The Second Husband

The Second Husband
Jealous (Bab.55)



Masih terpantau aman ketika Malaika diam2 menyaksikan keberadaan suaminya yg juga berada di sana.


Wanita itu duduk dengan tenang seorang diri, walau seseorang mulanya coba untuk mendekatinya. Namun ia enggan untuk merespon sehingga mereka perlahan menjauh darinya.


Tak berapa lama kemudian, seorang wanita muda yg cukup cantik tiba2 datang dan menghampiri Adam dengan suka cita, seolah telah lama tak bertemu.


Yaah ! Dia adalah Agatha, mantan kekasihnya sewaktu di kampusnya dulu. Menurut kisah yg beredar kedua sejoli itu menjalin hubungan yg cukup lama sampai akhirnya terpisah lantaran Agatha telah berselingkuh dengan sang kakak "Jonas".


Meski begitu Adam tak ingin meninggalkan kesan buruk dalam perjalanan asmaranya, ia tetap ramah walau perempuan itu pernah menyakitinya.


Mereka saling merangkul, tak lupa cium pipi kanan dan kiri.


Seperti sengaja untuk mengatur pertemuan, nampaknya wanita itu terlihat sangat asyik saat bicara dengan suami Malaika itu.


Mereka bercanda, bersenda gurau, tak jarang saling bersentuhan tangan.


Malaika yg menyaksikan hal itu tak ingin melewatkan moment begitu saja, ia segera mengambil ponsel dari tas miliknya kemudian mengabadikan moment itu dalam beberapa foto.


Selesai dari sana, ibu satu anak itu kemudian meninggalkan bar lalu pulang ke rumah dengan perasaan kesal.


Malam itu, Malaika benar2 tak bisa memejamkan mata, hatinya terus berkecamuk di hantui kekhawatiran.


"Apa yg dia lakukan kali ini ? Apa selalu ini alasannya setiap kali dia mengatakan tidak pulang ke rumah ? Apakah malam ini dia akan menghabiskan waktu dengan wanita itu ? Bagaimana mungkin aku bisa sebodoh ini ?" (Perasaannya terus di hantui pertanyaan yg menyakitkan)


Hingga keesokan harinya.


Seperti biasa terlihat Adam pulang ke rumah dengan pakaian yg sama seperti hari kemarin. Pria itu berjalan menuju kamarnya mencari Malaika, namun sayang sekali saat itu Malaika sedang tidak berada di kamarnya, ia tengah sibuk menyiram beberapa bungah di kebun belakang.


Senyum terpancar dari bibirnya tatkala ia berhasil menemukan istrinya di kebun bunga itu.


Adam lantas menghampirinya dan memeluk wanita mungil itu dengan gemasnya.


Tak ada rasa terkejut sama sekali, justru Malaika merasakan ada yg aneh dengan aroma parfum yg tidak biasa.


"Kau mengganti merk parfum mu ?" (Ucap Malaika penasaran)


"What ? (Adam kemudian mencium aroma bajunya), no ! Tidak ada yg berubah !" (Tuturnya lalu kembali memeluk wanita kesayangannya itu)


"Mungkin perasaanku saja !" (Jawabnya datar)


Seketika pelukan itu sengaja di lepaskan begitu saja, dengan sedikit terburu buru Malaika lalu merapikan kembali tempat penyimpanan air dan meletakkannya di tempat semula.


Tanpa basa basi ia segera masuk ke dalam dan mengabaikan Adam yg ada disana.


Melihat tingkah istrinya yg sedikit aneh, Adam lantas mengikutinya kemana pun ia pergi.


Wanita itu kemudian masuk ke kamar lalu duduk di depan meja rias miliknya.


Di lepaslah ikatan rambut itu, kemudian di ambilah sebuah sisir aestetik miliknya, perlahan ia mulai menyisir rambut itu sambil berkaca dengan tatapan kosong.


Adam yg mengikutinya lantas mengunci pintu kamarnya. Pria itu duduk di tepi ranjang membelakangi istrinya.


"Ada apa dengan kedua matamu, malai ? Kau nampak lelah ?" (Tanya Adam yg sedikit penasaran)


Dengan tenangnya kemudian wanita itu menggeleng tanpa bersua.


"Apa semalam kau tidur dengan baik ?" (Tanya Adam dengan cemas)


Malaika lantas berbalik dan menegaskan.


"Tanyakan itu pada dirimu ! Jika kau bisa menikmati malam dengan baik, kenapa aku tidak ? (Jawab Malaika dengan tenang), Begitu pun sebaliknya ! Jika kau menghabiskan malam dengan rasa bersalah maka aku pun juga demikian !" (Tutur ibu satu anak itu)


"Dengar sayank ! (Adam kini menatapnya dengan hati hati), aku tidur dengan baik semalam ! Bahkan sangat baik !" (Tuturnya)


"Pasti ! Pasti kau tidur dengan nyenyak ! Pasti di luar sana lebih nyaman kan ? Jika tidak ? Kau akan lebih sering pulang ke rumah !" (Jawab Malaika dengan tenang)


Seolah semakin di pojokkan dengan pernyataan istrinya, Adam kini benar2 tidak bisa menahannya. ia semakin di hantui rasa bersalah lantaran tidak mengatakan yg sebenarnya pada wanita kesayangannya itu.


