
Tiga hari setelahnya, seperti yang dikatakan oleh Shen Su Huan, ia membawa arak-arakan menuju dengan banyak banyak barang mewah dan berharga sebagai maskawin untuk melamar Han Aruna.
orang yang ada di sepanjang jalan mulai dari pintu gerbang istana hingga sampai di kediaman Han keluar untuk melihat deretan kereta yang mengular yang bahkan tidak ada sela di sepanjang jalan.
Lima peti besar berisi tael emas. Dua peti ukuran sedang berisi perhiasan emas, mutiara dan juga permata. Selain itu ada juga dua buah kereta yanf berisi kain sutra dan kain sifon kualitas terbaik.
Selain semua itu masih ada banyak kereta hadiah yang berjajar di jalan yang berisi obat herbal langka, pil dan eliksir tingkat tinggi dan sedang yang sangat berharga.
Keluarga Han adalah keluarga yang memiliki kekayaan yang tidak ada bandingannya di kekaisaran Bei. Dikabarkan bahwa kekayaan yang disimpan oleh keluarga Han bahkan jauh lebih banyak dari perbendaharaan negara. Jadi tentu saja untuk melamar putri sekaligus penerus cabang utama kediaman Han harus memiliki harta yang tak terhitung jumlahnya pula agar bisa menyeimbanginya. Di kekaisaran Bei mungkin hanya Shen Su Huan yang paling memenuhi kriteria. Pemuda lain, jangankan bermimpi untuk dapat menikahinya, melihatnya saja sudah merupakan keberuntungan bagi mereka.
Berbanding terbalik dengan keadaan meriah di sepanjang jalan di ibukota, kamar Han Aruna memikiki atmosfer yang aneh. Han Mora telah dipanggil oleh Kaisar Shen Holling untuk mengabarkan rencana Shen Su Huan untuk melamar Han Aruna sore hari dua hari yang lalu setelah Shen Su Huan kembali dari luar kota untuk menyelesaikan urusan nya yang entah apa itu.
Saat itu kaisar Shen Holling juga sangat terkejut saat mendengar permintaan putra kesayangannya untuk merestuinya melamar Han Aruna. Apalagi waktu yang dimintanya adalah tiga hari setelahnya.
Maka dari itu Shen Holling segera memanggil Han Mora untuk membicarakan masalah ini. Untung saja tanggapan Han Mora ternyata malah sangat mendukung ide itu. Bahkan menurutnya waktu tiga hari terlalu lama!
Sejak pulang dari istana, Han Mora sudah larut dalam kegembiraan. Ia menata banyak hal untuk menyiapkan penyambutan untuk rombongan yang datang dari istana untuk melamar putri kesayangannya.
Han Mora juga memaksa Han Aruna untuk merawat dirinya meskipun anak gadisnya itu mengelak dengan keras dan berkata bahwa ia tidak mau menikah. Tetapi bukan Han Mora jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Di bawah bujukan dan desakan Han Mora, Han Aruna menuruti semua yang diminta Han Mora ingin dia lakukan.
Saat ini Han Aruna sudah tampil sangat cantik setelah dirias di bawah pengawasan penuh Han Mora. Ia duduk di dalam kamarnya menunggu kedatangan rombongan Shen Su Huan yang datang untuk melamar.
"Se Se aku pusing memakai semua ini. Biarkan aku melepas beberapa." Han Aruna mengulurkan tangannya untuk melepas hiasan rambut di kepalanya. Sebenarnya riasan Han Aruna adalah riasan yang sederhana yang sama sekali tidak berat. Itu hanyalah alasannya saja untuk dapat melepasnya.
"Nona jangan lakukan itu atau Nyonya akan menghukumku nanti." Yang Se Se menahan tangan Han Aruna yang sudah memegang hiasan rambut bunga sakura dengan mutiara.
"Tidak akan! Ibu tidak akan menghukummu."
"Jangan nona." Belum sempat Han Aruna menyela untuk mendapatkan keinginannya, seorang pelayan masuk dan memberitakan bahwa rombongan pelamar sudah datang dan Han Mora meminta Han Aruna untuk keluar.
"Aruna sangat beruntung mendapatkan lamaran ya gak begitu baik dari Yang Mulia." Ucapkan Han Mora setelah ia selesai menilai pemuda yang ada di depannya dengan puas.
"Sepertinya Nyonya Han keliru. Justru sayalah yang beruntung dapat menikah dengan Aruna."
"Hahahaha. Anak nakal itu pasti melakukan hal baik di kehidupan sebelumnya hingga membuatnya yang tidak bisa diatur itu malah disukai oleh seorang putra mahkota yang mulia seperti anda."
"Siapa yang nakal?" Suara gadis yang tegas terdengar diiringi langkah kaki yang ringan masuk ke dalam aula.
Semua orang di dalam Aula menoleh dan mengunci pandangan mereka pada seorang gadis cantik yang berjalan masuk ke dalam Aula. Hanfu peach dengan pola bunga Anggrek putih seperti mengambang di atas awan. Rambutnya yang hitam tergerai lurus dengan hiasan sederhana. Permata kaca yang menggantung pada hiasan bunga sakura yang dipakai bergerak-gerak dengan indah. Terlihat berkilau memantulkan cahaya. Wajahnya yang adil seputih putih telur rebus memiliki sedikit rona kemerahan di pipinya. Dagunya yang indah memberi kesan indah pada bibir berwarna ceri dengan bentuk yang indah dan seksi.
Wajahnya yang cantik alami kini terlihat semakin cantik dengan sapuan bedak tipis yang membuat wajahnya terlihat sempurna. Membuat semua orang merasa sesak saat memandang wajah cantiknya yang menyesakkan. Han Mora yang mengetahui putrinya memang cantik masih saja terpesona saat melihat kecantikan Han Aruna untuk kesekian kalinya. Hanya Shen Su Huan yang tampak biasa saja saat melihatnya. Namun hanya dia yang tahu usaha kerasnya untuk menahan diri agar tidak merangsek maju dan membawa Han Aruna ke dalam ruangan dan menyembunyikannya dari pandangan semua orang.
Dia tidak rela membiarkan orang lain melihat kecantikan kucing kecilnya!
"Maafkan putri saya ini Yang Mulia. Dia memang seperti ini. Tapi, Yang Mulia bisa datang kemari untuk melamarnya sudah pasti juga mengetahui hal ini dengan baik. Dia memang agak sedikit nakal." Han Mora mencondongkan tubuhnya dengan merendahkan suaranya. Tetapi masih keras dan dapat didengar semua orang.
"Ibu..."
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_58☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share