
Suatu hari, seperti biasa Adam dengan rutinitas paginya. Menikmati kopi pagi kemudian di temani dengan selembar roti tawar.
"Kau tidak makan ?" (Tanya Adam pada wanita yg sedang sibuk mengikir kuku cantiknya itu)
Wanita itu kemudian menoleh.
"Hmmm !" (Jawab Malaika menggeleng)
Tak lama kemudian, Adam selesai dengan sarapannya, pria itu lantas bersiap untuk pergi ke kantor.
Melihat derap langkah kaki suaminya, ia kemudian berkata :
"Aku bosan di rumah !" (Celetuknya)
Suara itu lalu menghentikan langkahnya, dan sejenak berhenti untuk kembali mempertanyakan.
"Bukankah disini banyak orang ?" (Adam terheran)
"Semenjak aku disini, Danthe milik ibu dan ayah, aku selalu kesepian tanpa kesibukan." (Jawab Malaika dengan sedikit kesal)
"So ?" (Sahut Adam)
"Bisakah aku pergi ?" (Ucap Malaika mencoba meminta izin)
Pria itu kemudian mendekat lalu mencium kening istrinya.
"Sekalipun aku melarangmu seribu kali, itu tidak akan berpengaruh jika kau terus bersikeras menginginkannya." (Ucap Adam dengan hangat)
"Katakan saja dengan jelas ! Jangan berbelit Belit tuan !" (Ucapnya semakin kesal)
Seketika senyum lebar itu terlontar dari bibir seksinya. Namun tak lama kemudian,
"No !" (Jawab Adam dengan raut wajah yg tiba2 berubah menjadi galak)
Pria itu kembali meneruskan langkahnya untuk melanjutkan rutinitas yg sudah terjadwal. ia berlalu dengan cepatnya sementara Malaika semakin geram di buatnya.
Wajah kesal itu tak bisa di sembunyikan dari mana pun, bahkan kelopak mata yg mulai memerah hampir saja mengeluarkan air mata kemarahannya.
Beberapa cat kuku yg ada di hadapannya, di hamburkan begitu saja ke lantai, kuku2 yg tadinya masih basah kini berantakan karna cengkeraman jarinya sendiri.
Giginya terus beradu meluapkan kekesalan yg tidak terarah, tatapan mata yg cukup tajam juga semakin membuat suasana semakin mencekam.
Wanita itu masih duduk di meja makan dengan kemarahan yg menggebu.
"Sayank ! (Panggil sang ibu), apakah sarapan Danthe sudah siap ? (Tanyanya kembali)
Tanpa memperdulikan suara itu, nampaknya Malaika masih sangat kesal dengan sikap suaminya, tanpa sadar ia telah mengabaikan suara ibu mertua yg memanggilnya.
Merasa tidak ada jawaban, wanita tua itu kemudian menghampiri menantunya yg terlihat sedang duduk diam di meja makan.
"Nak ? Ada apa denganmu ? Kau tidak menjawab pertanyaan ibu ?" (Tanya wanita tua itu)
Mendengar suara tersebut,
Wanita itu lantas tersadar ketika sang ibu menjamah pundaknya.
"Eh maaf Bu !" (Tuturnya)
"Sudahlah ! Apa kau ada masalah ?" (Tanya sang ibu yg sedikit cemas)
Malaika kemudian menggeleng mencoba menutupi apa yg terjadi.
"Tp kau terlihat sangat marah ?" (Sang ibu penasaran)
"Bukan apa apa Bu ! Aku hanya sedikit kesal padanya." (Jawab Malaika)
"Kesal ? Apa yg membuatmu kesal ?" (Tanya sang ibu penasaran)
"Dia sama sekali tidak mengijinkan ku untuk pergi keluar, sementara disini aku merasa kesepian, apalagi semenjak aku tinggal disini Danthe lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan ibu dan ayah, aku benar2 merasa sendirian." (Jawab Malaika dengan apa adanya)
"Ohhh ! Hanya itu ? (Seru wanita tua itu mencoba meredam kemarahan menantunya), kalau kau ingin pergi, pergilah ! Kau mau jalan2, berbelanja, ke salon, atau bahkan ke tempat gym ? Pergilah ! Tp dgn satu syarat ! (Pinta sang ibu)
Seketika raut masam itu berubah menjadi sumringah lantaran pernyataan sang ibu.
"Benarkah ? Ibu membiarkanku pergi ?" (Tanya Malaika dengan gembiranya)
Wanita tua itu kemudian mengangguk.
"Hmmm ! Tentu saja !" (Jawabnya)
"Baiklah ! Apapun itu syaratnya akan ku lakukan !" (Ucap Malaika dengan berbinar)
Dengan segera Malaika mengiyakan persyaratannya.
"Setuju !" (Jawab Malaika dengan senangnya)
Malaika tampak kegirangan semenjak mendapatkan izin dari sang ibu mertua, ia sudah tidak perduli lagi jika Adam nantinya akan marah padanya.
