The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu



Satu persatu orang mulai mengungkapkan pemikirannya. Mereka semua meskipun tidak berada di tempat saat lomba berburu, mereka selalu memiliki orang untuk mengenali informasi. Jadi mereka memiliki gambaran kasar mengenai hasil perlombaan.


Tang Lin Hua cukup populer dan menjadi pusat perhatian setiap kesempatan. Jadi semua orang langsung mencegat pengawas yang bertugas mengikuti Tang Lin Hua untuk bertanya apa saja yang dia dapatkan. Dari data yang mereka peroleh, seharusnya Tang Lin Hua menjadi juara pertama. Tapi mengapa bahkan tidak terdaftar?


"Pihak istana memiliki penilaiannya sendiri dan dapat memastikan keadilan bagi semua orang. Untuk masalah nona Tang, hasilnya memang luar biasa. Tetapi menimbang beberapa hal yang tidak dapat disebutkan, dengan terpaksa Non Tang telah didiskualifikasi dari lomba." Kasim Song telah menangani hal-hal semacam ini sejak ia mengikuti Kaisar naik tahta. Secara alami ia tahu bagaimana harus bersikap dan berkata di depan orang banyak.


Semua orang saling berpandangan. Pihak istana memang berhak mendiskualifikasi peserta. Tetapi tidak bisa dengan asal. Harus melalui pertimbangan yang matang. Pada saat itu ia mereka menyadari bahwa bukan hanya Tang Lin Hua yang tidak berada tidak tempat. Melainkan seluruh anggota keluarga Tang.


Ini hanya bisa memberitahu mereka bahwa memang Tang Lin Hua yang mereka puja sebenarnya memang melakukan kesalahan hanya untuk dapat didiskualifikasi dari perlombaan. Meskipun mereka hanya sekedar menebak, mereka yakin di dalam hati.


"Acara selanjutnya yaitu Penyambutan Pangeran Arnold dari negara Barat untuk menjalin kontrak kerjasama antara dua negara." Suara Kasim Song selalu jelas. Saat kata-katanya jatuh, mereka akhirnya mengkonfirmasi tebakan mereka tentang teman yang datang bersama dengan Han Aruna yang telah mereka perhatian sejak tadi.


Dipandang sedemikian rupa, Arnold sudah terbiasa dan menganggukkan kepalanya dengan sedikit senyum di bibirnya saat ia menyapa semua orang.


Kasim Song menjabarkan rencana kerjasama antara dua negara di depan semua orang agar semua orang dapat mengerti pentingnya kerjasama ini bagi kekaisaran mereka. Juga dapat meningkatkan jenis kerjasama dalam bidang lainnya.  


"Nona Han, aku dengar Nona Han cukup dekat dengan pangeran Arnold."


"Kami teman lama Yang Mulia. Kapal Anggrek Bulan beberapa kali berlatih di pelabuhan negara barat dan kami melakukan perdagangan di sana. Jadi juga bisa dikatakan bahwa kami adalah rekan bisnis."


"Itu sangat bagus. Kalau begitu aku akan menyusahkan Nona Han untuk ikut membantu kerjasama ini nanti. Kami semua terhalang oleh bahasa."


"Tidak masalah Yang Mulia. Yang Mulia dapat yakin bahwa perbedaan bahasa tidak akan terlalu banyak berpengaruh. Beberapa orang dari negara barat sebenarnya juga bisa bahasa kita." Saat ia berbicara, Han Aruna melirik Arnold dengan senyum menggantung di bibirnya.


"Benar Yang Mulia." Ini adalah pertama kalinya Arnold menggunakan bahasa mereka di depan umum. Semua orang takjub mendengar logatnya yang kaku.


"Saya hanya bisa sedikit-sedikit. Jadi tidak terlalu percaya diri." Meskipun dialeknya kaku, tapi semua kata yang dikatakan tepat. Jika orang mau berpikir sedikit saja, mereka akan tahu bahwa pria ini sebenarnya bisa bahasa mereka dengan lancar. Dan Kaisar Shen Holling adalah salah satu orang yang menyadarinya. Bukan hanya tidak mengungkapkan di permukaan, ia juga menguasai senyum penuh arti. Sepertinya kerja sama mereka dapat terjalin dengan lancar hanya karena pangeran Arnold ingin memenangkan Han Aruna.


Sedangkan orang lain yang juga sadar adalah Shen Su Han. Tapi Shen Su Huan bereaksi dengan berbeda. Ia tersenyum mengejek pada pangeran tampan di depannya.


"Kamu puas sekarang? Lihat! Pangeran sok tampan itu bahkan mengejekku." Arnold kesal.


"Puas! Sangat puas. Jadi mulai sekarang kamu tidak perlu lagi dekat denganku."


"Tapi aku datang kesini hanya untukmu Aruna."


