The Story Of Han Aruna

The Story Of Han Aruna
49. Pemusnahan Keluarga Xu



Di luar kamar Han Aruna, Feng Jue, anak buah kepercayaan Shen Su Huan menunggu majikannya keluar dan segera menyambut saat melihat sosok tuannya.


"Yang Mulia, mereka akan bergerak malam ini."


"Hem. Mari kita bereskan." Shen Su Huan berhenti berbicara dan langsung melesat cepat pergi dari tempat itu. Diikuti oleh Feng Jue dan keduanya menghilang di dalam kegelapan malam.


Dalam sekejap Shen Su Huan muncul di dalam istana. Melaporkan pergerakan murah pada Kaisar Shen Holling yang langsung murka mendengarnya.


"Huan'er, aku serahkan masalah ini padamu. Musnahkan semua orang yang terlibat. Aku lelah." Shen Holling menyerahkan dekrit pemisnahan keluarga Xu. memijat pelipisnya. Karena kepala keluarga Xu yang melarikan diri, terjadi kekacauan di ibukota.


Kediaman keluarga Xu diperiksa dan ditemukan bukti yang mengenai keterlibatan Xu Ruo feng dalam merencanakan pemberontakan bersama dengan Shen Lin Yang. Bisnis keluarga Xu cukup banyak di ibukota dan semuanya akan disita untuk oleh pihak istana. Tetapi pada saat orang dari biro penanganan publik datang untuk melaksanakan tugas mereka, mereka mendapati bahwa kepemilikan toko-toko milik keluarga Xu semuanya sudah berganti pemilik.


Pada saat itu semua orang sibuk memeriksa keterlibatan pemilik baru toko-toko itu yang semuanya ada hampir seratus orang yang memiliki satu toko masing-masing.


Belum lagi Selir Agung Gao yang terus menerus menangis dan memohon padanya untuk mengampuni kesalahan Shen Lin Yang di depan ruang kerjanya. Membuat Kaisar Shen Holling semakin pusing.


"Saya, Shen Su Huan, putra mahkota kerajaan Bei merima tugas ini. Saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya." Shen Su Huan membungkukkan kepalanya dengan hormat.


"Baiklah. Beruntung kerajaan ini memiliki putra mahkota yang berbakat sepertimu."


"Terima kasih pujiannya. Kalau begitu saya pamit dulu." Shen Holling melambaikan tangannya.


Setelah menerima perintah, Shen Su Huan segera bekerja. Ia menyerahkan dekrit pemusnahan keluarga Xu pada Yi Shu anak buah Shen Su Huan yang lainnya yang biasa menangani masalah untuk Shen Su Huan di istana.


"Datang ke tempat persembunyian mereka dan Musnahkan semua orang." Ucap Shen Su Huan. Selama ini status keluarga Xu masih menjadi perdebatan. Shen Su Huan tidak bisa melakukan tindakan begitu saja saat itu. Tetapi sekarang dengan dekrit di tangannya, ia bisa melenyapkan orang-orang itu.


"Baik Yang Mulia." Segera setelah selesai berbicara Yi Shu berbalik dan pergi dengan cepat. Persembunyian Kepala Keluarga  Xu dan yang lainnya sudah mereka ketahui sebelumnya.


"Feng Jue, kita pergi sekarang. Aku ingin tahu seperti apa kemajuan orang-orang yang dikirim Fengtian untuk berani bermain-main di wilayahku." Shen Su Huan tersenyum miring. Membawa jejak ejekan di dalamnya.


"Baik Yang Mulia." Feng Jue mengikuti Shen Su Huan yang sudah kembali menghilang di kegelapan malam.


Di sebuah kediaman di pinggiran ibukota. Suara teriakan demi teriakan terdengar memilukan di tengah malam itu. Yi Shu berdiri dengan tenang di ambang pintu masuk dengan membawa derita Kaisar di tangannya. Menatap pembunuhan seluruh anggota keluarga Xu tanpa terkecuali. Bahkan anak kecil yang berusia lebih dari dua tahun juga tidak diampuni. Kejam memang. Tetapi seperti itulah hukum bertindak.


Di dalam masyarakat yang memandang tinggi harga diri keluarga mereka, mereka tidak akan pernah melupakan penghinaan yang mereka terima. Dengan segala daya dan upaya, mereka akan membalas dendam pada siapapun yang mereka anggap bersalah dalam kehancuran keluarga mereka tidak peduli apakah masalahnya. Bahkan anak kecil dan para pelayan pun memiliki keyakinan bahwa semua hal harus dibalas. Jadi untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan masa depan, mereka harus dimusnahkan dari akarnya. Sedangkan untuk anak usia di bawah tahun yang masih belum mengerti dan kemungkinan tidak akn mengingat kejadian yang menimpa keluarga mereka, Yi Shu akan mengirim mereka ke desa untuk dirawat dengan baik di sana.


