
5 tahun kemudian
Waktu berlalu begitu singkatnya hingga tak terasa kedua pasangan itu telah menetap di Bali.
Meski demikian, Adam tak pernah mengabaikan pekerjaannya. Setiap satu bulan sekali ia pergi ke Sidney untuk melakukan monitoring pada kesemua perusahaanya.
Semuanya berjalan lancar, begitu juga dengan kehidupan rumah tangganya bersama Malaika, bahkan hampir tak terendus media semenjak ia memutuskan untuk menetap di Bali.
Di karuniai seorang anak laki2 yg begitu tampan membuatnya semakin mencintai istrinya. Pangeran kecil itu kini berusia 5 tahun, ia tumbuh begitu sehat dan cukup menawan, seperti instingnya pada saat itu bahwa benar Adam akan memiliki seorang pangeran.
Bernama "Danthe Eliezer Jackson", kedua pasangan itu biasa memanggilnya dengan sebutan "Danthe".
"Kau mau sepotong donat?" (Tanya Malaika sambil memberi topping coklat glaze)
"Hmmm, apa pun itu ! (Adam memperhatikan).
Pria itu lantas penasaran kemudian mencicipinya.
"Hmmm, enak ! (Ucapnya), bahkan lebih enak dari yg di jual di mall2 besar." (Pujinya)
"Kau membual lagi !" (Seru Malaika dengan senyumnya)
Wanita itu kemudian melanjutkan kesibukannya.
"Ini !" (Memberikan sepiring donat dengan topping coklat almond)
"Wow !!! Bahkan sepertinya ini lebih enak dari yg ku makan tadi !" (Gumam Adam saat melihat hidangan itu)
"Berikan padanya !" (Pinta Malaika menunjuk ke arah putranya yg sedang murung di meja makan)
Adam yg melihat itu sempat bingung kenapa putranya sejak tadi tidak bicara.
"Why ?" (Tanyanya bingung)
"Dia menghabiskan banyak permen sejak semalam, aku memarahinya, dan sekarang dia harus di hukum." (Celetuknya)
"Wow ! Aku akan bicara padanya !" (Ucap Adam)
Dengan 4 buah donat di tangannya, Adam kemudian menghampiri putranya.
Pria itu duduk lalu mencoba bicara padanya.
"Tidak sekolah hari ini ?" (Tanya Adam hangat)
Jagoan kecil itu hanya menggeleng tak bersua.
"Baiklah ! Setidaknya kau harus makan boy !" (Tuturnya)
"No !" (Jawabnya singkat)
"Why ?" (Timpalnya)
"Mother is angry with me, how can I eat, I have no taste!" (Jawabnya lagi)
"Oh man ! Come on ! Mother will be even more angry if you don't eat anything, you will get sick! (Ucap Adam mencoba menasehati), ayo ! Kau harus makan, anak laki laki tidak boleh cengeng ! Kau harus kuat ! Kau harus makan yg banyak !" (Tuturnya)
" No dad ! I won't eat if mom is still mad at me !" (Ucapnya bersikeras)
"Mau berjanji satu hal ?" (Tanya Adam)
"What ?" (Sahutnya)
"Kau boleh makan apa saja asal nilai di sekolahmu harus 100 ! (Pinta Adam) You can ?" (Tanyanya sekali lagi)
Pangeran kecil itu kemudian mengangguk lalu menautkan jari kelingkingnya pada sang ayah.
"Okay !" (Ucapnya lalu tersenyum)
"Sekarang makanlah !" (Pinta Adam)
Melihat pemandangan itu, Malaika tersenyum kagum pada suaminya.
Pria itu mendekat dan menghampiri istrinya.
"Kau tau apa jadinya jika singa sudah bertemu dengan pawangnya !" (Bisik Adam sambil menyeruput kopi dari cangkirnya)
Wanita itu kemudian menatapnya dengan penuh.
"Bukan hanya cintanya yg akan kudapatkan, melainkan seluruh hidupnya juga !" (Timpal Adam dengan lirikan teduhnya).
"Sejak kapan burung gagak bisa akur dengan singa ?" (Balas Malaika mengejek)
"Setidaknya mereka tidak saling menyakiti !" (Jawab Adam kemudian mengecup bibir mungil itu)
Beberapa saat kemudian. Suara pangeran kecil itu tiba2 mengejutkan mereka berdua.
"Mommy !" (Teriak Danthe)
Seketika mereka tersadar dari adegan itu.
"Yeahh !" (Jawab Malaika)
"I want to milk !" (Pintanya)
"Oh ok ! Wait !" (Jawabnya)
"Bisakah kau tidak melakukan ini saat di depan anakmu, tuan Adam ?" (Gerutu Malaika dengan sedikit berbisik)
"Ohhh i'm sorry beibhy ! Tp Kau sangat menggodaku !" (Balas Adam dengan nakalnya)
"Diam kau !" (Jawab Malaika kemudian berlalu memberikan segelas susu pada putranya).
