The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
40. Menyusup



Sekelebat bayangan hitam hampir tidak terlihat bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya. Gerakannya konstan dan mengarah pada tujuan yang pasti. Sebuah bangunan gudang yang dijaga dengan sangat ketat di tengah hutan. Tempatnya yang tersembunyi dan jauh dari permukiman membuatnya tidak ditemukan setelah berdiri selama lebih dari satu bulan.


Para penjaga berkeliling di sepanjang jalur. Hampir tidak memungkinkan untuk seseorang datang dan menyusup. Tetapi itu tidak sama dengan Han Aruna yang telah terlatih selama bertahun-tahun untuk dapat menyusup ke berbagai tempat tanpa diketahui.


Han Aruna menyunggingkan senyumnya sebelum dia melayang di udara malam yang gelap dan mendarat di atas atap tanpa diketahui para penjaga. Di dalam area gudang ada beberapa bangunan besar. Juga sebuah paviliun yang merupakan ruang kerja sekaligus ruang istirahat.


"Hei cepat kerja! Jangan bermalas-malasan!" Seorang pria gemuk dengan perut buncit berbicara dengan arogan kepada puluhan orang yang sedang mengisi tabung dengan bubuk mesiu.


"Baik tuan. Baik kami akan cepat."


Di salah satu sudut gudang, terdapat tumpukan besar tabung-tabung yang telah diisi bubuk mesiu dan siap digunakan. Han Aruna memanggil Xiao Qiu. Dan seorang bocah kecil tampan datang dengan menggigit roti kukus di tangannya.


"Apa Yang Nona ingin Xiao Qiu lakukan untuk Nona?"


"Di dalam tabung-tabung itu adalah bubuk mesiu. Begitu bubuk mesiu itu dipacu akan menyebabkan ledakan yang hebat. Pemicunya adalah percikan api. Bahkan panas sekecil apapun juga bisa memicu ledakan. Jadi aku ingin kamu menggunakan kemampuan salju abadi untuk membekukan bubuk mesiu di dalam agar tidak dapat lagi digunakan."


"Baik Nona. Xiao Qiu akan melakukan tugas dengan baik." Bocah cilik tampan itu memasukkan gigitan roti kukus terakhir ke dalam mulutnya sebelum membuka mulutnya lebar dan mengeluarkan aura dingin yang tidak akan dapat ditahan oleh makhluk hidup biasa.


"Kerja bagus Xiao Qiu. Sekarang tidak peduli berapa banyak api yang membakarnya, tidak akan ada ledakan yang terjadi." Han Aruna menepuk kepala Xiao Qiu dengan lembut.


"Hehe...." Xiao Qiu sangat bahagia dipuji oleh nonanya. Senyumnya muncul saat melihat tatapan iri Xiao Huang yang melihatnya dari ruang dimensi.


Han Aruna bergerak lagi. Kali ini dia mengawasi gudang yang lain. Gudang ini adalah gudang yang paling banyak terdapat penjaga di sana. Di dalam gudang ini terdapat tumpukan kotak-kotak kayu yang ditata dengan rapi.


"Benda apa di dalam kotak-kotak itu?" Han Aruna mecari cara untuk masuk dan melihat dari dekat.


Han Aruna masuk melalui atap dan mendarat dengan tidak bersuara di dalam gudang. Dibukanya salah satu kotak dengan hati-hati. Dan dia terkejut saat melihat tumpukan senjata api di dalamnya. Senjata ini adalah senjata yang digunakan di kerajaan Barat dan benda semacam ini sangat dilarang di dalam kekaisaran Bei karena dampaknya yang merusak lingkungan. Jadi seseorang pasti menyelundupkan benda-benda ini dari negara barat.


Tidak sembarang orang yang dapat pergi ke kerajaan Barat. Selain jauh juga terkendala oleh bahasa. Yang paling penting adalah bahwa senjata-senjata itu tidak akan diperjualbelikan dengan sembarangan. Di lain pihak pasti juga ada pengkhianat yang telah menjual barang-barang ini ke luar negara mereka.


