The Second Husband

The Second Husband
Family Time (Bab.51)



"Hmmm begitu rupanya ! (Gumamnya), kau berani mengambil resiko sebesar itu, bagaimana jika sesuatu yg buruk terjadi padamu !" (Tanya Adam dengan kecemasan)


"Hahhh !!! (Malaika terkekeh), kau pikir aku anak kecil ? Aku ibunya kan ? Mana mungkin aku membiarkan sesuatu yg buruk terjadi, lagipula kau sangat sibuk, aku tidak akan mengusikmu tuan Adam Jackson." (celetuknya dengan memberikan sentuhan jari mungil pada dada yg penuh bulu halus itu)


"Baiklah ! Lalu kenapa Danthe tidak berada satu ranjang bersama kita, apa kau sengaja menciptakan moment romantis bersamaku ?" (Goda Adam dengan penuh percaya diri)


"Omong kosong ! Kau mulai besar kepala tuan, hehehe !" (Malaika terkekeh dengan renyahnya)


"Akui saja lah, kau pun merindukanku bukan ?" (Sahutnya lagi)


"Yaa yaaa ya ! (Malaika membenarkan), aku pun merindukanmu Adam (timpalnya dengan sedikit mengusap wajah yg berbulu itu), tp bukan itu alasannya." (Ucap Malaika)


"Lalu ?" (Sahut Adam)


"Ibu yg memintanya, ibu dan ayah ingin tidur bersama cucunya, dan lucunya, Danthe langsung menyetujui hal itu (perjelas Malaika), kau tau mereka sebelumnya tidak pernah bertemu, tp sepertinya naluri mereka lebih dekat ketimbang putranya." (Ucap Malaika dengan sindiran halus pada suaminya)


"Hmmm jadi mereka yg mengatur rencana ? (Ucap Adam), baiklah ayo kita lakukan !" (Ajaknya lalu semakin mempererat pelukan pada istrinya)


"Hey !! Apa yg kau lakukan tuan !" (Sahut Malaika coba menghentikan)


"Sebuah rencana." (Timpalnya)


"No Adam ! Not now ! Lihatlah, kau sangat lelah, matamu tidak bisa berbohong, dengar ! Aku pun merindukanmu" (ucap Malaika dengan lembut)


"Kau menolakku malai ?" (Sahut Adam dengan perlahan)


"No ! Bukan seperti itu ! Lihatlah kau sangat lelah hari ini, bahkan kau pulang selarut ini, biarkan ragamu istirahat sejenak okay ! Kita bisa lakukan itu besok ! (Pinta Malaika dengan memberikan sedikit kecupan pada suaminya itu).


"Baiklah aku akan menahannya sampai besok." (Jawab Adam dengan pasrah)


Kedua pasangan itu kemudian memutuskan untuk tidur, mereka bersemayam dalam selimut yg sama dan terhanyut dalam pelukan mesra.


Keesokan harinya, wanita berusia 30 tahun ke atas itu nampak bangun terlebih dulu, tubuhnya yg kecil sama sekali tidak menunjukkan bahwa ia sudah cukup berumur.


Celana pendek sepaha, juga kemeja longgar yg ia kenakan, semakin membuatnya terlihat awet muda.


Dengan nampan di tangannya, ia kemudian menemui putranya.


Sebuah roti tawar dan 2 buah telur rebus adalah menu sarapan Danthe setiap harinya, di lengkapi dengan susu sapi asli langsung dari sumbernya.


Balita berusia 4 tahun itu sedang asyik bermain dengan neneknya di taman belakang rumah mereka.


