The Second Husband

The Second Husband
Pregnant (Bab.23)



" Bagaimana pun keadaanya, mereka tetaplah orang tuamu !! Kau harus datang ke acara itu (pinta Malaika dengan lembut)


" Apa kau mau menemaniku ?? (Sahut Adam dengan tatapan hangatnya)


" Tidak Adam, aku bukan bagian dari mereka, mereka pasti mengolok olok ku, kau tau sendiri aku bukan dari kalangan kelas mereka, jadi sudahlah, kau saja yg temui mereka (pinta Malaika dengan sedikit mengusap pipi suaminya itu)


" Hmmm, aku akan datang kalau kau juga bersedia menemaniku, kalau kau tidak mau, maka aku juga tidak akan datang (jawab Adam dengan mencubit pipi istrinya)


Pria itu segera beranjak untuk pergi bekerja, sementara Malaika di minta untuk tetap tinggal di rumah besar itu.


Seperti biasa Malaika selalu sendirian saat Adam pergi, tidak ada kegiatan positif yg bisa ia jalani, ingin rasanya pergi keluar untuk jalan2 namun Adam pasti tak mengizinkannya. Ia hanya boleh keluar saat di temani oleh suaminya itu.


Pagi itu tiba2 Malaika mengeluhkan rasa sakit yg luar biasa, kram di perutnya membuat wanita 33 tahun itu jatuh tersungkur, seorang pembantu kemudian membantunya berdiri dan membawanya untuk beristirahat di kursi.


Tak juga membaik dengan rasa sakit itu, pembantu tersebut kemudian menghubungi dokter pribadi Adam.


" Nyonya, mungkin anda sedang nyeri datang bulan, bersabarlah sebentar aku akan coba menghubungi dokter pribadi tuan Adam (ucap sang pembantu itu lalu segera mengambil ponsel)


Tak lama kemudian, dokter itu pun datang dan memeriksa Malaika.


" Tenanglah nyonya aku sudah memberikan pereda nyeri untuk anda, rasa sakit itu akan segera hilang (ucap sang dokter)


" Tp dok saya sebenarnya sakit apa ??? (Tanya Malaika yg masih berbaring itu)


" Apa anda sedang datang bulan ??? (Dokter kembali bertanya)


" Tidak dok, dua bulan ini aku sama sekali belum datang bulan, aku rasa mungkin itu pengaruh hormon (jawab Malaika mencoba berpikiran positif).


" Baik nyonya, sudah kuberikan obat pereda nyeri, jika terjadi sesuatu yg buruk lagi, anda harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Pinta sang dokter)


Sepeninggal dokter dari ruangan itu, Malaika masih terlihat lesu dan tak berdaya, ia seperti merasa kelelahan setelah banyak melakukan aktifitas, tubuhnya seolah tak bertenaga, padahal kenyataannya ia sama sekali tidak melakukan pekerjaan apa pun di istana besar itu.


" Nyonya, mau ku buatkan teh herbal ??? (Tanya sang pembantu yg mendekatinya)


Wanita itu pun mengangguk,


" Bik, jangan katakan apa pun pada suamiku, ini bukan sesuatu yg serius (pinta wanita yg masih terbaring itu)


" Baik nyonya !!! (Pembantu itu mengangguk lalu berlalu)


Malaika, wanita yg dinikahi Adam 8 tahun yg lalu, sepertinya sudah benar2 menerima Adam sebagai suaminya. Seiring berjalannya waktu kondisinya mulai membaik pasca pemeriksaan dokter kala itu, ia kembali menjalani hari2 seperti biasa. Terlihat sehat dan aktif.


Namun ada sedikit kebiasaan yg cukup berbeda dengannya, wanita itu mulanya tidak suka makanan cepat saji, ia lebih memilih sayuran, namun entah beberapa hari ini ia lebih sering memesan makanan cepat saji seperti burger, pizza, dan yg lainnya.


Melihat kebiasaan itu Adam hanya memperhatikan, dan ia masih membiarkannya.


Sesekali Malaika juga terlihat memakai pakaian laki laki, seperti celana kempol, kaos longgar dll. Padahal sebelumnya ia pun tidak pernah menyukai hal itu.


Adam pun masih diam dengan tingkahnya.


