
Han Aruna baru saja menutup matanya dan bersiap untuk tidur saat ia merasa ada aura yang sedikit familiar berada tidak jauh darinya. Han Aruna berpura-pura tidur saat merasakan pergerakan di yang datang menghampirinya. Aura orang itu asing sekaligus familiar pada saat yang sama.
Kekuatan orang itu haruslah kuat hingga ia tidak menyadarinya sampai orang itu sudah masuk ke dalam kamarnya. Han Aruna tidak berani bertindak dengan tergesa-gesa untuk menghadapinya. Jadi dia hanya bisa menunggu apanya diinginkan orang itu karena ia tidak merasakan niat membunuh darinya.
"Kamu masih bisa berpura-pura tidur saat mengetahui aku datang?" Tubuh Han Aruna tidak bisa bergerak saat orang itu tiba-tiba berbaring di sampingnya dan mengunci kaki dan pinggangnya.
"Putra mahkota! Kenapa anda datang kemari? Apakah anda tidak tahu jika datang ke dalam kamar anak gadis di tengah malam sangatlah tidak sopan?" Han Aruan membuka matanya dan melotot. Baru ia menyadari bahwa aura seagung ini hanya dimiliki oleh Shen Su Huan. Tetapi dibandingkan dengan satu minggu yang lalu, aura ini memang terasa lebih kuat.
"Aku rasa ini tidak masalah. Aku hanya mengunjungi permaisuri masa depanku. Apa yang salah dengan itu?" Shen Su Huan masih tidak berniat untuk melepaskan Han Aruna. Ia mengembangkan senyum di bibirnya yang seksi.
"Sial! Aku bahkan tidak bisa menyangkal pesonanya!" Gumam Han Aruna dalam hati melihat ketampanan luar biasa Shen Su Huan tepat di depan wajahnya.
"Kenapa anda suka sekali mengklaim secara sepihak?"
"Aku sudah menandaimu. Kamu juga menandaiku. Bagaimana bisa dikatakan keputusan sepihak?"
"Anda tidak tahu malu!" Han Aruna memalingkan wajahnya menghindari mata Shen Su Huan yang sehitam dasar sumur kuno yang siap menenggelamkan siapapun yang menatapnya.
"Kenapa kamu pulang lebih awal tadi malam?" Shen Su Huan tidak meneruskan topik yang membuat Han Aruna marah. Jadi dia segera mengalihkan pembicaraan.
Han Aruna tidak menyangka jika Shen Su Huan telah menemukannya tadi malam. Jadi itulah kenapa ia bertindak sok keren? Hemp!!!
"Tidak ada alasan. Hanya saja tidak ada yang menarik lagi." Jawab Han Aruna sekenanya.
"Oh...ngomong-ngomong jubah baja yang Serikat dagang Anggrek Bulan hadiahkan pada para pasukan berkerja dengan cukup baik." Shen Su Huan tersenyum penuh maksud saat ia berbicara.
Han Aruna menyadari sesuatu lagi. Jadi dia tahu bahwa ia berniat menggunakan pasukan mereka untuk menguji coba? Lalu kenapa dia tidak menghentikannya? Bagaimana jika produknya gagal dan melukai pasukannya? Wajah Han Aruna berubah-ubah saat ia berpikir. Shen Su Huan kembali tersenyum melihat perubahan ekspresi nya.
"Aku mempercayaimu. Lagipula kamu yang telah memberikan semua bukti kejahatan itu padaku. Kamu tidak akan memberikan barang dengan kualitas buruk yang dapat merusak rencana. Apa aku benar?"
"Apa selain berlatih kultivasi, anda juga belajar menjadi cenayan yang dapat mengetahui isi pikiran seseorang?" Han Aruna mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Membuat Shen Su Huan hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya. Tetapi ia mengingat jika ia melakukan nya dengan paksa, gadis mungil di dalam pelukannya ini akan segera mengeluarkan cakar dan taringnya untuk menyerangnya. Terapi bukan itu ketakutan terbesarnya, melainkan kemarahan gadis itu nantinya.
"Hahahaha. Tentu saja tidak. Tetapi apa kamu pernah mendengar bahwa seseorang akan dapat membaca pikiran pasangannya? Kurasa itu yang terjadi diantara kita." Shen Su Huan tersenyum bangga saat ia berbicara.
"Omong kosong."
"Itu benar. Karena itu pulalah aku datang kemari. Aku ingin kamu bertanggung jawab atas sakit hatiku tentang apa yang kamu lakukan dengan pria berambut terbakar itu tadi siang." Bibir Han Aruna berkedut. Kenapa bisa ibunya dan putra Mahkota mesum ini memiliki julukan yang sama untuk Arnold?
"Memangnya apa yang aku lakukan? Lagipula apa yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengan Anda Yang Mulia."
"Tentu saja ada. Bukankah aku sudah pernah berkata bahwa kamu adalah milikku? Calon ratuku. Bagaimana kamu bisa menyentuh kepala pria lain begitu saja?"
Jadi pria ini datang mengendap-endap kemari di tengah malam gara-gara hal sepele itu?
