
Tang Lin Hua baru saja memasukkan bangkai harimau spiritual tingkat sedang kelas puncak ke dalam ruang dimensinya. Senyum di bibirnya terangkat penuh saat pengawas yang mengikutinya terus memuji keberhasilannya. Meskipun harimau harimau itu kelas sedang, dibandingkan bintang lain dengan tingkat yang sama, harimau jauh lebih unggul.
Selain mendapatkan harimau spiritualitas tersebut, Tang Lin Hua juga mendapatkan beberapa binatang biasa dan spiritual lainnya. Keterampilan Tang Lin Hua cukup tinggi sehingga ia mampu mendapatkan hasil buruan yang cukup banyak.
Matahari sudah tinggi di atas kepala. Para binatang kebanyakan akan mencari tempat berlindung untuk berteduh dan beristirahat. Jadi hanya akan sedikit binatang yang berkeliaran pada saat ini. Tang Lin Hua memutuskan untuk istirahat.
"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan kabar dari orang suruhan kalian?" Tanya Tang Lin Hua pada anak buahnya yang mengikutinya. Saat ia berbicara, petugas pengawas juga sedang beristirahat di tempat lain.
"Nona tenang saja. Jebakan yang kami buat cukup banyak. Mereka tidak akan lolos dengan mudah."
"Itu bagus." Seringai muncul di bibir merah Tang Lin Hua yang cantik.
Di sisi hutan yang lain di waktu yang sama, Jang Mue Lan bertemu dengan seekor ular Phiton spiritual kualitas tinggi berukuran sebesar pohon kelapa. Jang Dong He satu tim dengannya. Gadis itu menyerang dari sisi yang berlainan. Tubuh keduanya terdapat berberapa luka akibat pertarungan. Ular Phiton spiritual sulit dihadapi. Meskipun kedua gadis itu memiliki keterampilan dan basis kultivasi yang cukup tinggi, ular Phiton ini jelas bukan tandingan mereka.
Para penjaga ikut membantu. Pengawas juga menyalakan sinyal untuk meminta bantuan. Ular Phiton kualitas tinggi seharusnya tidak muncul di area hutan untuk pertandingan berburu. Mereka biasanya hanya akan tinggal di atas gunung. Saat ini mereka bahkan belum mencapai lereng gunung. Sangat aneh menemui binatang seperti ular Phiton kualitas tinggi di sini.
Yang tidak diketahui pengawas adalah bahwa ular Phiton itu tidak datang dengan sendirinya. Semalam anak buah Tang Lin Hua menyebarkan bubuk ular untuk memancing ular datang ke sana. Bukan hanya tim Jang Mue Lan yang mendapatkan malahan. Hampir semua tim mengalami hal yang sama.
Selain menaburkan bubuk ular pada beberapa jalur perburuan, mereka juga membuat beberapa Jebakan lainnya. Saat ini pada petugas patroli kerajaan yang bertugas untuk bertanggung jawab mengamankan para peserta dibuat kuwalahan untuk menyelamatkan orang-orang. Para pengawas yang mengikuti mereka satu persatu menyalakan sinyal untuk meminta bantuan.
"Yang Mulia, sepertinya ada yang berniat mengacaukan pertandingan ini." Shen Ji Chen berkata setelah mendengar laporan dari anak buah Shen Su Huan.
"Kamu benar. Semalam anak buahku melihat beberapa orang membuat Jebakan. Tapi mereka sudah membereskannya. Tapi tidak semua Jebakan bisa dibereskan begitu saja. Hanya sebagian jebakan yang diketahui."
"Untuk membuat Jebakan yang begitu banyak, butuh keberanian yang besar."
"Menurutmu siapa pelakunya?" Shen Su Huan melirik Shen Ji Chen saat ia bertanya.
"Aku sudah lama tidak berada di ibukota. Tetapi kemarin, seseorang baru saja mendapatkan dekrit kosong dari Ayah Kaisar."
"Kamu masih tajam seperti di masa lalu. Tetapi Nona Tang tidak memiliki kekuasaan sebesar itu. Meskipun ia memiliki Dekrit kosong di tangannya, dia juga tidak bisa berbuat sejauh ini."
"Jadi siapa yang melakukan semua ini? Apakah masih orang itu?"
"Kita hanya akan tahu setelah kita menyeldidikinya."
