The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
75. Memanggil Saksi



Semua orang menunggu reaksi Shen Su Huan setelah mendengar penjelasan wanita itu. Mereka ingin tahu apa yang akan dilakukan Shen Su Huan untuk menangani masalah ini.  Bagaimanapun, sebagai seorang laki-laki, diselingkuhi oleh seorang wanita adalah aib besar yang paling dibenci. Namun sebelum itu, mereka ingin tahu apakah Shen Su Huan akan mempercayai perkataan wanita itu atau lebih mempercayai nona muda yang baru saja dikenalnya.


"Kamu bilang kamu bisa mendatangkan saksi untuk menguatkan tuduhanmu. Apa benar?" Shen Su Huan menatap wanita itu dengan acuh. Sedangkan Han Aruna mendapatkan firasat buruk setelah mengetahui Shen Su Huan datang. Dengan sifat cemburuan pria itu, ia merasa hari ini tidak akan berjalan dengan mudah.


Jang Mue Lan adalah orang yang menyadari perubahan ekspresi di wajah han Aruna dan tersenyum kemenangan. Kali ini kesombongan gadis itu akan hancur. Dan... Yang Mulia Putra Mahkota yang sedang patah hati akan ia dekati dengan alasan untuk mengobati lukanya. Lalu mendapatkan hatinya dengan mudah. Memikirkan dirinya yang selalu berada di dalam dekapan Shen Su Huan dengan mata yang penuh dengan dirinya membuatnya tidak sabar untuk menunjukkan ketidakpantasan Han Aruna mendampingi Putra Mahkota.


"Benar Yang Mulia putra Mahkota. Saya bisa memanggil beberapa orang untuk maju dan bersaksi." Wanita itu berkata dengan percaya diri.


"Baiklah kalau begitu. Tapi aku ingatkan sebelumnya, jika aku mengetahui bahwa kesaksian ini tidak sesuai dengan kenyataan, aku akan menghukumnya dengan hukuman yang tidak akan pernah dibayangkan sebelumnya dan juga akan mencabut izinnya untuk memasuki istana ini di masa depan. Apa kamu berani?" Shen Su Huan melirik wanita itu.


Wanita itu ragu-ragu sejenak dan tanpa sadar melirik Jang Mue Lan untuk meminta persetujuan darinya. Dia diberi banyak uang oleh gadis itu sebagai imbalan atas usahanya untuk menyebarkan kabar itu dan membuat keributan hari ini.


"Baik Yang Mulia putra Mahkota. Saya akan memanggil saksi untuk membuktikan bahwa ucapan saya bukanlah omong kosong belaka." Wanita itu memberi satu pandangan mengancam yang penuh ejekan saat ia bertemu pandang dengan mata Han Aruna yang masih terlihat tenang seperti air danau yang tak tersentuh.


Jang Mue Lan maju pertama kali diikuti dua orang wanita muda lain setelah mendengar persetujuan Shen Su Huan. Melihat putri angkatnya yang membanggakan maju untuk menjadi saksi, Jang Fang Lin hampir menjatuhkan bola matanya saat ia memelototi Ye Shi dengan marah.


Namun Ye Shi  yang memang sudah sejak awal mendukung keputusan Jang Mue Lan untuk mengungkap Han Aruna di depan umum berpura-pura memalingkan wajahnya saat putrinya maju sehingga ia tidak melihat wajah Jang Fang Lin yang gelap dengan aura membunuh dirinya.


"Kalian melihat sendiri jika tunanganku, Han Aruna berselingkuh dengan laki-laki lain?" Shen Su Huan menatap ketiga gadis yang maju bergantian.  


"Itu benar Yang Mulia Putra Mahkota. Awalnya hamba tidak mengira bahwa yang hamba lihat adalah tuan muda Jang yang bersama dengan nona besar Han di ruang pribadi restoran. Hamba mengira bahwa itu adalah anda. Hamba juga terkejut setelah melihatnya ternyata bukan anda dan malah tuan muda Jang." Hua Rong Yu, putri menteri sayap kanan, Hua Wen Hang, dengan meyakinkan.  


"Hamba juga mengira jika mereka berdua bertemu untuk utusan bisnis karena seperti yang diketahui bahwa nona Besar Han adalah pewaris dari Serikat dagang Anggrek Bulan. Tetapi ternyata dugaan hamba keliru. Hamba tidak sengaja melihat nona besar Han mengambilkan makanan secara pribadi untuk Tuan Muda Jang dengan sumpitnya." Lanjutnya saat melihat wajah Shen Su Huan yang tampak mengerikan. Ia sangat percaya diri saat ia menatap Han Aruna dengan dagu yang terangkat dengan sombong.


