
Keesokan harinya, pergilah Adam dengan sikap yg dingin. Ia berlalu begitu saja tanpa berpamitan dengan istrinya.
Wanita itu menatapnya dengan penuh rasa bersalah, ia berdiri di dapur sambil memotong beberapa wortel. Seketika aktifitasnya terhenti sejenak saat melihat suaminya berlalu dengan terburu buru.
Tidak biasanya Adam seperti ini, biasanya walau sesibuk apapun dan bagaimanapun ia tidak pernah sedingin itu padanya. Bahkan saat Malaika sedang marah pun ia tetap bersikap manis.
Kali ini tidak lagi, hanya karna malaika tidak ingin kembali ke Sidney ia lantas merasa kecewa, itu lah yg sedang di pikirkan Malaika.
Wanita dengan paras kalem itu kemudian menjumpai salah satu temannya untuk meluapkan permasalahannya.
"Apa aku salah mengatakan hal itu?" (Tanya Malaika dengan dilemanya)
"Hmmm, bukan itu malai, dia mungkin sedang bingung antara ayahnya atau kau !" (Seru Karen saat coba menghidangkan sesuatu untuk Malaika)
"Bahkan aku membebaskannya, dia mau menemui ayahnya silahkan, it's no problem for me ! Aku baik baik saja disini Karen !" (Jawab Malaika)
"Aku rasa tidak begitu malai, dia sangat mencemaskan mu, dia sangat khawatir jika kau tak ada disampingnya, tp dia juga tidak bisa membiarkan ayahnya dalam masalah, itulah mengapa dia sangat bingung untuk memutuskan." (Tegasnya)
"Lalu kenapa dia sedingin itu padaku, bahkan sejak semalam dia sama sekali tak mau menatapku !" (Ucap Malaika kesal)
"Apa dia selalu seperti itu?" (Sahut Karen)
"Tidak ! Dia tidak pernah seperti itu sebelumnya." (Pungkasnya)
"Emmmm ! (Gumamnya sejenak), laki laki seperti ini memang sulit di tebak, sebelumnya dia sangat cool, humble, tp urusan wanita dia sangat acuh, tp sekalinya dapat yg pas maka seluruh dunianya akan dia berikan, (Ucap Karen). Tp kalo Adam, aku melihatnya dia tidak akan bisa berlama2 dengan sikap dinginnya itu. (Timpalnya), kau tenang saja malai, dia tidak akan bisa lama2 jauh darimu !" (Ucap Karen sambil memberikan jus pisang untuknya)
"Kalau memang dia seperti itu, lihat saja akan ku tunjukkan bagaimana rasanya di abaikan tanpa diberikan alasan !, Dia mengabaikanku kan? Dia acuh padaku ? Baiklah Karen ! Aku juga akan demikian padanya !" (Ucap Malaika penuh kekesalan)
Melihat ekspresi Malaika, Karen tertawa kecil.
"Kalian berdua benar2 menggelikan !, Satu seperti anak kecil, satunya lagi egois ! (Pungkasnya), terserah kau sajalah !" (Seru Karen)
"Biar saja ! Aku paling tidak suka jika seseorang mengabaikanku tanpa alasan yg jelas, lagi pula apa salahku ? Aku membebaskannya untuk menemui ayahnya, aku sama sekali tidak menghalanginya, hanya karna aku tidak mau menemaninya tiba2 dia bersikap dingin seperti itu, sudah ! biarkan saja ! Mulai sekarang mau dia marah atau sekalipun sedingin salju kutub aku tidak peduli !" (Ucap Malaika kesal)
"Bukankah katamu pagi ini dia kembali ke Sidney ?" (Tanya Karen)
"Bahkan ia pergi dengan terburu buru tanpa sepatah kata pun ! Padahal jelas2 aku ada di hadapannya. (pungkasnya),
"Aku pastikan dia akan segera kembali menemuimu malai, lihat saja dia tidak akan bisa lama2 jauh darimu !" (Ucap Karen)
"Apa pun itu, aku sudah sangat kesal padanya ! Tidak peduli dia akan kembali atau pun tidak ! Tidak merubah apa pun." (Ucap Malaika)
2 hari kemudian.
Terlihat Malaika sedang menikmati aktifitas renangnya. Dengan bikini berwarna hijau tua, ia nampak terlihat begitu mungil dan seksi.