"Hei hei. Kalian bicaralah yang jelas. Aku tidak mengerti yang kalian bicarakan. Siapa yang kalian maksud?" Shen Bi Yun menyela di antara keduanya. Melirik ke kiri dan ke kanan. Tapi kedua saudaranya itu tidak ada satu pun dari mereka yang berniat memberitahunya sedikitpun.
Shen Bi Yun mendengus kesal. "Baiklah. Aku juga tidak ingin tahu."
Satu persatu peserta lomba berburu kembali ke lapangan dengan kepala terkulai. Luka sedang dan ringan terlihat di beberapa bagian tubuh mereka. Mereka tidak bisa melanjutkan perburuan karena luka di tubuh mereka.
"Siapa yang belum kembali?" Tanya Kaisar pada kepala pengawas.
"Menjawab Yang Mulia, ini kelompok yang Mulia putra mahkota, nona Han, nona Tang, tuan muda Feng, nona Min, tuan muda Ling. Kami sudah mengirimkan utusan untuk mencari mereka dan meminta mereka untuk segera kembali."
"Baiklah. Lakukan yang terbaik. Pastikan semua nona dan tuan muda yang ikut baik-baik saja dan suruh orang pergi untuk menyelidiki apa yang terjadi."
"Laksanakan Yang Mulia." Kaisar Shen Holling segera keluar dari tenda pengobatan. Ia pergi ke tendanya sendiri untuk memberi perintah pada para pengawal khusus untuk segera pergi menyelidiki.
Seekor singa tingkat tinggi kualitas sedang muncul di jalur Han Aruna. Singa itulah yang telah bertarung dan mengalahkan ibu harimau putih yang bertemu dengan Han Aruna sebelumnya. Singa spiritual tingkat tinggi sepertinya sebetulnya bukan berasal dari tempat itu. Dia seharusnya tinggal di puncak gunung. Tetapi karena seseorang memancingnya turun gunung, ia baru bisa berkeliaran di tempat itu.
Semua orang langsung panik begitu melihat singa ganas itu. Apalagi setelah melihat tingkat spiritualnya yang tinggi.
"Nona, apakah saya harus menyalakan sinyal?" Tanya pengawas dengan panik.
"Tidak perlu. Sepertinya ada ang tidak beres di sini. Lebih bagus jika sedikit orang yang ada di sekitar." Han Aruna melihat singa yang terlihat ganas itu. Han Aruna pernah bertemu dan berhadapan dengan singa sejenis itu sebelumnya. Tetapi setelah melihat singa ini, ia merasa bahwa singa itu tidak seperti singa pada umumnya. Gerakannya sangat kaku dan tidak stabil.
"Tapi Nona, singa ini sangat kuat. Tugas hamba selain mengawasi juga harus melindungi keselamatan peserta. Dan saya merasa bahwa singa ini terlalu kuat bahkan jika kita semua maju melawannya." Pengawas segera mengungkapkan setidaknya setujuannya.
"Tidak apa. Aku sepertinya tahu apa yang terjadi pada singa ini sehingga ia bisa berkeliaran di tempat ini. Tempat yang tidak seharusnya di berada."
Pengawas itu hendak menyela. Tetapi saat melihat tekad di mata Han Aruna, ia akhirnya menyerah. Ia hanya bisa percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Han Aruna benar.
Han Aruna menyuruh para penjaga yang mengikutinya untuk mengepung singa itu. Para penjaga yang mengikuti Han Aruna juga bukan penjaga biasa. Kemampuan mereka cukup tinggi.
"Kalian alihkan perhatiannya. Aku akan menyerang di bagian belakangnya." Ucap Han Aruna.
"Baik nona." Jawab ketiga penjaga saat mereka mulai menyebar.
Han Aruna melihat ada yang aneh dari mata singa itu. Ia menduga bahwa seseorang telah sengaja membuatnya menjadi gila dan tak terkendali.
Tapi singa itu ternyata cukup cerdik. Ia sepertinya mengetahui rencana Han Aruna yang akan menyerang bagian belakangnya. Dia juga melihat bahwa diantara orang yang menyerangnya, Han Aruna lah yang terkuat. Jadi singa itu selalu mengelak saat Han Aruna mendapatkan kesempatan yang sulit didapat.
...~♡♡♡~...
...~☆The Story Oh Han Aruna_29☆~...
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Kom en, Favoritkan dan bantu Share