Sampai suatu hari, terlihat Adam sedang membuat kopi di malam hari, suara gelas tak membuat wanita itu terbangun dari tidurnya, namun ketika kopi itu sudah tersaji, terciumlah aroma khas kopi yg sangat mengganggu Malaika kala itu, bukan hanya membuatnya terbangun dari tidurnya tp itu juga membuatnya mual.


Mendengar suara itu, adam segera berlari mendekati Malaika yg berada di kamar mandi.


"Kau masuk angin??? Tenangkan dirimu (ucap Adam dengan panik)


Sambil memegangi kedua bahu istrinya, Adam coba menenangkannya.


Suara orang muntah nampak terdengar jelas di telinga, wanita itu sampai melotot hingga seisi perutnya keluar tak tersisa.


" Sepertinya kau sedang tidak sehat ?? (Ucap Adam dengan mengusap dahi istrinya itu).


" Percaya atau tidak, akhir2 ini aku sangat muak dengan aroma kopi, aroma itu seakan ingin membunuhku (ucap Malaika dengan perlahan)


Nafasnya masih tak tentu lantaran terlalu lelah mengeluarkan rasa mual di perutnya.


Pria itu kemudian memeluknya, dan memintanya untuk segera tidur.


" Baiklah !!! Sekarang ayo kita tidur, besok akan ku bawa kau ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut (ucap Adam lalu mengecup keningnya).


Keesokan harinya,


Adam termenung menunggu hasil pemeriksaan dokter, sementara dokter masih memeriksa kondisi Malaika.


Tak lama setelah itu dokter pun keluar menjelaskan tentang hasil pemeriksaannya.


" Hb.nya sangat rendah tuan, kondisinya juga rentan, nyonya tidak boleh memakan makanan yg mengandung bahan pengawet, itu akan menurunkan daya tahan tubuhnya. (Ucap sang dokter)


Adam pun masih bertanya tanya tentang penjelasan dokter tersebut.


" Bisakah kau menjelaskannya secara jelas dok ??? (Adam masih tidak mengerti)


" Emmm baik tuan, intinya tidak ada yg perlu di khawatirkan, mari ikut saya (pinta dokter)


Dokter pun beranjak dari tempat duduknya, lalu pria itu mengikutinya.


Mereka menghampiri Malaika yg masih terbaring. Sementara dokter meminta Adam untuk melihat layar monitor yg terpampang di dinding ruangan itu,


"Tuan, silahkan lihat ke layar !! (Pinta dokter)


Dokter itu kembali memeriksa perut Malaika bagian bawah.


"Anda lihat disana, ini adalah rahim nyonya Malaika, dan coba anda perhatikan lagi, disana ada pergerakan, sangat kecil sekali, ini artinya istri anda tidak sedang sakit, (ucap dokter dengan tersenyum)


"Lalu ??? (Sahut Adam)


"Selamat tuan !!! Istri anda sedang hamil !! (Seru dokter dengan bahagia)


Masih tidak percaya dengan ucapan dokter itu Adam kembali menyuruhnya untuk memeriksa perut Malaika dan melihat pergerakan itu.


" Coba !!! Coba sekali lagi dok!! Coba gerakkan itu sekali lagi (pinta Adam masih tidak percaya)


Tangis haru Adam pecah ketika melihat semua itu, ia sangat bahagia lalu memeluk istrinya, pria itu juga menciumnya berkali kali.


Begitu pun Malaika, ia tidak menyangka akan secepat itu mendapatkan keturunan, karna sebelumnya yg ia ketahui, ia belum juga hamil saat bersama dengan suaminya yg pertama, bahkan selama 7 tahun lamanya.


Sedangkan bersama Adam yg baru beberapa bulan, ia langsung di karuniai seorang anak.


" Tuan !!! (Panggil sang dokter), kondisi rahimnya sangat rentan, anda harus benar2 menjaganya, kalau tidak itu akan berakibat fatal. (Pinta dokter itu)


" Baik dok !!! Saya akan menjaganya dengan baik, bahkan saya akan lebih sering di rumah untuk menjaganya. (Jawab Adam dengan bersemangat)


" Hey !!! Kalau kau di rumah siapa yg akan bekerja !! (Celotehan Malaika mulai terdengar)


" Tenanglah !!! Perusahaan itu milikku, hanya aku yg bisa memutuskan mau bekerja atau tidak !!! (Balas Adam dengan bahagianya).


Dokter pun turut bahagia mendengar percakapan pasangan itu.