The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap



Bagi seluruh anggota sekte, Rahasia sekte Devil Dolls adalah yang paling utama. Laki-laki itu mengorbankan hidupnya untuk melindungi informasi. Untuk memanggil makhluk yang berada pada tingkatan binatang mitos, ia harus menyerahkan seluruh energinya. Energi kehidupan. Yang artinya ia akan mati setelah melakukan pemanggilan. Untuk melindungi sekte, nyawanya bukan lagi masalah.


Selain itu, alasan utamanya adalah bahwa sebelum mereka masuk ke dalam sekte, mereka telah membuat janji api. Mereka harus memakan pil api sebagai jaminan. Jika seorang anggota sekte melanggar janji atau mengungkapkan identitasnya pada orang lain, ia akan menjalani hidup dengan sengsara. Seluruh tubuhnya akan merasakan panas seperti terbakar api setiap hari. Tidak ada obat yang bisa mengobati ataupun mengurangi rasa sakit yang diderita hingga membuat orang yang menderita akan lebih memilih mati dari pada hidup. Tetapi pada saat ini, bagaimanapun caranya, dia tidak akan bisa mati.


Suara gemerisik datang dari balik semak-semak. Diikuti dengan robohnya beberapa pohon yang berada pada jalurnya. Suara gigi gemelutuk terdengar nyaring dan menakutkan. Langkah kaki semakin dekat terdengar. Laki-laki itu menyeringai. Sepertinya dia sudah bisa menebak binatang apa yang akan datang untuk menghancurkan gadis kecil yang mengganggu urusannya itu.


Phoenik kecil  juga mengenali auranya. Sayapnya mengepak di udara. Han Aruna menaikkan alisnya tidak mengerti. Burung kecil berbulu kuning dan merah ini sepertinya senang saat ini. Apa sebenarnya yang akan datang?


"Apa kita harus lari sekarang?" Mendengar suara nonanya, Phoenik kecil lupa mengepakkan Sayapnya dan jatuh ke tanah. Han Aruna tersenyum saat melihat bulunya yang tertutup debu tebal. Berguling-guling.


"Jangan nona. Kita tidak perlu lari." Phoenik kecil tertegun sebentar sebelum menjawab dengan panik.


Han Aruna mengangkat alisnya. "Kenapa?" Bukannya dia yang memintanya untuk berlari tadi?


"Nona akan tahu sebentar lagi." Phoenik kecil mengabaikan rasa kesalnya karena ditertawakan. Berdiri dari tanah dan mengibaskan bulunya. Debu hitam dikirim terbang. Warna kuning dan merahnya kembali cerah.


"Siapa yang berani mengganggu pangeran ini makan?" Suara anak kecil sangat kontras keluar dari seekor kura-kura besar dengan punggung yang keras. Taoti. Salah satu dari empat makhluk Mitos yang melegenda. Usianya hampir sama dengan Phoenik kecil saat ini. Dan dia masih bayi! Namun meskipun Taoti masih bayi, sebagai binatang Mitos dia memiliki kemampuan memahami dan berbicara bahasa manusia sejak dilahirkan. Berbeda dengan binatang Spiritual biasa yang harus mencapai tingkat tinggi dengan level tinggi yang bisa melakukannya.


"Hahahaha. Kamu akan mati sekarang gadis kecil." Tertawa terbahak-bahak saat laki-laki itu melihat punggung keras yang menerobos. Menyebabkan banyak pohon di sekitarnya tumbang.


Laki-laki itu melipat kedua kakinya di tanah. Bibirnya berkomat-kamit saat tangannya membentuk formasi yang aneh yang segera terbang menuju tubuh Taoti.


Taoti pada dasarnya adalah pelahap apapun. Serangan yang datang bahkan formasi yang datang tidak akan mampu menyerangnya. Kura-kura itu membuka lebar mulutnya dan melahap formasi yang datang ke arahnya.


"Nyam nyam. Ini tidak enak." Gerutunya saat ia mengunyah dengan santai formasi yang dibentuk laki-laki paruh baya itu untuk mentransmisikan perintah terakhirnya sebelum ia mati.


Melihat betapa rakusnya kura-kura itu Han Aruna menaikkan alisnya dengan jijik. Phoenik kecil segera keluar dari ruang alam dimensi dan mengepakkan sayap kecilnya dengan semangat.


"Ini... bagaimana mungkin?" Laki-laki itu terkejut dan segera mundur dua langkah. Ia tidak bereaksi cepat saat Taoti datang dan membuka mulut lebarnya padanya. Melahapnya dengan sekali telan. Dia tidak sempat berteriak sebelum tulang-tulangnya remuk dan *****.


"Nyam nyam. Pahit." Taoti mengulurkan lidahnya yang bergerigi tajam. Kepalanya bergerak. Ke kiri dan ke kanan. Mencari sesuatu untuk dimakan.


Han Aruna dan Phoenik kecil yang melihat dari samping hanya bisa diam tanpa berkomentar. Memang layak disebut binatang pelahap. Dia akan makan apapun yang ada di depan mulutnya. Bahkan jika itu adalah tubuhnya sendiri. Betapa rakusnya.