"Aku bukan orang pengangguran yang bisa menemanimu bermain sepanjang waktu. Aku seorang pengusaha. Waktu adalah uang."


"Ck. Bisakah slogan itu ganti?"


"Tidak. Kalau kamu tidak terima itu bukan urusanku."


Selama ini mereka bekerja sama hanya dengan Serikat dagang Anggrek Bulan yang tidak selalu ada di negara mereka karena mereka tidak memiliki kontrak yang pasti. Jadi setelah mereka memiliki kontrak antara kedua negara, mereka akan mampu mengikat Serikat Anggrek Bulan untuk berlatih di pelabuhan mereka secara berkala.


Malam itu, setelah perjamuan merkea hanya keluar dari istana. Han Aruna keluar dari istana dan meninggalkan Arnold dan rombongannya tinggal di istana lebih kawal untuk membahas kontrak lebih detail. Namun Aruna tidak langsung kembali ke kediamannya. Melainkan pergi ke Serikat Anggrek Bulan untuk melihat pekerjaan yang tertunda selama tiga hari dia berada di istana.


"Nona, kami berhasil menangkap seorang kurir yang baru saja kembali dari mengirim barang sebelum mereka dibunuh. Sekarang ada di ruang interogasi." Xie Bao segera melapor saat Han Aruna masuk ke dalam Serikat.


"Bagus. Bawa aku ke sana."


"Baik." Xie Bao mengangguk dan memimpin jalan.


Di ruangan yang gelap, seorang pria muda duduk di pojokan ruangan. Tubuhnya terluka di beberapa tempat. Namun darahnya sudah kering dan berhenti mengalir meskipun tidak diobati. Pria itu mereka temukan saat akan dibunuh di perjalanan kembali. Demi menjaga kerahasiaan, semua orang yang berhubungan secara langsung dalam pengiriman, mereka akan segera dibunuh setelah meninggalkan gudang.


Pria muda ini cukup beruntung karena mereka bertemu dengan Xie Bao yang sedang memata-matai, jadi meskipun dia tertangkap, mereka tidak membunuhnya. Itu sudah hampir dua hari berlalu tetapi pria muda itu masih belum mau berbicara bagaimanapun mereka bertanya.


"Nona, dia tidak mau berbicara sampai sekarang." Han Aruna melihat pria yang hanya duduk. Bahkan saat ada orang yang masuk ke dalam ruangan ia tidak bergeming.


"Baiklah. Aku tahu." Han Aruna berjalan mendekati pria itu. Mengambil dagunya dan memaksanya mendongakkan kepalanya sehingga Han Aruna dapat melihat wajahnya.


Di mata orang lain, Han Aruna hanya diam memandang pria itu. Tetapi pada kenyataannya dia sedang berbicara dengan Xiao Qiu untuk memintanya menggunakan kesadaran tirani untuk melihat apa yang pernah dilihat pria itu.


"Nona, benda apa itu? Kenapa bisa meledak dengan kuat?" Xiao Qiu melihat apa yang dilihat pria itu di dalam gudang. Pria muda itu adalah pemuda desa biasa. Bekerja apa saja untuk mendapatkan uang. Satu minggu yang lalu seseorang datang kepadanya dan menawarkannya kerja dengan gaji besar. Tentu saja dia setuju dengan mudahnya. Jadi dia mengajak beberapa temannya untuk ikut membantu.


Ini adalah kali kedua mereka mengirim barang. Tapi mereka tidak tahu barang apa yang mereka kirimkan. Semua barang sudah dikemas rapi saat mereka mengambil dan akan langsung pergi setelah mengantar. Hingga dua hari yang lalu mereka tidak sengaja melihat orang di dalam gudang yang sedang mencoba barang itu. Saat itulah mereka tahu bahwa barang yang mereka kirimkan pada dasarnya adalah bubuk mesiu yang dilarang di kekaisaran Bei.


Tahu mereka telah melihat hal yang tidak boleh mereka ketahui, mereka cepat-cepat pergi. Namun sayang mereka ketahuan. Baru saja mereka keluar dari gudang itu sebelum para penjaga gudang datang dan menyerang mereka. Teman-temannya semuanya mati. Dan pria muda itu juga tahu bahwa nyawanya tidak akan lama lagi. Tetapi ternyata seseorang menyelamatkannya.


Namun meskipun nyawanya selamat, dia sudah ketahuan. Saat ini bukan hanya nyawanya yang terancam tetapi juga nyawa keluarganya. Mereka pasti dalam bahaya sekarang.


Setelah mengetahui semuanya, Han Aruna tidak tinggal lama. Ia segera pergi untuk melakukan langkah selanjutnya.


*


*


*


~♡The Story Of Han Aruna_38♡~


Tolong sempatkan waktu untuk menyentuh tanda Like ya....