Siang itu,
Wanita dengan postur tubuh mungil itu nampak menuju ke sebuah salon kecantikan, dengan celana kulot berwarna brown juga atasan casual yg senada, rambut gelombang yg tergerai indah semakin membuatnya terlihat anggun.
Istri Adam itu berjalan dengan lenggangnya memasuki sebuah salon kecantikan ternama yg ada disana.
"Good morning !" (Sapa receptionis yg ada disana)
"Ehmm morning !" (Balas Malaika dengan ramahnya)
"Welcome to beauty care massage, we will provide the best service for you, can i help u ?" (Sambut salah seorang receptionist)
"Okey ! I want to do full treatment on my whole skin and face, can I?" (Tanya Malaika dengan ramahnya)
"Of course, please madam! We will do the best for you, please fill in your personal data here !" (Pinta sang receptionist dengan menyodorkan beberapa lembar kertas padanya)
"Ok baiklah !" (Jawab Malaika dengan singkat)
Memilih untuk full treatment atas perawatan yg ia pilih, Malaika kini menghabiskan waktunya seharian berada di salon itu, mulai dari massage hingga perawatan wajah.
Wanita berusia 35 tahun ke atas itu sama sekali tak terlihat tua, justru ia masih terlihat seperti wanita berusia 25 tahunan, tubuhnya yg kecil namun berisi cukup menarik perhatian banyak lelaki yg memandangnya.
6 jam kemudian,
Malaika akhirnya selesai dengan treatmentnya, ia nampak lebih fresh dan percaya diri, ia juga mewarnai rambutnya di beberapa titik.
Meski begitu, ia tidak akan menunjukkan penampilan barunya secara langsung pada suaminya.
Wanita itu kembali menata rambutnya seperti sedia kala, dengan satu ikatan di sebelah membuatnya semakin terlihat seperti wanita kelas mahal.
Sedikit warna peace di bibirnya, juga beberapa taburan bedak tipis di wajahnya.
Bermaksud untuk segera pulang ke rumah, namun tak lama kemudian sebuah panggilan masuk mendarat di layar ponselnya.
Dengan segera ia menggeser layar touchscreen itu tatkala nama Adam tertera disana.
"Malai ?" (Panggilnya)
"Katakan !" (Jawabnya singkat)
"Aku tidak pulang malam ini ! Kau jangan menungguku !" (Pinta Adam)
Tanpa menjawab perkataan sang suami, Malaika kemudian mengerutkan bibir lalu menutup telepon tanpa permisi.
"Masa bodoh kau pulang atau tidak ! Memangnya sejak kapan kau pernah bermalam di rumah ! Bahkan dalam satu bulan pun hanya terhitung dua kali !" (Gerutu Malaika dengan kesal)
Wanita itu lantas berpikir untuk merubah rencananya.
"Ini masih jam 7, sia2 jika aku menghabiskan sepanjang malam di rumah seorang diri ! (Gerutu nya), hmmm sepertinya aku harus bersenang senang juga malam ini !" (Tuturnya)
Dengan segera Malaika memutar balik kendaraannya untuk segera ke pub atau sebuah bar ternama yg ada disana.
Rambut yg awalnya di ikat, kini tergerai indah dengan sempurna, penampilan yg natural semakin membuatnya terlihat begitu segar pasca melakukan beberapa perawatan pada tubuhnya.
Tak lama kemudian sampailah ia di tempat dimana yg ia inginkan.
Cahaya gemerlap memenuhi ruangan itu, suara musik bersahut sahutan begitu kerasnya.
Sementara Malaika, ia terus berjalan melenggangkan kakinya untuk menuju ke bartender dan memesan segelas wine.
Yaa, istri Adam dulunya memang sangat polos saat belum di nikahi CEO itu, namun setelah ia mengenal dunia kerja juga dengan beberapa lingkungan yg cukup bebas membuatnya sempat terhanyut di dalamnya, beruntungnya itu tak berlangsung lama, sampai kemudian ia dipertemukan kembali dengan sang suami.
"Silahkan nona !" (Ucap seorang barista saat memberikan segelas pesanannya)
"Thank u !" (Balas Malaika singkat)
Di ciumlah aroma wine yg khas itu, kemudian sesekali di seruputnya dengan penuh rasa. Namun tak lama kemudian tiba2 sorot matanya tertuju pada seorang pria bertubuh besar yg di yakini sebagai suaminya sedang minum juga di temani dengan beberapa gadis disana.
Semakin penasaran dengan hal itu, akhirnya Malaika memutuskan untuk semakin mendekati dan memandangnya dengan seksama agar memastikan bahwa memang benar itu adalah Adam suaminya atau bukan.
"Ohwww ternyata benar rupanya ! (Seru Malaika saat melihat bahwa memang benar itu adalah Adam suaminya), apa yg dia lakukan disini ? Ingin bermain main denganku rupanya ! Ini alasannya kenapa dia tidak akan pulang malam ini !" (Seru Malaika dengan kesalnya)
Namun ia tetap berusaha relax dan terlihat santai saat menghadapi moment seperti itu.