
Sore itu
Terlihat Adam sangat sibuk dengan laptopnya, pria dengan rambut kepangnya itu nampak serius memperhatikan layar monitor yg ada di depannya, tak lupa jemarinya juga terus memainkan setiap petikan disana.
Melihat itu dari kejauhan, Malaika kemudian menghampirinya dengan secangkir kopi ditangannya.
T-shirt dan celana pendek yg melekat di tubuhnya cukup membuatnya terlihat santai dan rambut sebahu yg masih tergerai.
"Adam ! Kau masih belum selesai ?" (Tanya Malaika sembari meletakkan cangkir di meja itu)
Pria besar itu pun lantas menoleh dan sedikit tersenyum.
"Hmmm, sebentar lagi !" (Pungkasnya seraya mengusap jemari mungil itu)
"Emmm baiklah ! Aku akan menunggumu diluar !" (Pinta Malaika seraya menundukkan pandangan)
Adam pun mengangguk perlahan, pria besar itu akhirnya kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Malaika ia bergegas turun dan berjalan jalan di area sekitar, ia menoleh kesana kemari, nampaknya tempat itu masih terlihat sepi, hanya beberapa orang yg duduk disana dan juga para petugas lainnya.
Sambil menunggu sang suami selesai dengan pekerjaannya, wanita itu pun duduk dengan tenang.
Namun di sela ketenangannya tiba2 matanya tertuju pada sebuah dompet warna coklat yg tergeletak di bawah kolong meja.
"Dompet ? Milik siapa itu ?" (Peliknya dalam hati)
Ibu satu anak itu pun akhirnya menundukkan tubuhnya untuk bisa mengambil dompet tersebut.
"Ini seperti dompet laki laki !" (Ujarnya saat memperhatikan dompet tersebut)
Dan dibuka lah dompet itu untuk sekedar mengetahui kepemilikan yg sebenarnya.
Di ambilah sebuah kartu identitas, yg ternyata itu adalah milik Gino, seseorang yg rupanya ia kenal.
"Giorgino Kenwart ? Milik Gino ?" (Malaika terkejut)
Lalu ia pun kembali memeriksa dokumen yg lainnya, sebuah foto juga tertera disana.
"Apa ini ? Foto kekasihnya ?" (Celetuk Malaika saat memperhatikan punggung foto tersebut)
Dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui bahwa foto tersebut adalah seorang wanita yg sangat ia kenali.
"Astaga !!! Jenny ??" (Ucap Malaika dengan kagetnya)
ia pun kembali memasukan foto dan juga kartu identitas tersebut ke dalam dompet.
"Aku akan menyimpannya baik baik ! Dan akan menanyakan ini pada Gino !" (Gumamnya seraya meletakkan dompet itu ke dalam tasnya)
Hatinya terus bertanya tanya tentang hal itu.
"Jenny ? Jadi wanita yg dia maksud adalah jenny ? Kalau aku tau ini dari awal aku pasti akan mempersatukan mereka, hmmm !! Benar2 tidak ku sangka !" (Gumamnya dalam hati)
Tak lama kemudian, datanglah Adam yg menghampirinya.
Pria itu lantas duduk dan berkata :
"Kenapa belum pesan makanan ?" (Tanya Adam dengan lembut)
"Aku masih belum lapar !" (Jawab Malaika singkat)
"Sekarang apakah sudah lapar ?" (Tanyanya kembali)
"Hmmm !!! Mungkin ?" (Jawab Malaika)
Pria itu pun tersenyum dengan jawaban istrinya.
Singkat saja drama makan siang itu, kedua pasangan tersebut akhirnya kembali ke kamar mereka.
"Adam ! (Panggilnya perlahan), aku ingin mengatakan sesuatu !" (Pintanya dengan lembut)"
Pria itu pun lalu menghampiri istrinya.
Sambil menyibakkan rambut yg menutupi pipi mungil itu, ia kembali menatap istri kesayangannya dengan tatapan yg teduh.
"Katakan ! Kau ingin bicara apa ?" (Tanyanya perlahan)
Mendapati sikap manis suaminya, Malaika merasa sedikit salah tingkah akan hal itu, ia terlihat gugup namun tetap berusaha untuk bicara.
"Ehmmm tidak ! Ini sebenarnya bukan tentang kita." (Ucap Malaika gugup)
"Lalu ?" (Jawab Adam seraya terus menatap wajah itu)
"Kau tau ? Aku pernah bercerita padamu tentang Gino yg sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasihnya ?" (Ucap Malaika terpotong)
"Yaaa !" (Sahut Adam perlahan)
"Aku baru saja menemukan dompetnya yg mungkin tidak sengaja terjatuh di kolong meja, aku lihat itu adalah milik Gino, dan kau tau ? Aku juga menemukan foto wanita di dalamnya, kau tau siapa wanita itu ?" (Ucap Malaika)
"Siapa ?" (Sahut Adam yg terus menatap wajah istrinya)
"Bahkan aku sendiri juga sangat terkejut ketika melihat foto itu, rupanya wanita yg selama ini menjalin hubungan jarak jauh dengannya adalah seseorang yg sangat kita kenal, Adam ! Dia adalah wanita yg bekerja di kantor ayah ! This is jenny !" (Pungkasnya)
Mendengar penuturan sang istri, Adam kemudian meminta dompet tersebut dan ingin melihatnya secara langsung.