Wanita itu berdiri di tepi kolam renang, kemudian menceburkan diri dengan begitu indahnya.
Lantaran perut yg masih terlihat rata, siapa yg menyangka kalau ia sedang hamil muda.
Balutan bikini yg terlihat seksi itu cukup menyita perhatian seorang laki laki yg tiba2 datang, nampak dari kejauhan pemandangan itu terlihat begitu jelas.
Matanya tak berkedip, dan mulutnya menganga, tubuhnya mematung seolah sedang terkena sihir dari langit.
Adam kemudian berjalan perlahan menghampiri istrinya yg tengah berada di kolam renang itu, yah dia baru kembali dari sidney setelah dua hari meninggalkan istrinya.
30 menit berendam dengan air kolam, nampaknya Malaika akan mengakhiri moment itu, ia bergegas naik ke tepi kemudian berjalan mengambil handuk yg ada disana.
Di usaplah leher yg jenjang itu, kemudian kedua tangannya, dadanya, perut, hingga menuruni bagian intimnya. Lalu paha, juga tak lupa kedua betisnya yg indah itu.
Dengan penuh percaya diri, Adam kemudian menghampirinya lalu memeluknya dari belakang, lantaran gemas dengan sikap istrinya, tak kuasa untuk tidak meraihnya.
"Apa yg kau lakukan disini sayank, siapa yg ingin kau goda ?" (Celotehnya dengan mendaratkan pelukan secara tiba2)
Tanpa sepatah kata pun Malaika kemudian melepaskan diri dari pelukan itu kemudian berlalu meninggalkannya.
Sikapnya dingin seolah ingin membalas perlakuan Adam yg sebelumnya. Menanggapi hal itu ia sedikit bingung.
"Why ?" (Gumamnya)
Malaika lantas masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian, sebuah celana pendek dan juga T'shirt longgar membuatnya terlihat begitu casual.
Ia berhias di depan kaca, dan menambahkan sedikit touch up pada bagian wajahnya agar terlihat lebih fresh, Adam yg berdiri memperhatikan itu hanya diam dan sedikit tersenyum.
Tak lama kemudian, Malaika beranjak dari sana, ia mengambil tas kemudian pergi dari villa itu.
"Mau kemana lagi ? Apa kau selalu sibuk saat aku tidak ada ?" (Bisiknya perlahan)
Wanita itu hanya menatap tanpa berkata sedikitpun, ia kemudian mencoba untuk melepaskan diri dari suaminya.
Beruntungnya saat itu ia bisa lolos dari genggamannya, Adam melepaskannya kemudian membiarkannya pergi begitu saja.
Merasa bingung dengan sikap istrinya, Adam kembali berpikir apakah ia telah membuat kesalahan besar, pikirannya terus berkecamuk mempertanyakan itu.
Hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 10 malam, tak ada tanda tanda bahwa Malaika telah kembali dari urusannya.
Pria itu semakin gusar dengan istrinya. Ia mencoba menghubungi teman2 Malaika tp tak ada satu pun yg mengetahuinya.
ia berjalan mondar mandir di halaman villa tersebut. Di lihatlah layar ponsel itu, berharap Malaika mengangkat teleponya, namun sayang sekali, 20 panggilan darinya sama sekali tak di respon.
Tak berapa lama kemudian, terlihat sebuah taksi berhenti di depan villa itu, menurunkan seorang wanita mungil dari sana.
Yaa, Malaika nampaknya telah kembali dari kesibukannya, ia berjalan begitu saja melewati Adam yg sedang gelisah menunggunya sejak tadi.
Dengan segera ia berlari menghampiri istrinya.
"Kau dari mana saja malai, kenapa baru pulang ? Ini sudah larut ? Aku sangat mengkhawatirkanmu? Kenapa tidak mengangkat telepon dariku ?" (Cecarnya)
Tanpa memperdulikan ucapan suaminya ia segera masuk ke dalam kamar kemudian menguncinya dari dalam.
Pria itu kini terhenti di luar kamar, lantaran Malaika masih tak juga bersua padanya.
"Oh my God ! Apalagi ini ?" (Gerutu Adam)
Beberapa saat kemudian, terbukalah pintu kamar itu, dan Malaika keluar dari sana.
Dengan balutan kimono serta rambut yg masih basah lantaran selesai mandi, ia kemudian menuju ke kamar lain untuk beristirahat.
