The Second Husband

The Second Husband
Tired (Bab.72)



"kemana kita sekarang ?" (Tanya Malaika perlahan)


"Untuk sementara, kita akan kembali ke Indonesia !" (Pungkasnya sambil mengecup mesra kening itu)


"Really !!" (Balas Malaika spontan)


Mendengar kata Indonesia membuat kedua mata wanita itu nampak berbinar.


"Hmmm yaa ! Indonesia cukup panas bukan ? Bukankah kau sedang alergi dingin?" (Adam kembali menegaskan)


"Thank u ! Thank u Adam ! (Ucap Malaika perlahan dengan tatapannya), emmmm Adam sebenarnya aku " (ucapannya kemudian terhenti)


"Hmmm ya !" (Sahutnya)


"Entahlah ! Sepertinya aku merindukan Sidney, tp aku rasa itu tidak mungkin." (Malaika bingung)


"Kau ingin ke Sidney ?" (Tanya Adam)


"Tidak Adam, bukan seperti itu ? Kau tau disana sangat dingin dan aku tidak mungkin bertahan dengan kondisi seperti itu." (Tuturnya lagi)


"Baiklah ! Jika musim panas terjadi, aku akan membawamu pergi ke sana." (Ucap pria besar itu dengan lembutnya)


"Thank u !" (Balas Malaika sembari mempererat pelukannya)


Singkatlah perjalanan mereka, kini tibalah di sebuah bandara di salah satu kota.


Tak lama kemudian masuklah keduanya ke dalam mobil pribadi mereka.


"Adam ? (Panggilnya), berapa lama kita di jakarta ? Kenapa menyewa apartemen? (Tanya Malaika saat membuka ponsel suaminya dan mengetahui bahwa Adam telah menyewa apartemen), Bukankah itu akan sia2 ?" (Cecarnya)


"Apartemen lebih membuatmu merasa nyaman, dan akan terasa seperti rumah kita sendiri, hotel memang bagus dan mewah tapi aku tau persis seperti apa selera istriku !" (Sindirnya dengan senyuman)


Malaika pun tersipu mendengar pujian sang suami.


"Menyebalkan !" (Gumamnya malu)


Keesokan harinya


Seperti biasa CEO muda itu selalu memantau perusahaannya melalui komputer pribadi miliknya.


Pagi yg masih cukup buta, tp entahlah meski jam masih menunjukkan pukul 06.00 nampaknya matahari telah lebih dulu menghangatkan.


Matanya fokus pada layar besar itu, jemarinya terus memainkan keyboard yg ada di hadapannya, tak lupa secangkir kopi hitam pekat yg telah di sajikan oleh sang istri.


"Dia akan terasa dingin kalau kau terlalu lama mengabaikannya !" (Suara itu terdengar tiba2 saat ia sedang fokus dengan pekerjaannya)


Adam pun lantas mengalihkan sejenak pandangannya, dan menatap Malaika yg perlahan menghampirinya.


"Masih pagi nona ! Kembalilah ke kamarmu !" (Ungkapnya)


"Kau memintaku untuk tidur sendirian, begitu ? Sementara kau, sangat menikmati pemandangan ini dari atas balkon ?" (Sindir Malaika dengan mengalungkan tangannya pada kedua bahu sang suami)


"Tidak seperti itu nona ! (Balasnya sembari mengusap jemari mungil yg mendarat di bahunya itu), aku harus selesaikan dulu pekerjaanku." (Pungkasnya lembut)


"Hmmm ya tentu saja ! (Jawab Malaika), selesaikan pekerjaanmu dengan baik Adam !" (Pinta Malaika dengan sedikit senyum)


Wanita itu pun kemudian melepaskan rangkulannya dan kembali melangkahkan kakinya ke kamar.


"Happy working, My Husband !" (Bisiknya dengan lembut)


Mendengar perkataan itu sontak membuat Adam terkejut, karna untuk pertama kalinya Malaika menyebut dirinya dengan sebutan "suamiku", dengan spontanya ia menarik tangan sang istri sehingga membuat tubuh mungil itu terjatuh di pangkuannya.


Malaika pun sedikit salah tingkah dengan sikap sang suami.


Apalagi saat Adam menatapnya dengan begitu teduh.


"Once again !" (Pintanya perlahan)


"Ad daaam ! (Malaika mulai gugup), what do you want ?" (Balas Malaika dengan lembut)


"Kau mengucapkan sesuatu, malai ! Aku ingin mendengarnya sekali lagi ?" (Pinta pria besar itu)


"Jangan berdrama di depanku malai, ini tidak akan berhasil ! Katakan itu sekali lagi ! Ayo ? Aku ingin dengar Sayank !" (Pintanya perlahan)


"Adam !" (Panggilnya lembut)


Malaika pun semakin gugup di buatnya, ia kemudian berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan suaminya.


"Sepertinya pekerjaanmu sedang menunggumu ! Kau harus selesaikan itu Adam !" (Balas Malaika mencoba mengalihkan pandangan)


Pria itu pun lantas melepaskan pelukannya dan membiarkan Malaika pergi tanpa memberinya jawaban.


