The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
64. Permainan Harga



Jang Mue Lan juga datang untuk mendapatkan pil pengumpul Qi ini. Ia sudah berada di tahap budidaya alam jiwa selama hampir satu tahun dan belum ada tanda-tanda akan menerobos. Hal ini juga membuat selir Ye khawatir. Itulah kenapa ia memohon pada Jenderal Fang untuk memberi Jang Mue Lan uang untuk membeli pil pengumpul roh. Sedangkan Jang Dong He mengincar gulungan teknik pedang tingkat kuning yang akhirnya memang ia dapatkan dengan mengeluarkan cukup banyak uang yang diberikan Selir Ye padanya.


Jang Mue Lan sudah ikut menawar dari awal. Jenderal Jang memberinya seratus ribu koin emas untuk mendapatkan pil ini. Dan sekarang dia sudah menawarkan dengan separuh uang yang dibawanya. Jika ada penawarannya masih terus berlanjut, ia akan langsung menghabiskan uang hanya untuk satu barang. Dia tidak akan tahan dengan itu!


Uang saku yang didapatkan dari ibunya tidak sampai sepuluh ribu koin emas untuk satu bulan. Awalnya dia sudah meminta uang yang banyak agar mendapatkan sisa uang tersebut. Namun ia tidak menyangka penawaran hanya untuk sebotol pil berisi sepuluh butir bisa bernilai begitu tinggi. Jadi setelah memberikan harganya, Jang Mue Lan meremas tangannya. Berdoa agar tidak ada yang akan melebihi harga yang diberikan olehnya.


Namun ternyata, harapannya tak terkabul. Masih ada pelanggan yang menawar dengan harga yang lebih mahal darinya. Jang Mue Lan menghembuskan napas tidak berdaya dengan sengaja. Bagaimanapun ia datang bersama dengan seorang pangeran suatu kerajaan. Jika mengetahui teman wanitanya menginginkan sesuatu, tidak mungkin dia akan diam saja kan?


Melihat rekan duduknya yang cemas, Shen Hu Min segera mengetahuinya dan tersenyum dengan lembut. "Apa kamu menginginkan pil ini?"


"I-iya Yang Mulia. Seperti yang Yang Mulia ketahui bahwa aku setahun ini mengalami kemacetan. Jika aku tidak mendapatkan pil ini, aku takut aku tidak akan bisa menerobos. Ayah sudah memberikan uang untuk mendapatkan pil pengumpul Qi, tetapi aku tidak menyangka jika harganya akan semahal itu." Jang Mue Lan hampir menumpahkan air matanya. Terlihat sangat menyedihkan.


"Kamu datang bersamaku. Jangan khawatir mengenai uang. Kamu tawarlah pil ini. Aku akan memberimu seratus ribu koin pada lelang ini. Kamu bebas menggunakannya." Ucap Shen Hu Min sesumbar.


"Jika menerima seperti itu saja bukankah tidak sopan? Bagaimana jika aku mentraktir makan siang Yang Mulia besok?"


"Karena kamu yang memaksanya, aku akan memberimu muka."


"Terima kasih yang Mulia." Wajah Jang Mue Lan yang tadinya mendung kini kembali cerah. Jika ia mendapatkan tambahan seratus ribu dari Shen Hu Min, sisa uang yang dia gunakan masih cukup banyak. Jang Mue Lan tidak bisa tidak tersenyum bahagia ketika memikirkannya.


"Yang harus kamu lakukan adalah setia padaku." Shen Hu Min melirik Jang Mue Lan dengan ancaman.


"Tentu saja Yang Mulia." Jang Mue Lan kembali mendapatkan semangatnya. Ia segera ikut kembali dalam penawaran.


Semakin lama penawaran sudah mencapai harga delapan puluh ribu koin emas. Padahal harga normal untuk pil ini hanyalah lima puluh sampai enam puluh ribu. Setelah melebihi harga itu, banyak orang mulai mundur dari persaingan. Kini yang tersisa hanyalah dua orang. Satu dari kamar VIP, Jang Mue Lan. Yang kedua adalah dari kamar VIP yang berada satu kamar darinya yang merupakan rekaman pribadi yang ditempati oleh seorang putri dari kerajaan Wuyu, He Lian Yue yang sengaja datang untuk mendapatkan pil ini bagaimanapun caranya.


