
Han Aruna pergi setelah mendapatkan hasil. Dia akan pulang malam ini dan pergi ke perbatasan wilayah barat keesokan harinya. Tugas ini tidak bisa dilakukan oleh orang lain.
"Kenapa kamu langsung pergi ke Serikat dagang begitu acara di istana selesai. Apa kamu tidak merindukan ibumu ini?" Han Mora yang mendengar bahwa putrinya telah kembali ke rumah segera mengunjungi kamar putrinya dengan rengekannya.
"Bukannya ibu sudah terbiasa tidak melihatku bahkan setelah berbulan-bulan?" Cibir Han Aruna dengan santai. Ia merentangkan kedua tangannya saat Yang Se Se memakaiakan hantu tidurnya setelah ia selesai mandi.
"Ini lain. Kamu akhirnya bersedia untuk pulang setelah sekian lama. Tapi pada akhirnya kamu pergi ke istana dan baru pulang malam ini. Namun bukanya pergi menemui ibumu yang sangat merindukanmu, kamu malah pergi ke Serikat. Bukannya Serikat dagang Anggrek Bulan juga tidak akan bangkrut tanpa kamu di sana malam ini."
Han Aruna tidak menyembunyikan apapun dari Han Mora. Ia melambaikan tangannya memberi isyarat pada para pelayan untuk segera keluar dari ruangan. Semua orang mengerti dan kelur dari ruangan dan menutup pintu di belakang mereka. Termasuk Yang Se Se
"Ibu, ini masalah gudang di perbatasan Barat. Ada satu gudang yang melakukan gerakan mencurigakan akhir-akhir ini. Gudang itu menimbun bahan peledak berbahaya yang dilarang di sini. Mesiu."
"Apa? Bahan peledak? Siapa yang berani memasukan barang seperti itu ke dalam kekaisaran Bei ini?"
"Aku curiga ini ada hubungannya dengan Lotus Biru. Aku menduga mereka tidak akan bertindak sendiri. Mereka pasti memiliki rekan kuat yang mendukung di belakangnya. Xie Qiu pernah melihat tuan muda Lotus biru bertemu dengan seorang pria bertopeng merah dan jubah hitam. Namun mereka bertindak berhati-hati. Bagaimanapun kami mencari informasi, tidak pernah berhasil."
"Aku tidak percaya ini. Pantas Lotus biru selama ini terlihat damai. Ternyata mereka diam-diam sedang merencanakan pemberontakan."
"Aku sendiri yang akan pergi menyelidikinya. Master yang ditugaskan untuk menjaga gudang adalah master tingkat tinggi. Anak buahku bukan lawan mereka."
"Tapi nak mereka berbahaya."
"Ibu jangan khawatir. Putrimu ini tahu menjaga diri. Siapkan saja minuman segar begitu aku kembali nanti." Han Aruna mengedipkan matanya.
"Baiklah. Ibu memang tidak bisa berbuat apa-apa padamu. Melarangmu juga tidak akan berguna kan? Kamu pasti akan tetap pergi meskipun aku melarangmu."
"Karena ini menyangkut nyawa banyak orang. Lagipula penggunaan bahan peledak akan mempengaruhi keseimbangan alam. Jika alam rusak, energi spiritual juga akan menipis."
Han Aruna masih memiliki kewajiban untuk menenangkan hati ibunya. Jika ia meninggalkan ibunya begitu saja dan pergi menantang bahaya, ibunya pasti akan bersedih. Jadi dia harus membujuk wanita cantik itu agar dia bisa tenang meninggalkannya. Tapi Shen Su Huan tidak memiliki apapun untuk dilakukan sebelum dia pergi meninggalkan istana begitu acara perjamuan dibubarkan. Bahkan dia tidak ikut menyapa semua orang dan langsung pergi setelah Kaisar meninggalkan tempat.
Mengenai perginya ke perbatasan, Shen Su Huan juga tidak memberitahu ayahnya sendiri. Terlalu banyak orang di sisi Kaisar yang merupakan mata-mata dari semua pihak yang diletakkan di sisi Kaisar. Jadi akan lebih baik tidak perlu mengatakan apa yang terjadi pada Kaisar.
