The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
70. Potongan Kisah 1



Di sebuah tempat yang sangat indah, bunga-bunga sakura beterbangan di udara terbawa angin yang lembut. Aroma harum mewangi menyebar dan mengisi setiap hati setiap orang dengan perasaan hangat. Suara gemericik air terjun kecil terdengar samar. Lalu tawa yang renyah terdengar beriringan.


Tampak di kejauhan, di bawah rindangnya pohon sakura yang sedang berbunga lebat, sebuah ranjang dengan kelambu putih yang beterbangan meloloskan suara-suara yang terdengar dari dalam.


"Aku sangat mencintaimu istriku." Suara seorang pria terdengar begitu indah.


"Aku juga sangat mencintaimu suamiku." Suara wanita yang merdu juga terdengar.


"Di sepanjang hidup ini, juga di kehidupan di masa depan, aku berjanji akan selalu mencintaimu. Aku tidak akan pernah mencintai wanita lain selain dirimu." Suara indah pria itu terdengar sangat meyakinkan.


"Kalau begitu temukan aku dimanapun aku berada di masa depan. Aku juga tidak akan bisa hidup tanpamu."


Mata indah Han Aruna tiba-tiba terbuka. Entah kenapa ia merasa hatinya sakit saat ia mengingat mimpi yang tidak ia mengerti. Seperti kejadian di dalam mimpi pernah ia alami sebelumnya. Mungkinkah itu memang dirinya di masa lalu?


Apa yang terjadi di dalam Mimpi seperti membekas di hatinya. Hal ini membuatnya linglung. Semakin dipikirkan semakin banyak pertanyaan di dalam hatinya. Siapa pria di dalam mimpi? Siapa pria yang dia panggil sebagai suaminya itu? Apakah itu Shen Su Huan atau bukan? Jika bukan, kalau bagaimana dengan pernikahan yang telah direncanakan sebelumnya?


"Aku yakin kalian tahu siapa pria dalam mimpiku itu kan?" Han Aruna berbicara pada Xiao Huang dan Xiao Qiu yang sedang duduk menunggunya.


"Meskipun kami tahu, itu adalah di masa lalu. Sedangkan pada saat ini semau berubah. Seperti nian yang telah mendapatkan tubuh baru, Tuan pemilik Yang Agung juga pasti memiliki tubuh baru yang berbeda." Xiao Huang menjawab dengan segera.


"Jadi benar itu adalah potongan kecil dari masa laluku?"


"Itu benar nona. Mungkin ini karena Kekuatan nona saat ini sudah bertambah. Jadi sedikit demi sedikit masa lalu Nona akan terbuka." Jawab Xiao Qiu. Tapi meskipun jawaban itu masuk akal, Han Aruna masih tidak yakin dengan alasan ini.


"Benarkah? Lalu siapa laki-laki itu? Apa dia benar-benar adalah suamiku?"


"Benar Nona."


"Apakah itu putra mahkota Shen Su Huan?"


"Kami juga tidak yakin. Setelah kejadian seribu tahun yang lalu, kami juga kehilangan sebagainya besar ingatan kami. Mungkin jika Xiao Yuzu dapat ditemukan, kita bisa memastikannya." Xiao Yuzu adalah adlaah yang paling peka untuk mengenali aura.  Tubuh bisa saja berubah. Tetapi aura seseorang tidak akan dapat disamarkan atau digantikan.


"Xiao Yuzu?"


"Xiao Yuzu sama seperti kami yang merupakan binatang mitos milik Nona dari masa lalu. Dia adalah seekor naga Hijau. Tapi kami tidak yakin apakah dia juga bereinkarnasi atau dia masih hidup sampai sekarang."


"Itulah kenapa kami selalu meminta Nona untuk menjauhi pria itu. Jika suami asli Nona datang, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi."


"Heh... kita tunggu saja nanti." Dalam sekejap Han Aruna sudah kembali ke kamarnya.


Setelah Han Aruna menghilang, Xiao Huang menatap khawatir pada Xiao Qiu. "Nona sudah mulai mengingat masa lalunya. Bagaimana jika dia mengingatkan kejadian mengerikan itu?"


"Tapi semua ini akan terjadi cepat atau lambat. Nona juga akan segera tahu. Kita tidak akan dapat mencegahnya."


"Sebaiknya kita lebih bersiap kali ini. Jika kita lebih kuat, kita akn dapat melindungi Nona agar kejadian di masa lalu tidak akan terulang lagi."


"Kamu benar."


Shen Su Huan kembali membuat kediaman Han pagi-pagi mendadak sibuk. Para pelayan yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka saat ini memperhalus pekerjaan mereka agar tidak mengganggu sang putra mahkota dari kekaisaran Bei itu. Han Aruna baru saja keluar dari dalam ruang dimensi mandala ketika Yang Se Se memberitahukan bahwa Shen Su Huan datang.


"Ada apa Yang Mulia datang pagi-pagi sekali?" Tanya Han Aruna begitu ia sampai di depan Shen Su Huan.


"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu. Ikutlah denganku."


"Oh baiklah. Aku akan memberi tahu ibu dulu."


"Tidak perlu. Aku sudah meminta izin dari bibi Han tadi."


"Oh oke. Mari berangkat."


Han Aruna masih larut dalam pikirannya mengenai siapa pria yang ada di dalam mimpinya tadi. Tanpa sadar ia melirik Shen Su Huan yang ada di sampingnya.


"Ada masalah apa? Aku perhatian sejak tadi kamu terlihat sedang banyak pikiran."


"Tidak apa-apa." Han Aruna menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa? Lalu apa ya gue membuatmu sajak tadi mengerutkan keningmu?" Shen Su Huan menarik Han Aruna ke dalam pelukannya. Lalu mengecup keningnya yang sejak tadi berkerut.


"Apakah aku bisa merayakan satu hal?"


"Tentu saja. Apa?"


"Apa yang Mulia percaya tentang masa lalu?"


"Apa yang kamu maksudkan?"


"Begini. Apakah kita pernah saling mengenal di masa lalu?"


"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini?" Shen Su Huan mengerutkan alisnya.


"Karena aku merasa sejak awal kita bertemu, aku selalu merasa seperti tidak asing." Shen Su Huan tersenyum setelah mendengar jawaban Han Aruna. Itu artinya cara yang ia gunakan untuk memancing ingatkan Han Aruna berhasil.


"Benarkah?"


"Ya."


"Jika kamu percaya, biarkan aku membantumu."


"Bagaimana?"


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_70☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share