
30 menit berlalu, tampaknya pemain cadangan akan segera di butuhkan. Pria tegap itu mulai melakukan pemanasan untuk meregangkan ototnya, keluarlah pemain inti dari lapangan, kemudian berganti dengan pemain cadangan.
Sorak riuh semakin keras ketika Adam memasuki lapangan, bahkan tak sedikit dari penonton yg berdiri menyerukan ketampanannya.
Mengetahui hal itu, ekspresinya hanya datar kemudian sedikit melirik ke arah penonton memastikan bahwa Malaika ada disana, namun sayank sekali sepertinya ia tak melihat istrinya itu.
5 tahun berlalu banyak yg berubah dari penampilannya, Adam yg semula selalu dengan style rambut rapi, kini berganti menjadi gondrong mempesona dengan satu ikatan di belakang kepalanya. Membuatnya semakin terlihat casual dan santai, namun tetap saja aura ketampanannya sama sekali tak berubah.
Dengan sedikit bulu halus di sekitaran wajahnya membuat siapa saja pasti akan terpesonah melihatnya.
Pria dengan usia 30 tahun ke atas itu, sama sekali tak terlihat tua lantaran ia hobby olahraga dan sangat menjaga pola makannya. Sehingga setiap lemak yg ada di tubuhnya selalu berubah menjadi otot yg begitu padat.
Malaika yg menyaksikan penampilan suaminya itu nampak tersenyum gemas saat sorak para wanita meneriakinya.
"Dasar jalank ! Bisa2nya dia tebar pesona seperti itu huhhh !" (Gerutu Malaika dengan senyum sinisnya)
Mereka semua tampak heran lantaran Adam sepertinya sesuatu yg baru dalam pertandingan itu.
Apalagi ia beberapa kali mencetak skors, semakin terkagum kagum mereka yg melihatnya.
Bahkan untuk sesekali jeda terlihat seorang wanita berlarian menghampirinya memberikan sebotol air minum.
Berusaha bersikap ramah, Adam pun merespon sikapnya dengan menerima pemberian air minum itu.
"Thank u !" (Serunya dengan mengangkat botol tersebut)
Pria besar itu kemudian membuka tutup botol dan meminumnya sedikit sebagai tanda terimakasih.
Malaika yg menyaksikan itu dari jauh, nampak kesal dan ingin sekali meremas wajah suaminya.
"Owhhhh shut up !!! (Ucapnya kesal), really ? Okay i show you now !" (Gerutu nya penuh kekesalan)
Seketika ia berdiri dan melepaskan jaket kulit yg ia kenakan, terlihatlah sebuah top tanpa lengan yg membalut tubuhnya yg kini cukup berisi, dengan rok senada yg melingkari pahanya, serta sepatu casual yg semakin melengkapinya, tak lupa rambut gelombang panjang yg terurai begitu indahnya.
Wanita itu berjalan bak model melewati penonton yg lainnya, dengan sebuah handuk kecil di tangannya, ia turun ke lapangan menghampiri salah satu pemain yg menjadi tim lawan Adam.
"Wow ! So seksi !" (Seru pemain itu yg kemudian melihat kemunculan Malaika)
Sebuah handuk kecil mendarat di dahi pria itu, dengan lirikan nakalnya Malaika mulai mengusap dahi yg penuh keringat itu, untuk sesekali ia juga berpose mesra untuk sebuah foto yg ia minta.
Dengan menebar senyum bahagia saat berfoto, ia terlihat puas membalas perlakuan Adam.
Menyaksikan hal itu, Adam sangat terkejut, dan sangat tidak terima dengan ulah istrinya.
"Ohww syittt ! (Serunya kesal), darimana datangnya wanita itu ?" (Gerutu nya)
Botol minuman yg semula ia pegang kini di remasnya hingga rusak, bahkan ia juga menendangnya begitu kuat.
Semakin panas suasana hatinya, Adam kembali melanjutkan permainan, kini ia lebih agresif menghadapi musuh apalagi saat berhadapan langsung dengan pria yg bersama Malaika beberapa menit yg lalu.
Pantulan bola yg begitu keras ke lantai hampir membuat pria itu terluka, hingga pertandingan berakhir, Adam masih kesal dengan moment itu. Bahkan saat para wanita mencoba menyapanya ia terlihat datar dan acuh.
Dengan menenteng sebuah tas di bahunya ia bergegas keluar dan mencari istrinya, namun sayang sekali sepertinya Malaika sudah lebih dulu beranjak dari sana.
Berkali kali ia mencoba menghubungi namun panggilan itu sama sekali tak di indahkan oleh Malaika.
Seperti biasanya, pria dengan ikatan rambut di kepalanya itu segera melacak istrinya melalui ponselnya.
Sebuah restoran seafood ternama di dekat tempat pertandingan itu berlangsung, Malaika dan putranya sedang menikmati makan siang dengan kepiting raksasa yg ia pesan.
Ibu dan anak itu nampak bahagia menikmati setiap gigitan.
