The Second Husband

The Second Husband
Sad Moment (Bab.29)



Pagi itu, suara gemericik air hujan cukup mengusik telinga, Adam terbangun dan membuka jendela, ia berdiri kemudian merentangkan kedua tangan, di lihatlah keluar nampak langit masih terlihat gelap, dan kilat saling bersaut sautan.


Tidak ada suara petir, namun hujan mengguyur begitu derasnya. Pria itu kemudian teringat akan sesuatu, yaa dia teringat akan istrinya yg sedang tidur di kamar lain.


Di hampiri lah kamar itu, di ketuklah beberapa kali namun masih tidak ada jawaban, sepertinya Malaika masih terlelap.


Waktu menunjukkan pukul 04:30, sedangkan hujan masih juga tak terjeda.


"Masih terlalu pagi, dan dia masih tak mau membukakan pintu untukku (gumam laki laki itu)


Di ambillah sebatang cerutu miliknya, lalu mulai menyalakan korek api, asap mulai mengepul dari arah ruang keluarga tatkala ia menghisapnya dengan penuh rasa.


Seketika asap itu menyebar ke seluruh ruangan, hingga masuk ke dalam kamar Malaika, wanita itu sangat terganggu dengan asap yg berpolusi hingga ia terbangun karna batuk2.


"Uhukkkk Uhukkk !!! (Suara Malaika dengan batuk2)


Wanita itu lantas keluar dan mencari sumber dari asap mematikan itu.


Adam yg begitu tenang memainkan cerutunya tak sadar bahwa istrinya sedang hamil dan sangat terganggu dengan asap itu.


Dengan segera Malaika membawa segelas air dan mengguyurkan pada cerutu suaminya, seluruhnya basah kuyup, mulai baju yg ia kenakan hingga sofa yg ia duduki.


"Hey !!! Apa yg kau lakukan !! (Ucap Adam dengan terkejut)


Pria itu kemudian berdiri dan melihat istrinya dengan membawa gelas di tangannya.


"Bunuh saja aku !!! (Bentak Malaika dengan kesal).


"Ohh malai !!! Astaga !! I'm sorry ! (Adam kemudian tersadar)


"Jangan coba2 mendekatiku !!! Stop it !! (Bentak Malaika dengan menghentikan langkah suaminya).


Sana !!! Pergi ke pub kemudian bersenang senanglah disana, kau bisa habiskan seluruh cerutumu dan kau juga bisa minum sepuasnya !!! Ayo pergilah !!! Ada banyak wanita seksi yg akan menemanimu disana !!!! (Ucap Malaika dengan amarah yg masih menggebu), atau ??? Biar aku saja yg pergi dari sini !!! (Tambahnya)


Langkahnya begitu cepat ketika amarah dan kekesalannya menguasai pikirannya, ia langsung menuju ke kamar dan mengemasi seluruh pakaiannya ke dalam koper.


"Please malai !! Aku benar2 lupa, aku tidak bermaksud seperti ini padamu !!! Jangan seperti ini please !! (Pinta Adam dengan memelas)


Wanita itu masih membisu dengan celotehan suaminya, ia segera bergegas keluar dengan menarik koper besarnya.


"Kau mau kemana, jangan tinggalkan aku malai please !! (Mencoba menghentikan).


"Dia baru berusia beberapa Minggu dan kau sudah berusaha untuk membunuhnya ??? (Ucap Malaika dengan nada tinggi), dengar !!! Tidak peduli walau kau adalah ayahnya, tp aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, dia adalah anak pertama yg cukup aku nantikan selama bertahun tahun lamanya. (Malaika masih terus menghakiminya), nikmatilah hidupmu !!! (Ucap Malaika sinis).


"BRUAKKKK !!!!


Pintu tertutup begitu kerasnya, wanita itu membanting pintu kamar dengan lantang lalu beranjak dari rumah besar itu.


Sebuah taksi telah menunggunya di luar, walau hujan masih tak juga mereda, Malaika tetap nekat pergi meninggalkan rumah itu.


"Aku benar2 tidak tahan dengan sifat kekanak kanakkannya, dia masih belum bisa jadi suami yg aku inginkan, suami yg bisa melindungiku, menjagaku, dia masih seperti anak kecil yg ingin terus bermain, hampir setiap malam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia selalu meminta itu bahkan malam ini pun dia menggangguku dengan berulah seperti itu, aku benar2 tidak bisa hidup dengan pria seperti itu, bagiku pernikahan adalah sebuah komitmen untuk hidup bersama bukan sekedar tidur bersama. (Gerutu Malaika dalam hati)


Gemuruh hatinya terus berkecamuk seakan ingin meluapkan itu semua pada suaminya. Namun entahlah ia tak kuasa mengatakan itu.


