
"ouhhhhh so cool ! (Seru Farah dengan kagumnya), suami Malaika benar2 menggodaku ! (Tambahnya lagi), kau bisa lihat tubuh besar itu, benar2 tubuh atletis, dan lihat ototnya (semakin memperjelas), sangat kekar sekali ! (Pujinya), apalagi wajahnya, hidungnya, matanya, oh my God aku benar2 di buat mati olehnya !" (Semakin berlebihan)
"Eyy ! Diam kau ! Sudah2 ! Matamu jelalatan sekali, sadarlah dia itu suami temanmu !" (Tutur Nadine)
"Biarkan saja ! Walau dia sudah beristri, tidak papa kan jika aku mengidolakannya ?" (Ucap Farah dengan fantasinya)
"Ah kau ini ! Entah setan apa yg merasuki pikiranmu ! Seperti tidak pernah melihat pria tampan saja !" (Gumamnya)
"Memang tidak ! Aku tidak pernah melihat pria setampan ini sebelumnya , selama ini aku juga melihat Adam hanya dari balutan jas kantornya, kadang blazer, itu juga sangat longgar, dan juga formal, hmmm dia benar2 keren dengan Jersey itu !" (Pujinya lagi)
"Jika dia disini, itu artinya Malaika juga ada disini !" (Ucap Nadine)
"Benarkah ? (Bertanya tanya), tp aku sama sekali tidak melihatnya dari tadi, bahkan di kursi VIP dia juga tidak terlihat ! (Timpalnya), apakah dia benar2 datang ?" (Tanya Farah penasaran)
"Dia pasti datang, tp entah dimana aku juga tidak tahu." (Balas Nadine).
"Hmmm lupakan soal Malaika !" (Sahut Farah dengan langkah yg tiba2 menghampiri pemain cadangan itu)
"Hey ! Kau ! Berhenti disana ! (Teriak Nadine), astaga ! bocah ini benar2 cari masalah !" (Gerutunya)
Dengan alih2 sebotol air mineral di tangannya, Farah mencoba menghampiri Adam dan menggodanya.
"Hai !" (Sapanya dengan suara yg lembut)
Dengan spontanya Adam menoleh dan merespon baik kedatangannya.
"Oh Hai ! (Balas Adam kemudian mengulurkan tangan untuk bersalaman)
"Kau pemain juga rupanya !" (Celetuknya sambil memberikan botol yg berisi air mineral)
Pria itu memberikan isyarat untuk jawabannya.
"Omong omong ! Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya ?" (Wanita itu heran)
"Aku cuma pemain cadangan, sebenarnya aku suka sekali basket tp aku tidak pernah menyukai pertandingan, itulah kenapa aku tidak pernah terlihat dalam setiap pertandingan." (Jawab Adam ramah)
"Apakah karna Malaika yg meminta ?" (Tanya Farah dengan penasaran)
"Emmm tidak juga ! Dia tidak pernah melarangku atau membatasi apa pun, tp jika dia tidak suka biasanya dia marah2 tidak jelas, aku bisa melihat kecemburuan itu, tp dia tidak pernah mengatakan apa2." (Ucap Adam menjelaskan)
"Naif sekali !" (Celetuk Farah)
"No no no ! Dia tidak seperti itu ! (Sahut Adam), terlepas dari apa pun, dia sangat sempurna di mataku." (Ucap Adam dengan senyuman khasnya)
"Kau begitu karna dia istrimu kan ? (Tanya Farah yg sedikit meremehkan), kau punya segalanya Adam, kau bisa membeli wanita dalam bentuk apa pun, dan mereka pasti akan mencoba terlihat sempurna di matamu ! Apalagi sekarang ? Ketika uang sudah berbicara maka iblis pun pasti juga akan jatuh cinta padamu." (Ucap Farah)
"Hmmm kau sudah lama berteman dengannya, tp nampaknya kau belum mengenal dia sepenuhnya ! (Sahut Adam), jika yg kau lihat sekarang adalah kesempurnaan dalam hidupnya maka itu semua adalah bayaran atas setiap penderitaannya selama ini." (Perjelas Adam)
"Penderitaan ? Apa maksudmu penderitaan ?" (Farah bertanya tanya)
"Apa kau tau bagaimana aku dan Malaika bisa bertemu lalu kemudian menikah ?" (Balas Adam dengan pertanyaannya)
"Kalian berdua pacaran? Seperti pada umumnya kan ?" (Farah mencoba menebak)
"Kau salah !" (Jawab Adam)
"Lalu ?" (Sahutnya)
"Dia sudah yatim dari kecil, hidupnya terlunta lunta, hingga suatu hari dia beranjak dewasa lalu menikah, (ucapannya terpotong)
"Denganmu ?" (Sahut Farah)
"(Menggeleng), dia menikah dengan seseorang, pilihannya sendiri, kemudian selang beberapa tahun suaminya sakit2an lalu mau tidak mau dia yg harus menggantikan suaminya untuk bekerja, mertuanya sangat kejam, Malaika selalu mendapat perlakuan buruk, mereka tidak mengijinkan Malaika pulang jika dia tidak membawa cukup banyak uang, bahkan selama pengobatan suaminya, Malaika sendirilah yg berjuang untuk kesembuhan suaminya, mertuanya tidak mau tau akan hal itu. (ucap Adam)
"Lalu kau ?" (Sahut Farah)