Wajah Shen Su Huan menggelap saat mendengar penjelasan Hua Rong Yu. Ia melirik Han Aruna dengan tatapan yang mengancam. Han Aruna menghela napasnya tanpa daya. Dia sudah tahu seharusnya ia tidak terlalu dekat dengan siapapun. Bahkan Yang Se Se yang sejak muda melayaninya saja membuat laki-laki itu tidak senang. Apalagi jika itu adalah Jang Hao Shan meskipun ia tahu bahwa dia adalah kakak kandungnya.


"Hamba juga melihat mereka di restoran. Tuan Muda Jang memberikan sebuah liontin  giok pada Nona besar Han. Liontin giok yang diberikan oleh seorang pria pada seorang gadis hanya memiliki tanda menyatakan cinta. Dan Nona besar Han bahkan terlihat bahagia saat menerimanya." Sekali lagi, mendengar penjelasan nona muda yang lain wajah tampan Shen Su Huan semakin gelap saat kemarahan semakin berada di puncak. Banyak sekali hal yang mereka berdua lakukan di belakangnya!


"Putra Mahkota, mohon jangan marah terlebih dahulu. Saya percaya bahwa antara calon putri Mahkota dengan putra saya tidak memiliki hubungan yang seperti itu. Sebaliknya, mereka bertemu adalah karena mereka bekerja sama. Calon putri Mahkota adalah pebisnis yang dapat bertemu dengan semua orang untuk bisnisnya. Jadi saya rasa ini hanya kesalahpahaman saja." Jang Fang Lin dengan cepat maju untuk menjelaskan. Tidak lupa ia menarik Jang Mue Lan ke belakang agar putri angkatnya tidak ikut memperkeruh suasana. Apa yang dikatakan dua gadis itu saja sudah membuat Shen Su Huan terlihat marah. Putrinya tidak boleh Selamat taburan garam sekali lagi.


"Tapi sepertinya tidak seperti itu yang dipikirkan nona muda ketiga Jang. Dia bahkan bersedia menjadi saksi meskipun yang terlibat adalah kakak tirinya sendiri. Aku cukup terkesan oleh keberaniannya." Shen Su Huan melihat melewati Jang Fang Lin yang berdiri di depan Jang Mue Lan menghalangi pandangannya.  


Jangan Mue Lan sangat senang telah mendapatkan pujian dari Shen Su Huan secara langsung. Ia mengembangkan bibirnya saat ia berjalan melewati Jang Fang Lin dan menunjukkan dirinya yang tampil cantik hari ini.


"Hamba merasa tersanjung atas pujian Yang Mulia Putra Mahkota. Sebenarnya Hamba juga merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah ini di depan umum seperti ini. Tetapi rasa cinta hamba terhadap kerajaan begitu besar hingga hamba tidak rela jika Yang Mulia putra Mahkota ditipu oleh seorang gadis seperti nona besar Han. Menurut hamba, dengan sifat dan perilaku nona Besar Han, dia tidak dapat menjadi putri Mahkota yang kelak akan menjadi ratu bagi kekaisaran Bei ini." Jelas Jang Mue Lan dengan suara yang jelas namun terdengar begitu elegan seperti nona muda lainnya. Sejak masuk ke kediaman Jang tiga belas tahun yang lalu, Ye Shi telah memanggil guru etiket untuk kedua putrinya. Melihat perilaku Jang Mue Lan hari ini membuat Ye Shi sangat puas.


"Ooh... begitu. Lalu apa yang nona muda ketiga Jang Lihat?" Shen Su Huan melirik Han Aruna dengan lirikan yang mengancam.


"Hari itu hamba tidak sengaja melihat kakak pertama dan nona besar Han berpelukan di sebuah gang yang sepi." Jang Mue Lan mengatakannya dengan menggigit bibir bawahnya seperti terlihat bahwa ia merasa tertekan saat ia mengatakan kebenaran.


"Apakah benar mereka berdua berpelukan begitu saja? Aku tidak salah mendengar kan?"


"Benar-benar tidak tahu malu. Sebagai seorang gadis, terlebih lagi menjadi tunangan Yang Mulia putra Mahkota beraninya ia melakukan hal tercela seperti itu? Sungguh tidak layak menjadi putri Mahkota. Apalagi seorang ratu! Huh!"


Mendengar umpatan-umpatan yang diucapkan semua orang, Jang Mue Lan tersenyum di wajahnya yang tertunduk. Sekarang Sekarang Lihat apakah bagaimana gadis pelaut itu akan menghadapi ini. Dia tidak akan dapat mengelola dan hancur di tangannya!


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_75☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lalunya upa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share