
Pagi itu, cuaca masih cukup dingin bagi seorang Malaika yg tengah di landa kegelisahan karna sedang hamil muda.
Bagaimana tidak, ibu satu anak itu saat ini sedang alergi dengan suhu dingin. Beberapa pakaian tebal seperti sweater, jaket, topi, sarung tangan kaus kaki juga sepatu yg kini menutupi seluruh tubuh dengan sempurna.
Bahkan tak segan Malaika juga mengenakan masker untuk menutupi area wajahnya.
Mengetahui hal itu, Adam sang suami sangat memaklumi keadaan istrinya.
Keduanya berjalan perlahan sembari merangkul satu sama lain, dengan menaiki sebuah mobil pribadi miliknya, Adam kini bergegas untuk menuju ke NRT Narita Airport, Tokyo.
Menggunakan pesawat berjenis Qatar airways, kedua pasangan itu kemudian melanjutkan perjalanannya ke Turki.
Singkat kemudian penerbangan mereka, 6 jam berlalu akhirnya keduanya telah sampai di sebuah apartement yg telah di sewa oleh Adam untuk beberapa hari.
Barbaros 48 Fuzul Besiktas, Istanbul Turki
Adalah sebuah apartemen mewah yg sengaja di pilih oleh Adam untuk tinggal sementara selama di Turki.
"Huhhhhh !!! (Malaika membuang nafas),wow disini sangat panas !" (Serunya lagi sembari melepaskan topi dan juga jaket tebalnya)
"U like this ?" (Sahut Adam yg juga melepaskan kemejanya)
"Hmmm ya ! Ini lebih baik !" (Jawab Malaika dengan melontarkan sedikit senyuman)
Beberapa pakaian tebal mulai ia tanggalkan, yg tersisa kini hanyalah t-shirt dan juga celana pendek yg ia kenakan.
Pria besar itu nampak terduduk di sebuah kursi yg ada di sana, sebuah kursi tinggi yg biasa di gunakan untuk mengantre minuman saat di bartender kafe.
"Aku akan buatkan sesuatu untukmu !" (Ucap Malaika dengan sedikit gugup)
Namun sebelum itu, dengan cepat Adam meraih tubuhnya.
"Kemarilah !" (Pintanya sembari menatap wajah polos itu)
Keduanya saling menatap satu sama lain, hingga membuat Malaika semakin gugup tak karuan.
"Adam, kita baru sampai ! Alangkah baiknya kita beristirahat sejenak !" (Pinta Malaika sedikit salah tingkah)
"Lalu kenapa kau terburu buru untuk menyiapkan sesuatu ?" (Sahut Adam sembari mengamati wajah wanita kesayangannya itu)
"Aku pikir sebuah kopi akan membuat kita relax sejenak !" (Tuturnya)
Pria itu kemudian tersenyum dan menyibakkan rambut Malaika yg sebagian menutupi wajahnya. ia menggeleng seolah mengisyaratkan agar Malaika tetap berada di sisinya.
"No ! (Jawab Adam lembut), no malai ! Beristirahatlah sejenak, biar aku saja yg lakukan semua itu, sekarang berbaringlah di tempat tidur, aku akan buatkan susu hangat untukmu !" (Pinta Adam dengan lembut)
"Tp Adam ?" (Sahut Malaika mencoba menyela)
"Hussssst ! Diamlah !" (Balas Adam perlahan)
Wajah polos itu terdiam dengan tenangnya, Malaika nampak terbengong melihat suaminya berlalu.
"Huffffttttt !!!" (Gumamnya)
Selama beberapa menit kemudian, Adam kembali menghampirinya dengan segelas susu hangat.
Sambil menatap susu tersebut Malaika kemudian berkata :
"Bahkan aku lupa membawa susu hamil ku, kau dengan percaya dirinya membuatkan susu untukku ?" (Celetuknya heran)
"Bukankah sama saja, nona ?" (Sahut Adam sembari menyerahkan segelas susu tanpa keraguan)
Dengan tatapan tajamnya, Malaika kemudian mengambil susu tersebut dari tangan Adam.
"Dasar pria ! Apa kau pikir tidur denganku rasanya akan sama saat tidur dengan wanita2mu ?(liriknya seolah menyindir), Tuan Adam Jackson !!!" (Seru Malaika dengan konyolnya)
Ucapan itu seolah menamparnya, namun Adam semakin gemas di buatnya, pria itu lantas tersenyum riang melihat gelagat polos Malaika.
"Oh, jadi menurutmu aku pria seperti itu ?" (Balas Adam sembari menatapnya)
"Sure ! Kenapa tidak ? Dimana mana kau selalu di kelilingi wanita, bahkan di setiap tempat kau selalu memiliki cerita dengan seorang wanita, bahkan di Turki sekalipun sepertinya kau juga punya cerita disini bersama dengan seorang wanita (ucap Malaika seolah menginterogasinya), so tidak mungkin kau akan melewatinya begitu saja, kau pasti juga menikmati mereka !" (Celetuknya tanpa ragu)
Pria besar itu kemudian berlalu meninggalkannya, ia segera masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
"Apa dia marah ?" (Gumam Malaika dalam hati)
ia lantas mengintai suaminya yg berlalu menuju kamar.
"Aduh !!! Benar2 gawat kalo sampai dia marah ! (Malaika mulai panik), Aku kan cuma bercanda ! Lagipula kalau memang itu benar adanya itu sama sekali bukan urusanku, itu masalalunya." (Gerutu Malaika dalam hati)
Dengan segera wanita itu menyusul Adam ke kamar.