Dengan tenangnya, Malaika kemudian beranjak lalu mengambil tas dan jaket dari lemarinya.


"Malai, kau mau pergi kemana ?" (Tanya Adam dengan lembut)


"Aku sedikit ada urusan, jangan menungguku !" (Jawab Malaika seolah membalas ucapan suaminya saat berada di telepon kala itu)


Langkah yg sedikit cepat itu sontak membuat Adam buru2 mengejarnya.


"Malai, tunggu !! (Panggilnya), malai ! Dengarkan aku !" (Teriak Adam dengan jelas)


Tanpa memperdulikan suara itu, Malaika terus berlalu meninggalkannya.


Wanita itu kemudian pergi dengan menaiki sebuah taksi online yg ia pesan, ia sengaja tidak memakai sopir pribadi agar Adam tidak bisa mengejarnya.


Seolah tak kuasa membendung kesedihannya, Malaika kini menangis sesenggukan di dalam mobil, bagaimana tidak, aroma parfum itu semakin meyakinkannya bahwa Adam ternyata sama seperti pria yg lainnya.


"Ternyata tidak ada yg benar2 tulus didunia ini, apa semua pria kaya seperti ini ? Auhhh kenapa dadaku rasanya sakit sekali ? (Keluhnya), aku benar2 ingin sendiri ! Aku ingin menenangkan diriku sejenak ! Karna percuma saja bicara dengannya, dia tidak akan pernah bisa berubah !" (Gerutu Malaika dalam hati)


Beberapa saat kemudian, terbesit dalam fikirannya untuk sejenak keluar dari rumah besar itu, Malaika lantas menghubungi ibu mertuanya, agar sang ibu tidak terlalu cemas padanya.


"Hallo Bu !" (Panggilnya)


"Ahh ya ! Kau dimana sayank ?" (Tanya sang ibu cemas)


"Bu, aku ingin memberitahumu ! Aku mungkin tidak pulang ke rumah selama beberapa hari, aku harap ibu bisa menjaga Danthe untuk sementara waktu !" (Jawab Malaika menjelaskan)


"Kau pergi kemana nak ?" (Tanya sang ibu)


"Aku hanya ingin sejenak menenangkan diri, bu ! Kau jangan khawatir !" (Ucap Malaika perlahan)


"Astaga ! Pasti sesuatu terjadi lagi ! (Tebak sang ibu), baiklah ! Kalau begitu kembalilah secepatnya kalau kau benar2 sudah merasa lebih baik !" (Pinta sang ibu)


"Tentu bu ! Dan aku minta, tolong ibu jangan katakan apa pun pada Adam ! Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya !" (Pinta Malaika)


"Baiklah ! Baiklah ! Kau hati hati ya sayank, jaga dirimu baik baik !" (Jawab sang ibu dengan penuh kecemasan)


Panggilan itu pun berakhir, setelah mengetahui hal itu sang ibu merasa kesal pada putra bungsunya, ia lantas mencari Adam dan memarahinya.


Adam yg saat itu tengah menikmati kopi di atas rooftop tiba2 mendengar celotehan ibunya yg begitu nyaring.


"Apa yg kau lakukan padanya ?" (Tanya wanita itu dengan tegas)


Seolah mengerti dengan apa yg di maksud sang ibu, Adam mencoba menjawab dengan apa adanya.


"Aku tidak mengerti bu, sejak aku datang sikapnya sangat dingin padaku, dia hanya menjawab seperlunya saat aku bertanya banyak hal, aku hanya tidak pulang semalaman dan dia tiba2 seperti itu, ini sangat tidak biasa, bahkan sebelum2nya aku juga seperti ini tp dia biasa saja, tp kali ini entahlah Bu ?" (Ucap Adam dengan penuh kecemasan)


"Katakan padaku ! Kemana kau semalam ? Sampai kau tidak pulang ? Apa dia selama ini pernah menanyakan alasanmu kenapa kau jarang tidur di rumah ? (Cecarnya), Dia tidak mungkin seperti itu, kecuali kau benar2 menyembunyikan sesuatu darinya !" (Tutur sang ibu)


"Bu, percayalah ! Aku benar2 tidak menyembunyikan apa2 darinya !" (Ucap Adam bersikeras)


"Tp sayangnya ibu lebih percaya menantu ibu dari pada kau ! (Ucap sang ibu dengan nada tinggi), dengar !!! Kalau sampai dia tidak pulang dalam tiga hari, Maka kau ! Jangan harap akan bertemu dengan putramu !" (Ancam sang ibu)