
Segera setelah gerbang dibuka, suara tembakan pertama diikuti dengan suara yang tanpa henti. Menghadapi hujan peluru dari arah depan, para prajurit yang mengikuti di belakang Shen Su Huan mengerahkan kemampuan mereka untuk menghalau setiap peluru yang datang. Kecepatan peluru yang melesat menembus udara hampir tidak dapat dilihat. Jadi para prajurit hanya bisa dengan asal menggerakkan pedang mereka di depan tubuh mereka dengan cepat. Berusaha menghalangi peluru menembus tubuh mereka terutama di bagian dada dan kepala. Tempat dimana organ vital berada.
Namun pada akhirnya mereka menyadari bahwa sebanyak apapun mereka mengayunkan pedang mereka, hanya sedikit yang dapat mereka tangkis dibandingkan dengan rasa tertekan yang keras yang menabrak tubuh mereka tetapi hanya menimbulkan suara 'peng' tanpa ada efek lainnya. Setelah itu mereka menyadari kehebatan jubah baru yang mereka gerakan.
Sementara itu, Shen Su Huan yang ada di bagian paling depan hanya diam tanpa bergerak sedikitpun. Tatapannya dingin melihat ribuan peluru yang terus melesat di depannya. Tetapi setiap peluru yang mengarah padanya akan jatuh dari jarak lima meter dirinya. Seperti ada sebuah penghalang tembus pandang yang tak mungkin dapat ditembus oleh apapun.
Di atas pohon, Han Aruna berkali-kali menganggukkan kepalanya dengan puas. Sepertinya selain dapat diandalkan untuk melindungi tubuh dari serangan senjata tajam bahkan peluru panas, jubah pelindung yang baru saja dia perbaiki sudah menunjukan kemajuannya. Jika generasi sebelumnya dari jubah pelindung yang dibuat pada masa kepemimpinan Han Mora membuat penggunanya kesulitan bergerak, untuk saat ini ia dapat memastikan bahwa jubah itu tidak menghalangi gerakan penggunaannya sama sekali, terbukti dengan pasukan yang dibawa Shen Su Huan yang masih lincah menggerakkan tangan dan kakinya bahkan memutar tubuhnya untuk menangkis dan menghalangi peluru yang menyerang mereka dari jarak jauh.
Dibandingkan dengan kedua pihak sebelumnya, satu pihak lain merasa terkejut dan heran dalam waktu sekaligus.
Senjata yang mereka gunakan sebagian tidak bisa dipakai bagaimanapun mereka menggunakannya. Namun setelah mereka mengganti sejajar mereka dengan yang baru, mereka masih tidak bisa merobohkan musuh merak dengan mudah. Sepertinya ribuan peluru yang mereka lontarkan hampir tidak ada yang berhasil menembus tubuh para pasukan di depannya.
Selain itu, saat mereka dengan putus asa mencoba menggunakan peledak, setiap pemicu yang mereka bakar, semuanya akan padam pada detik berikutnya. Apa yang salah? Semua senjata dan juga bahan peledak telah diuji coba sebelum mereka disimpan dengan baik di dalam gudang penyimpanan yang dijaga dengan ketat. Bagaimana bisa semuanya jadi bermasalah?
Mengesampingkan para pasukan yang kebingungan dengan keanehan senjata mereka dan hancurnya kepercayaan diri mereka akibat serangan mereka yang gagal, hampir semua pemimpin mereka berubah menjadi patung yang seperti kehilangan nyawa mereka dan hanya berdiri menyaksikan kebingungan pasukannya.
Shen Lin Yang jelas mengenali saudaranya dalam sekali pandang. Melihatnya hanya berdiri dan mampu menahan semua peluru dan diarahkan padanya tidak menjadi misteri atau kejutan baginya. Sudah lama kehebatan dan kekuatan Shen Su Huan diketahui oleh semua orang. Tidak ada orang yang tidak pernah mendengar tentang kehebatan pangeran mahkota kekaisaran Bei bahkan hingga ke negara tetangga.