Melihat dari sudut ini Han Aruna bisa menyimpulkan bahwa orang yang mendatangkan senapan-senapan ini pasti orang sepertinya. Pedagang yang malang melintang di seluruh dunia. Pasti ini adalah ulah Lotus Biru. Tapi siapa rekan mereka? Han Aruna tidak begitu mengerti seluk beluk masalah di kekaisaran. Jadi dia tidak bisa menebak begitu saja.


"Xiao Huang aku mengandalkanmu untuk melelehkan bagian dalam benda-benda ini. Ingat hanya dalamnya saja. Jangan sampai merusak tampilan luarnya." Seekor Burung Phoenix keluar dari udara dan terbang di sekitar Han Aruna.


"Baik Nona. Seperti yang Nona inginkan." Xiao Huang terbang di atas kotak-kotak kayu. Menggunakan api sejatinya menyusup masuk ke dalam kotak. Lalu setiap senjata mulai leleh di bagian dalam senjata tanpa merusak bagian luarnya.


Hanya Aruna melihat tumpukan yang lain dan menemukan kotak yang penuh dengan peluru di dalamnya. "Xiao Qiu aku ingin kau membekukan benda ini. Buat dingin hingga semuanya akan pecah saat seseorang menyentuhnya."


"Baik Nona."


Setelah melakukan sesuatu pada isi kotak-kotak itu, Han Aruna pergi ke satu-satunya paviliun di sana. Tempat itu pastilah pusat dari semua tempat ini.


Paviliun itu dibangun dengan megah. Tampak sangat mencolok dibandingkan dengan bangunan lain yang sepertinya hanya dibangun asal kokoh dan dapat digunakan. Bahkan ada taman di dalamnya. Aroma bunga yang mekar tercium saat Han Aruna sampai di dekat paviliun. Jika itu tidak malam hari dan juga tidak gelap. Bisa dipastikan bahwa di taman itu pasti tumbuh berbagai macam bunga yang sedang mekar.


Saat Han Aruna semakin dekat, suara gelak tawa mulai terdengar dari sebuah ruangan. Ruangan di paviliun terang benderang. Beberapa siluet bayangan beberapa orang terlihat dari luar. Para penjaga di tempat ini berjaga di tempat yang agak jauh. Memudahkan Han Aruna menyelinap pergi ke dalam.


"Cih! Ternyata rumit tentang penerus Lotus Biru adalah seorang Enchanter yang menyukai keindahan. Setidaknya ada empat atau lima gadis di dalam." Guam Han Aruna saat melewati kamar itu. Dia sangat hafal suara pria yang aednag bermain-main dengan para gadis di dalamnya.


"Hahahaha. Pangeran kelima. Selamat datang. Mari kita bersenang-senang malam ini." Suara Xu Ruo Feng terdengar dari ruangan dimana Han Aruna berada. Han Aruna menyimpan bukti setelah itu fokus keluar dari ruangan untuk pergi ke ruangan di sampingnya.


Dengan singkat Han Aruna sudah berada di atas atap. Membuka sedikit celah dan melihat dari atas.


"Memang seperti rumor yang aku dengar. Tuan Muda Xu sangat tabu bagaimana menikmati hidup." Pangeran Ke Lima. Senang Lin Yang duduk diskusi rebah. Seorang gadis mendekat dan menyangka arak untuknya. Gadis lain duduk di atas pangkuannya dan menggelayut manja. Shen Lin Yang meraih dagu gadis itu untuk diciumnya.


"Hidup hanya sekali. Untuk apa lagi kalau bukan untuk bersenang-senang?" Xu Ruo Feng mendorong kecantikan yang ada di atas pangkuannya dan duduk dengan tegak.


