The Second Husband

The Second Husband
Kuymak Breakfast (Bab.69)



"rrrrrrrrr !!!" (Suara pengering rambut terdengar cukup berisik dari arah kamar)


Pria dengan kaos oblong berwarna hitam nampak berhenti dan meletakkan beberapa ponsel miliknya di meja.


Ia duduk dengan relax, berdiam sejenak meregangkan otot2nya.


Dengan celana pendek yg senada, Adam nampaknya masih terlihat lelah dan mencoba menyandarkan kepalanya pada sofa berwarna putih itu.


Namun tak lama kemudian, suara getar dari ponselnya membuyarkan lamunannya.


Pria itu lantas menoleh ke arah ponsel yg sebelumnya ia letakkan di atas meja, lalu mengambilnya.


Sebuah notifikasi dari aplikasi pelacak cukup mencengangkan pandangannya saat itu.


"TARGET DETECTED"


Dengan spontanya ia segera beranjak dari sana dan menghubungi seseorang.


"Dimana ?" (Tanya Adam dengan singkat saat berbicara pada seseorang dalam telepon)


"Sir ! Ada informasi bahwa hari ini akan ada transaksi mengenai penjualan saham ilegal milik tuan Thomas." (Jawab seseorang itu dengan lantangnya)


"Right !! Kirim waktu dan lokasinya, aku akan menyabotasenya !" (Pinta Adam lalu mengakhiri panggilan tersebut)


Seperti yg telah di ketahui sebelumnya, bahwa perusahaan milik sang ayah hanyalah dua yg tersisa.


Satu kini sedang di kelola kembali oleh anak bungsunya, satunya lagi masih dalam proses pemulihan, namun sangat di sayangkan bahwa salah satu saham perusahaan hilang dalam buronan bersama dengan Jonas sang kakak.


Adam menduga bahwa saham tersebut akan di jual secara ilegal oleh Jonas.


Namun bukan Adam namanya jika harus berdiam saja melihat kejanggalan itu.


Beberapa orang kepercayaannya di minta untuk melacak keberadaan sang kakak demi menyelamatkan saham milik ayahnya itu.


Dan hari ini, tepat selama 2 tahun pencarian kini pria bertubuh besar itu berhasil mendeteksi keberadaan saham tersebut.


Dan lokasinya berada di negara Turki yg kebetulan sedang ia kunjungi.


Sembari menunggu balasan pesan dari orang suruhannya, Adam kembali masuk ke dalam kamar.


Masih dengan ponsel di tangannya, ia mendekati Malaika yg kini sedang berhias di depan cermin.


"Ingin sarapan apa ?" (Tanya Adam tanpa memandangnya sedikitpun)


Pandangannya masih terfokus pada layar ponsel itu.


"Apa saja ! Aku bisa makan apa saja." (Jawab Malaika sambil terus menghadap cermin)


Melihat sang suami yg terus menatap ponsel, Malaika nampaknya sedikit menggodanya.


"Kau mau apa dengan celana pendek seperti itu ? Lihat ! (Menunjuk ke arah dada) bahkan kau mengenakan ini sejak semalam !" (Ucap Malaika dengan memasang wajah kesalnya)


"Hmmmm ! Diamlah nona ! Aku sedang tidak ingin berdebat !" (Jawab Adam dengan santai meski pandangannya masih tak berubah)


"Huhhh !!! Dasar pria, kalau sudah sibuk benar2 menyebalkan !" (Gerutu Malaika sambil menatap Adam dari balik cermin)


Masih tak berkutik dengan ucapan istrinya, Adam semakin terlihat serius saat memainkan ponselnya.


Bahkan ia pun tak menyadari ketika Malaika telah beranjak dari sana.


"Aku akan sarapan dengan kuymak, apa kau mau terus berdiam disana ?" (Ucap Malaika seolah menyindir)


"Ah yaa ! (Jawab Adam sejenak beralih pandangan), aku akan segera menyusul !" (Pungkasnya sembari kembali menatap ponsel itu)


Masih dengan celana pendek dan juga kaos oblongnya, pria itu lantas hanya mengambil jaket kulit miliknya, tak lupa kaca mata yg menyempurnakan penampilannya.


Melajulah sebuah mobil pribadi miliknya, kedua pasangan itu kemudian menuju ke sebuah restoran yg menyediakan menu sarapan pagi.


"Makanlah dulu mumpung masih hangat !" (Pinta Malaika sembari menikmati setiap gigitanya)


"Ya, tentu saja ! Aku pasti akan memakannya !" (Jawab Adam yg terus memperhatikan ponselnya)


"Makan saja ponselmu !" (Sahut Malaika ketus)


"Aku sudah tidak lapar !" (Jawab Malaika singkat)


Wanita itu kemudian beranjak dari meja makan dan berlalu meninggalkan Adam.


Namun sebelum itu, dengan tangkasnya Adam segera meraih tangan istrinya lalu menghentikannya dan menyuruhnya kembali untuk duduk.