Di hampirilah pria yg tengah tidur menghadap ke samping itu, di tataplah wajah yg telah terlelap itu.
"Hmmm dia sudah tidur rupanya !" (Gumamnya lemas)
Dengan konyolnya Malaika kemudian meniupkan angin ke dalam telinga Adam, bermaksud untuk menggodanya, sehingga membuat pria besar itu terbangun.
Bukannya marah, Adam kemudian membaringkan badannya lalu membuka mata dan tersenyum.
"Aku pikir kau benar2 marah." (Ucap Malaika dengan melontarkan senyum manisnya)
Seolah memberikan isyarat agar ia berada dalam dekapannya, Adam kemudian membentangkan kedua tangannya.
"Percaya atau tidak, aku tidak pernah menyentuh mereka sedikitpun !" (Ucap Adam dengan lembut sembari memberikan kecupan hangat pada keningnya)
"Really !" (Sahut Malaika kemudian mendongakkan wajahnya)
Adam pun mengangguk mengiyakan.
"Tp semua itu terserah padamu, kau bisa percaya atau tidak itu hakmu !" (Adam membenarkan)
"But ? Jika kau tidak pernah menyentuh salah satu dari mereka? Lalu kenapa Georgina begitu berat melepaskan mu ? Bahkan kau sudah beristri sekalipun ?" (Malaika kembali penasaran)
"Emmm ? Bagaimana kau bisa tau namanya ?" (Adam sedikit curiga)
Malaika pun tersipu malu dan menenggelamkan wajahnya pada dada yg besar itu.
"Kau mencari tau sampai sejauh itu, malai ? Mau menyangkal apalagi ? Kau kini benar2 milikku." (Gumam Adam dalam hati)
"Emmmh aku punya sesuatu lagi untukmu, tapi ?" (Ucap Malaika penuh keraguan)
"Apa itu ?" (Sahut Adam yg kini menatapnya)
"Sebenarnya aku takut, Adam !" (Tuturnya)
"Hey ! Apalagi yg kau takutkan ?" (Tanya Adam relax)
"Aku takut kalau aku tidak bisa menjaga bayi ini dengan baik." (Seolah memandang perutnya dengan kegelisahan)
"Kenapa bicara seperti itu ? Ada apa?" (Adam mulai cemas)
Malaika masih terdiam seolah ragu untuk mengatakannya, ia menundukkan wajahnya untuk menghindari tatapan Adam yg mulai gelisah.
"Adam !" (Panggilnya perlahan)
Dengan mengelus dada yg di penuhi bulu bulu halus itu Malaika rupanya semakin bingung.
"Jangan seperti ini malai, apa yg kau takutkan sayank ? Aku disini untukmu ? Aku tidak akan membiarkan apa pun atau bahkan siapapun yg coba menyakitimu ! (Tuturnya meyakinkan), hey ! Lihat aku ! (Pinta Adam dengan meraih wajah Malaika yg tertunduk lesu), kau sudah masuk dalam kehidupanku, jadi apapun yg terjadi padamu sudah menjadi tanggung jawab penuh diriku." (Ucap Adam yg terus meyakinkan dirinya)
"Adam ! (Panggilnya lagi), dr granetta mengatakan bahwa ada dua janin yg tumbuh disini ! Aku khawatir aku tidak bisa menjaganya dengan baik, karna ini adalah untuk pertama kalinya aku mengandung dua bayi sekaligus, dia juga mengatakan, bahwa kandunganku masih cukup rentan, jujur aku sangat bahagia akan hal ini, aku mendapatkan dua bayi sekaligus, tapi ? Jika aku sampai gagal maka ini pasti akan mengecewakan, dan tentunya juga menyakitkan, Adam ! (Panggilnya lagi), aku tidak tau harus berbuat apa ? Aku sendiri bingung bagaimana caranya agar aku bisa menjaga mereka berdua hingga lahir kedunia nanti." (Ucap Malaika cemas)
"Benar2 karunia tuhan, dia menghadirkanmu dalam hidupku untuk melengkapi kebahagiaanku, kau memberiku seorang putra yg tampan, dan kini kau memberiku dua lagi secara bersamaan, kau tau malai ? Tidak ada yg cukup berarti dalam hidupku kecuali engkau, bahkan diriku sekalipun, masih tak ada apa2nya dibandingkan dengan semua yg telah kau berikan selama ini (pria itu menatapnya teduh), jangan pernah takut! (Pintanya perlahan), kalau kau benar2 menganggapku suami, maka kau akan slalu terlindungi ! Percayalah malai ! (Ucapnya lirih), Mungkin diluar sana kau mendengar banyak isu buruk tentang diriku di masa lalu, tp aku ? Aku tidak pernah sedikit pun menyentuh mereka." (Ucap Adam dengan kesungguhannya)
Dengan penuh haru, Malaika kemudian meraih Adam dan segera memeluknya dengan erat.
Untuk pertama kalinya, Adam kini merasakan bahwa Malaika benar2 sudah mencintainya, pelukan erat itu seolah menandakan bahwa ia sangat takut kehilangan Adam.
Hatinya terus di arungi kecemasan, Malaika memejamkan mata sejenak merasakan ketenangan saat memeluk suami tampannya itu.
"Aku pernah kehilangan orang yg sangat ku cintai, aku mohon tuhan ! Jangan pernah ambil lagi suamiku kali ini, tolong biarkan dia menemaniku hingga tua nanti, aku benar2 mencintainya, aku benar2 tidak tau lagi jika dia sampai pergi dari hidupku, tolong jaga dia untukku tuhan ! Ku mohon !" (Bisiknya dalam relung hati terdalam)