"Pagi !" (Sapa Malaika dengan ceria)


"Wah apa yg kau bawa itu sayank ?" (Tanya sang ibu mertua)


"Ini adalah sarapan rutin Danthe Bu, dia akan menghabiskannya." (Jawab Malaika)


"Wah, sebanyak ini ? Apa dia suka ?" (Tanya nya kembali)


"Tentu saja, bahkan dia sangat suka." (Tutur Malaika)


"Hmmm bagus sekali, dan ini (menunjuk segelas susu), kau memakai susu jenis apa ?" (Tanya sang ibu mertua)


"Aku membawanya dari Indonesia bu, aku langsung mengambil dari sumbernya." (Jawab Malaika singkat namun ramah)


"Hahhh ? (Terkejut), kau berikan langsung dari sumbernya ? Apa tidak bau amis ? Bagaimana kalau dia muntah ?" (Sang ibu sangat cemas)


"Tidak Bu ? Aku merebusnya kembali dan memberikan sedikit aroma vanilla, dia sangat menyukainya." (Tuturnya lagi)


"aaaa kau cerdas sekali ! (Seru sang ibu), baiklah cepat suapi putramu !" (Pintanya)


"Dia sudah terbiasa makan sendiri Bu, dia tidak akan suka jika aku menyuapinya (ucap Malaika), lihatlah ! (Memperhatikan putranya), dia akan menikmati sarapannya dengan beberapa mainan di tangannya." (Malaika membenarkan)


"aaa pintar sekali ! (Seru sang ibu kemudian mengelus rambut cucunya itu), oh yaaa apa dia sudah bangun ?" (Tanya sang ibu yg menanyakan tentang putranya)


Malaika hanya menggeleng.


"Biarkan saja Bu, sepertinya dia perlu istirahat ! Lagipula kantor masih dalam proses renovasi, jadi dia bisa pergi sesuka hatinya." (Jawab Malaika dengan ramah)


"Hmmm yaah benar ! (Sang ibu membenarkan), lalu dimana ayahmu ?" (Tanyanya kembali)


"Ayah sedang membaca koran pagi di balkon, aku baru saja mengganti kopinya dengan segelas susu." (Jawab Malaika)


"Hahh ? Ayahmu tidak biasa minum susu, kenapa kau berikan itu padanya ?" (Sang ibu cemas)


"Tidak Bu, ayah harus membiasakan diri untuk tidak minum kopi, jantungnya sangat tidak sehat, ayah harus menghilangkan kebiasaan itu jika ingin berumur panjang." (Tuturnya)


"Baiklah ! Kita lihat saja, apakah ayahmu bersedia apa tidak ! Laki laki tua itu sangat bengal ! Persis seperti suamimu." (Wanita itu membenarkan).


Setelah selesai dengan drama sarapan itu, Malaika kembali masuk ke dalam rumah beserta anak dan ibu mertuanya.


Danthe yg sejak kemarin belum bertemu dengan ayahnya kini spontan berlari menghampirinya saat Adam tengah bangun dari tidurnya.


"Daddy !!!" (Seru Danthe dengan teriakan manisnya)


Pangeran kecil itu segera berlari menghampiri ayahnya. Dengan sigap Adam menangkap lalu menggendongnya.


"Huppp ! Sudah lama bersenang senang disini rupanya ?" (Ucap Adam gemas lalu mencium pipi merah itu)


"I Miss u dadd ? why don't you pick us up at the airport ?" (Tanya putra kecil itu)


"Oh ya ?? Bagaimana Daddy tau kau akan kemari, sedangkan mommy tidak memberitahu Daddy tentang ini." (Jawab Adam dengan gemasnya)


"You liar dadd ? You're so busy, then you forget us !" (Ucap Danthe yg sedikit kesal)


"No ! No like that honey ! Daddy really don't know, are you mad at me? (Tanya Adam coba membujuk putranya)


"Yes ! I'm so angry ! Very very angry !" (Balita itu semakin kesal)


"Right ! I'm so sorry ! But ? What should dad do so that you are not angry at dad anymore ?" (Tanya Adam coba bernegoisasi)


"Kau tidak boleh bekerja hari ini ! Daddy harus menemaniku setiap waktu !" (Pinta Danthe)


"Hmmm ! (Gumam Adam), baiklah ! Kalau begitu ? Kau ingin kemana hari ini ?" (Tanya Adam mencoba menuruti putra kesayangannya)


"No ! Aku tidak ingin kemana mana ! I just want to be with daddy all day !" (Pintanya bersikeras)


"Hmmm ! setidaknya biarkan Daddy mandi dulu kali ini ! (Pinta Adam dengan lembut), kau harus turun dulu honey !" (Timpalnya)


Bocah kecil itu segera turun dari gendongan ayahnya, Malaika yg menyaksikan pemandangan itu nampak senyum2 penuh haru.


