The Second Husband

The Second Husband
Office 1 (Bab.48)



Seketika suasana mencekam tercipta di ruangan itu, semuanya nampak sibuk dengan pekerjaan masing2, terlihat office boy hilir mudik kesana kemari menyibukkan diri lantaran ruangan itu benar2 jarang di bersihkan.


Semua kertas berserakan di atas meja printer, dua orang coba merapikan dengan tergesa gesa.


Apalagi saat Adam tiba tiba keluar dari ruangan itu, ia berdiri di ambang pintu dan memperhatikan setiap staff yg bekerja.


Tatapan mata itu seolah menakuti mereka, walau tak banyak bergerak.


Tanpa sepatah kata pun, tiba2 bising mereka sama sekali tak terdengar setelah mengetahui kenyataannya.


Adam sempat bingung kenapa tiba2 semuanya berubah menjadi hening.


"Hey kau !" (Panggil Adam dengan menunjuk seorang OB yg sedang membersihkan sesuatu)


"Yes sir !" (Ob itu menghampiri)


"Ada berapa office boy disini ?" (Tanya Adam santai)


"Kurang lebih 20 orang sir ?" (Jawabnya dengan sedikit ketakutan)


Ob itu terus menundukkan wajahnya lantaran tidak berani menatap Adam yg menurutnya sangat galak.


"Ok right ! Perintahkan 5 orang untuk datang ke sini dan bersihkan ruangan ini !" (Pinta Adam dengan menunjuk ke ruangan CEO itu)


"Baiklah, sir !" (Jawab ob itu gugup)


"1 jam lagi aku kembali ! Bekerjalah dengan baik !" (Pinta Adam dengan menepuk pundak ob itu)


Pria besar itu kemudian berlalu, ia terus berjalan menyusuri lorong kantor dan terus memperhatikan setiap gerak gerik orang2 yg ada di sana.


Tak lama kemudian, langkahnya terhenti ketika melihat ruangan yg cukup besar namun kuno.


Di bukalah pintu itu, kemudian ia memasuki ruangan tersebut, setiap desainnya, interiornya, bahkan segala perabotan yg ada disana, tak luput dari mata jelinya.


"Meeting room !" (Serunya sambil melihat langit2 plafon), meja dan kursinya pun sepertinya sudah lama tidak di perbaharui, apa saja yg dia lakukan selama ini ?" (Gumamnya)


Pria itu menghela nafas panjang, lalu menggelengkan kepalanya seolah sangat prihatin dengan ruangan itu.


ia kemudian keluar dan memanggil seseorang.


"Hey kau ! (Panggil Adam saat melihat seseorang), yahh kau ! Kemarilah manager !" (Pinta Adam)


Dia adalah Jay, yakni manager yg ada di perusahaan itu.


"Yes sir ? Can i help u ?" (Tanya Jay dengan segan)


"Hubungi orang interior, aku ingin renovasi dalam ruangan meeting !" (Pinta Adam dengan ringannya)


"Tp sir ! Maaf ! Keuangan kita sedang tidak memungkinkan untuk melakukan renovasi ?" (Ucap Jay dengan hati hati)


"Jangan cemaskan itu ! Aku tidak akan memakai uang perusahaan untuk ini ! Lakukan saja apa yg ku perintahkan !" (Pinta Adam jelas)


"Baik sir !" (Jawab Jay sang manager)


"Ok good !" (Pujinya)


Pria jenaka itu kemudian berlalu darinya, sementara Adam terus melanjutkan langkahnya menyusuri ruangan yg lainnya.


Pria itu tampak sibuk dengan pekerjaannya, hingga tak terasa dahaga menyerang tenggorokannya.


Pergilah ia ke ruang pantry untuk mengambil minuman. Sangat memprihatinkan memang, bukan hanya tempat yg tidak terawat tp etika karyawan juga sangat buruk, bahkan tidak ada yg menegurnya sama sekali saat ia masuk ke dalam pantry.


Berbeda dengan saat di kantornya sendiri, ob manapun tidak akan membiarkan atasan untuk masuk ke dalam pantry, karna disana mereka sangat menghargai bos atau atasan, dan hanya staff biasa yg bisa memasuki pantry.


Setelah meneguk air minum dari gelasnya, Adam kembali keluar dan melanjutkan pekerjaannya.


Di sela sela langkahnya tiba2 salah seorang OB yg bertugas membersihkan ruangan CEO tadi menghentikannya.


"Sir !" (Teriaknya)


Pria itu kemudian menoleh dan berkata :


"Ada yg ingin ku tunjukkan pada anda !" (Pinta sang ob dengan sapu di tangannya)


Pria besar itu kemudian mendekat dan mengikutinya.


Setelah mengetahui hal itu.


"Panggil Jay kemari !" (Pinta Adam masih memperhatikan ruang rahasia itu)


"Baiklah sir !" (Jawabnya kemudian berlalu)


Tak lama kemudian.