"Ok i'm sorry ! But ! Ini situasinya genting sayank ! Aku tidak boleh lengah sedikitpun !" (Ucap Adam mencoba menjelaskan)


"Kalau kau mengatakan ini dari awal mungkin aku tidak akan sekesal ini padamu, tuan Adam Jackson !" (Pertegas Malaika)


"Baiklah ! Apa kau masih marah ?" (Tanya Adam sekali lagi)


"Yah ! Tentu saja aku masih sangat marah padamu ! Kau menatap ponsel seolah sedang menelanjangi tubuhku ! Sama sekali tak berkutik, bahkan suara badai sekalipun !" (Gerutu Malaika melanjutkan menyantap makanannya)


"Hmmm ! (Gumamnya), apa kau benar2 ingin aku menelanjangi tubuhmu nona ?" (Balas Adam dengan konyolnya)


"Hey !! Jaga bicaramu !" (Sahut Malaika terkejut)


Pagi itu nampaknya suasana terdengar cukup berisik, banyak dari mereka yg juga turut menikmati sarapan pagi.


"Kenapa disini ramai sekali, Adam ? Aku benar2 tidak bisa menikmatinya." (Ucap Malaika sembari memperhatikan sekeliling)


"Kau mau pindah tempat ?" (Sahut Adam menawarkan)


"Tidak usah ! Aku sudah terlanjur memakannya." (Jawab Malaika yg sedikit kesal)


"Hey ! Ayolah ? Apa kau selalu seperti ini ?" (Tanya Adam mencoba menenangkan)


"Entahlah !" (Jawab Malaika yg terus mencoba menikmati sarapannya)


Singkat saja sarapan pagi pun berakhir, kedua pasangan itu akhirnya kembali ke mobil.


Setelah 10 menit perjalanan tiba2 Malaika di kejutkan oleh sebuah toko kue di seberang jalan.


"Adaaam ! (Panggilnya dengan lembut) bisakah aku pergi kesana ?" (Tanya Malaika dengan sedikit manja)


Pria besar itu pun lantas menatap sebuah kedai yg di tunjuk oleh istrinya.


"Kau ingin kesana ?" (Tanya Adam lagi)


Malaika pun mengangguk perlahan.


"Baiklah ! Aku akan putar balik !" (Jawab Adam dengan lembut)


Masuklah mereka ke sebuah kedai tersebut.


Dengan antusiasnya Malaika segera memilih beberapa jenis bakery dan juga kue lainnya.


Matanya berbinar tatkala melihat tempat itu di penuhi oleh banyak jenis kue, mulai dari kue kering, bakery, pastry, dan beberapa jenis lainnya.


"Benar2 istana roti ! Aku ingin membeli semuanya !" (Seru Malaika dengan gembiranya)


Dengan sigap Malaika segera mengambil keranjang untuk mengambil jenis kue yg ia inginkan.


"Kau yakin akan memakan semua ini, Malai ?" (Tanya Adam saat melihat ada banyak kue yg dipilih oleh istrinya)


"Hahhh !! Diamlah Adam, kau tidak tau bagaimana tersiksanya diriku saat malam hari kelaparan dan tidak ada apapun di kulkas ? (Jawab Malaika sambil mengambil beberapa kue untuk di masukkan ke dalam keranjang yg ia bawa), setidaknya ini akan meringankan bebanmu, karna aku tau kau pasti sangat sibuk sekali dan tidak mungkin kau akan bersedia membelikanku makanan saat tengah malam, ya kan ?" (Tutur Malaika memperjelas)


"Eheeemm !! Bahkan aku baru tau saat kau mengatakan ini, bagaimana mungkin aku tau kau merasa kelaparan setiap malam, sedangkan itu tidak pernah terjadi sebelumnya !" (Ucap Adam yg sedikit bingung)


"Tolonglah tuan Adam Jackson ! Ini bukan kemauanku ! (Pertegas Malaika), aku selalu merasa lapar walau aku sudah makan !" (Jawab Malaika singkat)


"Hmmm benarkah ? (Tanya Adam penasaran), baiklah ! Sekarang ambil semua yg kau butuhkan ! Jangan sampai kau menjadikanku alasan hanya karna aku sedang sibuk." (Ucap Adam memperjelas)


"Yahh ! Tentu saja aku tidak akan melewatkan moment ini sedikitpun ! (Tambah Malaika), ini Turki, aku akan berburu makanan apa saja disini ! Dan kau ! (Menatap Adam dengan tajam), jangan coba2 menghentikanku !" (Ancamnya konyol)


Adam pun terkekeh melihat gelagat istrinya, pria itu nampaknya sangat bahagia akan kehamilan istrinya saat ini, pasalnya saat hamil anak pertama dulu, Malaika terlihat lemah dan sangat sensitif, bahkan beberapa obat pendukung juga masuk ke tubuhnya demi menguatkan kandungannya.


Berbeda dengan yg sekarang, ibu satu anak itu nampak terlihat segar dan bersemangat, bahkan ia merasa seperti sedang tidak hamil, segala makanan mampu menembus lambungnya, bahkan makanan pedas atau yg paling ekstrim sekalipun.


Namun, meski begitu Adam tak begitu saja membiarkan istrinya terlena dengan makanan yg sembarangan, ia tetap mengontrol kondisi kehamilan istrinya agar tetap sehat, stabil dan terjaga.