The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
74. Kesan Pertama



Han Aruna berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua orang yang pergi menghadap putri Shen Yu Nan yang sedang berbicara dengan beberapa wanita bangsawan lainnya di bagian dalam taman sehingga tidak mengetahui kedatangan Han Aruna.


"Oooh... bukankah ini adalah gadis pelaut yang tidak tahu diri itu?" Sudah memiliki putra Mahkota sebagai tunangannya dan masih mencoba merayu Tuan Muda Jang? Ck ck ck. Memang layak untuk seorang gadis yang dibesarkan di atas laut yang bebas." Seorang gadis tidak dapat menahan amarahnya saat melihat Han Aruna dan tidak sabar untuk membuat masalah dengannya.


Han Aruna memiringkan kepalanya untuk mengingat siapa gadis ini sebenernya yang sudah tidak sabar berurusan dengannya. "Apa ada masalah denganmu nona muda Luo Yan Ning? Kenapa tiba-tiba menyemburkan ucapan yang begitu tidak berguna? Apa kamu kekurangan pekerjaan akhir-akhir ini? Kalau ya, Serikat Dagang Anggrek Bulan sedang kekurangan gadis cantik untuk memperkenalkan barang. Dengan penampilan Nona Muda Luo yang sedikit di atas rata-rata, aku rasa tidak akan ada ruginya kan?"


"Sudahlah. Jangan berbicara padanya. Bukankah dia memiliki wajah yang begitu tebal untuk tetap tinggal di sisi Putta Mahkota setelah semuanya yang telah dia lakukan?"


"Aku hanya tidak terima atas apa yang dia lakukan. Yang Mulia Putra Mahkota sudah berbaik hati untuk menjadikannya tunangannya, tetapi berani juga dia merayu Tuan Muda Jang."


"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali di sini?" Suara seorang wanita yang anggun terdengar dan menghentikan seketika diskusi para gadis ini.  


"Salam putri Shen Yu Nan."


"Bangunlah. Sekarang bisakah aku mendengar apa yang terjadi?"


"Ini.... seperti ini Putri, beberapa saat ini ada gosip yang tersebar di ibukota mengenai Nona besar Han. Seperti yang diketahui oleh semua orang bahwa nona Besar Han memiliki janji pernikahan dengan Yang Mulia Putra Mahkota dan acara pernikahan itu akan dilangsungkan pada bulan ini. Tetapi Nona besar Han tidak puas dengan pertunangan ini dan merayu tuan muda Jang." Putri Shen Yu Nan menaikkan alisnya sebelum memperhatikan seorang gadis cantik dengan hanfu putihnya yang nampak elegan berdiri di satu sisi


Ia memang mendengar bahwa keponakan tersayangnya yang telah memilih seorang gadis dari kalangan putri bangsawan, tetapi ia masih belum melihatnya sampai saat ini. Tetapi meskipun begitu, ia yakin jika keponakannya tidak akan salah dalam memilih seorang gadis karena ia tahu bahwa ia sangat pandai mengingat orang.


Tapi belum juga ia melihat gadis pilihan keponakannya, ia telah mendengar beberapa berita yang tidak sedap didengar mengenai calon ratu masa depan. Tetapi ia besar di istana yang telah terbiasa dengan hal semacam ini terjadi di istana.  Ia bukan seorang yang mudah terpengaruh oleh rumor yang beredar.


"Salam kepada Putri Shen Yu Nan. Semoga putri hidup sejahtera." Han Aruna tidak menganggap apa yang dibicarakan banyak orang tentangnya dan maju untuk menghadap Putri Shen Yu Nan.


"Bagunlah. Apa kamu gadis itu? Gadis yang dipilih oleh putra Mahkota untuk menjadi istrinya?"


"Benar putri, saya bernama Han Aruna." Jawab Han Aruna dengan jelas tanpa adanya rasa tidak  percaya pada dirinya sendiri.


"Bagus. Memang seperti yang aku pikirkan mengenai gadis yang dipilih oleh keponakanku."


"Ibu mengirim saya ke sini untuk menyampaikan permohonan maaf karena ibu tidak bisa hadir karena beberapa hal. Untuk itulah ibu mengirim beberapa barang sebagai permohonan maafnya." Han Aruna memberi isyarat pada Yang Se Se yang berdiri di belakangnya dengan nampan berisi hadiah yang ditutup dengan kain brokat merah yang indah.


"Nyonya Han memang terlalu sopan. Aku tahu nyonya Han memiliki banyak hal untuk diurus. Apalagi nyonya Han adalah seorang wanita yang harus mengurus kediaman Han yang besar itu seorang diri. Untung saja aku melihat putrinya juga memiliki kemampuan. Aku, sebagai amanat nyonya Han juga ikut merasa bangga." Putri Shen Yu Nan memerintahkan pelayan untuk menerimanya.


Pelayan itu dengan hati-hati membuka penutup nampan untuk memperlihatkan hadiah yang dikirim oleh nyonya Han.