Di perhatikanlah isi dompet tersebut, lalu kemudian berkata :
"Hmmm yah kau benar sayank ! (Jawab Adam membenarkan), lalu ? Apa yg harus kita lakukan ?" (Tanya Adam perlahan)
"Apa lagi ? Kita harus mempertemukannya, Adam ! Kita harus buat mereka berdua terlibat dalam satu pekerjaan !" (Tutur Malaika)
"Huhhhhhhhhh !!! (Membuang nafas panjang), baiklah aku mengerti !" (Jawab Adam dengan relax)
"Apa kau bisa ?" (Tanya Malaika memohon)
Adam pun mengangguk tersenyum.
"Thank u !!" (ucap Malaika dengan senyum legah)
Dengan spontan, ia pun memeluk suami tampannya begitu saja, sehingga membuat Adam sedikit terkejut namun bahagia.
Malam pun tiba
"Apa kau sibuk malam ini ?" (Tanya Malaika sambil melepaskan anting di telinganya)
"Tidak juga !" (Jawab Adam dengan santainya)
Pria dengan tshirt hitamnya itu terus mengepulkan asap dari cerutu yg ia hisap.
Dengan sedikit memberanikan diri, wanita bertubuh mungil itu mendekati sang suami dan mengalungkan lengannya di leher pria tampan itu.
"Aku sedikit bosan disini ! (Ucapnya malu malu), bolehkah aku pergi jalan jalan ke pusat perbelanjaan ?" (Tanya Malaika perlahan)
Mendengar permintaan Malaika yg sedikit malu malu, dengan peka nya Adam segera merespon hal itu dengan begitu lembut.
ia pun membalikkan badannya, dan menjamah jemari sang istri.
"Ayo !" (Jawab Adam dengan singkat namun perlahan)
Singkat kemudian perjalanan mereka, kedua pasangan itu kini tiba di sebuah pusat perbelanjaan terkemuka di kota.
"Sepertinya aku harus pergi ke toilet, kau masuklah dulu ! Nanti aku menyusul !" (Pinta Malaika)
"Kau yakin tidak mau ku temani ?" (Tanya Adam yg sedikit mencemaskan)
"Yah ! Jangan khawatir !" (Pungkasnya)
Dengan langkahnya yg tegap, Adam berjalan santai memasuki pusat perbelanjaan itu.
Tubuhnya yg besar bak atletis, serta gaya berpakaiannya yg terlihat macho sehingga menjadi pusat perhatian para wanita yg ada disana.
"Woww !!! Keren sekali ! Aku hampir tidak pernah melihat bule setampan itu" (Tutur salah seorang wanita)
"Yahh !! Kau benar, bule biasanya identik hanya berkulit putih berambut pirang, tp dia ! (Menunjuk Adam), dia seperti campuran Pakistan, Australia, dan Inggris !" (Tambah yg lainnya)
"Wajahnya mengacu ke pria Inggris, tp rambut dan bulu disekitar wajahnya lebih dominan ke Pakistan, wowww !! Dia benar2 angel !" (Puji yg lainnya)
Tak lama kemudian, seseorang menyapa Adam dan ia pun membalasnya dengan senyuman yg ramah sehingga membuat para wanita itu semakin di buat gila akan pesonanya.
"Astaga !! Dia tersenyum ! Aduh gila !! Apa ada obat ? Aku benar2 tercandu dengan senyuman pria itu !" (Pungkas gadis yg lainnya)
Dan bukan hanya 2 atau 3 orang saja yg terpukau dengan ketampanannya, bahkan ibu2 muda juga nampak tersenyum memperhatikan paras menawan seorang Adam.
Tidak sadar akan perhatian itu, Adam nampak santai dan merasa biasa saja, sembari menunggu sang istri yg tak kunjung keluar dari kamar mandi, ia pun memutuskan untuk duduk di lobby sambil memainkan ponselnya.
10 menit berlalu, Malaika masih tak juga menampakkan batang hidungnya sehingga membuat pria besar itu merasa cemas.
Perlahan ia berjalan menghampiri toilet, namun ia ragu untuk memasukinya lantaran seorang pria tidak diperkenankan untuk memasuki toilet wanita.