"Kami hanya kebetulan bertemu, pernikahan dengan suaminya sudah berjalan 10 tahun lamanya, tanpa seorang anak, dan selama itu pula dia selalu di kejar2 debt kolektor penagih hutang, dia selalu bersembunyi ke tempat2 terpencil, sampai suatu hari aku mendapatinya sedang berlari ke hutan di malam hari, saat itu aku sedang berpetualang ke hutan seorang diri, aku sedang tidur di dalam tendaku, tiba2 terdengar suara langkah kaki yg begitu cepat, lalu aku pun keluar dari tendaku, dan benar saja, dia terlihat sangat ketakutan, lalu aku menolongnya dan membantunya untuk bersembunyi, kami bermalam bersama tp percayalah kami tidak berbuat yg hina, hingga keesokan harinya aku mengantarnya pulang berharap dia bisa selamat dari orang2 itu, ternyata aku salah, justru kedatangan kami berdua membawa petaka, di sana memiliki aturan yg menurutku sangat aneh, siapa saja yg membawa perempuan sampai kelewat malam, maka mereka harus di nikahkan." (Cecarnya)
"Bukankah Malaika sudah bersuami ?" (Sahut Farah)
"Lalu ? Kau menikahinya ?" (Sahutnya lagi)
"Yaps ! Hanya pernikahan di atas kertas, untuk menyelamatkan Malaika, karna jika aku tidak menikahinya maka dia akan di adili kemudian di bunuh." (Perjelas Adam)
"Wow ! Kejam sekali !" (Seru Farah)
"Begitulah pertemuanku dengannya." (Timpal Adam)
"Lalu, setelah itu ?" (Tanya Farah penasaran)
"Setelah itu ? 1 Minggu kemudian aku pergi dari sana, karna tidak mungkin aku selamanya berada disana, aku juga punya pekerjaan sendiri, kemudian aku sudah tidak lagi mendengar kabar atau informasi darinya, aku pikir mungkin mereka sudah berbahagia, karna saat itu aku sangat kagum pada Malaika, cintanya begitu besar pada suaminya, bahkan saat suaminya sakit parah pun ia masih setia menemani." (Adam terus membenarkan)
"Dan sekarang kau benar2 mencintainya ?" (Celetuknya)
Mendengar ucapan Farah, Adam seolah terjebak dan sedikit malu dibuatnya.
"Ahh kau ini ! Kenapa masih ditanya !" (Gerutu Adam dengan tersipu)
"Bagaimana mungkin kalian bisa bertemu lagi ?" (Sahut Farah)
"Entahlah mungkin sudah kehendak tuhan, dia melamar pekerjaan di perusahaanku, aku sama sekali tidak tau bahwa itu Malaika, karna pada saat itu aku sedang berada di Jepang." (Tuturnya)
"Owhhh !" (Sahut Farah)
"Setelah aku kembali ke sidney aku baru mengetahui hal itu, pertama kali dia bertemu denganku setelah 8 tahun lamanya, dia menatapku begitu berat, kemudian perlahan air mata itu keluar, lalu berubah menjadi tangisan histeris, dia menangis sejadi jadinya di depanku, lalu aku memeluknya agar dia bisa sedikit tenang, setelah itu dia baru mulai bercerita tentang keadaannya setelah 8 tahun kepergianku." (Ucap Adam)
"Lalu ? Apa semudah itu dia menerimamu sebagai suaminya ?" (Tanya Farah)
"Awalnya tidak, bahkan dia sedikit canggung saat aku mengatakan bahwa dia masih istri sah ku dan aku akan menjaganya, tidak mudah baginya tp aku selalu berusaha dengan baik untuk menjadikannya sebagai istriku, tidak peduli bagaimana pun perasaannya terhadapku, aku sangat mencintainya, dan aku yakin pasti lama lama dia juga akan mencintaiku." (Tuturnya)
"Dan sepertinya kau berhasil man !" (Ucap Farah sambil menepuk bahu kekar itu)
"Belum sepenuhnya." (Jawab Adam singkat)
"Why ? Kalian sudah memiliki anak ? Bukti apa lagi ?" (Tanya Farah)
"Dia masih sedikit canggung kepadaku, bahkan saat menginginkan sesuatu, dia tidak berani meminta atau memaksa." (Jawab Adam)
"Canggung ? Apa dia juga canggung saat sedang berhubungan denganmu ?" (Goda Farah dengan tatapan nakalnya)
Pria itu kemudian berbisik.
"Untuk yg satu ini, dia lebih agresif dariku." (Bisiknya)
Seketika tawa Farah menyadarkan bisikannya.
"Hahahaha ! Bodohnya ! Kau tau, dia itu naif sekali, dia terlihat jual mahal tp sebenarnya memang sedang ingin hahaha." (Kembali tertawa)
"Husssssst ! (Bisiknya), diam kau ! Nanti dia dengar, bisa2 dia membunuhku !" (Pungkasnya)
"Tenang ! Dia tidak ada disini, sepertinya dia tidak datang (ucap Farah menenangkan), aku bahkan sama sekali tidak melihatnya dari tadi. (Timpalnya)
"Aku memintanya datang, tp aku tidak tau dia dan Danthe duduk di sebelah mana." (Ucap Adam sambil melihat lihat Malaika)
"Apa kau memesan kursi VIP untuknya ?" (Tanya Farah)
"Tidak ! Aku lupa !" (Tuturnya)
"Bersiaplah kau akan dapat masalah besar setelah ini hahaha !" (Ucap Farah dengan tawa recehnya)
"Hahhhhh ! Yah benar ! Pasti dia akan mogok bicara lagi padaku, dan membiarkanku tidur sendirian di teras." (Jawabnya sedih)
"Benarkah !" (Sahut Farah sedikit terkejut)
"Ehemmmm !" (Jawab Adam dengan isyaratnya)