
Beberapa orang belum kembali dari hutan setelah Kaisar mengumumkan untuk mengakhiri lomba dan memerintahkan semau orang kembali. Dan setiap orang yang kembali rata-rata memiliki luka di tubuhnya. Yang Se Se mengkhawatirkan Han Aruna yang belum juga kembali. Meskipun ia mengetahui jika tingkat kultivasi nonanya tinggi, tetapi menurut informasi yang dia dengar dari pihak istana, seseorang sengaja mengacau dan membuat semuanya berantakan. Jadi dia masih saja khawatir.
Semua kelompok sudah kembali dari hutan. Namun nonanya masih belum juga terlihat. Kelompok lain yang belum datang adalah kelompok putra mahkota.
"Nona aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padamu. Bagaimana aku bisa bertanggung jawab terhadap nyonya? Nyawaku saja tidak akan bisa menggantikannya." Gimana Yang Se Se mondar-mandir di luar tenda. Matanya menatap jalan masuk ke dalam hutan.
Keributan datang dari hutan. Rombongan putra mahkota akhirnya kembali. Namun mereka tidak sendiri. Rombongan Han Aruna juga kembali bersama mereka. Semua orang berkumpul.
Yang Se Se segera menyusut ke kerumunan. Lalu mendapati nonanya berada di dalam pelukan putra mahkota. Sedang tidak sadarkan diri.
"Yang Mulia, apa yang terjadi dengan nona?" Yang Se Se segera maju dan bertanya dengan cemas pada Shen Su Huan.
"Nonamu hanya kelelahan. Dia bertarung dengan salah satu pelaku sendirian. Dia hanya perlu istirahat." Shen Su Huan sudah memeriksanya sekilas. Dan tidak menemukan adan yang salah dengan tubuhnya. Jadi dia menyimpulkan bahwa dia kelelahan setelah bertarung lama dan tidak sengaja menguras energinya.
"Terima kasih Yang Mulia. Saya akan meminta orang untuk..."
"Tidak perlu. Aku akan membawanya langsung ke istana. Kamu bisa merawatnya di sana." Tidak memebri Yang Se Se menyelesaikan kalimatnya, Setelah mengatakan itu, Shen Su Huan kembali terbang membawa Han Aruna bersamanya di bawah tatapan kaget semua orang.
Shen Su Huan sudah menandai Han Aruna menjadi miliknya. Jadi bagaimana dia akan membiarkan orang lain membawanya? Tidak! Hanya dia yang boleh menyentuhnya.
Han Aruna bangun keesokan harinya dengan rusuh lesu. Ia mendapati dirinya sudah terbaring di atas ranjang di kamar yang disediakan di istana untuknya. Yang Se Se menunggunya dengan cemas di sisi ranjang. Berkali-kali datang untuk memeriksa keadaannya.
"Nona, Nona akhirnya anda bangun. Nona tidak tahu betapa khawatirnya kami." Yang Se Se segera maju dan melihat bahwa Han Aruna memang sudah bangun dan wajahnya juga tidak terlihat pucat.
"Bagaimana aku bisa kembali ke sini?" Han Aruna ingat bahwa sebelum ia pingsan kemarin ia sedang bertarung dengan laki-laki yang mengendalikan binatang spiritual untuk mengacaukan lomba. Lalu keadaan berkembang dengan mengejutkan saat Taoti yang besar akhirnya berubah menjadi anak kecil lucu dan mengakuinya menjadi nonanya. Dia bahkan menjadi binatang kontraknya. Lalu setelah itu.... dia samar-samar melihat Shen Su Huan sebelum.ia menutup mata kemarin.
"Yang Mulia Putra Mahkota yang membawa Nona keluar dari hutan kemarin. Juga membawa Nona kembali kemari secara pribadi." Yang Se Se bagaimanapun merasa canggung jika memberi tahu Han Aruna bahwa Shen Su Huan membawanya kembali dengan menggendongnya secara pribadi.
"Ya Nona." Yang Se Se mengangguk setuju. Memang sudah seharusnya seperti itu.
"Aruna. Aku datang." Suara pria yang sangat Han Aruna kenal terdengar berisik di luar kamarnya sebelum pria tampan dengan rambut pirang berjalan dengan cemas ke dalam kamar.
Arnold baru mengetahui jika sesuatu terjadi pada perburuan di hutan dan Han Aruna bahkan kembali dengan tidak sadarkan diri. Pantas saja kemarin kaisar pergi terburu-buru saat mereka masih berbicara. Ternyata karena masalah ini.
Pagi ini setah sarapan ia baru diberi tahu oleh anak buahnya bahwa tadi malam Han Aruna kembali ke istana dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dia langsung pergi begitu mendapat kabar.
"Ada apa? Pagi-pagi membuat keributan." Suara rendah Han Aruna membuat Arnold mengemas dirinya. mengganti cara berjalannya dengan hati-hati. Bahkan ia hampir berjalan seperti siput. Dan mengunci mulutnya dengan tali simpul mati.
"Aruna bagaimana kabarmu? Aku mendengar kamu terluka kemarin." Arnold baru berani berbicara setelah melihat Han Aruna yang sudah duduk diatas ranjang. Tapi wajahnya masih terlihat cantik.
".." Han Aruna baru saja akan membuka mulutnya saat suara lantang kasim terdengar dari luar kamarnya.
"Yang Mulia Putra Mahkota datang." Seketika, kepala Han Aruna terasa sakit. Berat seperti tertimpa batu ratusan ton.
Sesaat setelah itu, seorang pria tampan dengan jubah birunya yang berkibar masuk ke dalam kamar. Di belakangnya beberapa pelayan datang dengan membawa nampan.
Yang Se Se dan Han Aruna segera memberi hormat. "Tidak perlu sopan santun. Aku kesini untuk melihat keadaan nona Han." Shen Su Huan melambaikan tangannya.
~○○○~
~♡The Story Of Han Aruna_32♡~