"Permisi tuan ! Ada yg bisa saya bantu ?" (Tanya salah seorang petugas kebersihan)
"Istriku ada didalam, dan hampir 20 menit dia belum keluar ! Bisakah kau memeriksanya ?" (Pinta Adam)
"Baiklah tuan ! Tunggu sebentar !" (Balas petugas tersebut)
5 menit kemudian.
"Maaf tuan ! Tp didalam tidak ada siapa siapa ?" (Ucap nya lagi)
"Apa ? Benarkah !" (Adam pun terkejut mendengar penuturan petugas itu)
"Ya tuan ! Tidak ada siapa pun disana !" (Jawab petugas itu yg kemudian berlalu)
Semakin di dera rasa khawatir, Adam pun mengambil ponsel miliknya dari dalam saku celana.
Berulang kali ia melakukan panggilan namun tak juga ada jawaban.
Kepanikan mulai menghantui pikirannya, perasaan cemas khawatir campur aduk jadi satu, hatinya berkecamuk tak tentu arah.
ia berjalan kesana kemari untuk mencari keberadaan sang istri, langkah kaki itu semakin terdengar cepat di telinga.
"Astaga ! Dimana dia !" (Gumamnya dalam hati)
Mulai dari lantai bawah hingga lantai paling atas tak lepas dari pencariannya, bahkan ia juga hampir mengerahkan security untuk membantu pencariannya, namun setelah di pikir pikir lagi rupanya itu tidak perlu lantaran Malaika bukanlah anak kecil.
Setelah hampir satu jam lebih ia berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan, kini Adam berhenti sejenak meski sorot matanya terus memantau keberadaan sang istri.
ia pun kembali duduk dan memeriksa ponselnya, berharap Malaika membaca pesan singkat darinya, namun kenyataannya pesan itu masih tak terbaca oleh Malaika.
Semakin cemas dengan situasi saat ini, Adam kembali mencoba menghubungi sang istri.
Dan benar saja setelah berkali kali berdering, akhirnya panggilan itu terjawab oleh Malaika.
"Hallo !" (Sapa Malaika dengan lembut)
"Dimana kau !" (Suara Adam terdengar keras dan kasar)
Mendengar hal itu Malaika sedikit terkejut lantaran tidak biasanya Adam mengatakan hal sekeras itu.
"A Adam ! Ak aku di !" (Ucapannya kemudian terhenti)
"Katakan dimana kau !" (Sekali lagi suara Adam membuatnya begitu ketakutan)
"Aku di kedai kopi ! I'm sorry Adam !!" (Ucapannya kembali terhenti lantaran dengan cepatnya Adam menutup telepon begitu saja)
Pria besar itu segera bergegas menemui istrinya di kedai kopi.
Melihat kedatangan Adam dengan ekspresi tegangnya semakin membuat Malaika ketakutan.
Wanita itu pun tak berani menatap wajah suaminya, ia mencoba membuang muka dan berpura pura tidak melihat kedatangan sang suami.
"Sudah puas bermain mainnya ? (Tanya Adam sedikit kesal), satu jam lebih aku mengelilingi tempat ini hanya untuk mencarimu, sementara kau malah asik sendiri disini ! Kau sendiri yg bilang kalau kau ingin ke toilet ? Lalu apa malai ? Kau berbohong !" (Ucap Adam dengan nada tinggi)
"Tidak Adam ! Tidak seperti itu ! (Malaika mencoba menjelaskan), aku benar2 minta maaf ! Aku lupa kalau kau juga menemaniku hari ini ! Aku terbiasa kemana mana sendirian sehingga aku lupa bahwa aku datang bersama mu ! I'm sorry Adam ! Aku benar2 lupa !" (Pinta Malaika dengan rasa bersalahnya)
Mendengar penjelasan sang istri, Adam sedikit merasa legah meski rasa kesal itu masih menyelimuti pikirannya.
"Lalu kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku ?" (Sahutnya lagi dengan tatapan tajam)
"I'm sorry ! Aku tidak pernah menyentuh ponselku saat sedang berada di luar ! Dan aku baru sadar ketika aku baru duduk disini dan ponselku berdering !" (Pungkasnya lagi seraya menjelaskan)
"Baiklah ! Pesan saja makanan ! Kau harus makan yg banyak !" (Ucap Adam dengan sikap yg masih dingin)
"Tidak ! Aku tidak lapar ! Baiklah ayo sekarang kita pergi !" (Ajak Malaika)
Kedua pasangan itu pun beranjak dari tempat tersebut.
Melihat ekspresi Adam yg sepertinya masih kesal, Malaika mencoba untuk mencairkannya.
Wanita itu meraih lengan besar suaminya dan merangkul kan ke tubuh mungilnya, berharap agar Adam tidak marah lagi padanya.
Mereka berjalan selayaknya pasangan suami istri meski tak ada yg mencoba bicara satu sama lain.
Adam masih membisu meski kini ia merangkul istri kecilnya itu, sedangkan Malaika ia sama sekali tak berani bicara sepatah kata pun.