The Second Husband

The Second Husband
Tokyo (Bab.66)



Sesekali kecupan mesrah menyambar dahi wanita itu, masih terhanyut dengan rasa bersalah, Adam semakin mengeratkan dekapannya.


Wanita itu terus menatap penuh tanda tanya.


"No malai ! Nothing ! Tak ada apa2 antara aku dengannya, kau mau percaya atau tidak, dia hanyalah masalalu yg hampir masuk ke kehidupanku, tp aku sama sekali tidak ingin mengukir cerita dengannya (ucap Adam berusaha meyakinkan sang istri, kedua tangan itu lalu mengusap pipi mungilnya), i'm yours thrust me !" (Pungkasnya)


Tatapan nya masih ragu pada pria yg kini mendekapnya, Malaika masih bingung dengan sikap Adam yg hampir susah untuk di tebak.


Tanpa banyak bicara, kedua pasangan itu pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah.


Keesokan paginya.


Terlihat Malaika menikmati segelas susu hangat di halaman belakang rumahnya, dengan ditemani segala tanaman hijau, ibu satu anak itu terlihat melamun sambil menyeruput susu hangat di tangannya.


Tatapannya kosong saat tanaman serba hijau itu mencoba menyegarkan paginya.


Adam yg baru selesai mandi nampak heran dengan sikap sang istri.


"Belum bersiap?" (Tanya Adam saat coba menghampirinya)


Malaika kemudian tersadar dari lamunannya dan berkata :


"Ah, tidak ! Aku sedang ingin di rumah saja, lagi pula aku sudah memberikan pelatihan pada jenny, aku rasa dia sudah mulai bisa menghandle pekerjaan ini." (Jawab Malaika yg masih sedikit kaku)


Adam pun mengangguk perlahan.


Pria itu lantas mengamati segelas susu yg di bawa oleh istrinya.


"Apa stok green tea mu sudah habis ?" (Tanya Adam penasaran)


Malaika kemudian tersadar akan perhatian suaminya, ia kemudian mencoba mencari alasan untuk mengalihkan pertanyaan itu.


"Susu sangat bagus untuk kesehatan, jangan kau risaukan ! Stok green tea ku masih banyak !" (Jawab Malaika yg sedikit gugup)


Dengan sedikit kaku, Malaika kemudian beranjak dari sana dan meninggalkan Adam seorang diri.


Masih di buat penasaran dengan gerak gerik istrinya belakangan ini, Adam mencoba mencari tau tentang hal itu.


"Ada apa dengannya akhir2 ini ? Dia mengganti green tea dengan susu, dia juga lebih sering minum jus buah ketimbang latte americano? Dia biasa jogging di hari Minggu, tp kini lebih memilih untuk yoga santai di rumah ? Ada apa sebenarnya ? Hmmm baiklah ! Aku akan mengetahuinya setelah ini !" (Adam terus bertanya tanya dalam hatinya)


Tak lama kemudian, Adam terlihat rapi dengan balutan jas hitam dan setelannya.


"Where u go ?" (Tanya Malaika sedikit bingung)


"Ah ? Bersiaplah sayank ? Aku ada pertemuan darurat di Tokyo." (Pinta Adam sembari menata kancing jas)


"Apa aku harus ikut ?" (Tanya Malaika sedikit kesal)


Pria itu lantas menghampiri istrinya dan menciumnya seperti biasa.


"Come on ? (Pinta Adam sembari menatap wajah polos itu), aku tidak ingin ada salah paham lagi di antara kita." (Tuturnya dengan tatapan teduh itu)


"But ? Pasti itu sangat melelahkan !" (Seru Malaika)


"Kau bisa beristirahat sejenak, sementara menungguku sampai selesai, bagaimana ? (Tanya Adam), atau ? Kau lebih baik di rumah saja, tp kau terus mencurigai ku ?" (Pungkasnya)


"Hmmm, please ! Kau mulai lagi ?" (Rengeknya lembut)


"Okey, come on ! Let's prepare ! (Pinta Adam), aku akan menunggumu di luar !" (Tuturnya sembari menatap jam yg melingkar di persendian tangannya)


Malaika pun lantas mengangguk, dan segera bergegas untuk mempersiapkan diri.