"Sembilan puluh ribu." He Lian Yue mengangkat suaranya lagi. Jang Mue Lan menggerakkan giginya saat ia menaikkan harga menjadi sembilan puluh dua ribu.


"Sembilan puluh lima." He Lian Yue dengan marah berteriak dengan keras.


Sebelum Jang Mue Lan memberikan harganya, suara yang jernih ditransmisikan dari lantai tiga. "Seratus ribu."


Shen Su Huan melirik gadis di sampingnya yang tersenyum Licik. Gadis ini selalu melihat peluang.


"Seratus lima ribu." Jang Mue Lan menahan amarahnya.


"Pil itu tidak sampai semahal itu." Shen Hu Min mengingatkan.


"Tapi ini adalah kesempatan langka. Aku tidak ingin mengecewakan ayah karena selalu gagal menerobos." Shen Hu Min diam. Alasan Jang Mue Lan memang logis. Jika itu dia, dia juga tidak akan menyerah begitu saja.


Di luar, diskusi semua orang masih berlanjut. Mereka hampir tidak percaya bahwa harga sebotol pil saja akan mencapai lebih dari seratus ribu. Pil pengumpul Qi memang berharga dan langka. Tapi tidak akan melebihi Seratus ribu. Di saat semua orang masih sibuk dengan diskusi mereka, penawaran mencengangkan datang kembali dari He Lian Yue.


"Seratus lima puluh ribu."


"Seratus limapuluh dua." Suara Jang Mue Lan yang tertahan.


"Sepertinya kamu sangat membenci saudari tirimu."


"Tidak juga. Aku hanya sedang mencoba keberuntungan." Jawab Han Aruna santai.


"Bukankah yang ada di kamar VIP nomer tujuh adalah putri dari Wuyu?"


"Benar. Speerrinya Yang Mulia dapat dengan mudah mengenalnya hanya dari suaranya." Mendengar Jawaban Han Aruna, Shen Su Huan tertawa renyah.


"Sepertinya ada yang mulai cemburu." Shen Su Huan melirik Han Aruna dan kembali memeluk pinggang Han Aruna. Sejak memberikan hadiahnya yang membuat pusing, Shen Su Huan tidak berpindah dari samping Han Aruna meskipun sekuat apapun gadis itu mendorongnya.


"Lepas." Han Aruna mulai kembali memberontak.


"Jawab dulu. Apa kamu cemburu?"


"Tidak. Siapa yang cemburu?"


"Benarkah?"


"Tentu saja benar. Buat apa aku emp.." belum sempat Han Aruna menjawab, bibirnya kembali dikuasai.


"Apakah senang mencuri ciuman seperti ini? Huh Huh Huh." Cibir Han Aruna salah ciuman yang panjang dan mendominasi itu.


"Manis. Sudah aku katakan jangan memberikan jawaban yang tidak aku sukai atau aku akan memberimu pelajaran." Shen Su Huan masih belum berniat melepaskan Han Aruna. Sekali lagi ia mengecup singkat ujung bibir Han Aruna sebelum mengusap bibir merah yang basah itu.


"Dasar tak tahu malu! Karena Yang Mulia sudah senang tolong jangan mengganggu kesenanganku kali ini."


"Baiklah." Shen Su Huan menyesap tehnya tanpa rasa bersalah.  Membiarkan Han Aruna kembali bermain dengan dua gadis yang penuh ambisi yang masih sibuk menunjukan kemampuannya.


Saat Han Aruna kembali, harga sudah mencapai seratus delapan puluh ribu. Han Aruna agak. Terkejut. Tapi setelah mengetahui jika itu masih penawaran dari He Lian Yue, ia menganggukkan kepalanya. Karena harga sudah jauh melebihi target, dia cukup hanya diam dan melihat. Sejauh mana mereka mampu bersaing.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_64☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share