
Jang Dong He semakin panik saat motor tatapan semua orang ke arahnya. Ia melirik ibunya yang terisak di samping ayahnya yang seperti sedang teraniaya. Jika dia bisa mengendalikan apa yang akan ia ucapkan, ia akan dengan senang hati ikut memainkan peran bersama dengan ibu dua kakaknya seperti biasanya untuk menekan Han Aruna seperti di masa lalu saat gadis itu masih kecil dan lemah. Tapi saat ini keadaan sangat berbeda. Entah apa yang terjadi padanya tetapi kalimat yang keluar dari mulutnya seakan tidak sama dengan apa yang dia inginkan katakan. Seperti nya lidahnya bahkan memiliki jiwanya sendiri dan bukan bagian dari tubuhnya yang bisa ia atur seperti keinginannya.
Sesuatu seperti terjadi hingga menyebabkannya seperti itu. Tetapi apa? Jang Dong He benar-benar tidak bisa menebak apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya. Tidak ada yang salah sampai dia maju dan... ya. Itu dia. Seseorang pasti membuatnya menelan sesuatu seperti pil kejujuran. Dan orang itu tak lain adalah Han Aruna. Menyadari hal itu, Jang Dong He memelotokan matanya pada Han Aruna tak percaya. Namun ya harus dilihatnya adalah Han Aruna yang tersenyum dengan licik di sana. Membuatnya marah.
"Ada apa nona keempat Jang? Kenapa kamu hanya diam saja? Katakan sesuatu? Kamu tenang saja. Aku tidak akan melakukan apapun padamu." Han Aruna berkata sambil memiringkan bibirnya mencibir. Ia menebak jika gadis itu telah menyadari bahwa ialah yang membuat lidahnya tidak bisa dikendalikan.
Melihat senyum Han Aruna, Jangan Dong He mengepalkan tangannya tapi ia masih tidak membuka mulutnya sedikitpun.
"Han Aruna! Jangan menakuti adikku!" Jang Mue Lan marah melihat Jang Dong He yang masih diam meskipun kedua tangannya mengepal erat. Ia menduga adiknya ini benar-benar diancam.
"Apa yang aku lakukan? Apa aku menakutkan?" Han Aruna melipat kedua tangannya di depan dada.
"Tidak. Kamu sangat menggemaskan." Tentu saja bukan Jang Dong He atau Jang Mue Lan yang menjawab. Tetapi Shen Su Huan sembari menarik Lu Jing Yu dalam pelukannya tanpa memperdulikan mata semua orang yang hampir melompat dari tempatnya karena terkejut. Apakah dia masih putra Mahkota Shen Su Huan yang kejam dan dingin? Kenapa dia bisa terlihat seperti seorang pria yang tergila-gila seperti itu?
Melihat betapa bucinnya Shen Su Huan dan kebenaran yang teruangkap. Semua orang yang tadi berlomba untuk menjatuhkan Han Aruna satu persatu mulai mempersempit kehadirannya. Bahkan wanita-wanita yang telah menjadi saksi sudah hampir melarikan diri jika tidak ditangkap oleh anak ntah Han Aruna.
"Lepas! Apa Yang Mulia tidak bisa menjaga sikap?"
"Ada apa ini?" Sebuah suara yang penuh dengan aura mengalihkan atensi semua orang.
"Salam Yang Mulia Kaisar." Seru semua orang membungkukkan tubuhnya memberi hormat saat melihat orang nomor satu di kekaisaran Bei memasuki halaman.
"Bangunlah." Shen Holling melambaikan lenganya saat ia mengangkat alisnya saat melihat putranya yang sombong memeluk posessif seorang gadis cantik yang tidak asing. "Kenapa sangat ramai di sini?" Lanjutnya.
"Kakak Kaisar. Beberapa orang telah memfitnah calon menantu kekaisaran ini. Mereka bahkan berani mempertanyakan kelayakan gadis yang telah dipilih langsung oleh Huan'er. Tetapi ada kebenaran yang sangat mengejutkan yang terungkap karena kejadian ini." Shen Yu Nan dengan semangat memberitahu kakaknya. Ia sangat disayangi oleh kakaknya karena dia adalah adik yang satu ibu dengannya dan satu-satunya putri di kekaisaran Bei.
"Oh ya? Siapa itu?"
"Itu adalah dia, Dia dan dia." Shen Yu Nan malas mengingat nama orang-orang yang hanya tahu menjilat orang lain.
"Lalu kebenaran apa yang terungkap itu?"
"Benarkah?"
"Ya kakak. Nona Han sudah melupakan segalanya dan berniat datang dengan damai. Meskipun begitu apakah salah jika seorang adik dan kakak saling merindukan dan bertemu? Tapi beberapa orang malah menyebarkan berita bohong dan mengatakan jika kakak beradik yang sangat menyedihkan yang terpisah oleh keadaan berselingkuh."
Saat menceritakan kejadiannya, Shen Yu Nan melirik semua orang yang kini menundukkan kepalanya dengan takut. Shen Holling melirik Han Aruna yang tampak kesal dan berjuang untuk melepaskan diri dari Shen Su Huan yang malah tersenyum senang. Seakan-akan apa yang sedang diceritakan oleh Shen Yu Nan bukanlah mengenai dirinya. Kaisar Shen Holling memijit pelipisnya. Ia memiliki firasat bahwa menantunya akan sama dinginnya dengan putranya yang sombong.
"Yang lebih mengejutkan adalah kebenaran lain yang terungkap setelah itu."
"Kebenaran apa lagi itu?" Shen Holling mengalihkan perhatiannya dari pasangan itu dan kembali melihat Shen Yu Nan yang bersemangat.
"Tenyata penyebab dari pengusir nona pertama Jang di masa lalu adalah akibat fitnah. Tetapi nona ketiga Jang bersikeras bahwa nona Han lah yang berbohong."
"Apa!? Jenderal Jang tolong beri penjelasan yang masuk akal atas semua ini. Jika itu Di masa lalu aku tidak memperrmasalahkannya, tetapi saat ini nona Han akan menjadi menantu keluarga kekaisaran. Jika ada rumor tidak baik tentangnya, aku juga bisa menganggapnya bahwa rumor itu mencelakai kekaisaran."
"Kaisar. Mohon dengarkan penjelasan Hamba."
"Heng! Cepat jelaskan dan jangan berani menipuku."
"Hamba benar-benar tidak berani." Jang Fang Lin segera menekuk lututnya untuk menunjukkan ketulusannya.
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_78☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lalunya upa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share