The Second Husband

The Second Husband
Gone (Bab.25)



Pesta pun usai, satu per satu tamu meninggalkan tempat tersebut, pria itu kemudian teringat akan sesuatu.


" Ohw syittt !!!! (Seru Adam yg berlari mencari istrinya)


Pria itu mencari kesana kemari, di toilet bahkan di lobby utama ia sama sekali tak melihat Malaika.


Perasaan cemas mulai menghantui, ketakutan akan bahaya terus menjalari pikirannya.


Tidak ada siapa pun di hotel itu, semuanya berlalu begitu cepat. Adam tersungkur dengan keputus asaanya, ia berteriak dengan meneteskan air mata.


Bahkan ponsel Malaika pun mati sehingga tidak dapat di hubungi.


Selang beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki seorang pria tua, yaah... Dia adalah sang ayah yg tidak sengaja mengambil suatu barang miliknya yg tertinggal disana.


Mengetahui putranya sepertinya berada dalam masalah, laki laki itu mencoba untuk menghampirinya.


Di jamahlah sebuah punggung yg tersungkur itu, Adam kemudian berdiri dan membalikkan badan,


Laki laki tua itu memegang kedua pundak putranya dan berkata


" Apa yg terjadi ?? Apa yg terjadi anakku ??? (Tanya laki laki itu dengan penuh kecemasan)


Sejenak terdiam dengan keadaan itu, Adam mencoba mengendalikan dirinya untuk tidak menangis di depan ayahnya.


Perlahan ia mulai mengatakan satu per satu permasalahannya.


" My wife !! (Ucapnya dengan lirih)


" Wife ??? (Sahut sang ayah) kau sudah menikah nak ? (Tanya nya kembali)


Dengan suara yg terbata bata ia kemudian melanjutkan perkataannya.


" Aku kehilangannya, aku datang bersamanya, dan sekarang aku tidak tau dimana dia, ini salahku, aku mengabaikannya saat acara tadi, aku membiarkannya duduk sendirian sementara aku menikmati acara ini (ucap Adam masih dengan penuh penyesalan)


" Nak... Bangunlah !!! (Pinta sang ayah), mungkin dia belum jauh, ayo kita cari sama2.


Seluruh kamar hotel mereka telusuri, bahkan seluruh lobby, juga tak lupa kamar mandi.


Semakin tak terbendung air matanya Adam kemudian terduduk di lobby, menyesali setiap apa yg ia lakukan pada malam pesta itu,


" Apa yg membuatmu begitu sedih putraku ? Sebegitu besarkah cintamu pada wanita itu? (Tanya sang ayah)


" Kau tidak mengerti ayah, dia sudah tidak memiliki siapa2, aku menikahinya 8 tahun yg lalu karna sebuah masalah kecil, dan aku kembali menemukannya 10 bulan terakhir ini, (ucapnya dengan penuh Isak tangis), kemana lagi aku harus mencarinya?? Dia sedang mengandung putraku ayah, kondisi rahimnya juga sangat lemah, aku tidak ingin sesuatu yg buruk terjadi padanya !!! (Ucap Adam dengan penuh kemarahan)


Mendengar pengakuan putranya, laki laki itu turut sedih dan merasakan apa yg adam rasakan.


Ucapan ayahnya seolah mengingatkan sesuatu.


" Benar !!! Aku memesan kamar untuk bermalam disini, mungkin dia sudah ada disana !!! (Sahut Adam)


Kemudian kedua pria itu segera berlari menuju kamar hotel, tepat di atas tempat tidur, Malaika nampak kelelahan karna berlama lama duduk di acara tersebut.


Mendapati hal itu, Adam dan ayahnya sangat legah karna kekhawatiran yg berlebihan.


" Kau lihat, bahkan istrimu pun tertidur, jangan pernah merasa takut ataupun sendiri lagi, ayah tidak akan membiarkan kalian berdua dalam bahaya (ucap laki laki tua itu), cepat !!! Temani istrimu (menepuk salah satu bahu Adam), ayah akan pulang dan memberitahu kabar baik ini pada ibumu, pasti dia akan senang mendengarnya, apalagi kalian telah memberikan seorang cucu pada kami (ucap sang ayah yg kemudian berlalu)


" Tp ayah !! (Sahut Adam)


Pria tua itu kemudian menoleh


" Media masih belum tau kalau aku dan Malaika adalah suami istri, mereka masih menganggap kami pasangan ilegal, lantaran pernikahan kami hanyalah sebuah akad sederhana yg tidak di ketahui banyak orang (ucap Adam memperjelas)


" Ayah tau (pria itu mengangguk), dan suatu saat mereka juga pasti akan tau. (Tambahnya)


Sang ayah kemudian meninggalkannya dan beranjak dari tempat tersebut.


Tak lama sepeninggal ayahnya dari hotel itu, Adam sedikit legah karna istrinya baik2 saja.


Pria itu mendekati ranjang dan menemaninya dalam pelukan hangat. Di ciumlah kening itu dengan perlahan.


"Kau membuatku takut, bahkan ini lebih besar dari pada aku kehilangan nyawaku sendiri (gerutu Adam dalam hati)


Semakin erat ia memeluknya, semakin membuat wanita itu perlahan terbangun.


" Kau rupanya. (Malaika tersenyum)


" Heyy kau terbangun ?? (Tanya Adam)


" Kau sangat bahagia sekali hari ini, aku senang melihatnya (gumam Malaika)


" Yaa... Dan kau membuatku ketakutan !! Kenapa kau pergi tanpa seijin ku ??? Lain kali kau jangan seperti ini (pinta Adam dengan kecemasan)


" Aku sangat lelah Adam, punggungku rasanya sakit sekali, aku tidak bisa menahannya (ucap Malaika dengan lembut)


" Aku dan ayah mencarimu hampir ke seluruh sudut, lalu ayah mengingatkanku akan sebuah kamar yg kita pesan (ucapannya terpotong)


" Ayah ?? (Sahut Malaika)


" Hmm yah, ayah mengetahui semuanya, dia datang saat aku sedang kelabakan mencarimu, dia yg menemaniku hingga akhirnya kami menemukanmu tertidur dengan lelap di kamar ini, kau sangat nakal Malaika, aku tidak akan mengampunimu !!! (Seru Adam dengan menggelitik tubuh istrinya itu).