The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
42. Siap Menangkap Penjahatnya



Satu Minggu kemudian pada suatu malam, Shen Su Huan membawa tentara kekaisaran untuk menyergap gudang tempat penyimpanan  dan pembuatan senjata peledak. Setelah Shen Su Huan mendapatkan apa yang dia inginkan kan hari itu, yaitu pengakuan dari Han Aruna bahwa hanya dialah yang mampu mengikatnya, Shen Su Huan kembali ke istana untuk melaporkan perbuatan Pangeran Ke Lima kepada Kaisar dan membuat umat Kaisar menjadi sangat murka.


Awalnya karena marah, Kaisar ingin segera mememberi pelajaran pada anaknya yang kurang ajar. Sudah sejak awal ia menaruh curiga pada putranya itu. Kaisar Shen Holling sudah mulai curiga bahwa pangeran ke lima merencanakan pemberontakan sejak satu tahun yang lalu. Tetapi tidak memiliki bukti dan juga tidak pantas baginya untuk mencurigai putranya sendiri.


Pada saat Shen Su Huan memberikan bukti yang didapatkan, dia tidak dapat menahan diri untuk tidak segera bertindak menghajar putranya yang kurang ajar. Selama ini dia sudah cukup bersabar menghadapi kelakuan putranya yang kurang ajar.


Tetapi Shen Su Huan melarangnya karena bagaimanapun pangeran kelima memiliki banyak pendukung yang mendukung di belakangnya. Jika mereka bertindak pada Shen Lin Yang saat ini tanpa ada bukti nyata, Shen Lin Yang dan sekutunya akan mengelaknya dan lepas dari kasus dengan mudah.


Mendengar alasan yang diberikan oleh Shen Su Huan, Kaisar Shen Holling menyetujuinya dan menyerahkan penangkapan pada Shen Huan. Dengan begitu tidak akan ada yang berani mengelak dan melawan karena pada dasarnya, dibandingkan dengan Kaisar, orang-orang itu takut menyinggung Shen Su Huan.


Hari ini, setelah melalui pengamatan yang panjang, Shen Lin Yang akhirnya pergi ke gudang itu dan bertemu dengan Xu Ruo Feng. Ini adalah kesempatan yang paling tepat. Dengan begitu mereka akan menangkap dua orang sekaligus. Sedangkan untuk para antek-antek di belakang Shen Lin Yang, cukup dengan menggunakan semua bukti yang ditemukan oleh Han Aruna mereka sudah dapat diatasi dengan mudah.


"Apa?! Bagaimana mereka bisa mengetahui tempat ini?" Shen Lin Yang berteriak marah pada anak buahnya yang melaporkan bahwa ada pasukan di luar gudang yang telah mengepung mereka.


"Yang Mulia tenang saja. Semua senjata sudah bisa digunakan saat ini. Semua pasukan kita juga sudah mahir menggunakannya. Satu orang kita mampu melawan sepuluh  hingga dua puluh orang dari mereka. Jadi meskipun pasukan kita kalah jumlah nanti, kita tidak akan kalah." Xu Ruo Feng berkata dengan tenang.


Dia tidak tau bahwa dengan kekuatan tirani yang dikeluarkan oleh Shen Su Huan seorang saja akan mampu merobohkan seratus hingga dua ratus pasukan biasa. Tapi yang menjadi masalah adalah bahwa Xu Ruo Feng bahkan tidak tahu bahwa Shen Su Huan lah yang telah mempimpin penyergapan mereka kali ini. Jika dia tahu, dia tidak akan bisa setenang ini.


Apalagi jika dia mengetahui bahwa lebih dari setengah dari semua senjata api yang telah siap mereka gunakan telah rusak dan tidak dapat digunakan. Juga bahan peledak mereka yang sudah menjadi es yang beku. Mereka tidak akan berani berpikir untuk melawan.


"Baiklah. Aku percaya kata-katamu kali ini." Shen Lin Yang mengangguk. "Siapkan pasukan. Karena kita telah ketahuan sekarang, tidak ada salahnya jika mengekspos saat ini."


"Baik Yang Mulia." Xu Ruo Feng lebih berpengalaman dari Shen Lin Yang mengenai senjata api.


Sejak dia melihat kehebatan senjata api ini saat ia singgah di pelabuhan negara barat ia sudah sangat tertarik dan kagum. Setelah itu ia sengaja mencari jalan untuknya dapat membeli dan belajar menggunakan senjata tersebut. Sebab itulah dia mengenal pihak yang telah memproduksi senjata-senjata itu secara ilegal dan menyarankan pada pangeran Shen Lin Yang untuk menggunakan senjata ini saat mendengar rencana pemberontakannya.


Awalnya Shen Lin Yang tidak bersedia karena harga senjata-senjata itu sangatlah mahal. Namun Xu Ruo Feng memberikan opsi bantuan padanya. Tentu saja Xu Ruo Feng tidak melakukan dengan tanpa imbalan. Setelah ia ikut membeli setengah dari jumlah semua senjata yang dibeli, dia mengajukan satu syarat pada Shen Lin Yang. Di masa depan, hanya ada Serikat dagang Lotus Biru lah yang ada di kekaisaran Bei.


