The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
73. Memakai Giok Phoenik Api



Jang Hao Shan mengepalkan tangannya setelah ia keluar dari ruang kerja Jenderal Jang, ayahnya, Jangan Fan Lin sengaja memanggilnya menemuinya di ruang kerjanya setelah mendengar semua gosip yang beredar di ibukota saat ia baru kembali dari ibukota. Setahunya, Han Aruna telah memiliki janji pernikahan dengan Shen Su Huan. Jadi Jang Hao Shan tidak layak untuk mendekati Han Aruna apapun yang terjadi dan memberinya ancaman bahwa ayahnya akan segera mencarikan istri jika ia masih saja bersikeras untuk menemui Han Aruna. Ayahnya bahkan memerintahkan seorang penjaga kepercayaannya untuk mengawasinya.


Saat ia berjalan melewati taman truk menuju ke halamannya sendiri, ia berpapasan dengan Jang Mue Lan dan Jang Dong He. Ia mengerutkan keningnya saat melihat kedua saudari tirinya ini.


"Kakak, aku memiliki banyak teman yang cantik dan dari keluarga yang baik. Aku juga bisa mengenalkan kakak dengan beberapa putri dari kekaisaran ini. Nona Muda Han telah bertunangan dengan Yang Mulia Putra Mahkota tetapi masih mendekati kakak. Gadis seperti itu tidak layak untuk kakak." Jang Dong He berbicara saat mereka berhenti di depan Jang Hao Shan.


Mendengar perkataan Jang Dong He mengenai Han Aruna membuatnya menggerakkan giginya dengan  mata merah penuh emosi. Tetapi di mata kedua gadis di depannya, ia tampak seperti tidak terima karena telah dilarang mendekati Han Aruna.


"Aku tahu nona muda Han memang cantik. Tetapi dengan kepribadiannya ia tidak akan dapat menjadi istri yang baik. Apalagi seorang Ratu dari kekaisaran. Aku yakin sebentar lagi saat Yang Mulia putra Mahkota mengetahui hal ini, dia juga akan segera memutuskan pertunangan mereka. Tapi kakak,meskipun begitu kakak masih tidak bisa bersamanya. Dia bisa berselingkuh dari Yang Mulia Putra Mahkota, tidak menutup kemungkinan dia akan melakukannya lagi lain kali kan? Meskipun aku awalnya menginginkan dia Shen Jadi saudari iparku, setelah mengetahui sifat tercelanya itu, aku benar-benar marah." Jang Mue Lan menambah jelas apa yang dikatakan Oleh Jang Dong He.


"Siapa yang memberimu hak untuk menilai sifat nona muda Han?" Jang Hao Shan mengulurkan tangannya dengan cepat dan mencengkeram leher Jang Mue Lan dengan erat. Membuat gadis itu kesakitan.


"Ka... kakak... ma-af kan ak-ku..." Ucap Jang Mue Lan kesusahan sambil memegang lehernya yang dicengkeram Jang Hao Shan.


Jang Dong He juga panik saat melihat kakaknya dicekik hingga hampir kehilangan napasnya. "Kakak tolong hentikan. Kakak ketiga akan mati jika tidak dihentikan."


"Lalu apa jika dia mati?" Jang Hao Shan melirik Jang Dong He dengan marah.


"Am...puni ak-ku. Aku ta-hu sa-lahku."


"Ampuni salahmu? Lalu membiarkanmu terus meludahkan kata-kata beracun saat ada kesempatan yang datang?" Jang Hao Shan menatap tajam Jang Mue Lan. Ia terlihat tidak berniat melepaskannya dengan mudah. Ia bahkan mengangkat tubuh Jang Mue Lan ke atas tanah hingga membuatnya selain kesakitan.


Jang Dong He yang melihatnya bertambah panik. "Seseorang panggil ayah kemari sekarang! Katakan padanya jika kakak pertama ingin membunuh kakak ketiga." Perintahnya pada ****** penjaga yang segera mengakui perintah dan pergi dari sana dengan cepat.


Jang Hao Shan mendengus saat melihat penjaga itu bergegas memanggil Jang Fan Lin sebelum ia menghempaskan tubuh Jang Mue Lan ke atas tanah.


"Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk." Jang Mue Lan memerangi lehernya yang batu saja lepas dari cengkeraman Jang Hao Shan dan mengambil napas dalam-dalam dengan rakus seperti ia tidak mendapatkan oksigen beberapa lama.


"Hah hah hah hah!"


"Kakak, kakak tidak apa-apa kan?" Tanya Jang Dong He begitu melihat kakaknya dengan keras dihempas ke tanah dengan napas tersengal.


