
Shen Hu Min mengantarkan Jang Mue Lan pulang ke kediaman Jang setelah mereka mengambil barang yang telah mereka beli. Jang Mue Lan masuk ke dalam kkediaman dengan wajah yang masam setelah Shen Hu Min kembali. Ia memang mendapatkan apa yang ia inginkan, tetapi meskipun begitu ia merasa ditipu arena dia harus membayar tiga kali lipat lebih dari harga normalnya.
Saat ia pulang dengan wajah masam, bukannya dihibur, Selir Ye masalah datang dan memarahainya karena terlalu ceroboh. Itu Karena Jang Dong He yang melaporkan apa yang terjadi selama jalannya Lelang dan bagaimana kakaknya yang baik itu masuk ke dalam perangkap. Dirinya juga bukannya sengaja. Dia juga merasa bersedih dan membayangkan uang yang terkuras habis dari kantongnya.
Jang Dong He tidak mengetahui jika Jang Mue Lan mendapatkan tambahan uang seratus ribu koin dari Shen Hu Min dan berpikir bahwa semua uang yang dimilikinya diet rekan oleh ibunya. Ia tidak terima! Ibunya begitu pilih kasih dengan memberikan uang hingga empat kali lipat dari yang diberikan padanya.
"Katakan pada ibu dari mana jamu mendapatkan uang yang begitu banyak? Apa kamu diam-diam mengambil dari perbendaharaan?"
"Tidak! Alu tidak! Aku mendapatkannya dari pangeran Shen Hu Min bu."
"Lalu kamu menghabiskan semuanya? Apa kamu tidak punya otak? Uang sebanyak itu seharusnya bisa disimpan kembali. Lalu kamu?"
"Ibu. Ibu sendiri yang berkata padaku bahwa aku harus mendapatkan pil ini bagaimanapun caranya. Bukannya aku juga tidak membayarkan semuanya." Jang Mue Lan harus membela dirinya sendiri. Ia juga merasa sakit hati.
"Memang benar. Tapi kamu benar-benar menghabiskan uang yang sangat banyak kali ini."
"Sudahlah bu. Masalah ini sudah berlalu. Lagipula coba ibu bayangkan jika aku bisa menerobos kali ini, aku akan menjadi jadi bakat wanita nomor satu di kekaisaran ini. Di mata masyarakat nanti, sebaik apapun Han Aruna itu, masih aku yang akan lebih pantas untuk putra mahkota. Di saat itu rakyat akan mulai membuat ulah karena hal itu."
"Huh! Baiklah. Cepat pergi ke pelatihan tertutup dan baut terobosan agar kita bisa menghentikan pernikahan Putra mahkota.
"Ibu! Apa ibu tidak akan memarahi kakak?"
"Sudahlah. Anak kecil tahu apa? Pergilah berlatih agar kamu bisa seperti kakakmu yang bisa diandalkan." Jang Dong He mengerucutkan bibirnya. Ibunya selalu saja membandingkannya dengan kakaknya. Itu membuatnya sangat jengkel!
Di dalam peti yang terbuat dari es abadi yang berada sepuluh meter di bawah tanah, seorang wanita cantik terbaring di dalamnya tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Seluruh kulit tubuhnya yang seharusnya segar saat ini terlihat putih pucat seperti tanpa ada darah yang mengalir di dalam tubuh itu. Satu-satunya tanda bahwa wanita cantik itu masih hidup adalah napasnya yang lembut. Membuat uap es di sekitar wajahnya.
Dalam keadaan seperti ini, wanita cantik ini bahkan bisa dikatakan mati karena detak jantungnya yang sangat lemah bahkan seperti bisa saja berhenti pada detik berikutnya. Selain itu, darah memang sengaja dihentikan dengan teknik khusus untuk melindungi kehidupannya. Jika tubuh lemah ini dikeluarkan dari dalam peti, itu tidak akan dapat bertahan sampai satu jam untuk benar-benar kehilangan nyawanya.
Berdiri dua meter darinya, seorang pria tampan menatapnya dengan tanpa ekspresi. Di sampingnya seorang wanita paruh baya berdiri dengan menundukkan tubuhnya.