Kepergiannya membuat Adam tersiksa, perasaan cemas semakin menjalari pikirannya, Adam benar2 tidak bisa berpikir lagi.


Pria itu segera mengambil kunci mobil lalu menyusul untuk mengejar istrinya yg menurutnya mungkin belum pergi terlalu jauh.


Seluruh jalanan ia pantau, kanan kiri tak luput dari pandangannya.


"Kemana pergi nya !! Malaika please !! Aku benar2 tidak ingin kau pergi dari hidupku, kembalilah malai, kembalilah sayank, (suara hatinya tak bisa berhenti mencemaskan istrinya).


Tak terasa hari sudah mulai terang, matahari mulai menampakkan sinarnya, Adam masih terus mencari istrinya ke seluruh tempat. Namun tak juga ia dapatkan.


5 jam berlalu dengan mobilnya, pria itu kemudian memutuskan untuk berhenti sejenak di suatu tempat.


Yaah sebuah kafe pinggiran yg cukup terbuka sengaja ia pilih mungkin agar ia bisa sewaktu waktu melihat Malaika terlintas di depannya.


Secangkir kopi panas menemani keresahannya, mata yg memerah akibat air mata yg terus meneteskan tangisan penyesalan.


Adam. CEO perusahaan ternama yg terkenal cukup tangguh, cerdas, tegas, dan pemberani, namun begitu rapuh ketika menghadapi seorang wanita yg dicintainya.


Selang beberapa waktu, tiba2 lamunannya di kejutkan oleh ponsel yg berdering dari saku celananya.


"Hallo !! (Jawab Adam dengan sendu)


"Datanglah kemari ayah ingin bicara !! (Pinta sang ayah)


Mendengar hal itu, Adam segera bergegas melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya.


Sampailah disana, terlihat Malaika sedang berada dalam pangkuan ibu mertuanya. Sedang sang ayah berdiri tegap menghampirinya.


"Kami menemukannya saat dia sedang pergi membeli sarapan pagi, lalu ayah banyak bertanya padanya, terlepas dari apa pun masalah kalian ayah tidak akan ikut campur, tp ayah akan menegaskan satu hal padamu, ketika kau sudah memutuskan untuk menikahi seorang wanita maka secara lahir dan batin kau harus menyerahkan seluruh hidupmu pada istrimu begitu pun sebaliknya.(ucap sang ayah).. nak !! (Menepuk bahu anak laki lakinya itu) kau adalah putra bungsu ayah, walau usiamu sudah matang tp sepertinya kau masih harus belajar banyak tentang sebuah pernikahan, menikah itu bukan sekedar untuk bersenang senang, bukan sekedar untuk have fun, atau bahkan sekedar tidur bersama. Menikah itu komitmen untuk hidup bersama, anak adalah bonus, dan harta adalah bentuk perjuangan, menikah itu sama2 saling membuat nyaman, aman dan terlindungi, kau putra hebat ayah, kau bisa mendirikan 15 perusahaan tanpa campur tangan ayah, maka kau juga harus bisa membahagiakan wanitamu (pinta sang ayah), memiliki 10 istri tidak akan menjadikanmu terlihat seperti pria hebat tapi dengan membahagiakan satu istri dan tidak akan mengkhianatinya sampai akhir hayat adalah pria sejati. (Ucap sang ayah dengan jelas).


Ucapan sang ayah seolah menampar pikirannya, Adam membisu di buatnya, dan ia tersadar bahwa betapa kekanak kanakkannya ia selama ini.


"Pergi temuilah istrimu, dan bawa ia pulang !! (Pinta sang ayah dengan penuh haru).


Adam lantas berlari dan memeluk istrinya, ia tersungkur di pangkuan istrinya dan meminta maaf dengan penuh linangan air mata.


"I'm sorry malai !! I'm sorry !! Aku bukan suami yg baik selama ini (ucap Adam sambil mengusap wajah istrinya), tp aku akan berubah, aku akan terus berusaha menjadi suami yg baik untukmu, aku mohon padamu jangan pernah pergi dari hidupku, I'm sorry !! (Pinta Adam dengan deraian air mata)


Pria itu kemudian mencium kening istrinya, dan kembali membawanya pulang.


Kedua orang tua itu nampak bahagia melihat hubungan anak dan menantunya yg sudah mulai membaik. Mereka tersenyum ketika melihatnya saling berpelukan.