The Second Husband

The Second Husband
Adam Parent (Bab.27)



Di kantor


Semua orang terlihat sibuk membicarakan pemberitaan yg sedang panas itu, para staff baik junior maupun senior bukannya bekerja tp malah bergosip dengan santainya.


"Aku sangat tidak menyangka, aku pikir mereka berdua hanya pacaran saja, ternyata mereka sudah menikah (seru salah seorang staff pria yg duduk disana)


"Benar!!! Entah mantra apa yg perempuan itu gunakan, sampai2 Adam bertekuk lutut padanya, aku sangat tidak terima !!! (Gerutu Catherin dengan kesalnya)


"Bagaimana pun juga, sekarang dia adalah istri dari seorang CEO kita, kita harus hormat padanya (sahut yg lainnya)


"Omong kosong apa itu!! (Bentak Catherin), Heyy dengar!! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menghormati wanita sampah itu !! Bagiku dia hanya lah wanita rendahan yg mencoba memanfaatkan harta Adam, memangnya apalagi yg dia dapatkan menjadi seorang istri CEO. Lihat saja !!! Aku akan membuat hidupnya menderita !! (Ucap Catherin dengan penuh amarah).


"Tp sorry, kali ini kita tidak akan terlibat dalam rencanamu !! Atau dia akan benar2 membunuh kami (sahut salah satu teman wanitanya).


"Catherin Catherin !!! (Ucap geo dengan remehnya), menyerahlah !! Jauh sebelum wanita itu ada disini, kau sebenarnya sudah kalah, dia sama sekali tidak tertarik padamu, mau sekeras apa kau berusaha seleranya tetap bukan kau, aku sangat kasihan padamu !! Kau cantik tp begitu bodoh (celotehnya dengan remeh) hahahahaha.


Geo masih saja menggodanya, menganggap bahwa Catherin adalah wanita bodoh karna terus berjuang untuk mendapatkan hati Adam yg tak pernah bisa menghargainya.


"Diam kau bajingan!!! (Bentak Catherin dengan suara lantang)


Tak lama kemudian, suara keributan itu berubah menjadi hening tatkala Adam mulai berjalan memasuki ruangannya. Mereka semua tampak panik dan segera kembali ke meja kerjanya masing2.


"Morning sir !! (Sapaan salam dari mereka sebagai tanda hormat).


"Morning (balas Adam dengan jelas)


Tiba2 seorang Office Girl gendut menghentikan langkahnya.


"Sir !! (Panggil sang ob)


"Yaa ? (Sahut Adam)


"Your'e so cool (seru ob itu dengan gaya humornya yg begitu polos)


"Ahaa ??? (Adam tersenyum), thank u Merry (balas Adam dengan ramah)


" Sir !! (Panggilnya lagi), esspreso atau cappuccino?? (Tanya ob itu)


"Hot cocholate Merry !! (Jawab Adam dengan senyuman khasnya)


"Ok sir !!


Masih dengan suasana pagi menjelang siang, wanita dengan dress panjang di bawah lutut, serta lengan sepertiga membuat Malaika terlihat semakin anggun dan kalem.


Wanita itu nampak duduk menikmati beberapa potong buah2an, sambil menatap jendela yg ada disampingnya.


"Nyonya ?? Apa kau ingin sesuatu ?? (Tanya sang pembantu yg tiba2 menghampirinya)


"Tidak bik !! (Jawab Malaika dengan lembut)


Pembantu itu segera berlalu dan melanjutkan pekerjaan yg lainnya.


Namun tak lama kemudian, terlihat sebuah mobil Alphard melaju memasuki rumah besar itu, Malaika nampak gusar dan bertanya tanya.


ia segera keluar dan menuju ke arah pintu, di panggilah seorang pembantu dan berkata :


"Bik, sepertinya kita kedatangan tamu ?? (Malaika masih penasaran)


"Tp tuan Adam sedang tidak ada janji dengan siapa pun nyonya ! (Jawab sang pembantu itu).


Beberapa saat kemudian terdengar suara bel pintu berbunyi.


"Ting !!! Ting !!!


Kemudian pembantu tersebut membukakan pintu, di susul Malaika yg juga menyambutnya.


Alangkah terkejutnya Malaika saat mengetahui bahwa tamu tersebut adalah kedua orang tua Adam yg ingin berkunjung ke rumah putranya itu.


Sang ayah dan juga ibunya, juga ditemani sopir yg membawa mereka.


"Tuan !!! (Ucap Malaika dengan spontan)


Pria itu pun tersenyum pada Malaika, begitu juga sang ibu.


Malaika segera bersalaman dan mencium tangan kedua orang tua itu.


"Silahkan masuk !! (Pinta Malaika dengan lembut)


Kedua orang itu pun di mintanya untuk segera masuk dan ngobrol2 di dalam.


Melihat kedatangan mereka yg tiba2 sangat membuat Malaika merasa canggung dan panik.


"Eihhh tidak perlu serepot itu nak, (ucap sang ayah), kemarilah !! Duduklah kami ingin bicara banyak denganmu (pinta sang ayah)


Dengan perlahan Malaika pun duduk berdampingan dengan mereka.