"Aku sudah menemukan inti landak emas. Tapi untuk air suci surgawi nya masih belum ada kabar." Suara magnetis memecah keheningan.
"Waktunya semakin sempit Yang Mulia. Detak jantungnya semakin melemah. Jika sampai akhir tahun ini tidak menemukan air itu takutnya..." wanita paruh baya dengan aroma herbal yang harum di tubuhnya tidak mampu mengatakan kalimatnya dengan lengkap.
"Aku mengerti. Aku pasti akan segera mendapatkannya." Setelah berbicara, Shen Su Huan menatap tubuh pucat itu untuk terakhir kalinya dan berbalik tanpa menoleh lagi.
"Selamat jalan Yang Mulia." Wanita paruh baya itu membungkuknya badannya saat melihat Shen Su Huan pergi.
***
Han Aruna melirik Jei yang baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya. Kuas yang digunakannya untuk menulis kaligrafi ia letakkan dan untuk mendengarkan apa yang akan dilaporkan oleh Jei.
"Katakan." Han Aruna menopang dagunya dengan tangannya.
"Lalu?"
"Putra Mahkota sudah bersiap sebelumnya dan membingungkan semua orang itu."
"Heh... mereka tidak mengetahui siapa yang ingin mereka kelabui. Lalu kemana putra Mahkota membawa inti landak emas itu?"
"Ini...mohon maaf nona. Putra Mahkota tidak sesederhana yang terlihat."
"Aku mengerti." Han Aruna mengangguk. Jei membungkukkan tubuhnya sebelum keluar dari ruangan dan meninggalkan Han Aruna di dalam ruangan seorang diri.
Setelah Jei keluar, Han Aruna melipat kedua tangannya dan merenungkan diri. Ia sudah tahu jika Shen Su Huan memang tidak sesederhana yang terlihat. Tetapi saat ia nerima dengan pria itu, ia tidak pernah merasakan tertekan atau bahaya darinya meskipun ia selalu merasa bahwa ia tidak berdaya saat ia di depannya.
Keluar dari ruang bawah tanah, Shen Su Huan pergi ke sebuah gunung yang ada di belakang istana. Di gunung itu, sebuah gua tersembunyi memiliki ruang bawah tanah yang sangat luas. Di dalam ruangan itu terdapat ruangan dengan sehat-sehat yang memisahkan setiap bagian. Di dalam ruangan seperti sebuah markas yang besar.
Seribu pasukan berani mati sudah tinggal di dalam gua ini selama lima tahun lebih. Mereka hanya keluar jika ada sesuatu yang harus mereka lakukan. Pasukan ini merupakan pasukan yang dibentuk sendiri oleh Shen Su Huan. Juga dilatih secara pribadi olehnya. Pasukan ini dibentuk untuk melakukan berbagai misi penting yang hanya bisa diperintah oleh Shen Su Huan.
Saat Shen Su Huan sampai di dalam ruangan, semau orang sudah berkumpul di sebuah ruangan yang paling besar. Ruangan ini seperti aula untuk pertemuan.
"Hormat kami Yang Mulia." Sebanyak seribu pasukan lengkap menundukkan kepala mereka.
"Bagunlah." Suara Shen Su Huan ditransmisikan di seluruh aula.
"Pernikahanku akan dilaksanakan bulan ini. Aku akan membawa permaisuriku menemui kalian. Di masa depan, perintah apapun yang dia katakan, perlakukan seperti perintah itu datang diriku."
"Kami menuruti perintah Yang Mulia."
"Bagus. Pilih beberapa orang yang kompeten diantara kalian dan pergi lindungi Permaisuriku. Aku merasakan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi. Pastikan keselamatan Permaisuri dengan baik. Lindungi dirinya dengan segenap kemampuan yang kalian miliki."
"Kami bersedia menyerahkan hidup kami untuk Yang Mulia dan Permaisuri."
"Lakukan." Shen Su Huan melambaikan tangannya. Memerintahkan semau orang untuk bersiap melakukan pemilihan untuk menemukan yang terbaik untuk dikirim melindungi Han Aruna.
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_67☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share