
Di lain sisi, Adam yg merasa bingung karna pesannya yg tak kunjung dibalas oleh sang istri, memutuskan untuk kembali ke apartemen.
Langkah yg cukup terburu buru itu jelas menandakan bahwa ia merasa ada yg tidak benar dengan istrinya.
Dan benar saja, sesampainya di apartemen tak seorang pun berada disana, bahkan tempat tidur pun tertata rapi dengan sempurna.
Untuk meyakinkannya lebih jelas, pria besar itu lantas membuka lemari, betapa terkejutnya ia bahwa tak ada sehelai pakaian pun disana.
Wajah panik mulai menguasai pikirannya, perasaan campur aduk tak karuan.
Apalagi saat ia mendapati ponsel Malaika sudah tidak aktif.
Antara marah dan khawatir, ia mulai tidak bisa berpikir, terduduk di sudut ranjang sembari mengusap wajahnya yg cukup panik.
"Ya tuhan ! Apalagi yg ku lakukan ? Kenapa dia berbuat seperti ini ?" (Gerutu Adam dengan cemasnya)
Pria dengan setelan jas rapi itu kemudian beranjak keluar dari apartemen.
Sebuah mobil pribadi telah siap di depan, dengan segera mobil itu kemudian melaju dengan kecepatan tinggi.
Tidak tau lagi bagaimana caranya untuk menemukan wanita kesayangannya, Adam hanya ingat akan satu hal, ia berpikir mungkin istrinya sedang melakukan perjalanan ke tempat lain.
Sebuah bandara internasional di salah satu kota tersebut menjadi tujuannya saat ini.
"Excuse me !" (Tanya Adam pada salah satu petugas bandara disana)
"Yes sir ! Can i help you ?" (Balas petugas itu dengan ramah)
"Apa ada wanita atas nama Malaika Ariana melakukan perjalanan hari ini ?"
"Sebentar tuan, akan kami periksa !" (Balas nya sembari menatap layar komputer)
Beberapa saat kemudian.
"Tuan, maaf dengan siapa saya bicara ?" (Tanya petugas itu kembali)
"Adam, Adam Jackson !" (Jawab Adam dengan jelasnya)
"Right ! Tuan Adam, penerbangan atas nama Ny. Malaika Ariana sekitar 5 jam yg lalu, dengan tujuan Lombok !" (Ucap petugas itu dengan ramahnya)
Dengan spontan Adam pun terkejut.
"Lombok ?" (Serunya terkejut)
"Yes sir !" (Balasnya lagi)
"Ok thanks !" (Timpalnya)
Setelah mengetahui keberadaan istrinya, Adam pun segera ke mobil dan merenungi hal itu.
"Lombok ? Apa yg dia lakukan disana ? Kenapa tidak memberitahuku terlebih dahulu, kenapa dia sengaja melakukan itu, astaga ! Perempuan ini ! (Geramnya kesal), sepertinya dia juga sengaja mematikan ponselnya." (Gumamnya)
Pria itu pun kemudian berlalu melajukan mobilnya.
"Penerbangan ke Lombok masih 2 jam lagi, aku benar2 tidak bisa menunggunya lebih lama lagi !" (Pria itu mulai kesal)
Begitu pula dengan Malaika, ibu satu anak itu tampaknya sangat menikmati moment liburannya.
"Wow, bahkan saat malam pun hutan ini juga menciptakan nuansa yg begitu indah, aku pikir ini akan menyeramkan, tp ternyata ini diluar perkiraan ku, benar2 fantastis, bahkan kebanyakan wisatawan disini adalah pasangan muda yg baru menikah, huhh aku bahkan kalah dari mereka" (celetuk Malaika sembari mengamati pasangan muda mudi yg di mabuk asmara)
Malaika terkekeh melihat gelagat beberapa pasangan muda yg ada disana, wanita dengan bandana bunga2 itu terduduk sendirian di bangku yg cukup rindang.
Sambil menikmati susu hamil yg ia bawa, ibu satu anak itu nampak begitu tenang dan sangat menikmati moment itu.
Sesekali wanita itu memperhatikan ponsel miliknya yg masih tidak aktif itu.
"Kau pasti mencariku Adam ! Aku harap kau akan sejenak melepaskan duniamu ketika bersamaku, tp jika tidak, maka jangan pernah mencariku, aku hanya ingin kau seutuhnya, kau milikku Adam !" (Gumamnya dalam hati)
Tak lama kemudian, seorang pria tiba tiba menghampirinya dan menyapanya.
"Hay !" (Panggilnya)
Pria itu pun kemudian duduk dan mencoba mengajaknya bicara.
"Aku perhatikan, kau sendirian dari tadi ? Apakah aku benar ?" (Tanya pria itu dengan ramahnya)
"Ah hay ! Malaika !" (Balas Malaika kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat)
"Gino ! (Balasnya dengan senyuman hangat), apa kau sendirian disini ?" (Tanya Gino penasaran)
"Yes i'm alone !" (Balas Malaika)
"Why ? Emm i mean ! Your boyfriend ?" (Sahut Gino)
"No, i'm not !" (Jawabnya lagi)
"Hmmm, aku tidak percaya." (Celetuknya lagi)
"Your mean ?" (Sahut Malaika)
"I mean ? Wanita secantik kau mana mungkin tidak punya kekasih ?" (Gino terkekeh)
"That's right ! But, bagaimana jika kita naik ke atas sana sambil menikmati keindahan air terjun ?" (Tanya Gino sambil menunjuk ke arah rooftop villa)
"Key, sepertinya tidak buruk !" (Jawab Malaika kemudian beranjak dari tempat duduknya)
Dua orang itu pun akhirnya menuju ke rooftop untuk melihat pemandangan air terjun yg cukup indah untuk suasana malam seperti itu.