"Tok tok tok !" (Suara ketukan dari luar)


"Come here !" (Pinta Adam)


Pria jenaka itu lantas menghampiri Adam.


"Yes sir !" (Ucapnya)


"Kau lihat ?" (Tanya Adam sambil menunjukkan ruangan itu padanya)


Mengetahui hal itu, Jay sang manager sangat terkejut lantaran ia juga sama sekali tidak tau menahu tentang ruang rahasia itu.


"Inikah alasannya, kenapa ruangan ini selalu terkunci saat dia tidak ada?" (Tanya Adam yg mulai geram)


"Saya berani bersumpah, saya tidak tau apa2 tentang ruangan ini sir ? Demi tuhan, anda bisa menghukum saya jika saya berbohong !" (Jay mulai ketakutan)


"Bahkan kalian terlalu takut padanya, berapa gaji kalian setiap bulannya ?" (Tanya Adam tegas)


"Kurang lebih gajiku taun ini 5000 dollar sir !" (Jawabnya sedikit ketakutan)


"Berapa lama kerja disini ?" (Tanyanya lagi)


" Hampir 5 tahun !" (Jawabnya lagi)


Mendengar hal itu, pria besar itu kembali mengerutkan dahi dan menghela nafas panjang. Bagaimana tidak gaji manager hanya 5000 dollar sementara ia sudah bekerja cukup lama, sedangkan Adam sendiri menggaji managernya dengan nominal 12.000 dollar bagi yg sudah lama bekerja, sedangkan untuk manager baru ia menggaji dengan jumlah 7000 dollar.


"Panggil bagian lapangan untuk mengangkut semua sampah ini !" (Pinta Adam kesal)


"Sir, anda akan membuang semua ini ? Maksud saya ? Apa tidak sebaiknya di jual kembali, semua minuman ini tidaklah murah, atau saya pikir mungkin anda juga menyukainya." (Timpalnya)


"Ya ya yaa aku mengerti apa yg kau katakan, Jay ! Aku memang menyukainya tp tidak di tempat seperti ini, apalagi semua minuman ini dibeli dengan uang perusahaan." (Tuturnya)


"So ?" (Sahut sang manager)


"Seperti yg ku katakan tadi, buang semuanya, bersihkan ruangan ini, aku akan menyuruh beberapa orang untuk mendekor ulang." (Pinta Adam)


"Baik sir !" (Jawabnya)


Sang manager berlalu meninggalkannya, sementara Adam masih memperhatikan ruang rahasia itu.


"Bagaimana mungkin ayah bisa selengah ini, bahkan ayah juga menurut saja saat dia melarang siapa pun memasuki ruangan ini, ini kantor bukan apartemen pribadinya" (Gumamnya dengan mengusap bulu tipis di janggutnya)


Beberapa saat kemudian, Adam mencoba menghubungi resepsionis yg ada di depan melalui telepon di salah satu meja yg ada di sana.


"Kumpulkan semua staff di aula, aku ingin mengatakan beberapa hal !" (Pinta Adam singkat)


"Yes sir !" (Jawabnya kemudian menutup telepon)


Sesuai perintahnya, kini semua karyawan baik itu petugas kebersihan maupun staff penting lainnya telah berkumpul di aula untuk menerima informasi penting darinya.


"For all ! Everyone ! Tolong diperhatikan ! (Pinta Adam), mengingat kondisi kantor yg cukup memprihatinkan, saya ! Selaku putra dari pendiri perusahaan ini memutuskan bahwa aktifitas kantor akan di hentikan selama 2 Minggu ke depan, karena kantor akan mendapatkan sedikit renovasi pada bagian tertentu, untuk itu kalian semua akan cuti dan masuk kembali setelah 2 Minggu kemudian." (Tuturnya)


Mendengar kabar bahagia itu, keseluruh staff nampak gembira dan bersorak.


"Sir ? Apakah anda yakin ? Apa tidak semakin rugi ?" (Sahut jay dengan kecemasannya)


"Tidak Jay ! Jangan pernah membantah dengan apa yg ku katakan !" (Pertegas Adam)


"Ohh i'm sorry sir !" (Ucap sang manager)


Adam nampak tersenyum ketika melihat ekspresi mereka yg sangat bahagia dengan cuti yg diberikannya.


"Wow ! Dia sangat keren !" (Seru salah seorang staff wanita bernama Eren)


"Benar2 diluar dugaan, kita tidak pernah mendapatkan ini sebelumnya, bahkan saat natal pun, bos hanya memberikan izin cuti setengah hari, sedangkan dia ? Oh my God ! Benar2 pangeran berhati malaikat ! Ternyata hati dan parasnya sangat berbeda, dia terlihat garang tp sebenarnya dia sangat baik ! Aku benar2 mengaguminya !" (Tambah Rena sang marketing keuangan)