
Shen Su Huan menatap Han Aruna dengan keluhan. Han Aruna memalingkan wajahnya. Ia tidak tahan melihat wajah Shen Su Huan yang seperti seorang anak yang meminta permen pada ibunya. Membuatnya tidak tahan.
Namun di mata orang lain, khususnya orang-orang yang tidak menyukai Han Aruna, pandangan seperti itu terlihat seperti dia sedang marah. Menatap tajam Han Aruna dengan penuh kebencian. Mereka tersenyum di dalam hati mereka. Tapi tidak begitu dengan orang-orang yang benar-benar mengenal Shen Su Huan. Mereka bahkan hampir tidak percaya akan melihat perubahan ekspresi pada Shen Su Huan. Menurut pengalaman mereka, hanya orang yang benar-benar memasuki mata Shen Su Huan yang akan mampu membuat perubahan pada ekspresi Shen Su Huan yang selalu tenang.
"Putra mahkota, aku tidak menyangka bahwa putra mahkota yang tampan ternyata memakai topi hijau di kepalanya." Shen Bi Yun terkikik dari belakang.
Shen Su Huan melirik dengan tajam ke arahnya dan membuat Shen Bi Yun terdiam. Membuat isyarat bahwa ia sedang mengunci mulutnya. Shen Su Huan kembali memusatkan pandangannya pada Han Aruna yang sedang cemberut. Ia tahu gadisnya itu sudah tidak suka bahwa ia ikut campur masalahnya. Tetapi jika ia tidak datang, ia tidak akan mengetahui jika banyak hal yang telah gadis itu lakukan dengan pria lain!
"Aruna, semua orang di sini mengatakan bahwa kamu eka berselingkuh. Sudah banyak saksi yang datang dan mengatakan apa yang mereka lihat. Mengambilkan makan untuk tuan muda Jang. Menerima liontin tanda cinta. Dan... berpelukan. Bagaimana menurutmu?" Shen Su Huan menatap Han Aruna penuh intimidasi. Setiap kali ia menyebutkan apa saja yang dilakukan Han Aruna bersama Jang Hao Shan membuatnya mengepalkan tangannya dengan keras.
"Huh! Bukankah hanya mengambilkan makanan? Lalu masalah liontin, liontin ini sebelumnya memang milikku. Tetapi ibuku menitipkannya pada tuan Muda Jang untuk menjaganya hingga aku dewasa. Jadi sekarang ini dia hanya mengembalikannya padaku saja. Apa itu salah menerima barang yang memegang milikku?"
"Itu pasti bohong. Nona Besar Han. Mohon jangan mengatakan alasan yang tidak masuk akal. Mengapa Nyonya Han menitipkan liontin pada Tuan Muda Jang padahal ia bisa memberikannya kapan saja?" Hua Rong Yu segera meninggikan suaranya. Membuat semua pandangan kerumunan kembali memperhatikan mereka dalam sekejap.
"Tapi itu bukanlah sebuah alasan. Itu memang kenyataannya. Semua orang pasti sudah mengetahui bahwa aku adalah putri angkat Nyonya Han sebelas tahun yang lalu. Tetapi tidak ada dari kalian yang mengetahui identitasku sebenarnya." Kerumunan bergejolak. Mereka memang mengetahui jika Han Aruna adalah putri angkat nyonya Han. tetapi mereka tidak pernah berhasil menemukan identitasnya. Apakah kali ini mereka akan mengetahuinya?
"Liontin ini sebelumnya adalah milik mendiang ibuku. Lalu sebelum ibu meninggal, Liontin ini diserahkan pada tuan Muda jang untuk disimpan karna saat itu aku masih terlalu kecil. Bukankah anda mengenali Liontin giok ini Jenderal Jang?" Han Aruna melepaskan Liontin giok di pinggangnya dan mengangkatnya di udara. Membiarkan Semua orang melihatnya.