"Kau baru pertama kali datang kemari ?" (Tanya Gino sambil mengamati ekspresi Malaika yg begitu bahagia)
"Yah ! Aku baru pertama kali datang kemari, dan aku langsung jatuh cinta dengan tempat ini, benar2 indah !" (Seru Malaika dengan bahagianya)
"Hmm ! (Gino pun tersenyum), wow ! Cukup menarik !" (Sahutnya)
"Apa kau juga menyukainya ?" (Balas Malaika dengan spontanya)
"Yaa, tentu saja aku sangat suka dengan tempat ini, hampir setiap hari aku datang kemari." (Tuturnya)
Mendengar hal itu Malaika pun terheran.
"Hmmm ? Why?" (Sahutnya penasaran)
"Aku tourisguide disini." (Celetuknya konyol)
"Hahhh ? Oh my God ! Aku bahkan tidak tau, i'm sorry ! Aku pikir kau salah satu wisatawan disini." (Malaika terkekeh)
"It's oke ! It's oke relax !" (Jawab Gino santai)
"Kau bahkan tidak terlihat seperti tourisguide, kau mengenakan pakaian yg kasual, so aku pikir ?" (Ucapanya terpotong)
"Wisatawan ?" (Sahutnya)
"Yah ! Seperti itulah tepatnya hehehe !" (Malaika kembali terkekeh)
"Sebenarnya ini sudah di luar jam kerjaku, aku tinggal di sekitar sini, hanya saja jika malam hari aku selalu mencari udara segar." (Celetuknya)
"Hmmmm ya yaa ! (Gumam Malaika), lalu kekasihmu ?" (Sahut Malaika)
"Aku menjalani hubungan jarak jauh." (Jawab Gino)
"Wowww ! Menarik ! Sejauh apa ?" (Sahutnya lagi)
"Dia bekerja di salah satu perusahaan di Melbourne !" (Ucap Gino)
"What's the name company?" (Sahut Malaika)
"Entahlah aku lupa, dia sudah bekerja cukup lama disana." (Tuturnya lagi)
"Emmmm okay ! Lalu bagaimana pertemuanmu dengannya ?" (Tanyanya lagi)
"Aku bertemu dengannya di bandara, secara tidak sengaja, dan kebetulan dia sedang ada pertemuan dengan klien penting di Bali, dari situ kami mulai sering bertemu lalu jatuh cinta, tp sekarang ? Entahlah ! Dia selalu punya banyak alasan untuk menolak bertemu denganku, aku tidak mau berburuk sangka padanya, aku percaya pasti dia disana baik baik saja." (Ucap Gino dengan curhatannya)
"Hmmm romantis sekali ? Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan ?" (Ucap Malaika penasaran)
"Yaaaa (mencoba mengingat), 4 tahun mungkin ?" (Jawabnya singkat)
"Wow !! (Malaika terkejut), kau bisa bertahan selama itu dengan menjalin hubungan jarak jauh seperti itu ? (Malaika takjub), benar2 di luar akal hhh (masih tidak percaya), aku bahkan tidak bisa sehari saja tidak bertemu dengan suamiku !" (Tutur Malaika)
"Hmmmmm suami ?" (Gumam Gino dengan sedikit terkejut)
"Yahhh !" (Jawabnya malas)
"Aku pikir kau benar2 sendiri, ah maksudku kau tidak bilang jika kau sudah bersuami." (Ucap Gino heran)
"Apa tadi kau bertanya ?" (Sahut Malaika dengan senyuman hangatnya)
"Hmm yah benar juga !" (Gino terkekeh)
"Dia menyebalkan !" (Ucap Malaika)
"Why ? And then dimana suami mu ? Aku sama sekali tidak melihatnya dari tadi ?" (Gino penasaran)
"Aku sudah katakan padamu di awal kan ? Aku kesini sendirian." (Celetuknya)
"Benarkah ? Kenapa ?" (Sahut Gino)
"Sebenarnya aku sedang kesal padanya, dia membawaku ke Turki katanya ingin menghabiskan waktu denganku, tp kenyataannya? Dia selalu sibuk dengan pekerjaannya, telepon genggamnya tak pernah lepas dari tangannya, bahkan saat bersamaku pun, baru saja tiba di apartemen, dia langsung bergegas pergi, katanya ada meeting penting, ada ini dan ada itu, dan dia juga mengatakan bahwa itu akan sebentar tp nyatanya hampir lebih dari 5 jam baru kembali, awalnya aku sangat kesal dengan hal itu, tp lama lama aku jadi terbiasa, sampai ia kembali membawaku ke Jakarta, dan hal itu sama lagi, sesampainya di apartemen dia meninggalkanku seorang diri, entahlah ! Dimana pun dia berada, pekerjaan selalu menghampirinya, bahkan aku sendiri sangat sulit mengendalikannya, dan sekarang aku memutuskan untuk kemari, entah dia tau atau tidak aku benar2 sudah tidak peduli, aku menonaktifkan ponselku agar aku bisa merasa lebih tenang." (Pungkasnya)
Wanita itu tersenyum ramah saat mencoba menceritakan kisahnya pada pemuda itu.
"Sepertinya suamimu bukan orang sembarangan ?" (Tebak Gino)
"Yaaah ! Kau mungkin mengenalnya !" (Jawab Malaika dengan ramah)
"Siapa dia ?" (Sahutnya lagi)
Malaika pun hanya tersenyum.
"Kau akan tau nanti." (Balasnya tanpa memberitahu)