Jejak keterkejutkan terlihat di mata Putri Shen Yu Nan. "Ini... bukankah ini adalah karang emas dari laut Timur seribu tahun?"


Semua orang menjadi terkejut saat mendengar perkataan Putri Shen Yu Nan. Banyak orang yang tidak akan dapat mengenali jenis karang ini karena sangat langka. Dikatakan bahwa harga dari karang emas laut Timur sangatlah mahal. Tapi nyonya Han ternyata mengirimnya sebagai hadiah permohonan maaf? Betapa murah hatinya!


"Itu benar Putri. Ibu mendengar jika Putri sedang mencari karang ini untuk membuat pil tingkat lima. Karena kebetulan karang emas laut Timur tersedia di gudang, ibu meminta saya untuk membawanya kemari."


"Ibu tidak berbohong putri. Karang emas laut Timur sebenarnya tidak untuk dijual. Ibu memang suka mengoleksi barang-barang seperti ini. Tetapi karena putri sedang membutuhkan, ibu baru mengeluarkannya."


"Huh baiklah. Seorang pedagang memang pedagang. Mereka selalu memiliki lidah yang tajam. Aku, seorang putri ini tidak akan mampu untuk mengalah dari kalian."


Han Aruna tersenyum mendengar perkataan putri Shen Yu Nan. Ibunya sedikit memberitahunya tentang putri nyentrik ini.


"Aku akan menerima hadiah dari ibumu. Dan sampaikan padanya bahwa aku akan mengunjunginya dalam beberapa hari."


"Baik putri."


"Putri, hadiah yang diberikan nyonya Han memang bagus. Tetapi apa putri tidak ingin meminta penjelasan dari gadis ini?" Suara seorang wanita yang penuh dengan rasa jijik terdengar dari kerumunan.


"Eh?" Putri Shen Yu Nan menoleh dan melihat seorang nyonya yang merupakan istri dari salah satu menteri membuka kipasnya. Putri Shen Yu Nan menaikkan alisnya melihat wanita dengan rasanya yang tebal tersenyum licik berada paling depan sekelompok nyonya yang lain.


"Putri Shen Yu Nan, apa putri tidak mendengar rumor yang beredar di masyarakat mengenai tunangan putra mahkota ini? Sudah beruntung baginya untuk didirikan putra mahkota karna penampilannya dan dijadikan tunangan. Tetapi masih berniat untuk berselingkuh. Apa ini tidak mencoreng nama baik keluarga kerajaan?"


"Bisakah ulangi apa yang kau bicarakan barusan?" Selamat orang menoleh dan segera terkejut melihat siapa yang baru datang.


"Hormat kami putra mahkota." Semua orang membungkukan tubuhnya tak terkecuali putri Shen Yu Nan yang sebenarnya adalah bibi dari sang pangeran itu sendiri. Tetapi statusnya memang masih berada di atasnya meski dia masih muda. Hanya Han Aruna yang tidak memberi hormat melainkan memberi senyuman.


"Bangunlah." Shen Su Huan melambaikan tangannya setelah ia sampai di samping Han Aruna. Berdiri di dampingi tunangannya itu dan menggamit pinggangnya tanpa malu. Membuat Han Aruna memelototinya dengan marah. Dia tidak malu. Tapi dia malu!


"Putra...putra mahkota. Ini seperti ini. Di masyarakat tersebar berita bahwa nona Besar Han telah merayu tuan Muda Jang. Beberapa orang bahkan dapat maju dan bersaksi bahwa mereka pernah melihat keduanya bersama."


Jang Mue Lan, Jang Dong He dan Ye Shi tersenyum di balik kipas mereka yang terbuka mendengar ini. Mereka ingin mohon bagaimana dia akan mengelak seorang. Mereka ape4nah delusi untuk menjadikan Han Aruna bagian dari keluarga Jang dengan menjodohkannya dengan Jang Hao Shan agar mengangkat status mereka yang mulai merebut seiring bertambahnya usia Jenderal Jang yang sudah kalah dari jenderal muda lainnya. Tetapi karena dia menolak, mereka juga tidak keberatan untuk menghancurkannya.


Berbeda dengan Jang Hao Shan yang mengepalkan tangannya marah. Ia sudah tahu bahwa kedekatannya dengan Han Aruna akan menimbulkan masalah. Itulah mengapa ia acara sadar diri berusaha untuk tidak menonjol dan menahan keinginannya untuk menemui adik satu-satunya itu. Tetapi entah kenapa adiknya itu justru malah memintanya untuk terus menemuinya.


Berbeda lagi dengan reaksi Jang Fang Lin yang menatap Jang Hao Shan dengan marah. Ia berharap bisa membunuh putranya saat itu juga. Saat ini namanya sudah semakin redup dengan adanya para jenderal muda, apalagi dengan adanya pangeran Shen Ji Chen yang hebat. Pamornya sebagai jenderal besar kini sudah tidak lagi bersinar di bawah bayang-bayang mereka. Jika sekarang putranya yang tidak berguna itu malah merusak nama baiknya, ia tidak akan bermain menunjukkan wajahnya lagi di istana di masa depan.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_74☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share