
Shen Lin Yang mengepalkan tangannya erat saat ia menguatkan hatinya bahwa ia harus melawan Shen Su Huan bagaimanapun caranya. Lagipula dia sudah sampai pada tahap ini. Tidak ada cara baginya untuk kembali dan menyesali semuanya. Jadi pada saat ini suka maupun tidak suka ia tidak akan menyerah.
"Seperti yang dikatakan oleh tuan muda Xu. Semua ini adalah untuk dijual kembali. Ini adalah bisnis kerjasama diantara kami. Tidak ada larangan tentang hal ini. Jadi apa alasan putra Mahkota tiba-tiba mengepung tempat ini?" Shen Lin Yang melemelepas topeng merahnya dan melemparkannya di samping.
"Oh. Kalian berkerja sama di sini? Bagus. Karena kalian berdua sudah mengakui keterlibatan kalian berdua dalam hal ini, pekerjaanku akan lebih mudah. Ji Chen, tangkap kedua tersangka dan bawa ke hadapan kaisar. Tunjukkan pada semua orang apa akibatnya jika berkhianat pada kerajaan Bei kita."
"Baik Yang Mulia." Shen Ji Chen mengangguk dan memerintahkan anak buahnya untuk bertindak.
"Jangan kurang ajar anak haram! Kalau kau berani macam-macam padaku, aku pastikan kau tidak akan hidup damai di istana." Shen Lin Yang menatap tidak suka pada Shen Ji Chen. Sejak kecil ia selalu menindas Shen Ji Chen yang lebih tua darinya beberapa bulan.
"Bagaimanapun aku adalah anak kandung Yang Mulia Kaisar. Jika kamu tidak suka, itu bukan urusanku. Saat ini pangeran ke lima telah melanggar hukum dengan merencanakan pengkhianatan dengan pihak lain. Hukuman berat sudah menanti. Dari pada mengkhawatirkan masa depanku di istana, lebih baik mulai memikirkan cara untuk memohon ampunan agar Kaisar memberi keringanan hukuman yang akan kamu terima." Shen Ji Chen Sudah terbiasa dirundung dan diejek sejak kecil. Jadi sebanyak apapun orang-orang mengejeknya, ia tidak pernah memasukkannya ke dalam hati. Lagipula tukang dirinya yang ingin dilahirkan menjadi anak dari Kaisar.
"Kau!" Shen Lin Yang mengepalkan tangannya.
Shen Ji Chen maju untuk menangkap Shen Lin Yang. Tetapi Shen Lin Yang melawan saat hendak ditangkap. Kekuatan Shen Ji Chen yang terbiasa berada di perbatasan jelas memiliki kekuatan yang lebih unggul dari Shen Lin Yang. Jadi dalam sekejap mata, Shen Lin Yang dapat ditundukkan dengan mudah. Namun, Shen Lin Yang juga memiliki penjaga rahasia yang akan melindunginya saat dia terpojok.
Sementara itu Xu Ruo Feng juga menolak ditangkap begitu saja. Dengan statusnya sebagai calon kepala keluarga Xu di masa depan, dia memiliki banyak pengawal penjaga yang memiliki kemampuan yang cukup tinggi di sisinya.
Kali ini pertarungan yang sesungguhnya terjadi antara kedua belah pihak. Shen Su Huan dengan tenang menonton dari samping melihat bagaimana kemampuan anak buahnya menyergap musuh dengan kekuatan mereka yang sebenarnya.
Han Aruna masih berada di atas pohon. Kali ini gadis itu bahkan mengeluarkan kunci dari dalam ruang dimenasinya dan melipat kedua kakinya. Menonton pertunjukan seru di depannya. Selama beberapa bulan terakhir, ia menghabiskan banyak waktunya dengan terombang ambing di atas kapal. Ia sudah terbiasa melihat pertarungan di atas kapal saat ada bajak laut yang mencoba membajak kapal mereka. Setelah semuanya ia merasa bosan. Saat ini ada pertempuran di atas daratan yang sudah lama tidak ia lihat, jadi ia akan menikmati Menontonnya.
"Nona, utusan dari ibukota datang. Nyonya besar memerintahkan anda untuk segera kembali." Xiu Qiu menghampiri Han Aruna yang masih asik menonton di atas pohon.
"Ada apa lagi?"
"Urusan itu berkata bahwa jika anda tidak kembali besok, pernikahan anda sudah akan diputuskan begitu anda kembali."
"Ck! Bukanlah ini berlebihan?" Han Aruna mendengus saat ia melemparkan biji kuaci yang tersisa di tangannya ke sembarang arah. Kekuatan yang digunakan Han Aruna cukup besar sehingga biji-biji kuaci itu dengan sukses menancap pada batang pohon di sekitar. Xiu Qiu menelan ludahnya dengan susah payah. Bukankah kekuatan nonanya sedikit menakutkan? Ia berpikir siapa yang akan berani menikah dengan nonanya di masa depan.
Han Mora juga sedang menatap pangeran Arnold dengan kesal. Sejak pangeran berambut pirang itu datang ke kediamannya, ia menolak untuk kembali ke istana. Ia bersikeras untuk tinggal di kediaman Han dan menunggu sampai Han Aruna kembali.
Arnold cukup dekat dengan Han Mora sejak ia mengenal Han Aruna. Dan Han Mora selalu dibuat kesal olehnya sejak pertama kali mereka bertemu. Pangeran itu selalu saja menempel pada putrinya seperti lem kualitas tertinggi di jenisnya. Sejak mereka masih kecil.
"Arnold! Sudah aku bilang kalau masuk ke dalam ruangan jangan suka mengagetkanku. Lihat! Tulisanku yang indah jadi rusak kan!" Gerutu Han Mora kesal. Ia melemparkan kuasnya sehingga membuat tinta di kuas mengenai lukisan kaligrafinya dan semakin membuatnya rusak.
"Hehehe bibi. Maafkan aku. Tapi aku sudah mengetuk pintu beberapa kali tadi. Bibi sangat mirip dengan Aruna jika menulis pasti terlalu fokus dan tidak mendengar apapun." Arnold masuk dengan rasa bersalah.
"Bukankah sudah berkali-kali aku ingatkan untuk tidak masuk ke dalam ruang kerjaku seenaknya saja? Kenapa kamu masih selalu mencoba sampai mana kesabaran yang aku miliki untukmu? Jangan pikir hanya karena kamu adalah putra mahkota kerajaan Barat aku tidak akan berani memberimu pelajaran hah!" Han Mora menggerakkan giginya dengan marah.
"Maafkan aku bibi. Aku akan mengingatnya lain kali."
"Huh. Aruna tidak ada di sini. Kenapa kamu tidak kembali saja ke istana?"
"Tidak bibi. Aruna selalu menipuku. Dia selalu berkata bahwa dia akan datang. Tetapi sampai sekarang dia sama sekali tidak muncul di sana."
"Apakah kamu seorang bayi yang masih membutuhkan ibumu untuk mengganti popokmu?" Han Mora mengejek.
"Tentu saja tidak bibi. Apa bibi tidak mohon aku ini adalah pria dewasa?"
"Tidak. kamu seperti anak kecil. lebih baik sekarang kamu keluar atau aku akan meminta penjaga untuk menendangmu keluar." Han Mora memelototi Arnold.
"Oke-oke bibi Han aku akan keluar sekarang. Besok aku akan datang lagi."
Han Mora menatap punggung Arnold dengan kesal. Lem seperti apa yang digunakan Han Aruna untuk membuat Arnold menempel padanya seperti anak itik yang selalu mengekor induknya?
...****************...
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_44☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share