"..." Taoti terdiam kaget saat ia melihat Han Aruna dan Phoenik kecil di tempatnya. Matanya bergerak di antara keduanya.


"Apa? Mau memakan pangeran ini atau nona pangeran ini?" Phoenik terbangemgibaskan ekor dan sayapnya di depan wajah Taoti yang masih bingung.


"..."


Cling! Seorang anak laki-laki dengan tubuh gembul muncul begitu saja. Berlari dengan kaki pendeknya yang berisi dan memeluk paha Han Aruna sambil terus menggosoknya. Tidak peduli pihak lain mencoba mengusirnya pergi.


Phoenik kecil berwajah masam. Mereka dilahirkan hampir bersamaan. Tapi Taoti telah menunjukkan  hasil yang jauh darinya. Dia sudah bisa merubah wujudnya menjadi manusia. Sedangkan dia masih harus mengepakkan sayapnya yang kecil. Sungguh tidak adil!


"Nona... akhirnya aku bisa menemukanmu. Huwuwuwu." Air mata meleleh di kedua pipi Taoti yang halus.


"Apa maksudmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Han Aruna bertanya dengan bingung. Melihat reaksi Phoenik kecil yang seperti mengenal Taoti bahkan sebelum mereka melihatnya sepertinya ada rahasia dibalik ini semua.


"Wuwuwuwu. Nona melupakanku. Tapi itu tidak aneh. Kejadian itu..."


"Xiao Qiu! Berhenti main-main." Phoenik kecil berteriak dengan marah. Dia bertemu dengan nona mereka terlebih dahulu. Dan dia bahkan menunggunya hanya untuk memberi tahu semuanya. Tapi Taoti ini.... tsk! Dia bergegas begitu mereka bertemu.


"Xiao Huang ada apa ini?" Han Aruna semakin tidak mengerti.


"Nona, Taoti ini adalah Xiao Qiu. Aku dan Xiao Qiu sudah mengikutiku sejak kehidupan sebelumnya. Karena suatu kejadian kita semua harus berpisah selama ribuan tahun. Tapi untuk saat ini, kami masih belum bisa memberitahu Nona mengenai rahasia kelahiran kembali ini. Kita hanya bisa menunggu Nona menjadi lebih kuat." Alasan dibalik kelahiran kembali mereka adalah sesuatu yang besar. Jika Nona mereka dengan kekuatan saat ini mengetahuinya, takutnya akan terjadi hal yang tidak diinginkan yang tidak mungkin tidak mereka harus kembali berpisah dan entah berapa ribu tahun lagi mereka akan bertemu


"Aku benar-benar tidak mengerti Xiao Huang."


"Tidak apa-apa Nona. Saat ini yang paling penting adalah menjalin kontrak Nona dengan Xiao Qiu terlebih dahulu agar kita selalu terhubung." Xiao Huang menjelaskan dengan tenang.


"Ya Nona ya Nona. Jadikan aku binatang kontrak Anda." Xiao Qiu bersemangat saat ia membuka mulut kecilnya. Lidah merah berdirinya mengintip penuh minat.


Han Aruna masih terdiam beberapa saat sebelum ia akhirnya sadar kembali. Meskipun ia masih tidak mengerti, ia masih menggores ujung jarinya dengan kuku sebelum darah merah yang cerah keluar. Xiao Qiu dengan semangat menjilati darah di ujung jari Han Aruna.


Xiao Qiu tidak membiarkan banyak darah Han Aruna terbuang. Setelah itu kekuatan yang berasal dari dalam tubuhnya meledak keluar. Tubuhnya terbang dengan cahaya biru yang terang. Sebuah pola terbentuk di atas tubuh Xiao Qiu dari cahaya yang menyilaukan seperti petir. Semakin banyak cahaya yang keluar dari tubuh Xiao Qiu. Meringkuk sebelum punggungnya memiliki pola teratai biru terbentuk dan menghilang seiring merebutnya cahaya.


Perlahan-lahan tubuh Xiao Qiu turun. Memberi hormat sebelum ia akhirnya menghilang menjadi siluet biru dan masuk ke dalam ruang dimensi Han Aruna.


Tak jauh dari mereka, rombongan Shen Su Huan datang. Phoenik yang merasakan aura lain segera masuk ke dalam ruang dimensi. Keberadaannya masih tidak boleh ditunjukkan pada siapapun. Kalau tidak, sesuatu yang buruk bisa saja menimpa mereka. Menatap khawatir Nonanya yang pucat, Xiao Huang terbang dan menghilang.


Tubuh Han Aruna lemas. Proses kontrak menguras tenaganya. Tubuhnya limbung sebelum ia bisa duduk bermeditasi.


Melihat Han Aruna yang limbung, Shen Su Huan bergegas menangkap tubuh Han Aruna yang hampir menyentuh tanah.


"Kamu...." mata Han Aruna gelap sebelum pandangannya kabur. Namun ia dengan jelas melihat wajah Shen Su Huan yang khawatir.


...~○○○~...


...~♡The Story Of Han Aruna_31♡~...