10 menit kemudian


Ibu satu anak itu terlihat tergesa gesa saat menuju keluar, dengan pakaian casual seadanya dan juga satu tas kecil miliknya.


"Kenapa tidak pakai sopir ?" (Celetuk Malaika sambil melahap sandwich untuk sarapan paginya)


Wanita itu pun lantas menutup pintu mobil dengan cepatnya, begitupula dengan Adam yg segera melajukan mobilnya.


"Pelan2 nanti kau tersedak !" (Tutur Adam sembari menyetir)


"Aku belum makan apa2 sejak tadi, ini akan memberiku sedikit energi !" (Pungkasnya)


"Segelas susu besar apa itu belum cukup mengenyangkan ?" (Adam sedikit heran)


"Belum, susu hanyalah air ! Aku perlu lebih untuk menuntaskan rasa laparku !" (Jawab Malaika yg terus menikmati setiap gigitan sandwichnya)


Mendengar pengakuan sang istri, Adam semakin di buat bingung olehnya, namun pria itu tetap tenang dan fokus dalam berkendara.


Singkat kemudian perjalanan mereka ke Jepang, dan tibalah keduanya di sebuah apartemen milik Adam yg berada di Tokyo.


"Tunggulah disini ! Aku akan kembali dalam 30 menit !" (Pinta Adam saat mencoba berpamitan dengannya)


"Yes ! Aku memang perlu beberapa hari disini, tp bukan untuk pekerjaanku sayank !" (Tutur Adam sembari mengusap rambut wanita itu)


Malaika kembali terheran, wajahnya menunjukkan sebuah rasa penasaran yg aneh.


"Dengar malai ! (Panggilnya dengan memberikan tatapan teduh), intinya ! (Sejenak terdiam), jangan pergi kemana mana sebelum aku kembali !" (Pinta Adam dengan lembut)


Malaika pun lantas mengangguk pelan.


Pria dengan setelan jas hitam itu kemudian berlalu dari hadapannya dan meninggalkannya seorang diri.


"Hmmm di luar sangat dingin, tp aku sebenarnya tidak suka dengan pakaian tebal seperti ini ! (Gumamnya sembari mengamati setelan jaket yg ia kenakan), astaga kenapa aku lapar lagi ? Aku sudah sarapan tadi pagi tp kenapa rasanya aku seperti terus merasa kelaparan ? (Ujarnya bingung), akan ku lihat di lemari pendingin itu ada makanan apa saja !" (Pungkasnya sembari menuju ke arah kulkas)


Di bukalah pintu lemari pendingin itu.


"Hmmm, sebuah makanan cepat saji ! Sosis, Ham, Nugget ! (Ucap Malaika seraya mengamati beberapa makanan yg di sediakan hotel itu), Hmmm baiklah aku akan buat sesuatu untuk menyenangkan perutku !" (Ucapnya lagi sembari menjamah perutnya yg masih rata)


Beberapa jenis saos dan juga seasoning lainnya tersedia di dapur, sementara Malaika kembali mengambil peralatan masak yg ia butuhkan.


Sebuah teflon berukuran sedang, di letakkannya di atas kompor listrik yg ada disana.


Beberapa seasoning mulai di tuangkan ke atas teflon, mulailah Malaika melakukan sihir pada makanan siap saji itu.


15 menit kemudian.


Tersajilah sebuah hidangan lezat di atas piring, sosis barbeque mentega ala Malaika telah siap untuk di santap.


Wanita itu begitu antusias saat ingin mencicipi masakannya. sembari menyalakan televisi ia nampak duduk santai sambil menikmati makanan di tangannya.


