The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
66. Shen Su Huan Menawar Harga



Lelang terus berlanjut. Barang yang dikeluarkan juga semakin berharga. Hampir semua barang sudah dikeluarkan dan mereka yang menawarkan tinggal yang berada di ruang VIP maupun VVIP. Orang-orang yang bisa menempati kedua lantai ini bukanlah orang sembarangan. Semuanya memiliki pengaruh dan kekuasaan. Setiap mencapai harga akhir barang, mereka akan membuat takjub para pelanggan di lantai pertama.


Di bawah, setelah barang telah laku, Dong Jun kembali memanggil pelayan untuk membawa masuk barang lelang yang terkahir. Kali ini barang yang dilelang bukan lagi senjata spiritual maupun pil, tetapi bahan herbal langka. Batu inti binatang spiritual, landak emas tingkat tinggi yang merupakan bahan yang bisa diolah menjadi eliksir yang digunakan untuk membuat pil. Inti landak emas ini juga merupakan bahan baku untuk membual pil pengumpul roh.


Melihat sebuah kristal berwarna ungu gelap yang bercahaya di dalam sebuah kotak kayu hitam, Shen Su Huan tanpa sadar meremas jari tangannya yang menggenggam cangkir teh. Ekspresi tenangnya juga berubah meskipun hanya sekelebat mata. Namun Han Aruna telah melihat perubahan ekspresi yang singkat ini.


"Aku tidak menyangka Yang Mulia tertarik pada inti kristal landak emas ini." Han Aruna melirik Shen Su Huan dan memicingkan matanya.


"Ya. Aku membutuhkan inti landak ini untuk dipadukan dengan air suci surgawi."


"Ooh..." Han Aruna tidak berbicara lagi. Ia memberi kesempatan pada Shen Su Huan untuk ikut dalam pelelangan.


Shen Su Huan masih belum memberikan harganya setelah sekian lama. Ia tidak menyukai hal yang bertele-tele. Ia akan ikut menawar saat harga sudah akan mencapai akhir. Harga Inti landak emas dari penawaran yang dibuka mulai dua ratus ribu koin emas saat ini telah mencapai empat ratus lima puluh dan hanya dua orang yang tersisa yang ikut dalam penawaran ini yang kesemuanya adalah pelanggan di lantai tiga. Pria di ruang dua dan seorang wanita di ruang lima. Mengingat dimana mereka berada, keduanya pastilah tidak bisa disinggung bagaimanapun caranya. Tetapi Serikat Anggrek Bulan memiliki aturannya sendiri dimana kekuasaan dan status tidak berlaku. Siapa yang menawarkan paling tinggi dialah yang berhak mendapatkan barang tersebut.


Penawaran sepertinya sudah mulai berakhir, seorang wanita dari akar VVIP dengan suara teredam mengumpat kesal saat ia tidak bisa menambah harga untuk penawarannya. Saat ini harga telah mencapai lima ratus delapan puluh ribu koin emas dan Dong Jun sudah akan menghitung sampai tiga ketika suara Shen Su Huan terdengar nyaring dan mengejutkan semua orang saat ia menyebutkan nilai penawaran yang dia berikan.


"Tujuh ratus ribu." Dibandingkan dengan penawaran sebelumnya, selisih harga dari penawaran sebelumnya sangat jauh. Seketika, keheningan terjadi.


Karena tidak ada penawaran yang diberikan setelah itu, Dong Jun segera menghitung mundur. Tetapi pada detik terakhir, pelanggan dari ruang VVIP nomor dua kembali terdengar. "Tujuh ratus sepuluh."


"Delapan ratus ribu." Han Aruna melirik Shen Su Huan yang menyebutkan harga selangit itu dengan santai. Tapi ia tidak mengatakan apapun selain menyesap tehnya dengan santai. Namun bukan masalah harga yang menjadi perhatian Han Aruna, melainkan untuk apa Shen Su  Huan menghabiskan  begitu banyak uang untuk membeli sebuah bahan herbal langka.