Meskipun semua orang tidak ada yang gak tahu dan membuktikan sejauh apa atau setinggi apa basis kultivasi yang telah dicapai oleh Shen Su Huan, semua orang meyakini bahwa diantara empat kerajaan besar di benua Taixuan yang mampu menyamainya. Itulah mengapa selama ini masyarakat di kekaisaran Bei hidup dengan damai tanpa ada rasa kekhawatiran. Itu karena hanya dengan menyebut nama Shen Su Huan saja, mereka tidak akan berani melakukan tindakan sembrono. Belum lagi dengan adanya Serikat Anggrek Bulan ya gak telah menguasai perdagangan hampir di semua kerajaan di benua bahkan telah berhasil melampaui luasnya samudra.
Xu Ruo Feng sudah pernah bertemu dengan Shen Su Huan sebelumnya, jadi dia juga mengetahui betapa hebatnya pangeran putra Mahkota itu. Tetapi secara pribadi dia belum lebah berhadapan dengannya. Namun setelah melihat ribuan peluru yang berhamburan di depannya, kakinya perlahan gemetar dan tanpa sengaja jatuh di tanah dengan suara pop!
Setengah jam kemudian suara-suara mendesing dan juga 'peng ' yang sepertinya tidak akan pernah berhenti tiba-tiba berhenti. Pasukan di satu sisi memiliki pakaian yang terkoyak dengan parah. Bahkan pakaian yang dikenakan pengemis yang sudah bertambal di banyak tempat lebih baik dari milik mereka. Namun di dalam pakaian luar mereka mulai terlihat jubah berwarna hitam gelap yang terlihat dingin dan angkuh.
Sedangkan pasukan yang ada pada sisi yang berlawanan memiliki wajah yang kelelahan dan kedua tangan yang terkulai. Di tangan mereka, senjata kebanggaan yang mereka bangga-banggakan nyatanya membuat mereka dipermalukan dengan begitu besar. Mereka seperti seorang anak kecil yang mencoba memukul sebatang pohon dengan sebatang lidi ya.g tidak akan pernah berhasil merobohkan pohon itu sebanyak apapun mereka memukul atau sekuat apapun mereka mengeluarkan tenaga.
"Aku tidak mengerti kenapa pangeran Mahkota tiba-tiba datang ke tempat kami dan menyerang secara brutal." Xu Ruo Feng mendapatkan ketenangannya setelah dibantu berdiri oleh anak buahnya. Mendengar pertanyaannya, Shen Su Huan menaikkan alisnya.
"Jika yang Yang Mulia maksudkan adalah tentang penggunaan senjata dan bahan peledak ini. Kami tidak berniat melakukannya sama sekali, kami hanya membuatnya saja tanpa berniat akan menggunakannya di dalam kekaisaran. Sebaliknya, ini adalah barang dagangan kami yang akan kami jual di luar kekaisaran. Apa salahnya dengan berdagang?" Seperti biasa, pria enchanter itu memiliki seribu akal untuk mengelak.
"Oh untuk berdagang? Lalu apa bisa menjelaskan tentang keterlibatan saudara ke limaku di sini?" Saat berbicara, pandangan Shen Su Huan menyapu pria berjubah hitam dengan topeng merahnya.
"Pangeran Ke Lima, seharusnya tidak perlu lagi aku mengatakan apa kesalahanmu."
Tatapan tajam yang tiba-tiba menyapu padanya membuat tubuhnya gemetar. Saudaranya ini memang menakutkan. Sejak awal seharusnya dia tidak pernah menyinggungnya. Tetapi, kursi tahta itu negara menyilaukan untuk ditolak dengan mudah. Apalagi dia mendapatkan hampir seluruh dukungan dari semua menteri di sayap kanan dan kiri karena kemampuannya jika dibandingkan dengan Shen Su Huan yang kerap meninggalkan istana semaunya. Dia memiliki banyak pendukung di belakangnya. Jadi apa jika Shen Su Huan memiliki kekuatan? Dia tidak semampu dia dalam mengurus masalah di istana.
Dia pikir menggunakan senjata yang hebat ini dia akan mampu membunuh Shen Su Huan suatu hari nanti, tapi apa?
Haruskah dia menyesal saat ini karena sifat tamaknya?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam ini Author up tiga episode dulu buat pemanasan. Besok ada lima episode lagi untuk mengganti beberapa hari yang bolong kemarin. 😊
~♡♡♡~
~☆The Story Of Han Aruna_43☆~
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share