Adam yg melihat itu segera mengejar istrinya, dan ikut menyerobot masuk ke dalam ruangan itu.
Masuklah mereka ke dalam ruangan tersebut.
Di raihlah kedua bahu Malaika, hingga ia tersudut ke dinding, di tataplah wajah tampan itu dengan tatapan yg muak. Sementara Adam memandangnya dengan penuh teduh.
"Malai please ! Bicaralah jika aku melakukan kesalahan ! Jangan buat aku tersiksa dengan sikap dinginmu yg seperti ini !" (Pinta Adam dengan serius).
"Apa ? Sikap dingin siapa yg kau maksud ? Sikap dingin siapa Adam ? Jawab ! (Bentak Malaika dengan amarahnya), 3 hari yg lalu kau juga seperti ini kan ? Kemana kau setelah itu ? Bahkan kau berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun dari mulutmu ! Kau bersikap seolah aku yg jahat padamu ! Padahal sebenarnya kau sendiri yg tidak bisa mengontrol dirimu ! Hanya karna aku tidak mau menemanimu kembali ke Sidney, kau tiba2 berubah jadi dingin seperti itu, apa aku melakukan kesalahan, Adam ? Apa sefatal itu ? Sampai2 kau tidak bisa menerima penolakan dariku ? (Bentaknya), dengar Tuan Adam Jackson ! (ucap Malaika mempertegas), Aku tidak pernah melarangmu untuk ini dan itu, kau bebas memilih duniamu ! Kau bebas memilih wanita manapun yg kau sukai, bahkan kau juga bisa menceraikanku setelah anak ini lahir ! Jangan pernah menjadikanku sebuah beban atas kehidupan yg kau pilih, ingat ! Kau sendiri yg memilihku untuk terlibat dalam cerita hidupmu ! Bukan aku !" (Ucap Malaika dengan lantangnya).
Mendengar pengakuan istrinya, Adam kemudian memejamkan mata seolah menyadari kesalahannya.
Pria itu kemudian menunduk lalu memeluk erat istrinya.
"I'm sorry malai ! I'm sorry ! Aku benar2 tidak mengerti bahwa kau akan semarah ini padaku, i'm sorry ! Aku tidak bermaksud membuatmu seperti itu, aku benar2 tidak bisa berfikir, bagaimana bisa aku melakukan pekerjaan sementara aku meninggalkanmu sendirian disini." (Ucap Adam dengan bersungguh sungguh)
Di tataplah wajah Malaika dengan penuh penyesalan kemudian di ciumlah kedua pipinya.
Dengan sedikit basah oleh air mata, Adam coba mencairkan hati istrinya. Di usaplah kedua pipi itu, lalu menyibakkan rambut yg menutupi sebagian wajahnya.
Wanita itu enggan menatap wajah suaminya, ia menundukkan wajahnya tanpa peduli air mata suaminya yg kala itu berlinang di hadapannya.
"Hey ! Dengar ! (Panggil Adam kemudian meraih dagu istrinya agar bisa menatap wajahnya), jangan marah lagi padaku, aku berjanji tidak akan berbuat seperti ini lagi, malai ! (Panggilnya), hey ! Come on ! Lihatlah ! Lihat mataku malai ! (Pinta Adam perlahan).
Masih berusaha menghindar dari pandangan itu, Malaika enggan untuk menatapnya.
"Lepaskan Adam ! Aku ingin istirahat !" (Pinta Malaika dengan suara sendu)
Tanpa memperdulikan ucapan istrinya, Adam semakin mencengkeram tangan Malaika, kemudian meraih bibirnya dan mengecupnya secara lembut.
Adegan itu berlangsung cukup lama, hingga tak terasa 30 menit berlalu.
Pasangan itu kemudian menuju ke kamar untuk beristirahat.
"Kau ingin istirahat kan ? Come on ! Aku akan menggendongmu sampai tempat tidur !" (Pinta Adam dengan mengulurkan tangannya).
Wanita itu terdiam sejenak kemudian menatapnya dengan tajam.
"Aku tak selemah itu !" (Ucap Malaika dengan sedikit jual mahal)
Malaika segera berbalik dan berjalan menuju kamarnya, namun tanpa di duga tiba2 Adam langsung meraih tubuhnya dan membawanya sampai ke tempat tidur. Wanita itu nampak terkejut dengan aksi Adam namun tak lama kemudian ia mulai tersenyum pada suaminya.