Setelah mendengarkan kenaikan harga yang terlalu tinggi, pelanggan di ruang VVIP dua akhirnya menyerah. Di Serikat Anggrek Bulan, setiap orang yang telah menawar harus memastikan bahwa dia memiliki cukup uang di tangannya. Jadi saat dia mengambil barangnya uangnya sudah tersedia. Intinya, kalimat kasarnya adalah tidak boleh berhutang.


Pelanggan pria di ruang VVIP dua adalah seorang kaisar muda yang baru diangkat dari kerajaan Tang Utara. Dia memiliki undangan khusus bukan karena dia adalah seorang kaisar, melainkan karena kemampuannya yang tidak boleh disepelekan. Sebelumnya, ia sudah menghabiskan banyak koin emas yang dibawanya  unruknmemberi dua namanya berharga. Jadi saat ini uangnya sudah tidak cukup lagi untuk digunakan menawarkan inti landak emas ini.


Inti landak emas ini sebelumnya tidak diumumkan ada di dalam lelang. Hanya menyebutkan bahwa ada benda misterius yang berharga. Ia tidak menyangka jika yang dimaksud benda misterius ini ajah inti landak emas yang sedang dicarinya. Ia membutuhkan inti landak emas untuk membuat eliksir yang dapat ia gunakan untuk menyembuhkan kekasihnya yang telah lama tidak sadarkan diri.


"Delapan ratus sekali..." teriak Dong Jun dengan lantang. "Delapan ratus dua kali....ayo apakah ada lagi yang ingin menawar sebelum saya menghitung sampai tiga."


"Baiklah. Inti Landak emas ini sudah didapatkan oleh pelanggan di ruang VVIP nomor satu. Saya ucapkan selamat."


Shen Su Huan kembali tenang.  Sepertinya orang tidak akan percaya jika yang baru saja  berdebat dengan angkuh aadalah dirinya.  


"Kamu pasti bertanya untuk apa aku mendapatkan inti landak emas ini kan?" Shen Su Huan berbicara tanpa diminta.


"Sedikit." Han Aruna tidak mengekspos dirinya sendiri.


"Sebentar lagi. Saat kamu akan menjadi putri mahkotaku, aku akan mengajakmu untuk menemui seseorang. Tentu saja jika kamu sudah tidak sabar untuk menemuinya, waktu pernikahan kita bulan depan bisa dimajukan menjadi minggu depan." Shen Su Huan tersenyum berbinar saat ia menatap Han Aruna.


"Huh! Siapa yang peduli? Aku tidak penasaran sama sekali. Aku bahkan berharap jika pernikahan ini lebih baik ditia...ap...emp.."


Di dua ruang VVIP, perintah yang sama telah diberikan. Keduanya meminta orang untuk merebut inti landak emas bagaimanapun caranya. Identitas tamu dirahasiakan jadi mereka tidak tahu satu sama lainnya. Mereka hanya bisa mengawasi sekarang orang yang keluar dan masuk ke dalam ruang kerja Dong Jun untuk menyelesaikan pembayaran dan pengambilan barang yang berhasil mereka dapatkan.  


Inti landak emas ini adalah barang terakhir yang dilelang pada hari ini. Jadi setelah lelang berakhir, Dong Jun turun dari platform dan masuk ke dalam ruang kerjanya dimana sudah ada barisan panjang yang berbaris untuk mengantri mengambil barangnya.


Memanfaatkan keramaian yang terjadi, beberapa orang sedang mengawasi situasi di sekitarnya. Mereka bertugas untuk melihat siapa yang kemungkinan besar telah mendapatkan inti landak emas itu. Setelah itu, baru mereka akan mudah untuk mengikutinya pada saat pulang dan mengambil inti landak emas itu.


Namun mereka tidak akan menduga jika pemilik baru inti landak emas itu sudah memikirkan cara bagaimana mengamankan barang miliknya yang telah ia dapatkan dengan susah payah.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_66☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share