"Ap ap yg ingin anda ketahui tuan ? (Malaika gugup)


"Hey, relax saja nak !! Jangan takut (ucap sang ayah coba mencairkan suasana).


Malaika terduduk dalam kecemasan, wanita yg telah mengandung benih dari Adam itu nampak gelisah saat berhadapan langsung dengan kedua orang tua suaminya.


"Benar !! Kau sangat tegang, tenanglah kami tidak akan menyakitimu (ucap sang ibu dengan ramah)


Wanita tua itu lantas merangkul pundak Malaika.


"Berapa usia kandunganmu? (Tanya sang ibu yg kemudian menjamah perut Malaika)


Sontak raut wajah Malaika semakin terkejut dibuatnya lantaran sang ibu mertua yg tiba2 menjamah perutnya yg masih terlihat rata itu.


Bahkan mulutnya seolah terkunci ketika di tanya perihal usia kandungannya.


Melihat ekspresi konyol itu, kedua orang tua Adam tertawa kecil.


"Lihatlah !! (Menatap laki laki di sampingnya), dia sangat lucu, bahkan terlihat polos sekali (ucap wanita itu kepada suaminya).


Malaika masih terdiam dengan kepolosannya, namun kedua orang tua itu mencoba untuk mencairkan suasana.


"Nak, kau adalah istri dari putra kami, maka kami juga menjadi orang tuamu sekarang, jangan pernah memanggil kami dengan sebutan tuan dan nyonya lagi, kau bukan pembantu di rumah ini, (seru sang ibu)


"Yah, dan bukankah sebentar lagi kau akan memberi kami seorang cucu ??? (Sang ayah bertanya dengan rasa penasaran).


Malaika mengangguk dengan malu malu.


"Tidak baik wanita hamil dibiarkan sendirian di rumah sebesar ini, kau harus ada yg menemani (ucap sang ibu mertua)


"Tp nyonya ?? Eehh ibu, disini sudah ada banyak orang, ada empat bibi yg menemaniku selama 24 jam (jawab Malaika dengan santun)


"Tp nak, mereka itu bekerja, tidak bisa memantaumu selama 24 jam, (sahut sang ibu)


"Bu, Adam juga selalu pulang lebih awal, jam 14.00 dia sudah berada di rumah, itu saja sudah lebih dari cukup Bu (ucap Malaika dengan ramah).


"Baiklah kalo menurutmu itu lebih baik, yg pasti kau jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan pada kami.(ucap sang ibu dengan jelas)


"Ehemmmm (Malaika mengangguk).


Perbincangan itu berlangsung cukup lama, dari yg awalnya berada di ruang tamu lalu berlanjut di ruang santai keluarga. Mereka juga sempat bercanda tawa juga bercerita


Tak terasa hari sudah mulai terik, seolah matahari tepat berada di atas kepala. Kedua orang tua itu lalu memutuskan untuk pamit dari rumah putra bungsunya.


"Jaga dirimu baik2 nak (pinta sang ayah saat memasuki mobil), mungkin beberapa hari lagi kami akan mengunjungimu (ucap sang ayah dengan sepenuh hati)


" Hmmm (Malaika mengangguk), kalian juga hati2 di jalan !! (Ucap Malaika dengan melambaikan tangan)


Kemudian mobil berlalu meninggalkan rumah besar itu.


2 jam kemudian, Adam telah kembali dari kantor.


Pria itu berjalan dengan lantang, sambil mengendurkan dasi di lehernya. Suara televisi tiba2 mengejutkannya, karna tidak biasanya Malaika menonton televisi.


Rupanya wanita itu tengah tertidur di sofa ruang keluarga, yg di dalamnya terdapat televisi.


Terlihat beberapa camilan seperti cake, kacang almond, juga beberapa biskuit yg berjajar disana.


Adam yg menyaksikan itu segera mematikan televisi lalu menggendong istrinya menuju tempat tidur.


"Bik ?? Apa kita kedatangan tamu hari ini ? (Tanya Adam pada salah satu pembantunya)


"Benar tuan !! Tadi tuan dan nyonya besar datang kemari (jawab pembantu itu dengan jelas)


Mendengar hal itu Adam nampak geram lantaran khawatir mereka akan mengatakan sesuatu yg menyakiti hati Malaika.


"Kenapa tidak menghubungi saya ? (Tanya Adam kesal)


"Maaf tuan, saya pikir tidak ada yg perlu di khawatirkan, tuan dan nyonya besar sangat baik pada nyonya Malaika, mereka sangat ramah, mereka juga menganggap nyonya Malaika seperti putri mereka sendiri, bahkan nyonya besar tadi tampak sedang memijat kaki nyonya Malaika ketika nyonya Malaika mengatakan ada sedikit masalah pada kakinya, sepertinya kram, maaf tuan jika sikap saya tadi salah, dan mungkin tuan benar, seharusnya saya menghubungi tuan terlebih dahulu ! (Pembantu itu membungkuk merendah).


Mendengar pengakuan pembantunya, Adam sedikit legah.


"Ya sudah, kembalilah bekerja !! (Pinta Adam dengan tegas)


"Baik tuan !! (Jawab sang pembantu dengan sedikit merendah).