"Tidak apa-apa. Aku hanya tidak percaya kakak pertama benar-benar membela wanita ular itu bahkan hingga menyakitimu di kediaman ini saat ada ayah di sini. Sepertinya hubungan mereka benar-benar dalam." Ucap Jang Mue Lan setelah lama ia tidak bisa berbicara.  


"Tenang dulu He'er. Tunggu sampai rencana ini berhasil dan kita akan melihat wajahnya yang bersalah akhirnya dilihat semua orang." Jang Mue Lan tersenyum dingin sebelum ia berjalan dengan anggun seperti orang yang baru saja berada drama bahwa bukan dia.  Jika orang tidak melihat tanda merah di kehendak yang putih,  mereka tidak akan mengetahui bahwa gadis itu baru saja dicekik oleh saudara tirinya.


***


Selatan gadis muda di ibukota diundang untuk menghadiri perjamuan musim semi yang diadakan oleh Putri Shen Yu Nan di kediaman putri yang ada di luar istana. Putri Shen Yu Nan adalah adik dari Shen Holling yang telah menikah dengan seorang sarjana yang mereka jadi guru di akademi kekaisaran  Bei. Putri Shen Yu Nan terkenal sebagai seorang putri yang berdedikasi tinggi terhadap kehormatan keluarga kekaisaran. Ia sangat membenci orang yang mengganggu nama baik keluarga kerajaan.


Itulah mengapa Jang Mue Lan berniat untuk memggunakan Putri Shen Yu Nan untuk berurusan dengannya. Dia telah membawa persiapan yang cukup untuk menghancurkan citra Han Aruna di depan semua orang pada saat yang tepat. Kaisar juga dikabarkan akan menhadiri rencana ini dan semua pejabat juga diundang untuk acara.


Perjamuan inilah yang paling tepat untuk melaksanakan rencananya. Karena jika terlambat sedikit saja, ia kanan kehilangan waktu untuk memperingatkan Shen Su Huan dan akhirnya Putra mahkota akan menikahi Han Aruna dan tertutuplah kesempatan terakhirnya.


Han Aruna juga mengetahui hal itu. Shen Su Huan juga sengaja datang pada malam hari sebelumnya untuk meminta nya tidak ikut karena khawatir sang Putri akan termakan Gosip. Namun Han Aruna meyakinkannya untuk tenang karena ia memiliki rencana. Akhirnya Shen Su Huan bisa tenang setelah han Aruna berjanji akan selalu menjaga dirinya sendiri.


Taman di kediaman Putri Shen Yu Nan sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Mereka berbincang-bincang dengan rekan di meja mereka. Para gadis berkumpul berbersama para gadis selain mereka untuk membicarakan gosip atau tuan muda dari keluarga tertentu yang paling menonjol.


Aktivitas mereka terhenti begitu Han Aruna masuk dengan penampilan luar biasa yang seperti biasanya. Wajah Han Aruna yang sudah cantik semakin cantik dengan sapuan bedak tipis di wajahnya yang seputih gokil salju. Bibirnya yang kecik berwarna merah alami yang terlihat lebih merah dari biasanya. Alis matanya melengkung dengan indah. Cinabar merah dengan bentuk unik digambar tengah-tengah dahi putihnya yang sangat kontras. Rambutnya yang hitam dan halus digerai kebelakang dengan hiasan rambut berbentuk bunga anggrek bulan yang memiliki warna yang sama dengan hanfu putih yang dikenakannya.


Pakaian yang dikenakan Han Aruna selalu terbuat dari bahan terbaik. Sama seperti Hanfu yang dipakainya saat ini. Meskipun Meskipun itu terlihat putih polos, hanfu itu tetap dapat terlihat sangat elegan dan berkelas.


Sangat kontras dengan hanfu putihnya, sebuah giok merah berbentuk unik dengan ukiran phoenik merah yang tampak hidup tergantung di pinggangnya yang ramping bersama dengan giok miliknya yang merupakan tanda pengenal dari kediaman Han berbentuk kotak dengan ukiran anggrek bulan di tengahnya. Dua giok ini berpadu dengan apik di sana. Yang satu berwarna putih dan yang satunya merah. Menampilkan keseimbangan yang serasi. Kedua giok ini sama-sama indah tetapi tidak saling berebut keindahan dari yang lain.


Melihat tampilannya yang sempurna ini, bukan hanya para pria yang terpesona, para gadis yang melihatnya juga merasa iri.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_73☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lalunya upa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share