"Bagaimana Yang Mulia. Semua di sini sudah selesai disiapkan." Xu Ruo Feng melambaikan tangannya agar semua orang pergi. Gadis yang berada di atas pangkuan Shen Lin Yang dengan enggan turun tetapi segera ditarik kembali oleh Shen Lin Yang.


"Yang Mulia..." selama ini Xu Ruo Feng selalu nertidak dengan hati-hati. Dia tidak oernah membawakan satu celahpun tertinggal.


"Tidak apa. Aku tahu apa yang aku lakukan." Xu Ruo Feng mengangguk faham. Setidaknya dia tahu apa yang dipikirkan rekannya itu. Gadis di pangkuan Shen Lin Yang sangat senang karena dia tidak diusir pergi. Dia mengangkat senyumnya dan membenamkan kepalanya di dada Shen Lin Yang.


Dengan kecantikan yang ada di pangkuannya, Shen Lin Yang membicarakan semua rencananya kepada Xu Ruo Feng. Mereka tidak mengetahui bahwa sudah sejak awal Han Aruna mendengar dan melihat semuanya.


"Kamu pergilah sekarang." Shen Lin Yang mendorong gadis di atas pamgkuanya untuk pergi.


"Yang Mulia...." gadis itu turun dengan enggan. Gadis itu ingin merayu sekali lagi tetapi melihat tatapan dingin Shen Lin Yang ia mengurungkan niatnya dan berjalan keluar. Tapi saat ia hampir membuka pintu, rasa sakit yang tajam dirasakan di dadanya.


"Ugh!"


Gadis itu menunduk dan melihat dadanya yang telah ditembus oleh sebuah belati. Darah merah yang pekat mengalir dengan deras. Dari Sudut bibirnya, juga terlihat jejak darah.


"Ya..yang Mu...mulia.. kamu....aku...." gadis itu tergagap sulit berbicara. Dia tidak percaya pria yang baru saja dengan lembut memperlakukannya saat ini mengambil nyawanya tanpa berkedip. Xu Ruo Feng menggelengkan kepalanya. Sayang sekali gadis ini mati dengan cepat. Kemampuan gadis ini adalah yang terbaik dari semua gadis yang ada di tempat ini.


"Aku tidak terbiasa membiarkan sampah berkeliaran di sekitarku." Ucap Shen Lin Yang dengan acuh. Wajahnya yang dingin adalah hal terakhir yang dilihat oleh gadis muda itu.


"Seseorang masuk dan bawa dia pergi." Xu Ruo Feng sepertinya sudah terbiasa melihat hal ini. Lagipula berkerja sama dengan Shen Lin Yang selama ini sudah membuatnya terbiasa melihat kejadian seperti itu. Tetapi Han Aruna yang ikut melihatnya tidak bisa tidak terkejut. Bukannya dia belum pernah melihat adegan berdarah sebelumnya. Dia melihat lebih banyak yang lebih menyeramkan dari itu. Tetapi sifat Shen Lin Yang lah yang membuatnya terkejut. Dia tidak menyangka ada seseorang yang bisa sekejam itu pada seorang wanita yang batu saja ia nikmati.


"Jangan dilihat lagi." Tanpa disadari, seseorang dengan lembut menutup mata Han Aruna. "Ini aku Su Huan." Bisik Shen Su Huan saat merasa Han Aruna akan melawannya.


"Yang Mulia. Kenapa anda di sini?" Han Aruna terkejut melihat Shen Su Huan. Sejak kapan pria itu ada di sini dan mengawasinya? Kenapa dia tidak menyadari keberadaannya?


"Apalagi? Tujuanku sama sepertimu. Sekarang tidak ada lagi yang perlu dilihat di sini. Ayo pergi sebelum mereka mengetahui keberadaan kita."


Han Aruna menghela napas dan mengangguk setuju. Mereka pun pergi dari sana dengan cara yang sama seperti mereka masuk. Namun kali ini, mereka melakukannya berpasangan.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_35☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share