"So yummy mom !" (Seru Danthe)
"Ahh sure ! Makanlah sepuasmu sayank, ini sangat bagus untuk pertumbuhanmu !" (Pinta Malaika dengan daging di tangannya)
"Ummmm ! Kenapa tidak menunggu Daddy mom ?" (Tanya Danthe dengan mulut penuh daging kepiting)
"Aaahh tidak perlu sayank ! (Seru Malaika), daddymu tidak pernah suka dengan makanan seperti ini," (tuturnya)
"Why mom ? (Tanya Danthe penasaran), this is so delicious !" (Timpalnya lagi)
"Dia akan menjadi gendut jika makan makanan berlemak seperti ini, dia takut penampilannya menjadi jelek dan di jauhi para wanita2 di sekelilingnya." (Perjelas Malaika)
"Are u sure ?" (Sahut Danthe)
"Yeah !, So percuma saja mengajak daddymu makan ke tempat seperti ini, dia tidak akan pernah mau ! (Tuturnya), pasti dia akan mengatakan bahwa makanan ini sangat tidak bagus untuk kesehatan, kau harus menghindarinya, dia sangat cerewet kau tau !" (Celotehnya lagi)
Tanpa sepengetahuannya rupanya Adam sudah berdiri sejak tadi di belakangnya. Danthe pun mengetahui hal itu, namun Adam memintanya untuk tetap diam dan memberinya isyarat untuk mengajukan beberapa pertanyaan lagi pada malaika.
"Uummmm mom !" (Panggilnya)
"Are Daddy so handsome ?" (Tanya Danthe dengan polosnya)
Mendengar pertanyaan putranya, seketika membuatnya tersedak.
"Mom i'm sorry !" (Ucap Danthe dengan rasa bersalahnya)
"No don't worry honey !" (Jawab Malaika kemudian meneguk segelas air di tangannya)
"Are u okay, mom ?" (Tanyanya dengan cemas)
"Ummm yeah ! I'm okay ! (Jawabnya kemudian mengelap mulutnya dengan tissue), lanjutkan makanmu sayang !" (Pinta Malaika)
"Mom !" (Panggilnya lagi)
"Yes honey !" (Sahut Malaika)
"Kau belum menjawab pertanyaanku ?" (Gumamnya)
"What question ?" (Tanyanya kembali)
"About is ! Daddy's handsome ! Are Daddy so handsome ?" (Tanya Danthe)
"Ohh itu !, Emmmh menurutmu bagaimana ?" (Malaika kembali bertanya)
Pangeran kecil itu hanya mengangguk lantaran ia melihat ayahnya berdiri tegap di depan matanya.
"Ohwww, sama sekali tidak tampan ! Dia biasa saja di mata mommy, but ? (Sejenak berpikir), he's everything for mommy !" (Ucap Malaika kemudian mengusap rambut putranya).
"Why ? Are u love him ?" (Sahut Danthe)
"Yes ! (Ucap Malaika tanpa keraguan), of course baby ! Really really love him !" (Pungkasnya)
"But ? Kenapa mommy memeluk pria lain tadi ? Kenapa bukan Daddy ?" (Sahutnya lagi)
"Oh my little prince ! Mommy hanya sekedar bermain main agar Daddymu sama kesalnya dengan mommy !" (Jawab Malaika dengan sejujurnya)
"Ohhh mommy ! U so bad !" (Seru Danthe)
"Anak nakal ! Cepat habiskan makananmu !" (Pinta Malaika)
Tak lama kemudian suara Adam menghentikan kegiatan makan siangnya, pria itu menunduk lalu membisikkan sesuatu di telinga istrinya.
"I love u too !" (Bisiknya)
Mendengar hal itu, Malaika segera menoleh dan menatap pria besar itu.
Dengan sedikit salah tingkah ia mencoba mengambil tisu untuk merapikan mulutnya yg terlihat berantakan karna makanan.
Adam yg semula berdiri kini ia tengah duduk di samping istrinya, dengan segera ia mengambil piring besar dan turut menikmati kepiting raksasa itu.
"Daddy ! not u like a big crabs food ? Why u eat this food ?" (Gumam Danthe)
"Benarkah, siapa yg mengatakan itu ?" (Tanya Adam sambil mengambil beberapa capit kepiting)
"Mommy said !" (Jawab Danthe dengan polosnya)
"Kau mengatakan sesuatu yg buruk padanya, itu sangat tidak baik sayank !" (Ucap Adam pada istrinya)
"Diamlah Adam ! Sejak kapan kau berdiri disana ?" (Tanya Malaika dengan sedikit berbisik)
"Sejak kau belum menyentuh kepiting besar ini ! Dan kau ! Bisa2nya menikmati lunch tanpa mengajakku ?" (Tanya Adam dengan mulut penuh daging kepiting)
"Huhhh ! Persetan dengan itu, kau sibuk dengan wanita2 itu kan, berfoto foto dan tebar pesona pada mereka ! Kau pikir aku tidak tau ! Hey pria jalank ! Jangan pernah kau merasa paling tampan di dunia ini ! Di mataku kau biasa saja !" (Gerutu Malaika dengan memelankan suaranya)
"Really ! Tp kau jatuh cinta padaku kan ?" (Sahut Adam dengan wajah datar)
"Aissssssssh ! Siapa yg mengatakan itu ? Kau salah dengar !" (Seru Malaika)
"Benarkah ? Kau bahkan mengatakan itu tanpa keraguan sedikit pun." (ucap Adam kemudian memandang istrinya begitu teduh)
Mencoba menghindari pandangan itu, Malaika kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menutupi wajahnya.
"Jangan menatapku seperti itu, dasar pria jalank !" (Seru Malaika)
Sedikit senyuman bermula dari bibirnya, Adam kemudian mengecup kening istrinya di depan umum.
"What ? (Malaika terkejut), what are u doing ? Mereka semua melihat kita !" (Ucap Malaika sedikit kesal)
"Biar saja ! Aku sama sekali tidak peduli !" (Jawab Adam yg masih dengan pandangannya)