Pasukan yang dipimpin oleh Xu Ruo Feng sudah siap dengan senjata di tangan mereka. Shen Lin Yang memiliki kekuatan cukup tinggi. Dengan menggunakan jubah hitam dan topeng merahnya, ia berdiri di depan pasukan dengan jubah yang berkibar di tengah malam. Berdiri di samping Xu Ruo Feng yang setia memakai pakaian merah seperti enchanter sejati, penampilan Shen Lin Yang terlihat lebih gagah.


"Jangan pernah ragu untuk menembak mereka. Pastikan untuk mengenai dada atau kepala mereka. Dengan begitu mereka tidak akan berdaya lagi." Xu Ruo Feng berkata sambil mengangkat senjatanya di depan tubuhnya.


"Kami mengerti tuan Muda."


"Bagus. Saat gerbang terbuka, tembak semua orang yang terlihat. Jangan sisakan satupun dari mereka."


"Baik. Sekarang buka gerbangnya."


Di luar, Shen Su Huan berdiri di depan pasukannya dengan gagah. Kedua tangannya ia tautkan di belakang tubuhnya saat ia menatap dingin gerbang yang batu saja dibuka. Shen Ji Chen yang ada di sampingnya memegang pedang di pinggangnya dengan erat. Siap menyerang kapan saja. Selain dua orang pangeran, beberapa jenderal senior dan Junior juga turut memimpin. Pemberontakan adalah kejahatan tingkat tinggi yang tidak akan pernah diampuni. Jadi mereka harus ditumpas dari akarnya.


Di belakang mereka, para pasukan berdiri dengan gagah meskipun mereka gemetar pada awalnya. Mereka tah mendengar bahwa pasukan yang mereka hadapi kali ini bukan pasukan dengan senjata biasa melainkan dengan senjata api yang terkenal dengan serangan jarak jauhnya yang mematikan. Tetapi setelah mereka mengetahui bahwa pemimpin utama dalam penangkapan yang sangat beresiko ini adalah Shen Su Huan, kepercayaan diri mereka meningkat.


Selain dari kepercayaan diri mereka yang mereka dapatkan dari Shen Su Huan, pagi tadi, tiba-tiba saja utusan dari Serikat dagang Anggrek Bulan mengirimkan jubah pelindung yang terbuat dari baja hitam. Dengan memakainya, jangankan pedang, peluru juga tidak akan mampu menembusnya.


Semua orang siap menyerang saat ini. Setelah gerbang terbuka, mereka sama-sama tidak mengetahui bagaimana hasil akhir dari penyerangan tetapi mereka sama-sama memiliki keinginan untuk menang.


Di atas pohon yang tidak jauh dari tempat itu, Han Aruna duduk di antara cabang dengan secangkir teh herbal panas di tangannya sedang menunggu untuk melihat pertunjukan menarik. Saat ini, jika dia ingin, dia bisa memerintahkan pada Xiao Huan dan Xiao Qiu untuk melanjutkan pekerjaan mereka kemarin. Tapi jika seperti itu, maka Pemberontakan ini tidak akan lagi terlihat seperti Pemberontakan melainkan seperti permainan. Lagipula, Han Aruna sengaja tidak merusak semua senjata itu karena ia tidak ingin Shen Su Huan menang dengan mudah.


Satu jam yang lalu Han Aruna menerima kabar dari Xiu Qiu bahwa penyerangan gudang akan dilakukan malam ini.


"Jadi penangkapan akan dilakukan malam ini?" Han Aruna bertanya pada Xiu Qiu. Meskipun ia berkata bahwa ia akan segera kembali ke ibukota untuk mengurus Serikat dagangnya, gadis itu masih menunggu di kantor cabang untuk melihat sendiri pertunjukan menarik.


"Benar nona, tadi pagi tadi pangeran ke lima telah pergi ke gudang dan belum keluar dari sana sampai sekarang. Pasukan kerajaan yang dipimpin oleh Putra Mahkota juga sudah bersiap pergi untuk menyerang saat ini.


"Apakah mereka menggunakan jubah baja yang kita siapkan?"


"Sudah Nona."


"Bagus. Kita sudah meningkatkan kesempurnaan jubah itu. Kebetulan sekali kita memiliki kesempatan untuk melakukan uji coba saat ini." Ucap Han Aruna dengan senyum miring.


Uh! Mendengar perkataan Han Aruna, bibir Xiu Qiu tiba-tiba berkedut. Ini baru nonanya yang akan mementingkan keuntungan dari apa yang dia lakukan. Pantas saja onanya dengan murah hati mengirimkan barang mereka yang baru saja jadi untuk dipakai oleh para prajurit. Ternyata ada niat tersembunyi.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_42☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share