
1 Minggu kemudian.
Proses renovasi kantor telah usai, dan aktifitas kantor kembali normal setelah 2 Minggu tak beroperasi.
Ruangan baru, suasana baru, nuansa baru, serta pemimpin yg baru pula.
Nampak puluhan staff berdiri di depan pintu kantor, mereka tidak berani masuk sebelum bos mereka terlebih dahulu yg memasukinya.
Tak berselang lama tiba2 deruan suara mobil menggema di telinga mereka, seketika pusat perhatian mereka tertuju pada rangerover berwarna hitam yg berhenti disana.
Terbukalah pintu mobil itu, nampak seorang pria berjanggut tipis dengan setelan jaket kulit berwarna hitam, serta kaca mata hitam yg melengkapi pesonanya, ia turun dari mobil sementara seorang keamanan kemudian memarkirkan mobilnya.
Melihat deretan orang berbaris, Adam kemudian melepaskan kaca matanya lalu bertanya :
"Kenapa masih berdiri saja ? (Tanya Adam dengan tegas), masuk ? Atau gaji kalian ku potong !" (Ancamnya dengan datar)
Mendengar seruan itu, kesemua orang kemudian berbondong bondong untuk segera memasuki kantor.
"Wow !!! Ini benar2 perubahan !" (Seru seorang staf wanita bernama Eren)
"It so wonderfull ! Benar2 indah !" (Timpal Jenny dengan takjubnya)
"Aku akan lebih lama tinggal disini !" (Sahut Mira)
"Hey kalian ! Tolong jaga sikap ! Cepat kembali ke meja kerja kalian masing2 !" (Pinta manager Jay dengan sedikit kecemasan)
Tak lama kemudian, Adam menghampiri mereka.
"Hmmm kalian suka ?" (Tanya pria besar itu)
"Tentu saja pak, kami sangat kagum dengan anda ! (Ucap Ralia spontan dengan polosnya), oops ! (Menutup mulut), maksud saya anda benar2 menginspirasi kami semua ! (Timpalnya dengan gugup).
Mendengar ucapannya, lantas membuat semua orang terkejut.
"Huhhhh ! Dasar gadis bodoh ! Dia pikir dia sedang berhadapan dengan siapa ? Oh my God Ralia !!" (Bisik Eren)
"Bocah tengil itu selalu saja berulah !" (Tambah seseorang dengan menutupi raut wajahnya)
"Habislah dia setelah ini ! Mampus kau !" (Sahut Jenny)
Tak lama kemudian keheningan itu kembali tercairkan olehnya, Adam pun menghampiri Ralia dengan santainya, langkahnya yg tegap semakin membuat jantung gadis itu tak beraturan, ia mulai gelisah, namun Adam tetaplah Adam, yg selalu profesional dalam setiap pekerjaannya.
"Ok good !" (Celetuknya pada Ralia)
Pria itu perlahan menjauh darinya, dan Ralia sedikit legah lantaran ia mengira bahwa Adam akan bersikap seburuk yg ia pikirkan.
"Huhhhh !!! Rasanya aku hampir mati !" (Gerutunya menghela nafas panjang)
"Tolong perhatikan semuanya !" (Seru Adam)
Kesemua staff itu kemudian berdiri menatapnya dengan penuh hormat.
"Kalian semua ! Mulai hari ini ! Bekerja di bawah kendaliku ! Tidak ada terlambat dengan alasan apapun kecuali medis ! Dan setiap ada kejanggalan harus ada nilai pertanggung jawabannya ! Apapun itu aku tidak suka dengan orang tidak disiplin ! Jika aku melihat itu, maka aku akan segera menurunkan jabatannya ! (Ucap Adam dengan tegas), Kalian dengar ?" (Tanya Adam dengan nada tinggi)
"Yes sir !!!" (Mereka berseru)
"Tidak ada yg boleh bersantai di jam kerja ! Semuanya bekerja sudah pada porsinya ! Aku sudah mengatur schedule kalian agar kalian tidak memiliki waktu senggang untuk bersantai ! Dan jika pekerjaan belum selesai saat jam berakhir maka kalian harus tetap menyelesaikannya sampai selesai ! (Pintanya jelas), waktu lembur akan ku hitung !" (Seru Adam dengan langkah kesana kemari)
Mendengar ucapannya yg terakhir, sontak membuat para staff itu merasa terkejut namun senang lantaran ada uang lembur.
"Hahhh !!! Ada jam lembur ! (Seru jenny), oh my God aku akan bekerja dengan baik setelah ini !" (Timpalnya)
Mengingat sebelumnya tidak pernah ada uang lembur untuk mereka, kalau pun ada jam lembur itu pun tidak dibayar lantaran itu adalah sebagai hukuman karna tidak menyelesaikan pekerjaan pada waktunya.