"Key ! Kita akan bahas ini nanti, sekarang kembalilah ke kamarmu dan beristirahatlah !" (Pinta Adam sembari mendaratkan sebuah kecupan di pipi mungil itu)


Masuklah Malaika ke dalam kamarnya, ia duduk di tepi tempat tidur sambil merenungi perkataan suaminya.


"Kenapa dia menanyakan itu seolah itu sangat penting baginya ? Apakah itu benar2 penting untuknya ?" (ia bergeming dalam hati)


Selepas dengan pekerjaannya, Adam yg semula menatap layar komputer dengan begitu serius kini ia segera bersiap untuk sebuah pertemuan penting yg cukup mendadak.


Yaa dimana pun ia berada, pekerjaan selalu menghampirinya.


Melihat suaminya yg tampak rapi, Malaika sama sekali tak terkejut karna hal itu sudah biasa terjadi.


"Aku pergi dulu, mungkin aku akan pulang sedikit larut !" (Ucapnya sembari mengecup mesra kening itu)


Wanita dengan longdress itu hanya mengangguk perlahan dan melontarkan sedikit senyuman pada suami tampannya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Malaika kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, bermaksud untuk menunggu kedatangan Adam ia mencoba bermain main dengan ponselnya.


Menit demi menit berlangsung cukup lama, hingga pandangan itu mulai berat, kelopak matanya sedikit berair lantaran rasa kantuk yg tak tertahankan.


"Astaga ! Ini masih jam 8 kenapa aku merasa sangat ingin tidur ? (Gumam Malaika sembari mengusap usap kedua matanya), Adam belum juga kembali, aku akan menunggunya !" (Pungkasnya)


ia pun kembali terjaga menatap layar ponselnya, beberapa alunan musik coba ia mainkan bermaksud untuk mengurangi rasa kantuk itu, namun sayank sekali sepertinya itu tak berhasil, rasa kantuk itu benar2 tak tertahankan, hingga lama lama ia pun tertidur dengan suara musik yg masih menyala.


3 jam kemudian, tepatnya pukul 11 malam.


Wanita itu kemudian terbangun dengan spontanya, matanya terbelalak dan ia cukup panik ketika mengetahui dirinya telah terlelap begitu saja.


"Astaga ! Aku ketiduran ! (Seru Malaika dengan kagetnya), Jam berapa ini ?" (Pungkasnya lalu meraih ponselnya)


Di carilah ponsel miliknya itu yg semula menyala kini sudah tidak aktif, Malaika lantas melempar ponsel itu dan segera turun untuk melihat jam dinding di sekitar apartemen itu.


"Jam 11 malam ? Harusnya Adam sudah pulang, tp kenapa aku sama sekali tidak melihat kedatangannya." (Gerutu Malaika)


Wanita dengan piyama panjang itu segera keluar dari kamarnya dan berharap mungkin suaminya sudah pulang.


Dan benar saja, sebuah jas milik Adam tergelatak begitu saja di sudut sofa ruang tamu.


Di hampirilah sofa itu, terlihat Adam tengah terlelap di atas sofa yg lembuta, entah karna memang terlalu lelah atau mungkin ia sudah terkontaminasi alkohol.


Malaika lantas mendekati suaminya, mencium aroma mulutnya, tak tanggung tanggung ia juga membuka mulut Adam untuk memastikan apakah Adam telah meminum alkohol atau tidak.


"Bukan, dia tidak sedang mabuk ! Tp kenapa dia sama sekali tak bergerak saat aku membuka mulutnya ? (Semakin bingung), oh Adam please ! Ini tidak lucu sayank ! (Pungkasnya), hmmm baiklah karna tubuhmu sangat besar sekali rasanya aku tidak mungkin untuk membawamu ke kamar (celetuk Malaika), aku akan melepaskan pakaianmu satu persatu dan mengganti pakaianmu (ucapnya kemudian memulai melepaskan satu per satu pakaian yg melekat di tubuh suaminya), bahkan dia juga tak sempat melepaskan sepatunya." (tambahnya)


Dengan penuh cinta Malaika kini mulai merawat suaminya yg terlihat sangat melelahkan.


Setelah selesai melepaskan pakaiannya, wanita itu kini perlahan mulai menyeka tubuh besar itu dengan air hangat, bermaksud untuk mengurangi peluh keringat yg menempel di tubuh besar itu.


Selesai dengan itu, ibu satu anak itu kini memakaikan kaos oblong favorit suaminya juga hotpants yg senada.


"Aku akan mengambilkan selimut untukmu." (Ucapnya lagi)


Wanita itu lantas berdiri dan beranjak dari sana.


Tak lama kemudian, datanglah Malaika dengan selimut besar ditangannya, ia segera menyelimuti tubuh suaminya dengan penuh cinta.


"Tidurlah Adam ! Aku tau selama ini kau susah sekali untuk tidur, bebanmu terlalu banyak, good night honey !" (Bisik Malaika sembari memberikan kecupan mesra di kening sang suami)