Ibunya dulu cukup terkenal di antara pada nyonya di ibukota. Sebagai istri sah Jenderal, ia selalu menghadiri berbagai acara di ibukota dan menemui banyak orang. Jadi pasti masih ada dari orang-orang itu yang akan mengenali Liontin Giok Phoenik Api peninggalan ibunya.
Benar saja. Setelah melihat liontin giok di tangan Han Aruna, mereka yang mengenali liontin giok itu terkejut. Terutama Jang Fang Lin yang sangat familiar dengan liontin yang selaku dikatakan mendiang istri pertamanya itu.
"Kamu....kamu...." jang Fang Lin tiba-tiba menjadi gagu saat menyadari apa yang kemungkinan terjadi.
"Ya itu aku." HAN Aruna memgangkat dagunya saat ia menatap Jang Fang Lin dengan ekspresi yang sombong. Ia ingin menunjukkan pada laki-laki yang saat ini tampak jauh lebih tua dari usianya bahwa putri kecil yang sebelas tahun silam ia usir kini masih hidup dan bahkan memiliki hidup yang jauh lebih baik dan berstatus lebih tinggi darinya.
Ye Shi jelas tidak mengenali liontin giok di pinggang Han Aruna karena ia memang tidak pernah melihatnya sama sekali. Ia datang ke kediaman Jang saat nyonya Han telah memberikan liontin itu pada Jang Hao Shan. Namun melihat ekspresi Jang Fang Lin yang tampak terkejut, ia tahu bahwa masa lalu gadis ini ada hubungannya dengan suaminya. Tetapi ia tidak pernah mengira bahwa gadis yang ia pernah memiliki niat untuk memanjat melalui statusnya adalah putri sah kediaman Jang yang dulu ia usir dengan cara fitnah.
"Oh gadis Malang. Ibumu dan aku adalah sahabat dekat di masa lalu. Saat aku mendengar bahwa kamu diusir oleh ayah kurang ajarmu itu, aku sangat marah. Aku mencarimu selama bertahun-tahun ini tapi aku tidak bisa menemukanmu. Bagaimanapun, aku sangat senang kamu selamat dari bencana dan bahkan tumbuh menjadi gadis yang sangat berbakat." Ucap Shen Yu Nan tanpa henti saat ia memeluk erat Han Aruna.
"Cukup!" Shen Su Huan menarik paksa bibinya menjauh dari Han Aruna. Shen Yu Nan menatap Shen Su Huan penuh kesal. Ia sudah mencarinya bertahun-tahun dan baru saat ini ia menemukannya. Tentu saja ia harus menuntaskan rasa rindu itu. Selama ini ia telah menyimpan perasaan bersalah terhadap Yu Qian karena ia merasa gagal tidak dapat melindungi putri mendiang sahabatnya.
"Kamu sangat pelit pada bibimu! Huh!" Shen Yu Nan menyerah setelah ia tidak tahan dengan tatapan tajam Shen Su Huan.
"Kamu benar-benar Lu'er kami?" Ye Shi adalah orang yang kedua sadar. Dulu putri Shen Yu Nan mencari masalah dengannya bahkan sampai saat ini karena gadis kecil itu. Han Aruna hanya melarikan dengan jijik tanpa berniat menjawabnya. Merasa diabaikan, Ye Shi maju dan bertanya pada Jang Fang Lin dengan mata berkaca-kaca. "Tuan, apakah benar nona Besar Han adalah Lu'er kita? Akhirnya kita menemukannya Tuanku. Lu'er, Tuan dan aku sangat menyesal setelah kamu meninggalkan kediaman Jang. Kami telah mencarimu selama ini. Sekarang karena kamu telah kembali, aku berharap kamu mau memaafkan kami dan kembali ke kediaman Jang bersama kami?"
"Xia Lu..."
"Berhenti." Han Aruna mengikat tangannya di depan tubuhnya untuk memberi isyarat agar Jang Fang Lin tidak melangkah maju.
"Xia Lu aku tahu sebagai ayahmu aku sangat tidak kompeten. Tetapi...."
"Cukup! Siapa yang memberimu hak untuk menyebut dirimu sebagai ayahku?"
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_76☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lalunya upa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share