Kepala keluarga Xu meratapi nasib buruknya dengan melihat dengan mata kepalanya sendiri narapidana seluruh anggota keluarganya dimusnahkan. Ia ingin mengutuk, tetapi Yi Shu memerintahkan pengawal untuk menyumpal mulutnya dengan keras hingga ia tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.


"Semarang sudah dibersihkan. Hanya tinggal kepala keluarga Xu yang tersisa." Seorang oengawal dengan sebilah pedang berlumuran darah di tangannya datang untuk melapor."


"Tuan Xu. Musnahkan keluargamu adalah berkat dirimu sendiri. Kamu terlalu angkuh dengan menyerahkan dirimu dengan damai dan menghilangkan kesempatan untuk memohon ampun untuk keluargamu. Karena itulah kamu saat ini menyaksikan kematian keluargamu satu persatu di depan matamu sendiri."


"Kepala keluarga Xu, dengan ini Kami nyatakan bersalah karena berkoalisi untuk merencanakan pemberontakan yang merupakan kesalahan besar yang tidak akan pernah diampuni. Oleh karena itu Yang Mulia Kaisar Shen Holling memerintahkan pemusnahan seluruh anggota keluarga bangsawan Xu." Sekali lagi Yi Shu membacakan dekrit seperti saat ia sampai di kediaman itu sebelum memerintahkan orang untuk memenggal kepala kepala keluarga Xu.


"Tugas selesai." Yi Shu menggulung dekrit di tangannya. Memerintahkan orang untuk membawa kepala kepala keluarga Xu kembali ke istana sebagai bukti dan memerintahkan yang lainnya untuk membereskan kekacauan yang terjadi.


Sejauh lubang besar digali di tengah kediaman. Lalu satu oersatu mayat dimasukkan ke dalam lubang besar itu dengan rapi sebelum menurutnya kembali dengan tanah dan menancapkan nisan bertuliskan 'pemgkhianat' di atas kuburan masal itu.


Sementara itu, Shen Su Huan sudah berhasil menemukan sepuluh orang yang dikirim Fengtian untuk menyelamatkan Xu Ruo Feng dari dalam penjara.


Para pembunuh bayaran itu sudah sampai di dalam ibukota sehingga jika terjadi pertarungan besar antara dua kekuatan besar, akan ada banyak rakyat tidak bersalah yang menjadi korban. Untuk itu Shen Su Huan dan anak buahnya menggiring mereka keluar dari ibukota.


Semua orang yang sebenarnya sudah tertidur malam itu tiba-tiba terbangun karena mereka mendapatkan tekanan dari kekuatan sepuluh orang dengan basis kultivasi ya gak jauh lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya. Suara tangisan anak kecil yang mulai kesakitan terdengar di mana-mana.


"Kalian sungguh mencoba kesabaran!" Shen Su Huan tidak bisa lagi bersabar karena sepuluh orang itu nyatanya sengketa melepaskan aura membunuh mereka dan melukai orang banyak.


"Aku sudah lama mendengar kekuatan pangeran pengeran putra mahkota Shen Su Huan. Kali ini aku ingin melihat seperti apa kekuatannya yang sering dibicarakan orang-orang dan membuat hari iri." Seorang pembunuh bayaran kembali melepaskan aura membunuhnya. Tetapi sebelum ia berhasil mengeluarkannya, secara misterius ia terjatuh dan berlutut.


"Pop!"


"Pop!"


"Pop!"


"Po!"


Satu persatu dari mereka mulai ikut jatuh tetapi mengetahui mengapa mereka tiba-tiba jatuh dan berlutut. Mereka hanya tahu bahwa kaki mereka seperti memiliki beban yang sangat besar.


"Ap-apa yang kamu lakukan pada kami hah? Jika kamu berani hadapi aku secara langsung."


"Bukankah kalian ingin tahu apa yang bisa aku lakukan? Jika aku tidak mengabulkan keinginan terlahir kalian bukankah Bukankah Aku tidak memiliki hati?" Kilauan emas bersinar kembali di pupil mata Shen Su Huan dalam sekejap.


Detik berikutnya, lolongan kesakitan para pembunuh bayaran itu menggema di udara saat sebuah kekuatan aneh secara tiba-tiba ke dalam tubuh mereka menuju dantian dan titik meridian di tubuh mereka. Lalu rasa sakit yang mengerikan seperti sesuatu yang meledak tiba-tiba melonjak dan menghancurkan basis kultivasi yang telah mereka capai.


~♡♡♡~


~☆The Story Of Han Aruna_49☆~


Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•


Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share