"Dan satu lagi ! Aturan di perusahaan ini tidak boleh di langgar oleh siapa pun ! Dengar ! Kalian akan masuk kerja di jam 8 pagi, 8:30 kalian memulai pekerjaan, aku berikan senggang waktu 30 menit untuk kalian mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai pekerjaan, dengan begitu kalian bisa bekerja dengan maksimal ! (Ucap Adam dengan tegas dan jelas), Dan tidak ada makanan saat jam kerja ! (Timpalnya), Ingat ! Tidak ada makanan !" (Adam kembali menegaskan)
"Sir ! Apa anda akan membiarkan kami merasa kehausan ?" (Sahut seseorang)
"Just water !" (Jawab Adam tegas)
"Latte ? Coffe ?" (Sahut Jenny)
"No ! Just water !" (Jawab Adam mengisyaratkan larangan dengan satu jari).
"Ok sir !" (Ucap jenny lemas)
"Benar2 gila ! Aku pikir dia sebaik itu ! Rupanya kita sedang di pancing ! (Gerutu jenny kesal), bagaimana bisa aku tanpa kopi ? Huhhh menyebalkan !" (Tambahnya)
"Hey sudahlah ! Jangan berisik !" (Pinta Alex)
"Okay ! Briefing sudah selesai ! Dan waktu menunjukkan pukul 08.00, silahkan persiapkan segala sesuatunya, semuanya sudah tersedia di meja masing2, 30 menit lagi kalian mulai bekerja ! (Ucap Adam dengan jelas), Selamat bekerja !" (Seru Adam dengan senyuman khasnya)
Pria itu kemudian berlalu menuju ruangannya. Langkahnya yg penuh karismatik selalu bisa menyihir siapa saja yg melihatnya.
Terlihat seorang staff bernama Ralia yg lagi2 menatapnya dengan kepolosan itu.
Tak lama kemudian, salah satu rekan menyadarkannya.
"Hey ! (Menepuk pundak Ralia), apa kau ini ? Cepat bekerja ! Jangan melamun !" (Pintanya)
Gadis itu kemudian tersadar dari lamunannya dan segera mengikuti instruksi yg telah diberikan.
ADAM JACKSON
Pria berusia 35 tahun itu kini merangkap dua nama perusahaan dalam hidupnya, karna ulah kakaknya maka putra bungsu dari Thomas Andrew Jackson itu harus menanggung semua dampak yg telah dilakukan saudaranya itu, termasuk sisa hutang yg masih ada.
Bagaimana tidak, 10 perusahaan yg telah didirikan sang ayah sejak dulu kini hanya 2 yg tersisa, satu di melbourne yg saat ini sedang ia kerjakan, dan satu lagi di Washington DC Amerika.
Semua itu karna ulah sang kakak akibat kalah taruhan dan juga dengan beberapa wanita yg terlibat didalamnya.
Rossaline, adalah istri dari Jonas Abraham Jackson yakni sang kakak yg kini entah dimana keberadaannya.
Sejak kasus Jonas terjadi, Rossaline dan ketiga putrinya memutuskan untuk keluar dari rumah besar milik sang mertua.
Wanita itu tidak tahan dengan sikap suaminya, walau sebenarnya ia sudah lama tau namun wanita itu lebih memilih untuk diam daripada harus berseteru di depan media.
Dan sejak kepergiannya, rumah mereka menjadi sepi tanpa suara anak kecil, kedua orang tua itu merasa kesepian, dan tidak tau lagi apa yg harus mereka lakukan, sementara separuh aset sudah lenyap karna putra sulung mereka.
Memiliki dua orang putra dengan karakter yg berbeda.
Jonas Abraham adalah sosok yg supel, ia juga sangat ramah pada siapa pun, ia juga tidak pernah memandang kasta, namun satu keburukannya. Yakni seorang wanita.
Kakak sulung Adam itu terkenal sebagai pria hidung belang dan penggila harta, tidak tau bagaimana caranya mendapatkan banyak uang, ia hanya bisa menghambur hamburkan uang dengan semaunya.
Dia juga pernah membelikan sebuah penthouse bernilai 295.000 dollar australia pada wanita simpanannya. Jika di kurskan rupiah maka hasilnya akan setara dengan 3 M lebih.
Sangat berbeda dengan adiknya,
Memiliki paras yg lebih tampan dari sang kakak, Adam lebih dikenal sebagai pria yg sederhana, ia pekerja keras, rendah hati, juga sangat dermawan pada sesama.
Paras rupawan pun tak membuatnya menjadi pria yg gemar bermain wanita. Bahkan setelah terpisah selama 8 tahun dengan Malaika, ia sama sekali tak menjalin hubungan dengan wanita mana pun.