"Mommy ! Donat ini sangat enak ,can you make one for me again?" (Pinta anak kecil itu)
"Sure ! Kau harus makan banyak bukan ? Ayo cepat habiskan susumu !" (Pinta wanita itu sambil mengelus rambut putranya)
Karna sebuah urusan penting, tiba2 Adam terlihat tergesa gesa setelah mendapat telepon dari seseorang.
Pria itu masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian, dan tak lama kemudian ia keluar dengan setelan Jersey berwarna biru putih, dengan sepatu olahraga yg senada.
Langkah yg terburu buru itu membuat Malaika dan juga putranya nampak bingung.
"Where you go ?" (Tanya Malaika bingung)
"Ada pertandingan basket tingkat provinsi, ini darurat, mereka perlu pemain cadangan !" (Perjelas Adam)
Pria itu semakin mempercepat langkahnya.
"Kau ? Sejak kapan kau menyukai basket ?" (Tanya Malaika)
Langkahnya kemudian terhenti.
"Aah yaa ! Kau dan Danthe bisa menyusul ku setelah ini !" (Pinta Adam dengan anggukannya)
Dengan balutan Jersey basket juga topi hitam yg senada, semakin memancarkan pesonanya.
Pria itu berlalu meninggalkan istrinya dengan terburu buru.
"Uuuuuuh ! Dia berulah lagi rupanya ! Hmm dia pikir dengan penampilan yg seperti itu dia akan aman dariku ? Lihat saja, aku bisa menunjukkan yg lebih dari itu !" (Gerutu Malaika)
Sekumpulan orang2 mulai memenuhi gedung olahraga, sorak riuh mulai terdengar begitu nyaringnya.
Hampir tak ada tempat duduk tersisa, wanita dengan di temani seorang putra itu menoleh ke kanan dan kiri, melihat lihat apakah masih ada tempat duduk untuknya.
Masih berdiri di belakang penonton, namun pertandingan sudah di mulai 10 menit yg lalu.
Seorang pria tiba2 menghampirinya, lalu bertanya :
"I'm sorry nyonya ? Ada yg bisa ku bantu ?" (Tawarnya)
"Emmm ! Sepertinya sudah tidak ada tempat duduk yg tersisa." (Seru Malaika)
"Kau bisa ke arah jam 2 nyonya, mari ku tunjukkan !" (Ajak pria itu)
Sampailah mereka di tempat yg telah di tunjukkan.
"Silahkan nyonya !" (Ucap pria tersebut mempersilahkan)
"Apa ini kursi VIP ?" (Tanya Malaika)
"Ohh bukan nyonya !, Kursi VIP hanya untuk keluarga pemain, penonton lain tidak diperkenankan !" (Timpalnya).
"Oh baiklah !" (Balas Malaika)
Pria itu pun berlalu dari hadapannya, namun bibir kecil itu masih meracau tak karuan.
"Bahkan dia juga tidak memesan kursi VIP untukku dan juga Danthe ! (Gerutu nya), hmmm baiklah !, Kita lihat saja siapa disini yg paling menjadi pusat perhatian." (Gumamnya)
Pertandingan berlangsung begitu tegang, sementara Adam terlihat masih santai, ia terduduk di sebuah kursi bersama pemain cadangan yg lain.
Postur tubuh yg tinggi dan juga atletis semakin terlihat dengan jersey yg ia kenakan.
Tidak pernah terlihat di setiap moment pertandingan, nampaknya kehadiran perdananya sangat mencuri perhatian para kaum hawa.
"Hey ! Sepertinya aku melihat seseorang yg ku kenal ?" (Ucap salah seorang wanita dengan pandangan mengarah ke Adam)
"Siapa yg kau maksud ?" (Gumam yg lainnya)
Wanita itu kemudian menunjuknya.
"Wow ! Dia sangat tampan sekali, so cool ! (Seru wanita itu), bahkan aku tidak pernah melihat dia sebelumnya." (Timpalnya)
Kedua wanita itu tak lain adalah teman sekolah Malaika, yakni Farah dan juga Nadine.
"Wait wait !! (Nadine memperhatikan), aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat." (Tebaknya)
"Siapa yg kau maksud ?" (Sahut Farah)
Beberapa saat kemudian.
"Dia ? (Sejenak terhenti), Adam ? Apa aku benar ?" (Tebak Nadine)
"Maksudmu ? Adam ? Jackson ? Suami Malaika ? CEO itu ?" (Cecarnya)
"Ahh yaa ! Mari kita perhatikan dari dekat ?" (Ajak Nadine)
Kedua wanita itu kemudian berjalan mendekati Adam.