waktumu." Shen Su Huan tidak melewatkan kesempatan dan memeluk Han Aruna dengan senyum percaya diri yang tidak dibuat-buat. Sementara Han Aruna memutar bola matanya jengah.
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_65☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share