"Yang Mulia, aku dan Arnold sudah bersahabat sejak lama. Tidak ada hubungan apa-apa diantara kami. Eh...kenapa aku harus menjelaskannya? Huh!" Han Aruna mendengus kesal.
"Tetapi dia tidak berpikiran yang sama. Apakah kamu tidak menyadari bahwa ia menyukaimu?"
"Meskipun dia menyukaiku juga tidak ada hubungannya dengan anda kan?"
"Tentu saja ada. Mana bisa aku biarkan seorang pria menyukai calon istriku."
"Berhenti menyebut calon ratu, calon istri atau apalah! Telingaku gatal." Ucap Han Aruna kesal.
"Ya...Yang Mulia, tolong jaga batasan anda." Han Aruna memalingkan wajahnya yang memerah.
"Aku tahu batasanku. Aku tidak akan melakukan apa-apa selain meminta tanggung jawab darimu." Bibir Shen Su Huan masih berada di telinga Han Aruna saat ia bicara. Membuat tubuh Han Aruna semakin merasa tidak nyaman.
Ekspresi Shen Su Huan yang awalnya lembut berubah menjadi gelap saat ia merasakan pergerakan dari aura yang kuat. Kilauan emas terlintas di mata hitamnya. Tetapi Han Aruna tidak sempat melihatnya karena itu hanya sepersekian detik sebelum kembali normal.
"Tanggung jawab apa yang anda maksudkan?" Han Aruna memberanikan bertanya. Mengenal Shen Su Huan selama ini membuatnya menyadari bahwa pria ini sangat sulit dilawan dan sangat keras kepala. Sebelum dia mendapatkan apa yang dia inginkan, dia tidak akan melepaskannya dengan mudah.
Shen Su Huan menyadari bahwa ia tidak bisa tinggal di sana lebih lama lagi atau sesuatu yang buruk akan terjadi. Jadi dia meraih tangan Han Aruna dan meletakkannya di atas kepalanya.
"Begini. Bukankah kamu melakukannya begini tadi pagi?" Han Aruna tercengang. Bukankah dia lebih mirip dengan anak kecil?
"Tapi karena aku adalah calon suamimu, aku harus mendapatkan yang lebih." Saat Han Aruna masih sibuk memikirkan sifat kekanakan Shen Su Huan, Shen Su Huan segera mengambil kesempatan untuk mencium pipi Han Aruna sebelum ia menarik dirinya untuk berdiri sebelum gadis kecil itu sadar dan mengeluarkan cakar dan taringnya.
"Aku harus pergi sekarang. Di luar berbahaya. Pastikan untuk tetap waspada dan jangan keluar dari kamar. Oke?" Ucap Shen Su Huan sambil menuangkan teh dan memberikannya pada Han Aruna yang menggertakkan giginya dengan kesal.
"Apa yang terjadi?" Han Aruna segera teralihkan. Menerima teh dari Shen Su Huan dan bertanya dengan serius.
"Orang itu sudah tidak sabar untuk bergerak. Mereka menyewa pembunuh bayaran tingkat tinggi di Fengtian untuk membebaskan Xu Ruo Feng."
"Aku akan ikut." Han Aruna meraih jubah luarnya yang ada di sisi ranjannya.
"Tidak perlu. Masalah seperti ini tidak perlu kamu yang turun tangan. Aku tidak akan membiarkan masalah ini mengganggu tidurmu. Lebih baik kamu istirahat sekarang."
"Bukankah anda yang telah menggangu tidurku Yang Mulia?" Cibir Han Aruna.
"Hahahaha. Kalau itu adalah kasus lain. Aku pergi dulu. Aku akan mengunjungi lagi segera." Ucap Shen Su Huan sebelum ia keluar dari jendela dan menghilang di tengah malam yang gelap.
"Siapa yang mau kamu kunjungi lagi? Dia pikir siapa dia? Hanya karena dia kuat dia bertindak seenaknya saja!" Gerutu Han Aruna kesal.
"Nona, orang itu tidak sesederhana yang terlihat. Nona harus berhati-hati padanya." Xiao Qiu yang dipanggil beberapa kali oleh Han Aruna sejak tadi tiba-tiba muncul di depannya dengan roti kukus isi daging di mulutnya. Xiao Huang juga muncul tidak lama setelah itu di udara.
"Benar Nona. Bukankah aku juga sudah pernah mengatakan ini?" Xiao Huang menambahkan.
"Aura orang ini sangat aneh. Aku tidak pernah merasakan orang biasa yang memiliki aura seperti ini sebelumnya."
"Benar. Dia bahkan bisa memblokir ruang dimensi Mandala kita."
Han Aruna juga merasa ada yang aneh dengan aura yang dimiliki Shen Su Huan. Tetapi aura itu tidak membuatnya tidak nyaman sama sekali seperti ia telah terbiasa dengan itu.
"Sudahlah. Hari ini sangat melelahkan. Kalian masuklah kembali ke dalam ruang dimensi. Aku ingin beristirahat."
Xiao Qiu dan Xiao Huang kembali menghilang. Kamar kembali hening. Namun pikiran Han Aruna penuh dengan pikiran siapa Shen Su Huan sesungguhnya?
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_47☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share