Masih dengan telanjang dada, Adam kemudian berjalan mendekati istrinya, lalu mencium keningnya.


"Aku akan bersiap !" (Bisiknya)


Wanita itu tersenyum menanggapi sikap suaminya.


Hari itu, adalah hari yg sangat spesial untuk Adam lantaran setelah beberapa hari terpisah dengan anak dan juga istrinya, pasangan keluarga itu kemudian memutuskan untuk pergi jalan2 ke sebuah pusat perbelanjaan.


Bermain di arena Playground, membeli beberapa mainan, juga beberapa pakaian.


Duduk di atas stroller membuat Danthe merasa nyaman, karna menurutnya jalan2 di mall adalah sesuatu yg sangat melelahkan.


Tak lama kemudian, secara tidak sengaja tiba2 seseorang telah menghampiri mereka dan menyapa.


'Mr.Adam !" (Panggilnya mendekat)


Pria besar itu kemudian menoleh dan terkejut bahwa seseorang yg menyapanya adalah salah satu staff kantor yg bekerja di kantor ayahnya.


Dia adalah Jay, Manager di perusahaan itu, nampak Jay sedang berada disana bersama dengan anak perempuannya.


"Ahh Hay !! (Balas Adam), Jay ??" (Mencoba mengingat namanya)


"Yes sir !" (Jawab Jay kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat)


"What are u doing here ?" (Tanya Adam)


"Ehmmm ! Mumpung perusahaan memberikan cuti maka aku akan menghabiskan waktuku bersama dengan anak2ku, pak !" (Tuturnya)


"Okay good ! (Jawabnya singkat), lalu dimana istrimu ?" (Tanya nya lagi)


"Istriku sudah meninggalkan kami pak, aku bersama dengan tiga orang anak Perempuanku." (Jawab Jay dengan terus terang)


"Oh i'm sorry Jay ! Aku sama sekali tidak tau !" (Ucap Adam dengan sedikit rasa bersalah)


"Santai saja pak ! Tidak masalah ! (Ucap Jay dengan ramah), lalu anda disini ?" (Sahutnya)


"Hmmm ! Yaa aku sama denganmu ! Dia putraku (menunjuk Dante yg sedang bermain perosotan), oh yaa perkenalkan ! Malaika, istriku !" (Seru Adam mencoba memperkenalkan istrinya)


"Oh sure ! I'm Jay madame !" (Ucap Jay dengan mengulurkan tangan pada malaika untuk berjabat)


"Malaika ! Senang bertemu denganmu, Jay !" (Balas Malaika kemudian menanggapi jabatan tangan itu).


"Yes madame ! Wah, anda memiliki seorang putra yg sangat tampan pak !" (pujinya)


"Benarkah ?" (sahut Adam sambil terus memantau putra kecilnya)


"Of course Jay ! Bahkan dia lebih tampan darinya !" (Sindir Malaika)


"Yg benar saja, kau tau dari mana bibitnya berasal, sudah pasti hasilnya maksimal, sayank !" (Balas Adam dengan leluconnya)


"Wah ! Anda berdua pasangan yg lucu dan juga romantis (Jay memuji), selamat bersenang senang pak, saya akan kembali melanjutkan bersama putri saya !" (ucap Jay kemudian berpamitan)


"See u Jay ! Selamat bersenang senang !" (Balas Adam kemudian melambaikan tangan dengan ramah).