Baru satu potong sosis masuk ke dalam mulutnya, tiba2 terdengar suara seseorang dari arah pintu.


Tak lain adalah Adam sang suami, melihat Malaika begitu menikmati makanannya Adam lantas menghampirinya dan bertanya dengan santainya.


"Hmmm !!! (Gumamnya lalu tersenyum)


Pria itu bersandar pada belakang sofa yg telah di duduki oleh Malaika.


"Segelas susu segar dan juga dua potong sandwich masih belum cukup untuk memuaskan perutmu nona ?" (Seru Adam dengan recehnya)


Seketika wajah sumringah itu berubah menjadi sedikit kaku.


"Sepertinya aku masih lapar !" (Jawabnya singkat namun kaku)


"Benarkah ? Entah ada apa denganmu nona, kau terlalu banyak mengonsumsi lemak akhir2 ini ! Well tp itu bagus agar kau lebih sedikit berisi lagi !" (Goda Adam dengan santainya)


"Biar ! Biar saja ! Memangnya kenapa kalau aku gendut ?" (Sahut Malaika mencoba mencari alasan)


"Tidak ada ! Tp sedikit aneh menurutku ! Kau terbiasa mengontrol lemakmu, tp kali ini ? Entahlah ! Mungkin kau memiliki masalah pribadi lain ?" (Tebak Adam)


"Pergilah Adam ! Jangan membullyku seperti anak kecil !" (Ucap Malaika ketus)


"Baiklah baiklah ! Aku tidak akan mengajak istriku berdebat kali ini ! (Ucap Adam coba meredamnya), tp aku bawakan sesuatu untukmu !" (Tambahnya lagi sembari menyerahkan satu buah kelapa muda padanya)


Seketika mata itu terbelalak panik tatkala melihat benda yg di bawah oleh Adam, bagaimana tidak, Malaika yg kini tengah hamil muda sangat tidak disarankan untuk meminum air kelapa muda karna cukup membahayakan untuk kandungannya.


Gerik panik mulai terlihat dari sikapnya, ia kemudian mencari alasan untuk tidak meminum itu, sedangkan Adam terus memaksanya.


"Minumlah ! Ini sangat bagus untuk mendetox racun dan juga lemak dalam tubuhmu !" (Ujarnya sembari meminta Malaika untuk segera meminumnya)


Wanita itu lantas terdiam membisu, namun mata itu tak bisa menyembunyikan kepanikan dalam dirinya.


"Dasar jalank ! Bisa2nya dia bawakan itu untukku ! Mati aku kalau sampai dia benar2 tau yg sebenarnya !" (Gerutu Malaika dalam hati)


"Why ? Kenapa diam ? Ayo minumlah sayank !" (Pinta Adam yg terus memaksanya)


Lamunannya kemudian tersentak.


"No no !!!!" (Pintanya dengan suara lantang)


Adam pun terhenti sejenak, lalu ia meletakkan kembali buah kelapa muda di atas meja kemudian duduk di samping Malaika.


Walau sedikit tenang namun Malaika masih nampak sedikit panik.


"Kau biasa meminum air kepala muda saat selesai olahraga bukan ? Lantas kenapa sekarang ?" (Tanya Adam dengan menatap wajah polos itu)


"Ti tidak ! Ak aku hanya sedang bosan ! (Jawab Malaika sedikit gugup), yah ! Begitulah ! Aku sedang tidak ingin !" (Timpalnya lagi)


"Kau yakin ? (Tanya Adam sekali lagi), ok baiklah ! Jika kau sedang tidak ingin, aku akan menyimpannya di lemari pendingin !" (Pungkasnya)


"Ah yaa ! Itu lebih baik ! (Balas Malaika yg sedikit legah), huhhhh !!" (menghela nafas panjang)


Di letakkanlah kemudian buah tersebut ke dalam lemari pendingin.