Shen Ji Chen ikut pergi bersamanya malam itu juga. Mereka berusaha pergi menembus kegelapan malam.
"Bagaimana dengan semua persiapannya?" Seorang pria bertopeng merah duduk dengan angkuh di sebuah ruangan di Serikat Lotus Biru. Di depannya, seorang pria muda berwajah Enchanter duduk dengan anggun di kursinya. Dadanya yang seputar giok terlihat dari balik hanfunya yang sedikit longgar. Apalagi posisinya yang malas membuat sosoknya tidak mudah dibaiakan. Dibandingkan dengan sosok tegas pria bertopeng, pria Enchanter ini terlihat sembrono.
"Yang Mulia tenang saja. Hanya tinggal satu kali pengiriman saja setelah ini. Dan setelah semua terkumpul, anda hanya mengangkat jari dan menunjuk. Lalu Boom boom akan segera terdengar dengan merdu. Sampai saat itu, tidak akan ada yang akan bermain melawan anda. Bahkan Kaisar tua itu, dia tidak akan berani duduk di kursinya dengan bangga dan akan dengan senang hati memberikannya pada Anda." Pria Enchanter itu adalah Xu Ruo Feng. Tuan muda pertama Lotus Biru. Calon kepala keluarga klan Xu.
"Anda tenang saja. Pastikan saja untuk menepati janjimu."
"Tenang saja. Apa yang tidak bisa aku lakukan saat akulah Sang Kaisar. Setiap apa yang ada di kekaisaran ini adalah milikku. Bahkan seluruh lubang semut yang tersembunyi juga adalah milikku."
"Hahahaha. Aku sudah bekerja sama dengan orang yang ambisius seperti anda." Xu Ruo Feng mengangkat gelas araknya. Melambaikan tangannya memberi isyarat pada tiga orang wanita dengan belahan dada yang rendah untuk datang. Mereka akan berpesta malam ini.
Pada saat Xu Ruo Feng dan Pria bertopeng sedang menikmati pesta mereka, Shen Su Huan dan Shen Ji Chen tiba di markas perbatasan. Shen Su Huan harus mempelajari gambaran kasar mengenai gudang itu sebelum menyelinap masuk besok untuk mempersingkat waktu.
Sedangkan di gudang. Para pengrajin yang diperkirakan hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Jumlah orang yang dapat membuat peledak yang cukup besar untuk menghancurkan sebuah desa tidak banyak jumlahnya. Jadi mereka harus bekerja dengan sangat keras untuk menyelesaikan semuanya sebelum atasan merek marah.
"Hati-hati. Kamu tahu bahan ini berbahaya dan mudah meledak. Kamu tidak boleh sembrono." Salah satu pekerja menegur rekannya yang hampir saja salah melakukan langkah. Jika sampai itu terjadi, bukan hanya mereka yang ada di dalam ruangan ini, lima puluh kilometer jauhnya dari sana akan terdampar dan meledak bersama dengan mereka mengingat banyaknya bapak peledak yang terkumpul di satu tempat. Hampir setengah kekaisaran akan hancur.
"Maaf. Aku mengantuk sekali." Pengrajin itu meletakkan barang di depannya dengan hati-hati. Mengecek matanya.
"Kalau lelah cepatlah istirahat. Jangan sampai malah membahayakan semua orang."
"Ya. Aku akan segera meminta izin pada ketua."
"Ya sana. Cepat pergi." Pria yang mengantuk itu berdiri dan berjalan menemui ketua pengawas tidak jauh darinya.
"Siapa namamu?" Pengawas bertanya. Membuka buku catatan para pekerja saat pria itu datang meminta izin.
"Ling Jin tuan." Pengawas itu menganggukkan kepalanya dan memeriksa catatan. Waktu semua orang diatur di sini. Seperti para pengrajin ini hanya diizinkan beristirahat setelah berkerja selama delapan jam. Jadi sebelum waktu itu terpenuhi, mereka tidak boleh istirahat apapun yang terjadi.
"Ya. Kamu boleh pergi. Ingat untuk datang tiga jam dari sekarang." Ucap Pengawas itu sambil mencatat nama Ling Jin di buku catatan. Memberinya penanda kapan ia istirahat dan kapan harus kembali bekerja.
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_34☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share